Senin, 17 Agustus 2020

Semesta Tidak Mendukung

Banyak yang penasaran dengan kelanjutan kisah cinta si Dom yang gua tulis di Post sebelum ini. Bagaimana kabar si Dom sekarang, gimana si P atau bagaimana kabar si bangsat Pomps.

Untuk P dan Pomps, gua gak terlalu tahu. Cuma gua dikasih info dari si Dom kalau si P sekarang sudah bertunangan dan si Pomps sudah menikah dan memiliki seorang anak.

Bagaimana dengan si Dom sekarang? Bagaimana kehidupan asmara temen kita yang satu ini? Karena banyak yang nanya dan kepo, gua ceritain soal kehidupan asmara si Dom selepas dari si P (Mohon izin ya bosque Dom).

........................................................................

Tuhan sepertinya memang ingin Dom jauh dari P. Beberapa bulan selepas lulus kuliah dengan perjuangan dan air mata karena si Dom gagal mulu di Test TOEFL sebagai syarat salah satu syarat kelulusan, Dom diterima kerja di sebuah Perusahaan Retail besar. Itu loh minimarket tempat kamu beli Teh Pucuk Harum yang suka ada tukang parkir goib tetiba muncul pas kamu baru mundurin motor.

3 bulan dia training di Jakarta dan selepas 3 bulan, Dom ditempatkan di salah satu Kota di Sumatera, jauh dari keluarga dan jauh pula dari P. Dom dan P masih berhubungan dan suka pergi bareng padahal saat itu P sudah resmi berpacaran dengan B. Ini adalah contoh pria bucin, hihihi.

Jauh dari kota kelahiran berarti Dom harus beradaptasi dengan kehidupan baru di kota barunya. Komunikasi si Dom dengan P perlahan berkurang sampai akhirnya lost sama sekali.

Di kota baru ini pula, Dom bertemu dengan tambatan hati barunya si M. Si Dom yang job desk-nya adalah seorang Junior Manager mempunyai bawahan si M ini.

Keliatannya si Dom mengancam si M supaya si M mau jadi pacarnya. Ngancemnya gini "Adek, kamu mau karir kamu naik gak? Kalau mau kamu harus membahagiakan saya ya selama saja kerja disini"

Becanda deng.

Si Dom ternyata modus. Dia cerita ke gua, sering minta ditemenin buat cara sarapan sebelum ngantor, alasannya gak tau tempat sarapan yang enak. Ini orang sok sarapan padahal biasa juga bikin Mie Gaga 100 sekarang sok sarapan.

Dari sering bertemu, timbul rasa suka dan sayang yang berujung mereka resmi pacaran. Untuk detilnya gua gak terlalu tahu tapi mereka akhirnya resmi pacaran.

........................................................................................

"Ja, lagi nyantai? Ketemuan yuk ah"

Sebuah pesan singkat dari si Dom masuk ke HP gua di tahun 2016 silam sekitar jam 10 Pagi di hari Minggu. Gua masih ingat karena gua baru beres kebaktian di Gereja dan lagi makan bubur ayam Bejo di Kosambi,

Ini orang kualat bener, manggil nama gua pakai nama bokap gua 'Ja' mulu. Sewaktu kita masih SMP, okelah gua ngaku salah karena nyebarin nama Bokap dia. Nama Bokap si Dom itu Gregorius Sukrisno, gua mikir kalau manggilnya 'Gregorius' asa kebagusan. Kalau manggilnya 'Sukrisno' asa selip di lidah.

Biar gak ribet, gua singkat aja 'Sukrisno' jadi 'Sukro' alias kacang sukro alias kacang suuk. Kasusnya mirip dengan nama bokap si Ferry 'Tjang Wang Liong'.

Anjing ribet bener nama bokap si Ferry. Singkat aja jadi 'Liong' alias telur naga. Dan lu percaya gak, itu panggilan 'Sukro' ke Banu dan 'Liong' ke si Ferry sampai sekarang masih DISEBUT dong ama temen-temen gua yang lain.

Gua sudah mencoba untuk menghilangkan kebiasaan manggil nama temen pakai nama Bokapnya. Gua sudah lama gak pernah manggil 'Sukro' lagi ke si Dom tapi gua panggil dia dengan nama depan dia 'Dom'.

Dia awalnya heran kenapa gua manggil dia 'Dom', sebenarnya selain membiasakan gua supaya gak manggil dia pakai nama orang tua, gua juga waktu itu habis nonton film Fast Furious.

Tau kan Vin Diesel yang main di film Fast Furious? Nah nama karakter dia Dominic Toretto dan dipanggil 'Dom' oleh temen-temennya. Jadilah sampai sekarang gua manggil dia dengan 'Dom' biar berasa manggil Vin Diesel.

.....................................................................................

Dom ngajak ketemuan di Yogya Jalan Sunda di food court-nya, Gua kira dia datang sendiri ternyata dia datang bersama si M. Si M masih malu-malu dan manggil gua "Om" dong padahal gua ama si Dom aja cuma selisih 1 tahun. Aysem

Waktu pertama kali gua ketemu ama si Dom dan M, gua bilang mereka pasangan yang cocok. Si M keliatannya baik dan sayang ke si Dom begitu juga sebaliknya. Bagaimana dengan P? P ternyata masih suka menghubungi si Dom dan mungkin karena rasa uratnya sudah malu, si P juga menghubungi M untuk pergi main bareng bareng Dom.

Gile bener itu si P.

"Besok lu ada waktu? Ke Lereng Anteng yuk" ajak si Dom.

"Lereng Anteng yang di Punclut?"

"He eh. Ajak cewek lu sekalian"

"Bajingan lu"


Si Dom ketawa ngeledek karena status gua di tahun itu yang single. Dia ketawa ngeledek sambil menyandarkan kepala dia ke punggung si M persis seperti yang gua lakukan dulu buat meledek dia

Bales dendam nih ceritanya,

Besoknya kita pergi ke Lereng Anteng dan lanjut ke Farm House di Lembang. Si M terlihat senang karena mungkin di Kotanya mentok adanya Alfamart doang jadi begitu lihat dalem Lereng Anteng dia terlihat sumringah sekali.

Gua yang sudah pernah kesini sebelumnya, ya kurang antusias aja. Karena selain isinya yang gitu-gitu aja, harga makanannya juga mahal-mahal. Gua paling inget ada paket bala-bala isi 5 harganya 20-25rb.

Padahal kalau lu keluar dikit, beli bala-bala di mamang harganya seceng doang. Beli 25rb dapet 25 pcs + bonus 2 pcs. Selain jadi nyamuk, gua merangkap jadi fotografer buat mereka berdua.

Gua diajak ternyata buat jadi fotografer dadakan mereka berdua. Kalau gua jahat, harusnya gua sengaja kaburin deh muka si Dom.

.........................................................................................

Dan begitulah ritual yang terjadi setiap tahunnya. Pokoknya dalam 1 tahun, minimal 2x si M pasti ke Bandung selama 1 Minggu, menginap di rumah Dom dan pergi menelusuri Bandung.

Dan sebanyak itu juga gua merangkap menjadi fotografer dadakan tetapi ada yang berbeda di tahun 2018. Si M datang ke Bandung dan semua terasa baik-baik saja sampai kepulangan si M ke kota asalnya.

Keanehan mulai terjadi, gak beberapa lama setelah M pulang kota asalnya, M menghapus semua fotonya di IG. Gak cuma menghapus karena M juga melakukan unfollow ke hampir semua temen si Dom termasuk gua.

Foto yang disisakan pun hanya 1, foto pengumuman tentang Kajian Islami. Gua mulai menangkap ada sesuatu yang tidak beres tetapi gua belum berani bertanya ke Dom dan M.

Hingga suatu hari akhirnya gua mencoba untuk memberanikan diri bertanya ke Dom dan perkiraan gua tepat. Hubungan mereka berdua sedang diujung tanduk karena desakan dari Ibunda M.

Sepulang dari Bandung, Ibunda M mulai mendesak M, mau dibawa kemana hubungan ini? M awalnya sudah mau pindah agama ke agama si Dom tapi semenjak Ayah M meninggal, M sepertinya menutup kemungkinan itu.

Dom pun rasanya tidak mungkin pindah agama karena dia berasal dari keluarga Katholik yang taat biar si Dom rasanya gak taat2 ama deh, wkwkwkwk. Mereka sepertinya tahu kalau hubungan mereka tidak bisa berlanjut TAPI mereka melakukan kesalahan menurut gua.

Kesalahannya adalah walaupun mereka tahu tidak akan bisa berlanjut tetapi mereka sepakat untuk berlagak layaknya seorang yang sedang berpacaran.

"Jadi tiap Malam gitu lu masih nelpon dia? Lu masih chat ama si M tiap hari? Masih sayang-sayangan?" tanya gua ke si Dom 

"Iya masih, kayak gak ada apa-apa aja sih"

Booom! Kesalahan fatal karena kalau kayak gini terus pasti ujungnya bakalan ada yang tersakiti. Dom juga cerita kalau si M sudah meminta dia buat cari pasangan baru.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, hal yang mengagetkan pun terjadi. Gua yang lagi cek IG tetiba dikejutkan dengan foto si M yang sedang melangsungkan pertunangan dengan seseorang pria.

Gua shock dan langsung nanya ke Dom. Bener kata Dom, si M sudah resmi bertunangan. Dom menjawab singkat dan jelas seperti sedang lesu dan tidak ingin ditanya lagi. Sebagai teman, gua pun kirim WA untuk mengucapkan selamat kepada M.

M bilang terima kasih dan dia meminta gua untuk 1 hal, gua nanya apa, dia jawab "Tolong kalau lu lagi ngumpul ama Dom, please jangan bahas soal gua ya. Gua gak mau Dom sedih"

Sebuah permintaan yang langsung gua sanggupi. M pun cerita banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi dan ternyata dia menjalani proses taaruf dengan tunangannya tersebut.

"Gua sebenarnya belum memiliki rasa apapun ke dia, San. Ya lu bayangin aja, gua sudah 4 tahun lebih ama Dom. Dan lu tau gak, 1 Malam sebelum gua tunangan, gua chat ke Dom buat bilang ke dia. Dia terus posting foto dia ama pacar barunya. Hancur hati gua, gua ampe nangis semaleman"

Pantes kalau gua liat foto pertunangan si M, mata si M terlihat sekali sembab seperti baru menangis semaleman. 

Kalau gua boleh mengkritik, gua bilang tindakan si Dom salah besar. Okelah kalau kamu sudah punya pacar atau gebetan baru tapi gak pas kalau kamu kirim foto ke mantan kamu apalagi mantan kamu mau tunangan.

