Selasa, 28 Juni 2016

Redesign, Rebuild, Reclaim

     Jadi buat yang belum tahu, belakangan ini gue lagi disibukkan dengan project Novel Lupus Reborn (baca postingan gue yang judulnya 'The Next Lupus'). Buat yang besar di generasi 90'an pasti tau bangetlah dengan karakter Lupus yang menjadi icon pop buat Remaja di Generasi itu. Penulis Lupus, Mas Hilman Hariwijaya berencana mengangkat kembali karakter Lupus dengan tampilan yang fresh dan baru dengan menggandeng beberapa penulis muda berbakat yang disaring dari beberapa Kota besar di Indonesia.

Novel Lupus
      
         Setelah menjalani beberapa tahap, gue berhasil terus melaju hingga hari ini dan kemaren gue dapet tugas untuk membuat Cerita Lupus dengan Tema Ramadhan. Menjadi sulit buat gue karena gue tidak pernah merayakan hari raya Ramadhan. Sempat berpikir lama hampir 2 Minggu akhirnya inspirasi itu datang disaat gue lagi berkendara. Kalau lagi berkendara biasanya mata gue bakalan lirik kanan kiri buat cari inspirasi. Inspirasi itu akhirnya datang juga dan langsung gua tuangkan ke dalam bentuk tulisan meskipun sempat tertunda lama karena salah satu sifat buruk gue adalah gue suka menunda pekerjaan dan baru serius kerja di 'menit menit terakhir', hehe.

           Gue bikin sekitar 3 bab cerita dan menurut beberapa orang yang sudah baca, kata mereka sudah bagus walau katanya gue masih bisa bikin yang lebih bagus dari itu. Betul, gue setuju. Salah satu kesulitan utama buat gua adalah ketika gue yang biasanya menulis tentang diri sendiri kini harus menulis tentang orang lain (karakter Lupus). Banyak sekali tantangannya terutama ketika Mas Hilman meminta supaya Lupus dibawa kearah yang kekinian yang berarti gue harus bener-bener melepaskan image Lupus terdahulu dan menggantinya dengan era sekarang. 
    
        Terakhir, gue sengaja posting salah satu bab yang sudah selesai gua buat. Setelah dibaca, mohon sekali untuk memberikan kritik tentang cerita tersebut. Kritik dari kalian akan sangat diperlukan supaya gue bisa mengembangkan karakter Lupus dengan lebih baik lagi. Cheers! 

Lupus dan Roti Selai

      Di bulan puasa ini Trio Lupus, Boim, dan Gusur sekarang punya kesibukkan baru. Mereka bertiga kini sedang mencoba peruntungan di dunia YouTube. Berbekal kamera pinjaman dari Anto, mereka bertiga kini sibuk syuting untuk Channel YouTube mereka yang diberi nama “Trio GBL Berbagi Cerita”. GBL sendiri singkatan dari nama mereka bertiga yaitu “Gusur, Boim, Lupus”. Lupus sendiri awalnya kurang setuju dengan nama tersebut karena nama tersebut berkonotasi negative seperti ‘Gemb*l’ atau ‘G*bl*l’ tetapi Boim meyakinkan Lupus kalau nama tersebut gampang diingat. 

        Ngomongin soal Boim, dari mereka bertiga Boim yang paling bersemangat mencoba peruntungannya di dunia YouTube. Boim cukup sadar diri kalau wajahnya yang hitam keriting gak akan laku di layar kaca. Bahkan buat sekedar jadi figuran yang berperan sebagai tukang jual keset juga Boim masih kalah ganteng. Tapi Boim ngerasa mereka bertiga punya kans besar buat jadi terkenal lewat YouTube seperti Chandra Liow hingga Raditya Dika.

     Pus, kali ini gue yakin. Yakin kalau kita bisa terkenal lewat YouTube. Sudah banyak orang yang kalah ganteng dibanding kita tapi bisa terkenal lewat YouTube” kata Baim ngomporin Lupus

       “Tetapi kita harus menawarkan sesuatu yang unik Im. Kalau Cuma ngebacot di depan kamera doang mah semua orang juga bisa” Gusur menimpali

       Boim kemudian menjelaskan konsep Channel YouTube yang bakalan mereka produksi. Jadi setiap Minggunya Channel “Trio GBL Berbagi Cerita” akan memproduksi 1 Video berdurasi sekitar 20-30 menit. Dalam 1 Video tersebut akan dibagi 3 segmen, segmen pertama akan dipandu oleh Boim yang akan memberikan tips-tips ngegebet cewek, segmen kedua akan diisi oleh Gusur yang menjadi chef dan berbagi resep rahasia, dan segmen ketiga akan dipandu oleh Lupus yang akan membahas soal Musik 90’an.

       Belum juga syuting, protes sudah mulai berdatangan terkait dengan pembagian segmen ini. Boim yang paling mendapat protes keras terutama dari teman-teman yang lain. Lah ini si Boim kan jomblo sejak lahir kok bisa-bisanya dia bawain segmen tips ngegebet cewek. Bukannya dapet yang ada si cewek bakalan kabur kali.

        Gue ini jomblo bukan karena gak laku cyin tapi karena hingga hari ini belum ada cewek yang bisa menakhlukan hati gue ye” Boim memberi alasan.

       Setelah mendapat penolakkan sana-sini, Trio ini akhirnya tetap melanjutkan rencana mereka membuat Channel YouTube. Setelah membuat jadwal yang disepakati akhirnya pada hari Minggu mereka bertiga janjian untuk syuting perdana. Baik Lupus, Boim maupun Gusur sudah mempersiapkan wardrobe dan perlengkapan untuk mereka syuting. Diliat dari kesiapan mereka tampaknya mereka bertiga benar-benar ingin menjadi YouTubers terkenal.

        Untuk segmen pertama, Boim yang didaulat untuk membawakan segmen ‘Tips Cinta’ ala Boim. Boim sudah bergaya parlente menggunakan jaket Vans hasil minjem maksa ke Anto dan menggunakan skinny jeans. Tidak lupa Boim menggunakan pomade agar rambut keritingnya terlihat rapih dan berkilau. Dibanding Host Youtube, Boim malah lebih mirip jadi pemain Keyboard buat Dangdut Koplo keliling. Ketika giliran Boim yang menjadi Host, Lupus & Gusur kebagian menjadi pengambil gambar dan pengatur cahaya begitu pun sebaliknya.

        “Perkenalkan nama saya Boim. Di segmen pertama ini gua bakalan ngasih tips gimana caranya supaya lu semua gak jomblo. Gue akuin muka gue emang gak ganteng-ganteng banget sih, gue emang gak seganteng Leonardo Di Caprio tapi masih setaralah ama Aliando Syarief. Cara pertama supaya lu bisa dapetin cewek lu harus…..bla…bla….” Boim mulai ngebacot tanpa henti.

        Lupus dan Gusur cuma ngangguk-ngangguk doang padahal dijamin mereka juga gak ngerti dengan apa yang lagi diomongin ama si Boim. Yang mau ama dia aja gak ada sekarang kok sok-sokan kasih tips buat bisa gebet cewek. Setelah Boim beres, kini giliran Chef Gusur membawakan segmennya yang bertajuk ‘Memasak itu mudah with Chef Gusur’. Gusur ini orangnya emang penuh dengan totalitas. Demi syuting segmen dia, Gusur sampai bawa gas melon 3kg berikut kompor, wajan, hingga spatula. 

       Setelah selesai memakai apron dan topi ala chef, Gusur mulai memperkenalkan diri di depan kamera. “Perkenalkan nama saya Gusur. Siapa bilang memasak itu sulit? Lewat channel ini, saya akan mengajarkan kalian resep-resep mudah yang bisa kalian praktekkan di rumah. Untuk episode pertama ini, saya akan membawa resep ‘Mie Keju’.

        Hah Mie keju? Lupus dan Boim kemudian saling berpandang-pandangan terkejut. Mereka berdua gak nyangka kalau Gusur yang dikira cuma bisa makan doang ternyata punya resep rahasia. Dalam bayangan Lupus dan Boim, Mie keju buatan Gusur ini adalah Mie special dengan bumbu rahasia yang berlumur Keju Mozarella dan lengkap dengan toping jamur kayak di café-café mahal.

            “Cara membuat Mie Keju itu sebenarnya sangat gampang. Hampir setiap hari saya membuatnya di rumah kalau Babeh saya lagi gak nyedian sayur buat makan. Langkah pertama, ambil Mie instant favorit kamu, masak sampai mendidih” kata Gusur sambil memasukkan Mie Instan ke dalam panci.

          “Tunggu sampai mendidih dan setelah 3 menit, angkat mie tersebut kemudian tiriskan. Buang airnya, campur bumbunya, dan parut keju batangan dengan lembut dan harus simetris. Dianjurkan simetris supaya tekstur keju yang lembut bisa melebur bersama kuah Mie. Mie Keju ala Gusur kini sudah siap dihidangkan” Gusur pasang muka nyengir sambil menunjukkan Mie Keju ke depan kamera.

         Boim Cengo begitu pun Lupus yang celangap. Mie Keju ala Gusur ternyata cuma Mie Instan doang yang diparutin keju. Yang kayak gini di pinggir jalan juga banyak kali Sur!

         “Beda Im, beda. Kamu jangan salah sangka dulu, Mie keju ini beda dengan yang lain. Saya sudah mengukur tingkat kematangan yang pas hingga berapa kali keju harus diparut. Parutannya juga harus simetris, tidak bisa asal memarut Im”

      “Terserah lu dah Sur!” kata Boim dan Lupus kompak.                 
                
     Setelah Gusur, kini giliran Lupus yang membawakan acaranya yang membahas soal Musik 90’an. Meskipun awalnya tegang tetapi Lupus bisa membawakan acara ini dengan sangat baik apalagi Lupus memang penggemar musik di tahun 90’an seperti Nirvana, Red Hot Chili Peppers. Selain membahas soal music 90’an, Lupus juga unjuk kebolehan dengan bernyanyi sambil memetik gitar memainkan lagu tahun 90’an. Tentang hal ini, Lupus diem-diem emang lagi tebar pesona. Harapannya cuma 1, siapa tau ada cewek imut jomblo yang kesengsem liat Lupus dan bisa digebet. Lupus gitu loh.

         Setelah syuting yang melelahkan tersebut beres, kini giliran Lupus yang kebagian double job buat ngedit video itu. Boim sudah wanti-wanti agar cahaya kamera diedit sedemikian rupa agar lebih terang supaya dia keliatan lebih putih tapi rasanya percuma karena itemnya Boim sudah mirip black hole di luar angkasa, gak bisa diapa-apain lagi.  

         Tapi dasar Lupus emang licik, jatah 20 menit untuk 1 video “Trio GBL Berbagi Cerita” sebagian besarnya diembat si Lupus. Lupus ngebagi 6 menit buat segmen Boim, 4 menit buat segmen Gusur, dan  10 menit buat dirinya sendiri. Lupus emang punya kekuasaan lebih secara dia yang ngedit dan pake laptop Lupus buat ngedit.            

          “Pus, masa kau tega banget? Aku cuma dikasih 4 menit doang,  4 menit itu tidak cukup Pus untuk menggambarkan bagaimana lezatnya Mie Keju buatan Aku. Jangan begitulah Pus”

         “Pilih dikasih 4 menit atau dihapus sama sekali?” ancam Lupus. Gertakan Lupus tersebut cukup membuat nyali Gusur ciut dan mundur teratur. Setali dua uang dengan Lupus, Boim juga protes karena cuma dapet jatah 6 menit. Boim ngerasa waktu 6 menit itu tidak cukup banyak untuk mempresentasikan tips dia tapi sama seperti Gusur, nyali Boim ciut juga setelah diancam dihapus oleh Lupus.

         Dan inilah yang akhirnya ditunggu-tunggu, setelah video tersebut sudah selesai diedit oleh Lupus inilah waktunya untuk mereka bertiga memposting video tersebut di YouTube. Boim yang paling semangat karena dia ngerasa video mereka bertiga bakalan meledak dan sudah membayangkan mereka betiga bakalan menjadi terkenal dan diundang menjadi Narsum di acara-acara kampus dan TV. Setelah Lupus upload di YouTube kini mereka bertiga berharap-harap cemas menunggu reaksi dari netizen. Apakah Video mereka akan meledak atau malah lenyap dari dunia online.

     3 hari setelah Lupus meng-upload video tersebut ternyata apa yang terjadi tidak seindah seperti yang mereka bayangkan. Selain yang nonton cuma segelintir, video tersebut sama sekali gak ada yang kasih tanda jempol (like) tapi lebih banyak kasih tanda dislike. Komentarnya pun sadis semua, layaknya artis yang punya haters sendiri:

“Video gini cuma nyampah doang di YouTube” Achonk
“Itu yang bawain tips cinta (Boim maksudnya) lebih cocok jadi tukang cuanki!” Pras
Gimana ya cara ngehapus video ini dari YouTube?” Nita

         Mendapat komentar negatif bertubi-tubi gitu cukup membuat down Boim, Lupus, dan Gusur. Untung saja ini bulan puasa jadi ketiganya bisa menahan diri. Boim & Gusur sudah mulai sadar diri dan ngomong kalau mereka bertiga tidak cocok menjadi YouTubers. Cuma Lupus yang belum hilang semangat, dia yakin mereka bertiga masih bisa menjadi YouTubers sukses. 