Salah besar bosque. Tapi rasanya kita sudah sama-sama dewasa jadi rasanya gua gak berhak buat ngomong lebih lanjut.

M pun bercerita betapa dia menyayangi Dom dan betapa sulitnya dia menerima kenyataan bahwa Dom sudah menjalani hubungan baru dengan perempuan lain. Mereka pun sudah putus kontak dan hanya bertukar pesan untuk hari tertentu saja.

...........................................................................................

2 tahun berlalu,

M kini sudah resmi menikah dan pindah Kota. Terkadang kita masih suka bertukar pesan untuk menanyakan kabar.

"Gimana lu, udah bisa move on belum?"tanya gua 

"Belum sih. Kadang tiap Malam gua masih suka kepikira tapi hidup harus terus berjalan kan?"

"Iya bener. Suami lu tau gak tentang hubungan lu ama si Dom?"

"Enggak sih. Dia gak mau tentang masa lalu gua"

"Good sih kalau gitu. Baik-baik ya lu disana" tutup gua.

Sudah 2 tahun berlalu tapi kenangan si M masih membekas. Mau bagaimana pun sayangnya kita ke orang tetapi jika semesta tidak berkehendak maka hal itu tidak akan terjadi;

Aku untuk kamu
Kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin
Iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu
Kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi
Meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi
Sulit untuk kugapai

Gua sekarang lagi duduk di food court Yogya sambil menyeruput Chatime. Berhubung gua mentok di Marimas rasa Buah Naga, gua jadi baru tau rasanya Chatime, wkwkwkwk. Gua duduk menunggu Deb beli titipan Mamanya di Yogya Swalayan.

Lagu 'Peri Cinta' yang diputar di food court Yogya ini jadi mengingatkan gua akan kisah si M dan Dom. Sekuat apapun rasa cinta tapi kalau semesta tidak merestui ya percuma.

Mungkin bukan sekarang tapi mungkin di kehidupan lain, semesta baru mendukung.

....................................................................................................

Yang suka main Quora boleh follow ya akun follow gua. Lagi seneng banget nulis di Quora: 




Minggu, 12 Juli 2020

Golden Boy

Seorang teman lama tetiba ngechat gua di suatu siang. Isi chatnya cuma gini:

"Sani lagi dimana lu?"

Ada apa ini, tetiba ada cowok menaruh perhatian ke gua. Pas dia chat gitu, posisi gua lagi jajan batagor depan Alfamart. Gua awalnya ngira gini, dia ngeliat gua lagi jajan batagor kuah depan Alfamart terus buat mastiin, dia chat gua dimana?

Ternyata enggak, temen seangkatan gua sewaktu di SMP dan SMA ini ternyata mau ngajak gua ketemuan. Kalau ada temen lama yang tetiba ngajak ketemuan, biasanya kalau gak ngajak join asuransi atau ikutan MLM. Pengalaman gua mah kebanyakan kayak gitu.

Kita samarkan dia dengan nama Dam dan di chat dia bilangnya mau nawarin gua sebuah bisnis. Ya gua mah kalau ada temen yang mau ajak ketemu ya hayo aja untuk menghargai dan dengerin apa yang dia tawarkan. Kalau gak tertarik ya say sorry aja.

Gua sudah lama banget gak ketemu sama si Dam ini. Kalau gua menggambarkan si Dam ini, orangnya kurus banget dengan rambut yang berantakkan. Beberapa temen gua melabeli si Dam ini sebagai 'Madesu' alias Masa Depan Suram. Dibilang Madesu mungkin ada benarnya juga sih karena ini orang kuliah aja gak beres terus kerjaan juga gonta-ganti. Si Ambu pernah cerita ke gua kalau dia pernah ketemu si Dam di depan Indomaret jam 6 Pagi.

Si Ambu yang mau ke Travel, mampir dulu ke Indomaret eh disana dia ngeliat si Dam lagi duduk di depan Indomaret dengan raut muka kuyu dan rambut acak-acakan. Ini si Madesu ternyata habis main game semalaman suntuk dan baru mau balik.

Disaat temen seusianya kayak gua dan Ambu mulai memikirkan masa depan eh si Madesu malah asyik main game sampai nyubuh.

/...............................................................................

"Gimana lu ama si F sekarang" tanya gua ke si Dam. F adalah mantan pacar si Dam sewaktu masih SMA dulu dan kalau gak salah mereka pacaran lama. Gua yang kebetulan berteman dengan F di Instagram sebenarnya tau kalau si F mah udah nikah dan punya anak.

Dam sekarang sudah di rumah gua, tepatnya di ruang kerja gua. Karena dia izin merokok, gua jadi bawa di ke ruang kerja gua biar asap rokoknya Garpitnya gak mengganggu Nyokap.

"Iya nih, gua susah banget Move On dari dia. Semenjak gua putus ama dia 9 tahun lalu, gua belum pernah pacaran lagi" kata Dam sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.

"Lu pernah ketemu si F lagi enggak?"

"Pernah sekali, waktu acara reuni SMA kecil kemarin di Celebrate Cafe. Cowoknya belagu anjir, judes banget ke yang lain"

"Gak lu gampar aja"

"Pengennya sih"

"Ya kalau lu gampar, gua nitip satu gamparan ya ke dia". Kita pun tertawa bersama

Putus dengan F membuat kondisi si Dam terpuruk. Semakin terputuk ketika usaha orang tuanya sudah bangkrut. Oh ya orang tua si Dam ini dulu kerjanya jadi Agen Majalah dan Komik besar loh. Gua pernah sekali kesana bareng si Dam ke Cikapundung, tempat orang tua si Dam mendistribusikan Majalah dan Komik. Si Dam waktu itu mau minta duit ke Nyokapnya buat bayar apa gitu, gua lupa.

Nyokap si Dam baik banget, gua inget gua pengen beli Majalah Cinemags yang depannya Harry Potter, harganya kalau gak salah 45rb, terus didiskon jadi 40rb. Gobloknya gini, gua kan nawar jadi 35rb eh sama si Tante gak apa-apa eh si Dam malah ngomong "Udah mah 40 aja, cuannya gak ada kalau 35rb mah"

Bangcat, ama temen sendiri perhitungan.

Eh iya gua juga mau cerita satu hal juga nih. Jadi gini, waktu gua SMA dulu sempet beredar komik Hentai di kalangan temen-temen gua., Komik Hentai tuh bisa dibilang komik bokep Jepang. Jadi ya bentuknya seperti komik pada umumnya tapi isinya nauzubillah bikin panas dingin kalau dibaca. 90 persen yang baca pasti gak paham isinya karena cuma liat gambarnya doang, wkwkwk.

Gua pernah baca sekali pas gua main ke rumah si Erik Gigolo. Namanya mah Erik tapi dipanggilnya Erik Gigolo. Pas gua main, gua menemukan harta karun eh salah maksudnya gua menemukan sesuatu yang tidak baik yaitu Komik Golden Boy nomor 1 - 7 lengkap. Komik ini adalah Komik Hentai yang gua maksud dan sempat jadi obrolan undercover di kalangan teman seangkatan gua.

Komik Golden Boy atau disamarkan jadi Komik Anak Emas ini dulu harganya mahal dan susah dicari. Sebagai pembanding, komik Detective Conan aja harganya masih 9.600 nah ini si Anak Emas sudah 35rb. Kasak kusuk bilang kalau mau beli ini komik, harus mesen dulu ke loper komik di belakang Gramedia Merdeka.

Eh anehnya kenapa Erik Gigolo punya komik ini lengkap ya. Dia dapet darimana ya komik ini. Gua jadi mikir si Erik Gigolo kan temenan ama si Dam, apa dia dapat dari Dam ya?

"Eh, dulu Komik Golden Boy itu supply-nya dari lu ya?" tanya gua

"Wkwkwkwk iya" kata si Dam sambil makan bolu yang gua sediakan buat dia

Akhirnya misteri ini terjawab juga. Ternyata si Goblok ini yang men-supply komik Anak Emas yang bikin masa muda temen gua tercemar. Gue kecewa kok gua dulu gak dipinjemin eh maksudnya gua kecewa kok bisa-bisanya dia supply itu komik anak emas.

...................................................................................................................


Tapi seiring berakhirnya kejayaan majalan dan komik, berakhir pula usaha Dam sekeluarga. Mereka bangkrut bahkan sampai harus ngegadein rumah dan mereka harus kontrak rumah kesana kemari untuk tinggal.

Kakak si Dam jualan basreng dan cilok online buat nambah-nambah. Si Dam sendiri seperti yang gua ceritakan di awal, dia gonta ganti kerja bahkan sampai pernah nge-GRAB juga buat menyambung hidup. Sampai yang paling miris adalah ketika dia bercerita, dia terpaksa melego koleksi komiknya biar dapat duit 50rb di Pasar Palasari.

Tapi satu hal yang gua salut adalah dia bisa survive. Bayangkan kalau kita jadi si Dam ini, ditinggal nikah ama pacarnya, usaha bangkrut, rumah digadai wah itu pasti berat banget
.
Walau kondisi si Dam keliatannya belum pulih tetapi terlihat dia sedang mencoba untuk memperbaiki diri. Ya ini salah satunya dengan cara ke rumah gua, menawarkan sebuah usaha yang sebenarnya kalau gua bilang, kurang cocok dengan usaha yang gua tekuni.

Hampir setiap hari si Dam berkeliling, menawarkan usaha ke rekan dan kerabatnya sambil berharap ada yang goal. Ya walaupun gua rasa gak cocok ama usaha gua, ya gua bantuin dikit-dikitlah. Gua titip 2-3 barang ke gudang online dia, yang penting dia dapet pelanggan.

...................................................................................

Gegara gua denger cerita soal Dam yang bisa survive dan sedang meniti hidupnya lagi, gua jadi teringat dengan salah satu temen gua yang lain si Dom.

Kejadian ini sudah terjadi sekitar 6-7 tahun yang lalu tetapi ceritanya masib membekas sampai sekarang. Ceritanya dimulai ketika si Dom naksir kepada dede gemesh adik angkatan di Kampus, awalnya sebatas naksir biasa tapi si respon si Dede Gemesh luar biasa.

Respon dia bikin si Dom Geer dan beberapa kali mereka pergi bareng, makan bareng sampai nonton bareng. Asyik

Tapi seperti ada pepatah yang bilang kalau ada layangan yang putus yang ngejar pasti banyak, ternyata si Dom tidak sendiri.

'Tukang Ngala Layangan' ternyata banyak. Tapi anehnya gini, si cewek yang kita samarkan sebagai P ini merespon semua orang yang mendekati dirinya.