          “Jangan nyerah dong. Lu lagi Sur, malu ama badan. Badan gede doang tapi dicibir segitu doang udah ciut. Im, mana semangat lu yang dulu? Lu ngomong kita bakalan jadi YouTubers sukses tapi kalau cuma sekali gini aja gagal terus nyerah gimana bisa maju?” 

           Lupus kemudian mengevaluasi tentang acara mereka, apa yang salah dan menjadi kekurangannya. Untuk editan sebenarnya sudah cukup lumayan tetapi harus diakui acara yang mereka bawakan sudah terlalu mainstream karena banyak YouTubers lain yang sudah membawakan acara sejenis. Lupus kemudian memberikan ide yang cukup menarik kepada Boim & Gusur:

         “Gimana kalau kita ubah konsep saja. Gue kepikiran gini, kita bikin Video YouTube yang ngebahas topik yang lagi hitz. Misalnya Bulan depan kan lagi demam Euro kita bahas soal Euro. Kita bikin konsep unik supaya yang nonton video kita gak boring. Untuk Minggu ini, gue kepikiran kita bikin Video tentang Ramadhan. Setuju gak?” 

          Boim dan Gusur ngangguk-ngangguk. Semangat mereka yang sempat pudar kini kembali muncul. Konsep yang ditawarkan Lupus sebenarnya memang sedikit mainstream tetapi Lupus percaya, jika dibawakan dengan lucu dan unik maka hasilnya pasti bagus dan bakalan disukai. 

          Mereka bertiga kemudian berencana membuat Video Ramadhan di Pasar Benhil yang saat bulan Puasa ini memang ramai dikunjungi karena menjual berbagai macam takjil untuk berbuka dengan harga murah meriah. Untuk Video kali ini, Lupus akan bertindak sebagai sutradara dan Gusur & Boim yang berperan sebagai lakon utamanya. Konsep untuk Video ini adalah Gusur dan Boim akan memberikan Inspirasi Ramadhan, jelek-jelek gitu Gusur pernah jadi juara ngaji waktu SD dan Boim kebagian peran sebagai co-host untuk Gusur yang menjadi Host utama. 

           Besoknya, mereka bertiga sudah tiba di Lokasi dan siap untuk segera syuting video Ramadhan mereka. Gusur dan Boim, keduanya memakai setelan baju koko untuk menunjang penampilan mereka. Tidak ketinggalan Gusur membawa Al-Quran dan Tasbih, dijamin deh orang-orang bakalan kecele ngeliat Gusur yang dikira Ustadz Gaul. 

           “Jadi gini Sur. Lu ama Boim jalan dari ujung sana, depan tukang jualan Bubur candil (Lupus nunjuk Tukang Bubur Candil). Lu jalan mendatangi kamera tapi jangan terlalu fokus ke arah kamera ya. Sambil jalan, lu berbagi cerita-cerita Indah soal bulan Ramadhan dan lu Im, lu jangan kaku kayak syuting kemarin. Lu timpalin apa yang diomongin oleh Gusur ya dan lu berdua juga gak usah hirauin orang yang lalu lalang di deket lu, itu malah bakalan jadi nilai plus buat Video ini” Lupus memberikan arahan layaknya sutradara terkenal.

          Beberapa orang yang memperhatikan kesibukkan Trio ini kemudian datang menghampiri mereka bertiga dan bertanya ini syuting untuk acara apa ke Boim.

         “Ini syuting buat YouTube Pak” kata Boim (sok) cool.

        “YouTube teh channel mana sih? Saya kok baru denger? Itu teh channel apa nama acara? Kalau nama acara itu teh tayang di RCTI atau Indosiar? Tayang hari apa dan jam berapa? Apa saya bisa ikutan kesorot kamera biar masuk Tipi?” tanya si Bapak

        “………………………………….” Boim gak bisa ngomong apa-apa lagi.

              Selepas dari gangguan si Bapak banyak nanya, syuting pun akhirnya bisa dimulai. Gusur bener-bener menjiwai perannya tersebut. Dia memberikan inspirasi kehidupan yang bener-bener menggunggah hati dan jiwa.

           “Lihatlah di sekeliling kita, luar biasa keindahan ya Allah berikan kepada kita. Nikmat Allah yang mana lagi yang akan kamu dustakan wahai umat manusia? Alangkah indahnya kalau kita selalu hidup dengan penuh kedamaian, kerukunan………” 

            Boim yang berada di samping Gusur mengangguk-anggukan kepala sambil sesekali ngomong ‘benar sekali apa yang Saudara Gusur ucapkan’ atau terkadang menimpali dengan ‘Amin, Amin’. Tetapi sayangnya Lupus yang kebagian peran sebagai sutradara malah tidak fokus merekam ceramah inspirasi kehidupan dari Gusur. Mata Lupus malah tertuju kepada seorang  Kakek tua yang sedang duduk di trotoar jalan sambil memperhatikan orang di sekitarnya. Bapak tua yang terlihat sudah sangat uzur itu sedang menjajakan dagangan berupa roti tawar yang diberi Selai. Tertulis harga 1.000 rupiah untuk setiap roti selai yang dia jual. Lupus sudah memperhatikan Bapak itu dari awal dan yang membuat Lupus iba adalah tidak ada satu orang pun yang mampir dan membeli roti yang dijual si Bapak. Senakal-nakalnya Lupus, dia terkadang iba melihat hal seperti ini di depan matanya langsung.

          “Pus, gimana ceramah gue tadi? Lu rekam semua kan? Sini mau gue lihat dulu, gue penasaran nih” kata Gusur yang seketika membuyarkan lamunan Lupus.

        Gusur bersama Boim kemudian mengambil alih kamera yang dipegang Lupus, otak atik sedikit, dan menonton ulang rekaman video mereka. Awalnya gambar yang direkam oleh Lupus bagus tetapi lama kelamaan menjadi blur karena kamera tidak fokus.

        “Pus, yang benar saja lu. Ini muka gue kok jadi burem gini, lu gimana sih ngerekamnya?” protes Boim.

        “Iya nih Pus. Aku sudah capek-capek ceramah dan jalan dari ujung ke ujung malah tidak direkam dengan baik. Kecewa sekali nih aku” Gusur menimpali.

          Lupus merasa bersalah kepada Boim dan Gusur tetapi saat itu fokusnya memang hanya tertuju kepada Kakek penjual roti selai. Lupus benar-benar merasa iba melihat Kakek tersebut karena hingga berakhirnya syuting tidak ada satu pun orang yang membeli roti selai si kakek. Orang-orang lebih memilih jajanan yang kekinian seperti Pizza dan Pasta, dan tidak ada satu pun yang menghiraukan Roti Selai milik si Bapak.