Ok, kalau kamu ngomong gini, ah itu mah geer aja kali cowoknya. Bisa jadi tapi respon yang gua lihat itu beda. Pokoknya kalau gua cowok yang belum berpengalaman dan dapat respon dari si P, dijamin deh gua bakalan mimisan.

Selain si Dom harus bersaing dengan Tukang Ngala Layangan yang tadi, Dom juga bersaing dengan mantan si P yang kita sebut dengan nama Pomps. Ini lebih gila lagi, di depan gua dan Dom, si P jelek-jelekkin terus si Pomps.

"Orangnya freak, udah gua putusin tapi maksa balikkan terus"

"Tiap Malam ke rumah gua terus ajakkin gua pergi terus. Sering kirim-kirim sesuatu juga ke rumah"

Kalau lu denger omongan si P tentang Pomps itu mungkin lu mikirnya si Pomps ini emang beneran freak. Tapi enggak juga sih, mungkin dia emang freak tapi kata gua ada andil dari si P juga.

Andilnya gimana San? Ya kenapa tiap Pamps ngajakkin pergi, lu mau pergi berdua. Kenapa tiap dia datang ke rumah lu, lu terima dia dan bikin dia nyaman. Kenapa tiap dia kasih ini itu, lu terima. Kalau misalnya lu terganggu ya jangan direspon, block, dan bilang apa adanya kalau lu udah gak ada rasa apapun ke dia.

Eh jahatnya si P, dia tetep ngekeep si Pomps dong. Mungkin si P merasa dia masih membutuhkan sosok Pomps.

Gegara itu, si Dom dan Pamps konflik mulu. Mulai dari adu bacot lewat BBM (dulu masih BBM) sampai teror ke si Dom.

Paling gua ingat adalah ketika mereka lagi adu bacot di BBM, si Pomps nulis gini "Sekarang lu nikmatin aja ama dia tapi dia pasti balik ke gua nantinya. Oh ya, lu juga gak tau kan apa yang sudah gua dapat dari P"

Mind blowing, si goblok ini mencoba untuk mempengaruhi pikiran si Dom.

Gua yang kebetulan lagi bareng si Dom pas dia kirim chat gitu, ngasih ide ke si Dom. Gua pinjem BBM si Dom dan bales pesan dari si Pamps

"Tapi lu juga gak tau apa yang sudah gua dapat dari P kan"

Dibales kayak gitu, si Pomps makin ngamuk. Kita pun tertawa bersama sambil mengutuk si Pomps bareng.

...........................................................................

Belakangan diketahui, ternyata si P bukan hanya menebar kail ke si Dom dan si Pomps. Masih ada 3 laki lain si D, B, dan M. Dan ceritanya sama, mereka dikasih respon bagus dan si P jelek-jelekkin si Pomps depan mereka,

Tapi si Dom belum menyerah dia masih berusaha mengejar si P walaupun dia tau si P bukan perempuan yang baik dan benar. Sampai di suatu hari, kejadian ini rasanya menyadarkan si Dom kalau dia harus stop dan menghentikan segala kegilaan ini.

Gua, Dom, Ambu ama si Dedi janjian mau main UNO di Yogya Express di Ciwalk (sayang sekarang sudah gak ada tempatnya). Si Dom ternyata lagi main sama si P dan sebelum si Dom gabung ama kita, dia mau anter si P dulu ke kampus.

Kita bertiga sudah duluan di Ciwalk dan hampir sejam nunggu, si Dom baru datang dengan mood yang gak ok. Muka dia kayak lagi nahan boker eh maksudnya kayak lagi nahan marah. Jarang-jarang nih orang marah.

Ternyata si Dom habis berantem dengan Pamps. Jadi ceritanya gini, si Dom anterin si P ke kampus dan biasalah pas si Dom balik, dia luknut minta kiss bye. Eh mau nyosor ke pipi, si bangsat Pomps ternyata ngikutin mereka berdua.

Dia langsung tarik si Dom, dorong si Dom yang hampir bikin si Dom jatuh tejengkang.

"Lu mau ngapain cewek gua jing!" hardik si Pomps

"Emang dia cowok lu?" tanya si Dom ke P dengan nada tinggi

"Bukan" jawab si P

"Denge tah anjir!" (Denger tuh Anjing) balas si Dom

"Kok lu gitu sih" tanya Pomps ke P

Kalau gua jadi si Pomps, lompat ke sumur tua bakalan gua lakuin dah saking malunya. Di depan saingan lu, lu gak diaku dong sama cewek lu, wkwkwkwkwk

.....................................................................

Tapi sekali lagi, sesuatu yang menurut gua gak masuk akal terjadi lagi. Malemnya, setelah kejadian si Pamps dan Dom ribut depan kampus, eh si Pomps datang dong ke rumah si P.

Bukan cuma datang tapi ngajak keluarga si P buat pergi makan steak. Dan gilanya, Nyokapnya si P mau dong padahal Nyokapnya tau gimana freaknya si Pamps dan Nyokapnya juga tau kalau si P sering dihina-hina ama si Pamps di depan orang lain.

Yang lebih aneh lagi, kok si P mau-maunya diajak pergi makan sekeluarga. Kalau misalnya itu Nyokap gua, tau kalau anaknya dihina-hina dan diperlakuin kayak itu, jangankan mau diajak makan, melangkah masuk ke rumah gua aja udah Alhamdulilah,

Semua kegilaan ini sepertinya membuat Dom sadar kalau si P ini memang bukan perempuan yang baik. Si Dom juga tahu kalau ternyata si P menjalin hubungan lain dibelakang dia dengan banyak laki. Kelak si P ini akhirnya benar resmi pacaran dengan si B. Bukan dengan Dom, bukan dengan Pamps dan bukan dengan laki yang lain.

Tapi gua salutnya adalah si Dom bisa survive. Meskipun gua tau dia kecewa berat tapi dia bisa menyembunyikan kekecewaannya dan tetap menjalani hidup seperti biasa.

.................................................................................

5 tahun setelah kejadian konyol itu,

Gua dan Dom sedang makan Ayam Geprek di daerah Dipati Ukur Bandung. Bos gua yang satu ini pekerjaanya sudah makin Ok. Kharismanya sudah mulai terbentuk, bedalah ama dulu waktu dia mimisan baca komik Anak Emas, hua sendiri sudah hampir lupa cerita soal si P itu

"Eh, si P itu bukan perempuan baik ya"

Gua kaget tetiba si Dom ngomongin soal si P.

"Hm, iya sih. Kalau liat sikap dia, keliatannya dia bukan perempuan baik-baik ya"

"Lu percaya kharma gak"

"Percaya sih. Napa emang?"

Dom tidak menjawab pertanyaan, dia fokus menghabiskan potongan ayam gepreknya sambil menunjukkan ekspresi datar.

Rabu, 03 Juni 2020

I Know

Ada satu scene di Film Star Wars Episode V (The Empire Strikes Back) yang gua suka banget. Scene yang gua suka adalah ketika Hans Solo (Harrison Ford) dibekukan didalam sebuah carbonate silicon oleh penjahat luar angkasa yaitu Jabba The Hut.

Ketika akan dibekukan, Princes Leila yang di film sebelumnya selalu berbeda pendapat dengan Hans Solo mengatakan "I Love You" kepada Hans Solo yang dijawab "I Know" oleh Solo. Infonya, di naskah awal, Solo akan menjawab "I Love You, too" tetapi Harrison Ford melakukan improvisasi dengan menjawab "I Know".

Buat gua itu keren banget. Coba lu di posisi Hans Solo, ada cewek cantik yang tetiba bilang "I Love You" dan dengan gaya cool, kamu jawab "I Know"

Gua pun berpikiran hal yang sama. Gua bakalan menjawab "I Know" ketika ada perempuan yang mengatakan hal yang sama. Tetapi apa lacur, apa yang gua harapkan belum juga kejadian. Paling mentok gini:

"Sani, gua mau ngomong sebentar bisa?"

"Wah kenapa ya?" jawab gua antusias.

"Ini kata Ibu Nasi uduk yang di depan Pasar, kemarin salah hitung. Kerupuk udang yang kamu makan belum dihitung jadi kamu masih kurang 2.500 ke si Ibu ya"

"Hmm, I know"

Suek, dikira apaan malah diingetin soal kerupuk udang yang belum kebayar.

........................................................................

Setelah 1 tahun lebih menjalin hubungan dan sudah merasa yakin, sudah saatnya buat kita untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Sebelum lamaran resmi, gak ada salahnya kan buat ngelakuin lamaran tidak resmi. Lamaran antara kita berdua aja.

Berhubung gua tidak cukup romantis untuk ngajak dinner berdua karena jujur aja buat gua itu awkward banget. Makan berdua yang dihiasi balon sambil menatap bintang yang memancarkan cahayanya.

Jir, bukan gua banget itu.

Yang pertama gua rencanakan adalah menemukan tanggal yang pas untuk memberikan sebuah cincin seberat 24 karat (canda deng). Setelah mencari, akhirnya gua menemukan tanggal yang pas yaitu tanggal 22 Desember di hari ulang tahun Deb. Tanggal itu jatuh di hari Minggu dan kayaknya Oke nih kalau ngasih cincin itu pas akhir kebaktian di Gereja.

Melamar di hadapan Tahta Tuhan yang Suci. Ehem, keren bener,

Setelah menemukan tanggal yang oke, sekarang waktunya buat cari cincin yang pas. Ini jadi masalah karena gua jarang banget ke Mall buat belanja jadi gak tau tempat cincin yang pas dimana.

Gua browing bentar dan nemu sebuah toko yang katanya okey. Jadilah gua kesana seorang diri dan setelah cuap-cuap gua ditawarkan sebuah cincin yang kata mbaknya lagi okey.

Speak dikit biar dapat harga bagus akhirnya gua dapat juga sebuah cincin cantik. Tjakep bentuknya kayak yang ngasih, hahaha.

Sebelum gua memilihkan pilihan ke cincin itu, si sales nawarin gua cincin berlian mulu. Pas gua nanya harganya berapa, gua cuma bisa membatu begitu tahu harganya.

Gua simpen itu cincin di dalam lemari dan sekarang tinggal menunggu waktunya, untuk memberikan cincin kecil nan berharga ini.

...............................................................................................

Hari yang ditunggu akhirnya tiba, hati gua berdegup kencang. Malamnya gua nyaris gak bisa bobo padahal gua gak pernah ada masalah dengan tidur.

Gua tag dulu beberapa orang, yang pertama buat merekam moment bersejarah itu, kedua buat yang main musik biar musiknya pas. Kalau si Cece nanti malah mainin lagu Cinta Satu Malam kan suek nantinya.

Ibadah pun dimulai dan semuanya berjalan seperti biasa. Sampailah di moment puncak alias acara dimana gua akan melamar Deb.