           “Sorry bro, gue tadi bener-bener lagi gak fokus. Lu berdua coba deh perhatiin Kakek tua yang deket tukang otak-otak. Yang duduk di trotoar jalan sambil jualan roti selai. Gue kok iba yang lihat si Kakek jualan terus gak ada yang beli. Harga rotinya cuma seribu, kalau pun laku semua dia paling cuma bisa bawa uang 20-30rb belum dipotong modal. Beneran gak tega gue” kata Lupus

         Boim dan Gusur yang tadinya masih kesel ama Lupus kini mulai melunak. Mereka berdua juga menjadi iba melihat si Kakek tua yang begitu renta tapi masih juga berjualan di siang hari yang begitu terik ini.

         “Kita beli aja yuk dagangan Kakek. Kebetulan gua bawa uang 20rb, lu ama Gusur bawa uang berapa” tanya Boim sambil merogoh saku buluknya.

          “Gini aja Im, kita beli roti si Kakek terus kita juga belikkan Makanan untuk Kakek berbuka puasa. Gimana?” Gusur menimpali

      Lupus diam sebentar seperti sedang memikirkan sesuatu. Lupus sepertinya punya ide untuk membantu si Kakek penjual Roti Selai.

         “Gue ada ide. Gimana kalau kita rekam si Kakek aja? Kita bikin Video tentang si Kakek yang tetap berjuang di usia renta? Kebetulan gue bawa kamera Go Pro punya si Fifi Alone, kamera ini kan bentuknya kecil jadi kita selipin di saku aja biar gak ketahuan si Bapak. Lu berdua pura-pura beli terus tanya-tanya aja. Gimana?” 

         Boim dan Gusur mengiyakan rencana Lupus tersebut. Mereka bertiga kemudian membeli 2 nasi bungkus untuk si Kakek. Nasi tersebut diisi lauk pauk yang melimpah seperti Ayam, telur, tahu, sate sengaja Lupus isiin banyak supaya si Kakek kenyang saat berbuka puasa nanti. Setelah persiapan selesai, Gusur dan Boim kemudian berjalan menghampiri Kakek penjual Roti Selai sedangkan lupus mengamati dari kejauhan.

          Gusur kemudian memesan roti selai si Kakek dan benar saja harga roti yang dijual hanya seharga seribu rupiah saja. Roti selai yang dijual si Kakek hanya berupa roti tawar polos yang bisa diolesi selai. Pilihannya ada selai coklat, selai strawberry, dan selai kacang. Jujur saja, ini merupakan jajanan yang sudah ketinggalan jaman dan gak heran kalau banyak orang yang gak tertarik buat beli roti ini. Tanpa si Kakek sadari, kamera Go Pro yang disimpan di saku baju Boim merekam semua aktivitas dan perbincangan si Kakek dengan Boim dan Gusur.

               “Kek, ini saya ama temen lagi nungguin Temen tapi dia malah batalin janji padahal sudah saya beliin nasi bungkus buat dia buka. Nih buat Kakek aja buka ya, dibanding mubazir karena kita juga tadi sudah beli” kata Gusur bijak. Padahal aslinya Gusur gak akan nolak kalau dapet lebihan nasi bungkus

             “Wah gak usah Dek, Kakek jadi gak enak karena itu punya teman kalian bukan punya Kakek” kata Kakek menolak halus sambil mengolesi selai coklat ke roti tawar.

           Mendapat penolakkan seperti itu tidak membuat semangat Gusur dan Boim kendur. Dengan sedikit ‘memaksa’ mereka meminta agar si Kakek mau menerima nasi bungkus tersebut. Kakek yang awalnya menolak kemudian menerima pemberian nasi tersebut, matanya seperti menahan haru.

          “Jujur saja, Kakek belum makan dari kemarin Siang. Jualanan Kakek belum laku hari ini, kalau pun laku Kakek cuma bisa beli 1 nasi bungkus untuk dimakan berempat bersama Istri dan 2 cucu. Istri Kakek lagi sakit tapi Kakek gak punya biaya untuk bawa berobat tapi dibanding Kakek menjadi pengemis lebih baik Kakek jualan biarpun yang beli cuma sedikit” 

            Tidak terasa air mata Gusur dan Boim jatuh juga. Mendengar cerita si Kakek mereka berdua seolah ‘ditampar’ oleh si Kakek. Kakek yang sudah tua renta saja masih bersemangat cari uang dan gak mau ngemis sedangkan mereka berdua kadang masih sering malas-malasan dan membuang banyak waktu untuk hal yang kurang berguna.  Boim dan Gusur benar-benar mendapat inspirasi kehidupan yang sesungguhnya dari si Kakek. Bener kata Kakek, kita gak akan pernah tau Allah bakalan kasih apa ke kita tapi dibalik semua usaha yang kita lakukan Allah pasti kasih yang terbaik. 

        Allah tidak pernah terlambat. Allah  juga tidak tergesa-gesa. Allah selalu tepat waktu memberikan pertolongan kepada umatnya” pesan Kakek kepada Boim dan Gusur sambil memberikan roti selai pesanan Gusur.

            Boim dan Gusur kemudian menceritakan apa yang baru saja mereka alami ke Lupus. Mendengar cerita Gusur,air mata Lupus akhirnya jatuh juga. Lupus merasa terharu karena teringat perjuangan Mamanya ketika harus membesarkan Lulu dan Lupus seorang diri. Semua pembicaraan antara Boim dan Gusur sudah berhasil direkam di Kamera Go Pro tanpa sepengetahuan si Kakek. Lupus berencana mengupload video tersebut ke YouTube dan membuka donasi amal untuk biaya pengobatan istri si Kakek.

            Demi si Kakek, Lupus, Boim, dan Gusur melewatkan undangan untuk buka bersama bersama teman-teman mereka semasa SMP dulu. Semalam suntuk mereka bertiga bekerja keras untuk mengedit video tentang si Kakek dan untuk Video ini, Gusur mendapat tugas tambahan menjadi narator untuk mengiringin Video tersebut. Gusur bercerita betapa luar biasanya perjuangan si Kakek yang lebih memilih menjadi penjual roti ketimbang meminta-minta dan mengajak para penonton Video mereka untuk berdonasi ke si Kakek. Tujuan mereka agar si Kakek dan Istrinya bisa mendapat berkah Ramadhan di bulan suci yang penuh berkat ini. Di Malam itu juga, Video tersebut langsung diupload ke YouTube dan tidak ketinggalan dipromosikan lewat akun media social (Path, Instagram, Facebook, Twitter) milik Lupus, Boim, Gusur.