Setelah Pendeta memimpin Doa untuk pulang, gua memberanikan untuk maju kedepan. Dengan cool dan tenang seperti Zorro menebas lawannya, gua ambil mic dan ngomong

"Untuk Jemaat sekalian, jangan pulang dulu ya. Saya mau ngomong sebentar nih" kata gua

Gua sekilas muka para jemaat pada kebingungan. Kalau mereka bisa ngomong kayaknya bakalan ngomong gini "Ini si Monyet mau ngapain sih Njing". Bu Pendeta yang di depan juga tampak kebingungan, bingung ini si Sani mau ngapain. Apa dia mau pelepasan gitu ya, dilepaskan dari Roh suka melawan orang tua.

Deb yang kebetulan sedang berdiri di depan juga pasang muka kebingungan. Stefanie yang gua suruh buat merekam, sudah berada di posisi depan. Dia merekam pakai ponsel OPPO dia, eh OPPO atau VIVO ya? Ah gak taulah pokoknya dia yang merekam.

Cece Yanne mulai memainkan sebuah lagu romantis untuk menjadi saksi sejarah ini. Dia memainkan nada lagu 'If I Let You Go' dari boyband kesukaan gua Westlife (iya gua ngaku deh kalau gua suka Westlife).

"Day after day
Time pass away
And I just can't get you off my mind
Nobody Knows
I hide it inside
I keep on searching, but I can find...."

Suasana mulai didapat, semua orang menatap ke arah gua di depan, gua membalikkan badan dan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin yang gua simpan dalam saku baju.

Gua buka dan memperlihatkan langsung di depan Deb. Dia terkejut dan matanya perlahan basah tanda terharu. Jemaat lain sudah mulai nyorakkin "Cie, Cie" dan diikuti dengan banyaknya sorotan HP yang merekam moment tersebut.

Awalnya gua pengen berlutut kayak di film terus bilang "Will You Marry Me?" persis seperti yang dilakukan Jamie (Colin Firth) kepada Aurelia (Lucia Moniz) di film Love Actually.

Keren gak sih

Tapi apes, momentnya gak pas karena Ada Bu Pendeta di belakang gua. Gua ngerasa gak elok kalau gua berlutut membelakangi dia, takut nginjek kaki si Bu Pendeta, nanti malahan gua kualat lagi.

Dan juga entah kenapa, mulut gua mendadak terkunci. Di tengah keriuhan suara "Cie, cie", perlahan gua membatu. Pertanyaan "Will You Marry Me?" tidak bisa terucap dari mulut gua,

Deb bertanya "Kenapa?", gua langsung peluk dia di depan puluhan orang dan berbisik "Thanks You for always being there for me"

Deb menjawab "Love You" dan gua jawab "I Know"

Akhirnya gua bisa juga kayak Hans Solo, hahaha. Suasana jadi semakin meriah, beberapa orang langsung memeluk Deb dan sebagian lagi ada yang nanya ke gua "Yey, mana pertanyaan Will You Marry Me-nya woy. Diem mulu"

"Gak usah diomongin itu mah, kita udah ada ikatan batin dan dia juga pasti tau kok maksud gua"

Ahoy

.................................................................................

Menjalin hubungan selama 2 tahun ini memang bukan perkara mudah. Kita adalah 2 orang dengan kepribadian yang bertolak belakang, yang satu santai (terlalu santai malah) yang satu lagi type memikirkan masalah.

Kalau kita ngomongin soal perbedaan rasanya gak akan pernah ketemu titiknya tapi seni dalam berhubungan itu bukannya menyatukan segala perbedaan yang ada kan?

Life is so much better knowing you have my back. Love You


Sabtu, 14 Maret 2020

Tentang Menikah

Pernah gak kamu gini, kamu datang ke undangan pernikahan temen, sodara, mantan atau siapalah. Kamu sudah kekenyangan habis berburu makanan di undangan. Disaat kamu lagi asyik ngunyah siomay tetiba MC akan mengundang teman dan kerabat mempelai untuk maju kedepan.

Yang boleh maju kedepan adalah orang yang belum menikah. Nanti kedua mempelai akan melempar boneka dan bunga. Kalau kamu beruntung bisa dapat itu bunga atau boneka, kamu disuruh maju ke depan. Memperkenalkan diri, dikerjain dikit dan aha kamu bisa dapat hadiah.

Jujur kalau gua pribadi gak pernah ikut-ikutan tangkap boneka atau bunga gitu secara gua pergi ke undangan aja jarang banget. Kalaupun tetep pergi, gua gak pernah ikutan tangkap bunga atau boneka itu. Ya maklum menjaga wibawa dikit biar keliatan cool dan tenang di depan orang, hihihi.

Tapi lu percaya gak nih, kalau gua bilang di 2 Minggu terakhir ini, di dua acara undangan yang berbeda, gua dapat 4 boneka yang dilempar oleh mempelai yang menikah.

Gua perjelas lagi, iya beneran gua dapat 4 boneka di dua acara yang berbeda. Kok bisa?

...........................................................

Jadi gini ceritanya. 2 Minggu kemarin, gua ama partner cus ke Hotel Crowne Plaza di Jalan Lembong buat menghadiri acara pernikahan kerabat si Deb. Kalau gak mau ikut, pasti nanti diomelin ama Deb jadi gua mangut aja buat nemenin.

Disaat gua lagi ngunyah lumpiah kering bumbu kacang, tetiba MC di panggung mengajak para tamu undangan yang belum menikah untuk maju kedepan.

"Udah maju aja. Siapa tau dapat bonekanya" kata si Deb

"Ya, ya bentar" kata gua nurut sambil ngabisin lumpiah kering bumbu kacang tadi.

Gua maju kedepan bareng si Deb. Gua cari posisi yang pas, gua pakai teori fisika tentang peluang gua mendapatkan boneka itu dari posisi gua berdiri sekarang #halah

Yang ikutan ternyata ramai. Sebelah gua ada Cece gemuk yang keliatan banget bernafsu buat dapatin itu boneka dan bunga. Jaga jarak sedikit, bahaya kalau kena sikut si Cece. Deb berdiri di belakang gua. Dia sebenarnya malu buat ikutan tapi akhirnya ikutan juga buat nemenin gua setelah gua paksa.

"Tunggu hitungan ketiga ya, begitu saya bilang tiga, mempelai langsung lempar ya"

Pengalaman gua ya. Biasanya lemparan pertama masih uji coba, sudah hitungan ketiga tapi masih ditahan dulu. Karena gua sudah paham jadi gua santuy pas percobaan pertama ini.

Gua stay cool dan tidak bergeming. Perkiraan gua tepat karena si MC masih ngerjain, boneka belum dilempar. Tamu undangan yang lain sudah semangat lompat padahal belum dilempar, hihi.

Tidak terkecuali Cece gemuk yang gua ceritain tadi. Dia beneran lompat dong dan sepatu hak tingginya nyari nginjek JEMPOL kaki gua. Kalau gua gak gesit menghindar, JEMPOL kaki gua kayaknya bakalan ketusuk sepatu hak tinggi si Cece.

Boneka pertama dilempar dan gak tau teori fisika gua bener, eh gua dapat dong. Gua sedikit melompat dan tangkap pakai tangan kiri gua. Asli gua ngerasa keren banget, mirip atlet Major League Baseball pas gua tangkap dengan mulus boneka Iron Man warna merah.

Gua kasih ke Deb dan nyuruh dia mengklaim kalau dia yang dapat itu boneka. Pasangan yang luar biasa, dia yang dapat tapi ngasihnya ke pasangan sendiri. Sebenarnya alasan utama gua ngasih adalah gua males nanti suruh maju kedepan terus suruh joged, dll.

Boneka kedua dilempar dan gak tau gimana, gua bisa nangkep lagi itu boneka monyet kecil. Gua tangkap mutlak alias tangkap langsung di udara bukan mungut boneka jatuh. Jir, mantap bener si Sani.

Tetapi disini petaka dimulai karena gak tau gimana, tetiba  Cece gemuk sebelah gua pasang muka sinis ngomong gini ke gua "Ih curang, kamu tadi udah dapat kenapa ikutan lagi" kata si Cece gemuk sambil pasang muka sinis.

Tatapan sinis si Cece gemuk itu mengingatkan gua akan tatapan temen gua si R waktu gua masih kelas 2 SD. Salah satu pelajaran yang paling gua takutkan sewaktu SD selain Seni Musik adalah Seni Prakarya. Gua gak tau kenapa, gua nyerah banget dalam hal melipat kertas atau membuat prakarya.

Pernah dulu suruh buat wadah pensil dari stik ice cream eh yang lain jadinya bagus, gua jadinya kayak wadah KROTO buat ngasih makan manuk alias burung.

Biasanya soal ini di-Take Over oleh Mama gua di rumah. Dari yang hasilnya butut setelah dilanjutin oleh Mama di rumah, hasilnya jadi mantap. Tapi ternyata hal ini membuat temen sebangku gua si R sinis ke gua.

Dia pasti heran, lah si Stefanus. Kalau di kelas, napa hasilnya kayak wadah KROTO kok pas dibawa pulang hasilnya jadi bagus dan rapih. Sambil masang muka sinis si R ngomporin gini ke temen gua yang lain "Ih si Stefanus curang, prakaryanya dibuatin Mamanya di rumah"

Gua bingung, iya prakarya gua kan dibuatin terus masalahnya apa buat lu, R? Kalau prakarya lu mau dibuatin Mama lu, dibuatin tetangga lu yang jualan pecel atau dibuatin sama tukang agar-agar yang lewat depan rumah lu, ya SOK AJA.

Tatapan sinis si Cece gendut itu mengingatkan gua akan titipan sinis si R waktu gua kelas 2 SD dulu. Terus gini Ce, kalau misalnya gua gak dapat itu boneka kedua emang bakalan lu yang dapat?

Gua bersikap santai dan kata MC, yang dapat boneka dipersilahkan untuk maju kedepan buat memperkenalkan diri. Dari atas panggung, gua bisa melihat si Cece gendut lagi mengadu ke keluarga dia sambil nunjuk ke arah gua.

Kok gua jadi takut ya. Gua takut pas gua pulang, gua dicegat terus di-Smack ama si Cece gendut. Ya pantes aja si Cece belum menikah (karena yang boleh ikutan tangkap boneka itu biasanya khusus yang belum menikah), si Cece memiliki kedegilan hati sih jadi orang juga mikir buat deket ama Cece.

Ternyata gua beruntung, setelah memperkenalkan diri di depan, kita dikasih amplop tanpa perlu nyanyi atau joged. Gua cek isinya adalah voucher belanja 300rb dan si Deb juga isinya 300rb jadi di Malam itu kita dapat VC belanja 600rb. Mayanlah buat jajan Es Aice.