           Belum 1 hari diupload, penonton video tersebut sudah mencapai  angka ribuan. Komentar yang masuk pun semuanya positif bahkan tidak sedikit ada yang menyumbang ke rekening yang disediakan. Jika dirasa sudah cukup, donasi tersebut akan diberikan langsung untuk membantu biaya pengobatan Istri si Kakek. Banyak teman-teman Lupus, Boim, dan Gusur yang ikut mempromosikan Video tersebut sehingga video tersebut menjadi viral di internet. 

            1 Minggu kemudian tepatnya 3 hari sebelum lebaran Lupus, Boim, dan Gusur kembali mengunjungi Pasar Benhill. Tujuannya satu, mereka ingin menyampaikan donasi yang sudah terkumpul kepada si Kakek. Ketika mendapat bantuan donasi tersebut, Kakek Roti Selai (begitu Trio Lupus, Boim, Gusur menyebut si Kakek) langsung menangis sejadi-jadinya. Moment itu tidak luput dari bidikan kamera karena memang Lupus berencana mendokumentasikan pemberian sumbangan tersebut dalam bentuk Video yang akan diupload di YouTube sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada para donatur yang telah menyumbang.

          Lupus, Boim, Gusur sekarang sedang duduk santai sambil menikmati nasi uduk untuk berbuka. Gusur seperti biasa makan dengan lahap dan asal comot lauk punya Lupus tanpa ijin. Ada perasaan bahagia di hati mereka bertiga karena telah menolong si Kakek. Meskipun mereka bertiga batal terkenal tetapi ada perasaan senang bercampur bahagia atas apa yang telah mereka perbuat.

          Mungkin ini adalah Ramadhan terindah untuk ketiganya….

Al maidah ayat 2, Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya

Senin, 16 Mei 2016

Ih....Serem.....

Pernah punya pengalaman mistis? Gimana rasanya? Apa hidup kamu jadi penuh ketakutan atau jadi gak berani ke WC sendirian gara-gara takut?

Sepanjang ingetan gue, selama gue hidup gue belum pernah mengalami pengalaman mistis (dan jangan sampai deh). Satu-satunya pengalaman mistis yang (mungkin) pernah gue alamin adalah ketika gue masih SMP. Suatu hari gue nyimpen donat di lemari rahasia gue biar gak dimakan Kakak gue dan anehnya setengah jam kemudian donat itu hilang. Ampe sekarang misteri itu belum terpecahkan, siapa maling keji atau setan mana yang tega banget makan donat kacang gue.

Baru-baru ini gue ngalamin pengalaman mistis yang mungkin gak akan terlupakan buat gue. Sebenarnya sih bukan menimpa gue secara langsung tetapi temen gue. Dan kebetulannya ada gue disitu jadi mau gak mau gue ikut keseret ke pusaran mistis itu.

Kalau kamu orangnya penakut dan cengeng mending jangan lanjutin deh bacanya. Gak janji kalau habis baca kamu berani buat ke toilet sendirian malam-malam. Hiwwww *lupakan*

Salah satu temen gue, kita panggil aja 'Okada' pernah cerita ke gue kalau di rumahnya ada penunggunya. Okada bilang dia bisa ngerasain kalau 'dia' ada tapi hantu di rumah itu sama sekali gak pernah menunjukkan rupanya. Ustadz yang pernah datang ke rumah Okada juga bilang kalau rumah dia itu emang ada penunggunya dan penunggunya itu lumayan 'kuat' pengaruhnya.

Okada sekarang umurnya 25 tahun dan menurut dia selama 25 tahun dia tinggal di rumah itu, gak pernah sih ngalamin hal-hal yang aneh.

Keanehan baru muncul di bulan lalu. Kita berdua janjian buat ketemuan di Kost dia yang deket Kampus, janjian buat tukeran file. File WWE ya, bukan file yang aneh-aneh. Pas janjian sih sudah oke jamnya tetapi Paginya Okada membatalkan janjian tersebut dan bilang (via chat) kalau dia sekarang lagi dirawat di Rumah Sakit karena gegar otak tingkat berat.

Gegar otak? Pas gue tanya kenapa dia bisa gegar otak dia cuma ngomong kalau dia kepleset dan kepalanya ngebentur lantai dengan keras. Ada sedikit keretakkan di tengkorak kepalanya dan dia harus istirahat total.

Pas ngedenger sih gue kira itu insiden biasa. Mungkin si Okada lagi mikir jorok pas jalan terus gak sadar kalau lantainya licin jadi dia kepleset.

1 bulan setelah kejadian itu, Okada sudah diperbolehkan keluar Rumah Sakit. Dia juga sudah sering keliatan di Kost (dia aslinya dari Bekasi).

Pas ketemu ama gue di Kost, si Okada ceritain runut kejadian-kejadian yang lumayan juga bikin gue keder. Jadi ceritanya, di Malam pas dia kena gegar otak itu dia dikasih mimpi buruk. Dia mimpi nusuk-nusuk perempuan pakai pisau dan ini nih part yang serem...ketika Okada bangun, dia ngeliat Nenek rambut panjang warna putih dan bermata merah lagi noong dari toilet yang letaknya ada di Kamar Okada.

"Itu lu sadar gak? Atau cuma ilusi pas lu baru bangun?" tanya gue. Gue juga sering kalau habis bangun kayak ngeliat mantan gue tapi setelah kucek-kucek mata baru ketauan aslinya kalau itu gagang sapu -_-

"Asli San. Gue yakin bener ama apa yang gue lihat. Dia lama banget noongin gue di toilet dan kita sempat saling berpadangan. Apalagi kata Ustadz yang meriksa rumah gue, pusatnya emang ada di Toilet kamar gue itu" 

Sambil penuh ketakutan, Okada cerita kalau dia bergegas ke kamar Ibunya gara-gara penampakkan The Red Eye (si mata merah) itu. Nah, saat Okada masuk ke kamar Ibunya, tiba-tiba Okada ngeliat si Red Eye menampakkan diri di cermin kamar Nyokapnya.

Gak berapa lama setelah kejadian itu, Okada langsung kolaps dan kepalanya langsung membentur ubin sehingga menyebabkan dirinya harus diopname.

Ngeri bener. Ngebayang gak sih kalau kita lagi ngaca tapi bukan muka ganteng kita yang ada di pantulan kaca tapi muka orang lain. Ngeri, ngeri....

Meskipun Okada sekarang sudah sering tidur di Kost tapi dia gak berani tidur sendiri. Minimal ada temen yang nemenin karena katanya si Red Eye sering datang dan muncul tiba-tiba di Kost Okada.

Tapi selama gue kesana sih normal-normal aja gak pernah ada insiden mistis atau aura negatif. Dan gue kira kejadian mistis ini sudah selesai. Tapi gue salah. Bener-bener salah.