Begitu gua turun, ada Emak gemuk yang lagi makan Kebab, ngedeketin gua sambil nanya isinya amplopnya apa.

Jujur gua gak tau dia siapa, gua mikirnya mungkin dia kerabat si Deb. Ya gua jawab aja isinya Voucher belanja 300rb.

"Jadi kamu dapat 600rb dong berdua?" 

"Iya Tante"

"Kamu sudah menikah?" tanya si Tante sambil melirik ke arah cincin si Deb.

"Belum, dia tunangan saya"

"Ih kamu curang. Kan kalau sudah menikah gak boleh ikutan" kata si Tante kualat sambil bergegas dari arah gua. Gua tengok eh dia nyamperin si Cece gemuk yang tadi. Termyata mereka 1 kroco, dari gerak mulut si Tante gemuk seperti sedang ngomporin si Cece gemuk.

Mungkin dia ngomongnya gini "Curang banget itu orang. Sudah menikah tapi masih maksain ikutan. Mereka dapat voucher 600rb loh, harusnya kamu loh yang dapat. Coba kalau kamu dapat, Vouchernya bisa kamu pakai buat beli alat pengencang payudara biar kamu makin sexy, sayang kamu dicurangin"

Padahal jelas banget gua ngomong "Ini tunangan saya" bukan "Ini istri saya". Eh ini gendang telinga si Tante kayaknya udah ketutupan lemak jadi ngehang pendengarannya. Tidak sampai 1 jam, gua kini sudah punya 2 musuh.

"Udah sabar aja. Cuekkin aja yang sirik mah" kata Deb sambil nyuapin gua potongan bebek peking ke mulut gua.

..................................................................................

1 Minggu berlalu sejak keberhasilan gua menangkap 2 boneka sekaligus di sebuah pesta pernikahan. Hari ini gua ada undangan lagi. Undangan di Novotel Bandung, daerah Cihampelas bawah.

Kalau boleh memilih sebenarnya gua lebih memilih di rumah aja, melakukan kegiatan gua. Tapi karena Deb minta ditemani ya okey, gua cus.

Dibanding pernikahan pertama, kalau gua boleh menilai pernikahan kedua sedikit dibawah pernikahan pertama. Stand makanannya gak terlalu banyak dan venue yang digunakan terlalu kecil.

Dan ini dia yang ditunggu, sesi lempar boneka. Ikutan lagi gak ya? Jujur gua masih trauma dipepet oleh Tante dan Cece gemuk yang sirik karena gua bisa nangkap 2 boneka dan dapat Voucher 600rb.

Ikutan aja deh. Tapi nothing to lose aja, santuy aja. Dapat gak dapat ya ikut meramaikan aja.

Seperti di undangan pertama, percobaan pertama boneka belum dilempar. Karena gua sudah paham, jadi gua diem dan santuy aja. Boneka kedua dilempar dan lu percaya gak, GAK TAU GUA EMANG JAGOAN atau GUA SUDAH HARUS NIKAH, GUA DAPAT DONG BONEKA KATAK HIJAU.

Gua kaget campur heran, lah kok gua dapat lagi. Seperti biasa, gua kasih 1 boneka ke Deb dan gua ikutan lagi. Boneka ketiga dilempar, gua dapat itu boneka tapi sebelah gua juga megang. Dibanding cari masalah, gua lepas itu boneka.

Boneka kelima dilempar dan AHA gua dapat dengan mulus. Kali ini beda kasusnya, gak ada Cece gemuk yang dengki terus ngomong "Ih curang, kamu kan sudah dapat tadi"

Tapi ternyata kali ini berbeda dengan pernikahan yang pertama. Karena hadiahnya cuma 1 yaitu orang yang berhasil dapat boneka Marsha The Bear. Dan itu adalah boneka kedua yang gua dapat tapi gua lepas ke orang di sebelah gua.

Ahhhh, kecewa. Yang gua lepas malah yang ada hadiah voucher belanja lagi dan sekarang 5 orang yang dapat boneka diharuskan maju kedepan. 5 orang tersebut adalah gua, Deb, oma, Om, dan  Tante.

Kita disuruh memperkenalkan diri dan dijanjikan bakalan dapat hadiah.

"Namanya siapa dan asalnya dimana?" tanya si Koko MC

"Sani dari Sulaksana" jawab gua Mantap

"Eh Sani kan ada lagunya ya. Yang dinyanyiin BCL kan yang Sani, Sani....." kata si MC sambil nyanyi lagu Sunny. Jokes lama tapi okelah masih lucu.

Dan yang gua takutkan kejadian juga dong. Kita berlima disuruh joged dan kita dijanjikan hadiah kalau sukses joged.

Sialnya, tadi pas gua lagi makan mie kocok, ada cowok yang nyamperin dan nyapa Deb. Pas gua nanya dia siapa, Deb cerita kalau cowok itu dulu pernah suka sama dia waktu kuliah.

Nah coba bayangin kalau lu jadi gua. Kamu ketemu ama cowok yang pernah suka dan ngejar pasangan kamu yang sekarang. Kamu pasti bersikap cool, tenang dan terlihat tidak terimindasi dengan kehadirannya kan.

Eh sekarang gua disuruh joged di depan bareng pacar sendiri dan 3 orang lainnya.

MC memeragakan Moon Walk ala Michael Jackson dan kita harus memperagakan gaya tersebut. Anjir, gua dilema. Apa gua turun dari panggung aja gitu ya tapi kesannya gak sopan ke mempelai.

Mata gua melihat ke arah depan. Gua perhatikan di deretan tamu, gak ada yang gua kenal. Gua lirik sebentar ke kiri kanan, si Monyet (orang yang dulu naksir ke Deb) udah gak ada. Kemungkinan besar dia sudah pulang artinya aman.

Karena sudah kagok, gua mulai joged Moon Walk ala Michael Jackson. Kalau ngikutin si MC, harusnya sih ke kiri 2x dan ke kanan 2x. Kita berlima mulai joged dan karena sudah kagok, gua joged semampu gua.

Kalau Britney Spears lihat gua saat itu kayaknya dia bakalan ngajak gua buat jadi penari latar dia deh.

Oma sebalah gua keliatannya ngebet dapat hadiah Mobil CR-V yang dijanjikan oleh MC. Dia dance menggila, mirip kuda lumping dia secara brutal nyikut gua yang kebetulan ada yang di sebelah dia.

Harusnya 2x ke kiri dan 2x ke kanan, tapi si Oma gak tau ritme nabrak gua mulu. Sikutnya kena NENEN eh DADA gua mulu. Ya ampun Tuhan. Malu IYA, NENEN nyeri IYA JUGA.

MC akhirnya menghentikan sesi Dance dan pencarian pemenang dimulai. Pemenangnya dihitung dari jumlah tepuk tangan terbanyak dan LU PASTI GAK PERCAYA

GUA DONG YANG JADI JUARA PERTAMA! Gua jadi pemenangnya karena gua dapat tepukkan terbanyak, si Deb di posisi ke 4 dan si Oma diposisi ke 5. Bener kan kata gua juga, kalau si Britney Spears lihat gua pas gua dance, gua pasti diajak join ke Stable dia.

Karena gua juara pertama, gua dapat kesempatan buat jadi orang pertama yang bisa memilih kotak rahasia. Di depan gua sekarang ada 5 kotak tertutup. Gua menganalisa sebentar dan akhirnya gua pilih kotak yang ada di tengah.

Dan isinya ternyata adalah HONDA CR-V...... dalam bentuk Tomica maksudnya


Si Deb malah dapat POP Mie dan si OMA malah dapat hadiah yang paling lumayan dari semua yaitu Sprei. Eleh lumayan itu Sprei buat Mama gua padahal.

Gua yang jadi juara pertama malah dapetnya mainan mobil si Oma yang juara terakhir malah dapat Sprei dong -_-

Gua gak tau siapa EO yang mengatur pesta pernikahan ini tapi siapapun EO-nya, semoga video gua lagi Moon Walk tidak disebar luaskan di media sosial mereka.

....................................................................................

"Itu tandanya lu sudah harus nikah. Makannya dapat boneka terus" kata salah satu temen gua pas gua cerita dapat boneka mulu di kondangan orang.

"Jadi kapan?" lanjut dia

Gua tersenyum penuh misteri, seolah membiarkan dia untuk menebak-nebak sendiri.

Selasa, 24 Desember 2019

Ke Jepang

Dari banyak film yang gua 'lahap' di tahun 2019 ini, ada 5 film yang buat gua sangat berkesan dan menyentuh kalbu *halah. Berkesan karena jalan ceritanya yang 'manis' dan membuat gua tertarik buat ngulik lebih jauh.

Ini adalah daftar film terbaik 2019 versi gua:






Untuk film The Peanut Butter Falcon awalnya pas nonton, gua benar-benar tidak ada ekspektasi apapun. Nonton juga karena faktor Dakota Johnson (50 Shades Of Grey) dan ternyata filmnya luar biasa 'manis' dan bagus. Ringan dengan pesan yang bagus.    

Yang paling mengejutkan buat gua adalah film 'Weathering With You' karena pada dasarnya gua tidak terlalu suka film anime. Ya mentok-mentok nonton keluaran Studio Ghibli kayak My Neighbor Totoro atau Spirited Away atau Doraemon Petualang.

Tapi pengecualian untuk 'Weathering With You' garapan Makoto Shinkai yang sebelumnya sudah menuai pujian dan kesuksesan lewat film 'Your Name' di tahun 2016 silam.

Dan lu tau gak, gegara gua nonton film 'Weathering With You' mendadak gua pengen pergi ke Jepang. Tujuan gua ke Jepang cuma 1 sebenarnya, gua pengen lihat tempat syuting film Weathering With You yang digambarkan dengan begitu detil di filmnya.

Mulai dari Pusat Kota Tokyo, McDonalds tempat Morishima Hodaka bertemu dengan Nana Maori untuk kali pertama sampai kuil dimana Nana Maori masuk ke portal waktu dengan dimensi waktu yang berbeda.

Kalau ada yang nanya, 'Sani, Mau ngapain lu ke Jepang?"

"Mau ngerental DVD porno Jepang ya" Kagak
"Mau nonton konser AKB48 ya?" Kagak
"Lu VVIBU ya!" Kagak

Tujuan utama gua ya itu tadi, pergi ke tempat yang dijadikan setting buat film Weathering With You. Pernah nonton film '500 Days of Summer'? Kalau kalian pernah nonton, pasti familiar dengan salah satu taman dimana Tom Hanssen duduk bareng Summer Finn? Bangku itu sekarang jadi salah satu objek wisata loh.


Pokoknya urusan lain di Jepang mah belakangan aja. Yang penting jalan-jalan dulu dan untuk merealisasikan hal tersebut. Gua pun menghubungi salah satu buyer setia Clobberin Time yang berdomisili di Jepang buat jadi Guide gua selama nanti gua di Jepang. Dia sudah Okey dan gak keberatan, jadi 1 masalah sudah teratasi.

Beberapa tempat yang ingin dikunjungi (perbandingan dengan film):







Karena kalau gak ada Guide, bisa-bisa gua malah nyasar ke tempat prostitusi di Jepang -_-. Masalah lain adalah soal Pasport gua yang sedikit bermasalah.

Demi bisa pergi ke Jepang, gua ngurus langsung ke Kantor Imigrasi dan itu pun gak langsung beres karena adalah sedikit masalah di data gua. Berhubung gua paling anti pake jasa calo atau jalur belakang, gua urus semuanya sendiri biar harus bolak balik ke Kantor Imigrasi.

Emang agak lama sih sampai akhirnya pasport gua beres dan datanya sudah betul semua. Gua pun cerita ke Deb, Nyokap, dan Kakak kalau gua pengen ke Jepang buat main.

Calon buronan Interpol
Dan reaksinya sama semua. Mereka terkejut karena heran "Masak si Sani yang paling gak suka pergi-pergi terus sukanya tidur tetiba pengen ke Jepang? Apa si Sani mau join ke Yakuza Jepang?"

Kalau kamu baca blog gua sejak lama, pasti tau banget kalau gua bukan orang yang suka bepergian dan lebih memilih mengisi waktu kosong dengan baca komik, nonton film dan molor. Tetapi saking takjubnya gua dengan film Weathering With You, gua sudah niat banget buat pergi kesana.

Mungkin dalam 3 tahun terakhir ini, ini adalah hal yang paling gua niatin.

...................................................

Tetapi apa daya, manusia bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan. Disaat gua sedang menyusun rencana buat pergi ke Jepang, Papa mendadak dipanggil Tuhan (baca postingan sebelum ini).

Sangat mendadak sekali yang membuat gua secara pribadi sangat kehilangan sosok seorang Ayah. Fokus gua pun beralih dari Jepang ke fokus penguburan Papa terlebih dahulu. Setelah semuanya beres, keinginan menggebu gua buat pergi pun perlahan meluntur.

Bukan lagi meluntur tetapi hilang dan lenyap. Yang pengen gua lakukan adalah melakukan semua pesan Papah yang belum gua lakukan.

Salah satunya adalah pasang kanopi buat di rumah gua yang di Antapani City Mas. Papa sudah menyarankan gua buat pasang kanopi. Cepat atau lambat gua pasti pasang kanopi tetapi gua pikir tidak dekat-dekat ini karena gua masih 'engap' habis bayar DP rumah.

Ya istilahnya, kasih gua waktu sebentar buat tarik nafas dulu.

Setelah Papa gak ada, gua langsung menghubungi Kakak buat dicarikan tukang kanopi. Harga kanopi ternyata lumayan banget ya. Buat kanopi depan saja sudah seharga tiket pulang pergi Jakarta - Jepang - Jakarta.

Dan itu baru bagian depannya saja. Kalau digabung dengan pasang kanopi untuk bagian belakang, pasang toren air dan teralis di jendela, bisa seharga tiket pulang pergi Jakarta - Jepang - Jakarta + biaya akomodasi, jajan, makan selama 1 Minggu di Jepang.

Gua pun sempat berada di persimpangan. Tetap pergi apa pasang kanopi ya. Kalau pun mau memaksakan untuk keduanya sebenarnya bisa tetapi masih banyak hal yang lebih penting yang harus didahulukan.

..........................................................

Besoknya, gua lagi iseng lihat-lihat foto dan video Natal tahun kemarin yang memang tersimpan di laptop gua. Tanpa sadar, ada sebuah video yang menyorot Papa dan Kakak dari belakang. Ya paling sekitar 2-3 detik saja, Papa tersorot sedang menggunakan baju warna ungu.

Gua putar ulang dan ternyata benar itu Papa. Tidak terasa air mata langsung menetes membasahi kelopak mata. Muncul perasaan kangen yang begitu luar biasa padahal baru 2 bulan Papa pergi.

Tanpa pikir panjang, gua langsung lunasin kanopi dan sorenya kanopi langsung dikerjakan. Gua pengen mewujudkan salah satu permintaan Papa meskipun Papa kini sudah gak ada dan gak bisa lihat langsung kanopi yang sudah terpasang.

Beberapa hari kemudian, gua datang lagi berkunjung ke rumah di Antapani City Mas. Kanopi belum terpasang seutuhnya tetapi kerangkanya sudah tersusun rapih.



Ingatan gua kembali melayang ketika Papa ngomong "Nanti kalau sudah beres, Papa mau tidur disini ya"

Dari banyak rasa penyesalan yang gua rasa, mungkin itu adalah salah satu penyesalan terbesar gua ke Papa.

:(

Selasa, 26 November 2019

3 Hari Untuk Selamanya

"Eh kemarin gua mimpi Bapak lu loh"

"Mimpi apaan??

"Iya, jadi gua ama temen yang lain datang ke rumah lu buat ajak lu main. Di rumah lu ada banyak orang tapi Bapak lu bilang lu gak boleh main?"

"Loh kok aneh. Lu kan gak pernah ketemu ama Bapak gua?"

"Iya sih, makannya gua juga aneh. Tapi ya San, yang gua tau, kalau kita Mimpi ke rumah orang terus lagi ada banyak orang berkumpul berarti bakalan ada yang meninggal"

Ini adalah obrolan antara gua dan salah temen gua si Arya beberapa bulan yang lalu sebelum kita bersiap mau nonton film 'Weathering With You'. Ketika pertama kali dia cerita itu, gua anggap mimpi itu hanya sebagai 'bunga tidur'. Ya mimpimya emang rada aneh sih secara si Arya belum pernah ketemu ama Bapak gua tapi anehnya dia malah bisa mimpiin Bapak gua.

....................................................................

21 Oktober 2019 sekitar jam 10 Malam

Gua baru sampai rumah setelah seharian 'menjemput rejeki'. Lampu di dalam rumah sudah dimatikan dan yang masih menyala adalah lampu di kamar Papa & Mama. Gua ganti baju, cuci muka, gosok gigi dan beranjak naik ke atas menuju kamar gua di lantai 2. Sekilas gua memperhatikan Papa baru saja mematikan TV dan ambil posisi buat berdoa malam. Gua pamit sebentar bilang 'mau tidur' dan beranjak naik.

Kebiasaan gua sebelum bobo biasanya adalah baca buku atau komik biar cepat ngantuk dan di hari itu, gua lagi menyelesaikan Novel "Eragon". Baru baca 2 lembar tetiba Mama memanggil dari bawah "De, Papa kambuh lagi. Keluarin motor, kita ke RS"

Dalam 2 bulan terakhir, Papa sudah 4x dirawat ke ICU dan permasalahannya selalu sama yaitu sesak nafas sehingga sulit bernafas dan serangan sesak nafas itu selalu terjadi di Malam hari, menjelang waktunya tidur malam.

Dokter yang memeriksa mengatakan jika Papa ada penyakit asam lambung dan ketika asam lambung naik, hal itu yang membuat sesak nafas. 5 hari sebelum tanggal 21 Oktober, Papa sebenarnya sudah dibawa ke RS Boromeus untuk diperiksa lebih dalam dan detil lagi. Bahkan Dokter sudah menjadwalkan untuk pemeriksaan kedua di hari Sabtu mendatang.

Gua langsung bergegas mengeluarkan motor, kalau ada yang nanya kenapa gak memakai mobil jawabannya karena akan menghabiskan banyak waktu untuk mengeluarkan mobil dari halaman rumah orang tua gua (karena jalannya memang hanya muat 1 mobil).

Kondisi Papa sudah sangat mengkhawatirkan, tidak seperti biasanya. Kalau sebelumnya, masih bisa mengendalikan diri untuk hari itu, Papa terlihat sangat kewalahan. Gua masih ingat ketika Papa ngomong sambil sedikit berteriak "De, cepet. Papa sudah gak kuat".

Nafas yang keluar dari hidung pun terasa semakin berat meskipun sudah dibantu oleh tabung oksigen. Feeling gua sudah gak enak dan ketika berjalan menuju motor, langkah kaki Papa sudah begitu lunglai. Mama langsung bilang order Grabcar karena ditakutkan jatuh jika dipaksa naik motor.

Gak berapa lama, Grabcar sampai di Bank BCA Ahmad Yani dan Papa gua berboncengan dengan gua menuju ke Bank BCA yang jaraknya memang dekat dengan rumah gua. Papa sudah begitu lemah dan hanya bisa menyandarkan tubuhnya ke badan gua. Mama gua lari dari rumah menuju ke Bank BCA dan ketika gua sudah sampai di Bank BCA, Papa sudah terlihat tidak berdaya.

Gua bantu buat turun dari motor dan Papa menjatuhkan Botol Oksigen. Dia terjatuh dan untungnya gua masih bisa meraih badan Papa sebelum menghantam lantai. Satpam Bank BCA dan orang-orang yang masih disana lantas membantu untuk memasukkan Papa ke dalam mobil.

Kondisinya sudah tidak sadar dan Mama lalu ikut masuk ke dalam mobil buat menemani menuju ke RS. Gua sendiri pulang buat ngabarin Kakak dan Deb kalau Papa masuk ke RS lagi.

Di rumah gua telpon Mama dan mama ngabarin kalau Papa belum sadar. Gua langsung beranjak lagi menuju ruang IGD dan disana gua lihat Dokter & Suster sudah berusaha keras untuk membangunkan Papa tetapi apa yang gua takutkan akhirnya terjadi juga ketika Dokter mengatakan

"Maaf Bu. Bapak belum sadar dan mohon maaf, Bapak sudah tidak ada"

Tangis Mama langsung pecah, begitu pun dengan gua. Tetapi gua masih mencoba untut kuat dan tabah agar Mama tidak terlalu down. Gua keluar dari IGD dan disaat yang bersamaan, Kakak gua baru beres parkir mobil. Dia shock seolah tidak percaya ketika gua kasih kode kalau Papa sudah gak ada dari kejauhan.

Dia langsung berlari menuju ruangan Papa dan langsung menangis. Dia lantas cerita kalau jam 9 Malam masih mengobrol dengan Papa. Papa juga nampak sehat dan terlihat bersemangat untuk kembali datang ke RS Boromeus untuk menjalani pemeriksaan kedua.