2 Minggu kemaren gue janjian mau ke Kost Okada. Gue mau kesana bareng temen gue cewek yang kebetulan lagi nyari kost di daerah situ. Kebetulan Okada sudah 5 tahun ngekost di daerah itu jadi dia taulah mana Kost yang representatif ama Kost yang rawan.

Ketika gue nyampe kesana, di kamar dia lagi ada temennya yang kebetulan gue juga sudah lumayan gue kenal (meski gak dekat). Kita panggil dia 'Brandon' (padahal nama asli dia Warnoto, upsss).

Lagi asyik-asyik ngobrol temen cewek gue, si Okada langsung menunjukkan gelagat aneh. Dia bilang, dia gak bisa denger apa yang gue omongin karena telinganya berdenging kencang. Telinga berdenging ini kata Dokter merupakan salah satu efek akibat benturan di kepala dan setiap berdenging Okada wajib minum obat.

"Gue gak bisa denger apa yang lu omongin. Gue cuma bisa lihat dari gerakkan mulut lu aja" kata Okada

"Temen lu selain nyebelin ternyata budeg juga ya" kata gue ke si Brandon yang langsung disertai dengan tawa keras dari Brandon.

Anehnya, setelah gue ngomong gitu Okada langsung berdiri kaku dan ambil posisi ngebelakangin gue. Dia berdiri kaku sambil keringet dingin dan sama sekali gak mau noleh.

"Lu kenapa coeg. Napa kita dipantatin gini" tanya gue yang belum sadar kalau ada sesuatu yang aneh terjadi.

"Itu San. Si Red Eye ada di WC, dia lagi ngeliatin kita ngobrol" kata si Okada sambil tetap ngebelakangin kita.

Wuanjir, serius lu si Red Eye nyusulin lu kesini. Pas dia ngomong gitu, gue masih berlagak cool seolah gak takut padahal hati gue sudah menjerit "Tuhan, lindungi aku" berulang-ulang.

Tanpa diperintah, Brandon langsung nyalain lampu WC dan siram-siram WC (karena hantu kan katanya suka berdiam di tempat yang lembab). Jam sudah menunjukkan jam 6 sore dan keadaan cukup gelap.

"Mending lu sholat Magrib dulu deh. Minta perlindungan dan penjagaan dari Allah" kata gue yang masih sok cool padahal gue sudah nyaris terkencing-kencing.

Sambil ketakutan, Okada berjalan ke WC buat wudhu dan gak beberapa lama kemudian, Okada muntah-muntah dilanjutkan dengan cekikikan sambil ngomong sendiri.

Tadi budeg sekarang cekikikan sendiri. Aneh bener si Okada, serius. Gue ketok pintu toilet dan Okada gak nyahut apa-apa. Gak berapa lama dia keluar dan ngomong kalau si Red Eye ada di WC dan ngajak ngobrol dia. Si Red Eye bilang kalau dia seneng kalau kita bicarain dia terus dari tadi.

Ngeri bener. Keanehan kemudian terjadi pas Okada mau sholat. Dia gak bisa memulai sholat karena (kata si Okada) si Red Eye lagi jongkok di atas sajadah sambil cekikan ngeliatin Okada.

Sajadah Okada kebetulan ada di depan gue dan kalau dari kaca mata gue, gak ada apa-apa. Puncaknya adalah saat Okada selesai sholat, tiba-tiba gelas isi susu coklat yang disimpan di atas galon aqua jatuh dan pecah. Temen gue yang cewek emang lagi duduk dekat situ tapi dia cerita kalau dia gak nyenggol. Tau tau jatuh dan pecah sendiri.

Sialnya itu susu coklat sebenarnya adalah suguhan buat gue dan sama sekali belum gue seruput sama sekali :(

Suasana semakin hectic dan temen gue yang cewek sudah ngerasa makin gak nyaman dan ngajakkin gue pulang. Gue sebenernya rada gak enak juga sih ama Okada karena ninggalin dia di saat lagi kacau gini. Sebelum pamit pulang, gue bilang gini "kata gue mending lu periksa ke Dokter deh. Cek telinga berdenging itu kalau gak ada yang anter sama gue yuk besok"

Niat gue sih baik mau ajak Okada berobat tapi Okada langsung ngomong gini "San, dia marah karena lu ngomong gitu. Lu udah sompral, tiati lu ditempelin"

Anjay, sensi bener si Red Eye. Gue diomongin gitu jadi keder juga dan mungkin Red Eye marah karena pengen ngasih tau penyakit Okada itu sebenarnya bukan penyakit medis tapi lebih berbau mistis.

Ketika gue sudah di depan pintu Okada buat pulang, Okada bilang lagi "San, banyak-banyakkin berdoa. Lampu WC selalu dinyalain ya" Gue gak ngerti apa maksud Okada ngomong gitu tapi kalau berdoa mah setiap hari juga gue berdoa.

1 Minggu setelah kejadian itu, gak ada hal yang aneh terjadi. Lampu WC pun selalu mati di rumah gue karena kata Nyokap kalau nyala terus bayar listriknya jadi mahal -_-

Tapi yang aneh adalah Okada. Sejak hari itu, dia jadi susah dihubungi dan kost dia selalu kosong kalau gue sengaja buat mampir.

Sampai gue selesai menulis postingan ini, Okada belum juga bisa dihubungi. Jadi?

*) Dimuat juga di situs VIVA.co.id dan akun @CeritaAnda_

Rabu, 27 April 2016

The Next Lupus

Pernah denger Novel Lupus?

Tahun 80-90an bisa dibilang Lupus adalah culture pop di Indonesia. Dimulai dari Cerpen di Majalah HAI, Lupus kemudian menjelma menjadi icon pop untuk generasi di tahun itu.

Gue yang kebetulan emang besar di Generasi 90an (Iya tau, sudah tua gue) gak lepas dari demam Lupus. Hampir semua Novel Lupus gue koleksi dan tiap diajak Bokap ke Gramedia, gue pasti menyelipkan 1 buah Novel Lupus di keranjang belanjaan gue.

Denger-denger sih ya, kalau diakumulasikan Novel Lupus sudah hampir terjual sebanyak 3,5 juta copy dan merupakan rekor penjualan buku hingga hari ini #wow

Dan setelah lama vakum, 30 tahun setelah Novel pertamanya terbit (tahun 1986) Trio pengarang Lupus (Hilman, Boim Lebon, dan Gusur) bekerja sama dengan Tirana Art Management berupaya kembali menghidupkan karakter Lupus dengan gimmick baru dan tampilan yang lebih segar dengan cara menggandeng para penulis muda yang berbakat.

Audisi penjurian dan workshop akan diadakan di beberapa Kota besar di Indonesia (Yogyakarta, Bandung, Jakarta) dan #uhuk gue termasuk salah satu yang lolos audisi.

Kok bisa? Gimana caranya?