Tetapi Tuhan berkehendak lain. Jika Tuhan sudah berkehendak maka DIA pasti tahu itu yang terbaik buat umatnya. Gua, Mama, dan Kakak pun bersyukur karena ketika Papa dipanggil, Papa tidak dalam keadaan sakit parah yang menyiksa.

............................................................................

Penyesalan akan selalu datang. Hingga gua menulis post ini, sebenarnya gua masih dihantui rasa penyasalan yang begitu mendalam. Menyesal karena belum bisa membahagiakan Papa, menyesal karena masih sering adu argumen dengan Papa, dan semakin menyesal jika ingat Papa selalu diam ketika nada bicara gua makin tinggi.

Ingatan gua kemudian melayang di tahun 2011 di sebuah Malam. Malam dimana gua menangis sejadi-jadinya karena (ehem) habis putus cinta.

Gua jarang menangis tetapi kejadian di tahun 2011 silam itu sulit untuk dilupakan. Gua meluapkan kesedihan gua ke Papa dan awalnya gua tidak mau cerita. Saat itu Papa hanya bertanya:

"Kenapa, kenapa. Kalau kamu gak cerita, mana Papa tau"

Sambil terbata-bata gua bercerita dan pesan Papa saat itu adalah "Kamu harus bekerja lebih keras lagi. Buktikan ke Dia. Sudah jangan nangis lagi"

Pesan itu terus gua masih ingat sampai sekarang dan disaat sekarang gua sudah di posisi yang lumayan, kenapa Papa pergi begitu cepat?

........................................................................................

Proses pemakamam Papa berjalan baik dan lancar. Orang-orang di Gereja begitu baik dan tulus menolong sehingga Ibadah Penghiburan, Ibadah Tutup Peti sampai Ibadah Penguburan selama 3 hari berjalan dengan lancar.

Saudara dan Teman pun silih berganti datang untuk melawat. Kiriman Bunga duka dan ucapan pun terus berdatangan dan membuat gua secara pribadi begitu bersyukur karena memiliki Ayah yang begitu baik dan kepergiannya dirindukan oleh banyak orang.

Ketika tetangga datang ke rumah duka untuk melayat, salah satu tetangga mengatakan kepada gua "Papa Dede (maksudnya Papanya si Sani, gua dipanggilnya Dede di lingkungan rumah) mah orangnya baik. Kalau ketemu pasti nanya kemana Ilham (anak Tetangga)"

Gua gak kuasa buat membendung air mata lagi sewaktu tetangga gua itu bercerita soal Papa. Ah terlalu banyak hal yang gua lewatkan bersama Papa sehingga kadang gua sering luput kalau Papa adalah orang yang luar biasa.

Cinta terakhir

See You in Another Life :(

Manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, Pdt Lukman
....................................................................................

2 Minggu setelah kejadian Papa meninggal, gua sedang membersihkan dan manasin mobil pribadi gua (rutinitas yang biasanya dilakukan oleh Papa). Rencananya ketika rumah baru gua di Antapani City Mas sudah beres dipasang kanopi, mobil ini mau gua pindahkan kesana. Gua duduk di kursi penumpang dan menengok ke kursi stir.

Ingatan gua melayang ketika Papa sedang menyetir sambil bercerita dan gua duduk di sampingnya mendengar cerita dari Papa sambil sesekali menatap keluar.

Mungkin hal itu tidak akan bisa terulang lagi tetapi satu yang pasti gua sangat merindukan Papa hingga detik gua selesai menulis post ini :( :( :(











Gak bakalan dapet sms kayak gini lagi

Jumat, 13 September 2019

Kisah Cinta dari Alfamart (GOJEK)

Dear kaum hawa,

Kamu pernah gak berada di posisi ini. Ada cowok yang sedang mendekati kamu. Perasaan kamu ke dia sih ya biasa aja, ya seperti teman pada umumnya. Tetapi perhatian yang diberikan si cowok ini beda.

Dia tiap Pagi chat kamu buat nyapa kamu. Dia nanya pertanyaan klasik "sudah makan atau belum" sampai tetiba dia ngajak kamu ketemuan buat makan enak atau nonton film seru.

Kamu senang dengan perhatian yang dia berikan tetapi di satu sisi perasaan kamu ke dia "biasa saja" dan sepertinya kamu gak bakalan bisa rubah perasaan kamu ke dia. Yang kamu senangi dari dia hanya satu, cara dia memperlakukan dan memperhatikan kamu.

Lama berselang, akhirnya dia memberanikan menyatakan perasaan dia. Kalau Type cowok seperti ini, besar kemungkinan dia akan menyatakan perasaan via chat yang dimulai dengan kalimat "Eh, aku boleh ngomong sesuatu gak?

Kamu sudah tau lanjutannya bakalan seperti apa tetapi kamu pura-pura bego, gak tau dia mau ngomong apa. Kamu bingung mau jawab apa kalau dia nembak kamu. Satu sisi, kamu takut dia bakalan menjauh dan gak memberikan perhatian lagi tetapi satu sisi, kamu emang gak bisa menjadikan dia sebagai pasangan kamu karena emang kamu gak punya rasa.

Sampai akhirnya kamu balas chat dia dan bilang kalau kamu gak bisa nerima dia dan dengan rasa egois kamu, kamu minta ke dia supaya dia jangan berubah meskipun hanya sebagai teman.

Si cowok ngarep tersebut akhirnya bales "Maaf ya aku sudah ganggu kamu selama ini. Aku gak bakalan ganggu waktu kamu lagi. Terima kasih untuk semuanya"

Dia ngarep kalau kamu berubah pikiran karena dia tau, kamu sudah nyaman dengan dia. Iya, nyaman sebagai seorang teman sebenarnya. Hubungan kalian mulai merenggang dan perlahan tapi pasti kamu sudah mulai terbiasa menjalani hari tanpa perhatian dari dia.

Pernah?

.........................................................

Apaan nih San? Apakah lu baru saja mengalami kejadian itu? Apakah "Si Cowok" itu sebenarnya adalah kamu? Untungnya bukan. Gua bukan cowok dengan type Bucin tersebut tetapi belum lama ini, gua ketemu dengan orang yang menurut gua, endingnya bakalan seperti yang gua ceritakan.

Cerita dimulai di sebuah Malam. Gua janjian ama Deb buat makan Bakmie hasil rekomendasi si Ambu. Si Ambu ini emang jagoan kalau soal tempat makan enak dan harga murah. Cocoklah ama gua yang sama-sama tahu, jadi kita berdua bisa saling melengkapi. 

Setelah dapat rekomendasi si Ambu, gua chat si Deb buat makan Bakmie bareng di hari Rabu. Gua ajak jam 6 Sore setelah dia pulang kerja. Tetapi berhubung dia ada lembur, kita baru bisa ketemuan jam 7 Malam. Btw, walaupun kita tinggal sekota tetapi bisa dibilang kita jarang ketemu karena masing-masing punya kesibukkan.

No problemo, tidak masalah karena gua juga masih ada yang harus dikerjain. 

Tetapi ternyata gua salah perkiraan karena urusan pekerjaan gua beres lebih cepat. Jam 5 gua sudah kelar dan masih ada waktu 2 jam menuju jam 7 buat makan Bakmie.

2 Jam gini enaknya dipake buat apa? Apa baca buku di Gramedia? Main Dance Dance Revolution di Game Master (emang bisa gitu San) atau pulang? Kalau pulang kagok juga sih. Takutnya sudah sampai rumah, gak mau keluar lagi.

Jawabannya adalah nge-Gojek dulu. Selama akun masih aktif, kita bisa kapanpun dan dimanapun nyalain aplikasi. Kebetulan posisi gua saat itu di Cihampelas dekat Mall Ciwalk (Cihampelas Walk) jadi kalau aplikasi dinyalain, pasti langsung 'centring'.

Nyalain dan gak lama kemudian, orderan langsung masuk murudul. Orderan yang masuk kebanyakkan orderan Go-Food. Terpaksa gua skip karena bakalan habisin waktu. Orderan Go Food yang masuk banyak banget, mulai dari KFC, Burger King, Kaboobs, Bakmie GM, Rice Bowl, dll. Semuanya gua skip karena inceran gua adalah orderan Go Ride yang arahnya ke arah Deb.

Biar sekalian gitu.

Doa gua terkabul karena setelah gua banyak lewatin orderan Go Food, ada 1 orderan Ride yang masuk. Atas nama Ryan, rating penumpang sekitar 4,8 dan tujuan ke arah Alfamart Mohammad Toha. Biar gak deket-deket amat ama rumah Deb tapi arahnya masih sama. Gua ambil itu orderan dan gua chat, "Selamat Sore mas Ryan. Dijemput di Ciwalk? Posisi saya sekarang ada di luar Ciwalk"

Posisi gua emang berada gak jauh dari Ciwalk dan berhubung Cihampelas jalan 1 arah, jadi gua mengarahkan si Ryan untuk keluar dari Ciwalk.

"Mas Ryan keluar terus belok kiri. Nanti ketemu Toko Tas Westpack, nah saya di depan Toko. Pake jaket hitam" 

"Ok, sebentar saya cari jalan keluar Ciwalk dulu. Saya tanya ke Satpam dulu"

Kalau dilihat dari balasan si Ryan, gua nangkepnya si Ryan ini bukan orang yang doyan main ke Mall Ciwalk karena dia sendiri bingung jalan keluar menuju Ciwalk. Setelah sedikit lama menunggu, Mas Ryan menepuk pundak gua dan bertanya apakah gua Driver yang menerima orderan dia? Gua jawab iya.

Perawakan Ryan ini kurus, umurnya gua rasa masih sekitar 20 tahuhan dan 1 hal yang paling gua inget adalah dia menggunakan polo berwarna merah dengan kerah biru yang identik dengan seragam Alfamart. Polo tersebut ditutupi jaket tetapi masih terlihat jadi gua bisa memastikan kalau sepertinya Ryan ini kerja di Alfamart.

Ternyata tebakkan gua tidak salah karena tujuan dia ke Alfamart Mohammad Toha. Dalam benak gua, gua berpikiran kalau Alfamart lagi bikin acara di Ciwalk jadi karyawannya diajak semua ke Ciwalk.

Seperti biasa gua memulai obrolan dari basa basi sampai akhirnya Ryan cerita kalau tujuan di ke Ciwalk adalah "untuk bertemu seorang teman". Dia cerita sambil tersipu yang membuat gua berkeyakinan kalau teman yang dimaksud adalah seorang perempuan dan dia janjian mau ketemu ama temannya itu.

Gua pancing-pancing dikit dan Ryan pun mulai bercerita. Awalnya dimulai dari Ryan yang bekerja sebagai kasir di Alfamart. Dia berbagi tips rahasia buat mendekati wanita. Kasih tau gak ya?

Kasih tau deh.

Jadi si Mas Ryan bilang kalau misalnya ada kastamer yang lagi beli pulsa di Alfamart, gampang banget dimodusin. Caranya gimana?

Si Kastamer kan pasti ngasih nomor dia buat diisi pulsa, nah nomor dia catet aja. Nanti Malamnya, chat si Kastamer, tanyain "Kak, maaf ini dari Alfamart. Pulsa yang Kakak beli tadi siang sudah masuk belum ya? Maaf soalnya tadi jaringan di Toko error"

Padahal pulsa sih pasti sudah masuk dari siang tapi ini hanya modus basa-basi. 

Mendengar cerita dari Mas Ryan ini membuat gua kepengen jadi agen pulsa terus jualan pulsa buat modus, wkwkwkwk

Nah kebetulan kemarin, si Mas Ryan ketemu Kastmer yang pernah 1 Sekolah ama dia tapi si Mas Ryan malah gak ingat (yang ingat si Kastamer perempuan) dan momentnya pa pulas. Pas lagi isi pulsa, sempat ada gangguan jaringan jadi Malamnya si Mas Ryan nge-WA si Kastamer cewek manis itu.

Cerita pun makin seru dan gua larut dalam cerita mas Ryan. Tapi sialnya, di tengah perjalanan, ban motor gua mendadak goyang. Anjay, bocor dong. Udah pake ban tubles masih aja bocor.

Gua bocor di daaerah Wastukencana dan gua inget dekat Pasar Bunga ada tambal ban. Gua minta maaf dulu ke Mas Ryan dan gua dorong motor sampai tambal ban.

Mayan jauh jir. 10 menitan, gua sampai ke Tukang tambal ban dan ternyata ban gua robeknya lumayan parah jadi mau gak mau harus ganti ban dalam.

Suek, malah keluar duit buat ganti ban dalam.

Gua duduk di trotoar sembari menunggu ban dibuka. Mas Ryan duduk di sebelah gua dan dia pun mulai melanjutkan cerita.

Si cewek ternyata bekerja sebagai SPG dan hari ini dia lagi ada Event di Ciwalk tepatnya di Yogya Departemen Store. Dan Mas Ryan mau ngasih kejutan dengan datang ke tempat si Kastamer Pulsa.

Kalau dari sudut pandangan gua ya, ini terlalu cepat brur! Kan kemarin baru mulai chat kok sudah mau ngasih kejutan lagi?

Terus gua nanya tadi ketemu gak, Mas Ryan bilang enggak ketemu karena si Kastamer Cewek sudah pulang karena mau ke BIP ketemu temennya. Ini gua rasa si Kastamer cewek agak risih dengan cara si Mas Ryan jadi dia alasan. Kalau misalnya dia respect mah, dia pasti nungguin si Ryan kan karena si Ryan bilang ke gua dia sudah dari 1 siang di Ciwalk buat nungguin si Kastamer Pulsa.

Gua jemput dia sekitar jam 6 Sore, artinya si Ryan dari Jam 1 Siang sampai jam 6 Sore di Ciwalk kan? Masak iya dia gak ketemu ama si Kastamer yang bekerja sebagai SPG?

"Iya gak ketemu, soalnya dia susah dihubungi. Terus pas bisa dihubungi dia bilang harus ke BIP ketemu temennya"

Gua kepo, dan gua tanyain dari jam 1 siang ampe jam 6, Mas Ryan ngapain aja di Ciwalk?

Kalau gua pribadi mah gak bisa ya lama-lama gitu di Mall. Gua pergi ke Mall kalau ada tujuan. Misal mau beli komik Ninja Hattori. Habis beli ya pulang bukan berdiam diri di Mall atau jalan keliling Mall.

Mas Ryan cerita kalau dia main di Game Master dan Makan. Dan yang paling bikin gua shock luar biasalah adalah Ryan bilang kalau dia habis 250rb di Game Master!

250rb? Buat apaan? Buat pamer skills main Dance Dance Revolution terus biar dikagumi pengunjung yang lain? Tapi si Mas Ryan gak ada tampang sama sekali bisa main Dance Dance Revolution deh.

Ternyata 250rb itu habis buat main 'UFO Catcher' alias mesin capit boneka. Terus mana bonekanya?

250rb habis tidak bersisa karena Ryan gagal dapat satu pun boneka? Mas Ryan, dibanding uangnya habis beli saldo buat main di Game Master kenapa gak beli di Miniso aja.

Banyak kan boneka boneka lucu di Miniso yang kisaran 80rb - 150rb. Lucu-lucu juga bentuknya dibanding main capit boneka.

"Iya, saya mau berjuang depatin boneka buat dia. Kalau beli mah rasanya kurang, kurang berjuang"

Gua gak tau berapa gaji pegawai Alfamart tapi kalau gua pribadi 250rb buat main Game Master mah kebablasan ya. Kalau udah 3x gagal dapetin boneka, ya wes bukan yang penasaran jadi main terus.

Gua ngebatyang si Mas Ryan lagi main mesin capit boneka terus di belakang dia banyak bocil yang ngeliatin dia sambil bisik-bisik "Bego ya si Masnya gagal mulu" atau "Masnya banyak dosa ya jadi gagal terus"

Dibanding main UFO Catcher kenapa gak pake cara klasik. Cara klasik ini sebenarnya warisan turun temurun tapi gua rasa masih relevan dipakai di era sekarang. 

Iya, iya gua kasih tau caranya deh. Caranya gini. Kamu mau ngasih sesuatu ke gebetan kamu. Anggap aja mau kasih boneka. Kamu ajak deh Gebetan kamu, terus bilang gini "Eh, saudara aku bentar lagi ulang tahun. Aku mau kasih hadiah boneka buat dia tapi aku bingung. Kamu pillihin dong nanti aku traktir makan deh"

Kalau sudah sampau di toko boneka, kamu bilang aja gini "Pilih aja yang kamu suka. Aku rasa pilihan kamu pasti sama kayak keponakan aku yang suka".

Setelah lama memilih, kecengan kamu akhirnya memilih boneka yang lucu dan yang dia suka. Dan pas kamu nganterin dia pulang, di depan rumahnya kamu bilang kalau sebenarnya keponakan kamu gak ulang tahun dan boneka itu buat dia.

Dijamin bikin hati si kecengan klemer, ahay.

"Iya bener juga ya. Kenapa saya gak kepikiran ya" respon si Mas Ryan setelah gua berbagi rahasia turun temurun ini, hahaha

Gua pun kepo, si Mas Ryan makan apaan ya di Ciwalk. Gua nanya "Mas Ryan, makan apa di Ciwalk"

Dia bilang, dia mesen Ayam ditepungin terus disiram kuah. Gua gak ngebayang, apa ya ayam tepung disiram kuah. Swike gitu? Tapi Swike mah daging katak kan ya bukan daging ayam.

Terus gua nanya apa namanya Restorannya, Mas Ryan gak bisa mengingat. Dia bilang ada di barisan depan, Rice Bowl gitu rapi kata dia bukan soalnya gak ada tulisan Bowl Bowl-nya.

Dan jujur, sampai sekarang masih menjadi misteri buat gua pribadi, apa nama Restoran tempat Mas Ryan makan dan apa nama menu Ayam disiram kuah yang dimakan Ryan.

...........................................................

Ban gua sudah berhasil diganti. Biaya pergantian ban dalam sekitar 85rb, ajig mahal banget. Selama perjalanan menuju Alfamart Moh Toha, Mas Ryan masih melanjutkan ceritanya dan dia begitu yakin terhadap si kastamer pulsa itu.

Padahal mereka baru kemarin ketemu tapi si Mas Ryan sudah sengebut ini bertindak. Seperti yang gua tulis tadi di awal, gua punya keyakinan kalau akhir cerita Mas Ryan dan Kastamer Pulsa itu akan berakhir seperti yang gua tulis.

Mas Ryan nembak via chat, ditolak dan Mas Ryan bakalah chat "Maaf ya, aku sudah ganggu hari-hari kamu. Aku janji gak bakalan hubungin kamu lagi, maaf sudah mengganggu selama ini. Hapus aja nomor aku ya"

"Terima kasih Mas Sani. Oh iya ini buat Mas aja" kata si Ryan sambil memberikan 1 kresek berlogo donat J.CO. Jadi setelah selesai makan, si Mas Ryan nunggu di J.CO buat nunggu balasan dari Kastamer Pulsa yang belakangan malah pergi ke BIP.

Gua menolak halus tetapi dipaksa. Isi kresek itu 1 buat Ice Blend J.CO yang sudah nampak mencair es batunya. Di atas Ice Blend ada 1 donut polos J.CO, ini kayaknya promo deh. Beli Ice Blend bonus donut polos J.CO.

Gua jadi mikir, ini demi buat ketemu si Kastamer Pulsa yang bekerja jadi SPG di Ciwalk, si Mas Ryan udah habis banyak banget ya. Ongkos Mohammad Toha - Ciwalk 20rb sekali jalan. Kalau PP artinya 40rb. Main di Game Master habis 250rb, makan di Restoran yang gua gak tau namanya sampai sekarang sekitar 75rb terus nunggu di J.CO sekitar 50rb. 

Kalau buat orang kaya sih mungkin gak masalah tetapi bukannya merendahkan atau gimana, menurut gua lumayan banget ya buat ukuran kasir Alfamart.

"Nanti kalau ada apa-apa, main kesini aja ya Mas Sani. Saya tiap hari disini terus tidurnya di lantai 2 toko"

"Ok Mas Ryan, sampai bertemu lagi"

............................................................................

Gara-gara gua keasyikan cerita ama Mas Ryan ditambah dengan insiden ban pecah, gua malah LUPA kalau gua ada janji makan Bakmie ama Deb. Gua cek WA dan muncul deretan chat WA dari Deb yang nanya gua dimana. HP selalu gua silent jadi gua gak sadar kalau Deb menghubungi gua.

Wah, gua harus mempersiapkan bujuk rayuan ala Sani biar Deb gak ambek. Gua duduk di trotoar jalan dekat Kurdi, sambil menikmati Donut polos pemberian Mas Ryan. Rasanya masih lumayan enak.

Jam sudah menujukkan pukul 8 Malam. Janji makan bakmie sudah fix batal karena sudah terlalu Malam. Gua seruput Ice Blend pemberian Mas Ryan, rasanya jadi tawar karena es batunya sudah mencair sehingga tidak tersisa satu pun es batu.

Iya tawar, seperti hubungan Mas Ryan dan si perempuan, tawar karena hanya Ryan yang bergerak maju dan si perempuan hanya diam dan perlahan menjauh.