Jadi gini, sebenernya gue juga awalnya telat tau tentang Event ini. Gue malah kirim tulisan gue, 30 menit sebelum deadline pendaftaran ditutup. Gue kirim tulisan gue di blog ini yang judulnya "Audisi Nyanyi" dan "Cinta dari atas Balkon" (yang mau baca silahkan diubek-ubek lagi di Blog ini karena postingan lama). Tulisan tersebut sudah gue modifikasi dan gue masukkan tokoh-tokoh di Novel Lupus seperti Lupus, Lulu, Boim, Gusur, dll.

Banner "Nulis Lupus Bareng"
3 Hari kemudian, gue ditelpon dan dikabari panitia kalau 2 tulisan gue tembus dan disuruh datang untuk proses penjurian di depan 3 juri yaitu (Boim, Gusur dan seorang juri dari Tirana Art Management).

Di telpon si gue oke, oke aja dan bilang pasti datang tapi pas tutup telpon gue langsung puyeng karena nanti di penjurian besok, gue harus mempresentasikan karya gue di depan tiga juri tersebut + para peserta yang juga lolos (katanya sekitar 50 orang).

Buat yang kenal gue pasti tau banget kalau gue bukan orang yang suka tampil di depan umum dan lebih suka kerja di balik layar. Belum lagi gue paling gak bisa kalau harus ngomong di depan orang banyak. Pengecualian kalau gue ngomong di depan orang banyak yang sudah gue kenal, gue masih bisa menguasai keadaan tapi kalau ke orang yang gak kenal dan katanya puluhan, udah deh Wallahu a'lam.

Sempet berpikir buat gak dateng tapi temen gue si Ambu terus ngomporin gue dan ngasih motivasi buat gue datang. Saking tegangnya gue gak bisa tidur dan baru bisa tidur jam 3 subuh padahal acara dimulai jam 8 Pagi.

Besoknya, gue memantapkan diri and whatever happened, happened. Audisi dilakukan di Kantinasion Jalan Ambon, gue datang on time dan ketika sampai sudah banyak banget orang disana. Karena gak ada yang gue kenal, gue duduk dekat meja registrasi dan mulai baca-baca Novel Lupus yang sengaja gue bawa buat nambah refrensi.

Ketika Meja Registrasi dibuka, gue registrasi ulang dan luar biasanya gue kebagian di urutan nomor 1. Bener kata si Ambu, dibanding lu deg-degan nunggu giliran kenapa lu gak jadiin aja di urutan nomor 1 biar cepet plong.

Gak lama setelah registrasi, nama kita satu per satu dipanggil ke depan buat mempresentasikan dan dinilai oleh 3 tim juri. Karena gue registrasi di nomor 1 jadilah gue orang pertama yang kebagian buat langsung tampil.

Dewan Juri yang terhormat
Gilak! Bener-bener gilak, tegangnya luar biasa mirip seperti gue waktu disuruh test Nyanyi pas masih SMA dulu. Gue ngalamin yang namanya demam panggung, keringet dingin, dan rahang gue jadi kaku saking tegangnya.

Gue memperkenalkan diri di depan juri dan mempresentasikan tulisan gue yang judulnya "Audisi Nyanyi". Karena gue biasa ngomong cepet, gue mencoba banget buat memperlambat tempo tapi jujur deh rahang gue jadi kaku banget ditambah lidah gue yang berasa membeku saking tegangnya. Susah bener mau digerakkin gara-gara tegang tadi.

Setelah beres presentasi, 2 orang juri yaitu Mas Boim dan seorang dari Tirana Art Management memuji tulisan gue yang dibilang lucu dan sudah punya basic menulis. Mbak dari Tirana Art kemudian nanya, apakah gue sering menulis buat Majalah yang gue jawab sering nulis Cerpen buat Majalah HAI, dll.

Penilaian 2 juri positif tapi ternyata gak buat 1 juri lagi yaitu Om Gusur. Dia awalnya muji tulisan gue tapi belakangan kritik dan bilang kalau 'tulisan kamu itu ya Sani, tidak membawa sesuatu yang baru untuk karakter Lupus. Tidak ada keunikkannya'

Gue lantas mendebat dan bilang ke Om Gusur kalau di tulisan gue ini, gue masih menjadikan karakter Lupus, Boim, Gusur original sebagai pacuan buat gue jadi sengaja gue gak bikin gimmick-gimmick baru di karakter yang gue tulis. Lagi pula, kita disuruh buat nulis 1 halaman dan gue rasa 1 halaman gak akan cukup buat membuat gimmick baru karena harus ada perkenalan dan intro terlebih dahulu.

Om Gusur kemudian menjawab "kalau dari saya sih gak ya tapi semuanya bergantung ke 2 juri lagi. Kalau mereka oke sama kamu, maka kamu lolos"

Bukannya pesimis tapi dari omongannya si Om Gusur itu, gue jadi sedikit yakin gak akan lolos karena gue beranggapan kalau saingan gue yang lain pasti hasil nulisnya jauh lebih keren. Setelah beres presentasi, gue kembali duduk ke kursi dan rasanya bener-bener plong banget. Semua beban dosa di pundak gue langsung lenyap, urusan lolos atau gak itu gimana nanti deh yang penting gue sudah mencoba.

Setelah 20 peserta yang maju, kita diberi waktu untuk rehat dan menikmati santap siang. Nah disaat itu ada salah seorang peserta yang nanya ke gue "Eh, itu baju John Cena yang kamu pake, belinya dimana?"

Begitu tau dia adalah fans WWE, kita langsung nyambung ngobrolin WWE. Seru banget sampai peserta lain ikut nimbrung dan obrolan kita langsung melebar kemana-mana. Kita yang tadi jalan sendiri-sendiri gara-gara ngomongin WWE kini jadi akrab.

Setelah rehat selesai, tiba-tiba nama gue dipanggil lagi oleh juri dan disuruh maju kedepan. Gue kaget, ada apaan ya. Mas Boim tiba-tiba ngomong gini "Setelah kita cek, ternyata tulisan kamu yang dikirim ke panitia ngejiplak dari internet ya? Terpaksa kamu kami diskualifikasi"

Jegerrrr, begitu ngedenger mas Boim ngomong gitu kiamat seolah datang lebih cepat buat gue. Bukan karena gue sedih didiskualifikasi tapi tuduhan ngejiplak karya orang di internet buat gue itu sungguh tuduhan yang menjurus ke fitnah. Gue berani sumpah kalau gue gak pernah sekalipun jiplak karya orang di internet dan tulisan yang gue kirim yang judulnya "Audisi Nyanyi" tersebut aslinya emang kejadian yang pernah gue alamin sendiri terus masak ada orang yang pengalamannya sama persis kayak pengalaman gue.

Gue kemudian mencoba membela diri dengan perasaan yang bercampur aduk, ada rasa malu juga ke peserta lain karena tuduhan tersebut. Gue bilang kalau mungkin itu adalah tulisan gue yang dikirim ke beberapa portal online (karena gue emang suka dapet honor dari beberapa portal online yang nerima tulisan gue). Mas Boim dan juri yang lain tetep gak mau terima dengan alasan gue dan lantas gue dipanggil ke depan meja juri. Sambil cengegesan Mas Boim ngasih gue "Bubble Ticket" yang artinya gue orang pertama yang lolos ke babak selanjutnya. Wowwww

My Bubble Ticket
Anjiiiirrrrr, rasanya luar biasa. Gue bener-bener shock dikerjain kayak gini. Gue jadi tau gimana rasanya peserta audisi Indonesian Idol yang dapet Golden Ticket. Oh gitu toh rasanya, antara seneng, kaget, dan bangga semuanya bercampur jadi satu. Apalagi gue orang pertama yang dapet Bubble Ticket dari Audisi Bandung.

Semua peserta dan penitia lantas memberi tepuk tangan + nyorakkin gue. Gue bisa bilang ini adalah salah satu best moment in my life yang kelak bisa diceritakan ke anak gue kelak. Hahahaha

Setelah dapat tiket, gue diberitahu panitia buat datang lagi besok Pagi jam 9 buat ketemu langsung dengan penulis dan creator Lupus, Hilman Hariwijaya yang kesohor itu. FYI, Mas Hilman adalah penulis naskah untuk sinetron Anak Jalanan di RCTI dan kalau ketemu besok, gue bakalan minta ke Mas Hilman supaya gue bisa dimasukkan ke sinetron Anak Jalanan buat nemenin karakter Boy di Sinetron itu. Kidding bros!

Besoknya gue datang on time. Bedanya dengan kemarin adalah gue datang dengan rasa percaya diri tinggi, gak gugup lagi dan ditambah gue sudah kenal beberapa peserta. Sayangnya beberapa temen yang sudah gue kenal kemarin, banyak yang gak kepilih dan yang kepilih buat ngikutin workshop hari ini memang gak terlalu banyak. 

Workshop hari ini berjalan dengan menyenangkan. Mas Hilman memberi panduan dan bercerita tentang awal dirinya membuat karakter Lupus dan teman-temannya. Persis seperti yang pernah gue baca, mas Hilman itu aslinya pemalu dan keliatan banget gak biasa tampil di depan umum. Seperti yang pernah dia bilang, karakter Lupus adalah alter ego dirinya dan Lupus bukanlah Hilman karena keduanya merupakan 2 identitas yang berlainan.


Poin-poin yang dijabarkan oleh Mas Hilman sebenarnya sedikit banyak sudah gue lakuin setiap kali gue menulis. Mulai dari pengalaman pribadi, membuat side kick untuk tokoh utama, dll. Gue gak segan kalau bilang gaya nulis gue emang terpengaruh banget gaya nulis Mas Hilman karena Lupus adalah bacaan gue sejak masih SMP dulu.

Saat workshop itu, kita dikasih tugas buat bikin Cerpen on the spot dan gue nulis Cerpen yang judulnya "Punten, Punten!" yang terinspirasi dari cerpen lama gue dengan beberapa modifikasi. Acara Workshop cukup lumayan lama karena baru beres jam 4 sore.

Sebelum acara berakhir, dipilih 3 orang perwakilan untuk diwawancarai media lokal dan mungkin karena gue camera face (huek), gue kepilih jadi salah satu wakil buat diwawancarai. Gue harus bercerita tentang pengalaman gue ikutan Event ini dan menjelaskan motivasi gue buat ikutan Event ini apa.

"Gue ikut Event ini karena gue emang ngefans dengan Novel Lupus sejak lama, sejak masih SMP. Waktu kecil, gue tuh orangnya pendiem, introvert, pemalu, dan gak suka main keluar rumah. Kesenangan gue adalah waktu gue lagi baca Novel Lupus karena.....bla....bla......" gue ngebacot.

Gue kemudian ngebayang kalau suatu hari nanti, rekaman ini diputar dan Nyokap gue or Guru Sekolah Minggu gue waktu gue masih kecil gak sengaja nonton, mereka pasti bakalan geleng-geleng kepala sambil ngomong "Luar biasa ini si Sani pencitraannya. Introvert, pendiem, pemalu yang ada lari sana, lari sini. Ngomong mulu gak mau berhenti, jailnya juga nahan"

Ya, namanya juga pencitraan -_-

3 hari kemarin buat gue adalah pengalaman yang sangat berharga. Bisa ketemu temen baru dan dapet ilmu baru. Temennya juga cantik-cantik dan bisa dimodusin (halah). Perjalanan masih panjang karena sehabis ini bakalan ada Camp setelah audisi di Jakarta beres bulan Juni mendatang.

Mohon doanya ya man teman :)

Cari gue yang mana, clue yang paling ganteng

Senin, 18 April 2016

"Meu nome é Stefanus Sani. Até logo!"

Gereja gue sekarang lagi kedatangan temen baru. Doi namanya Ely dan import dari Timor Leste.

Orangnya baik dan pendiem banget, dia juga sudah fasih berbahasa Indonesia dan status dia sekarang adalah seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Bandung.

Yang gue suka dari dia adalah orangnya on time banget dan setiap kebaktian gak pernah telat datang. Misalnya tiap Sabtu kan ada kebaktian Youth jam 5 sore dan beneran deh jam 5 sore dia udah nyampe di Gereja padahal pintu Gereja masih ditutup karena banyak yang belum datang.

Sedikit tamparan buat gue yang selalu ngaret datang ke Gereja di hari Sabtu dan Minggu, xixixixi.

Gara-gara Ely juga, gue jadi penasaran dengan bahasa Portugis. Kalau lagi ngobrol, dia biasanya suka pakai kombinasi bahasa Indonesia - Portugis. Biar keliatan keren, gue niat-niatin belajar bahasa Portugis di rumah.

Rencananya adalah ketika di suatu hari pas kebaktian Youth, gue bakalan ngajak ngobrol Ely pake bahasa Portugis. Biar kerenan dikit gicu di depan yang lain, hihihihi.

Hingga di suatu hari ketika gue ngerasa sudah bisa beberapa kalimat Bahasa Portugis, gue nekad ajak ngomong si Ely pake bahasa Portugis.

"Boa tarde! Como vai você?" (Selamat sore, apa kabar?)

Ketika gue ngomong gitu, suasana mendadak jadi hening. Yang lain pasti bengong campur bingung gue ngomong apaan dan si Ely yang gue arepin respon sapaan gue mendadak diem juga.

Gue ulangi lagi kalimat tadi "Boa tarde! Como vai você, Ely?" 

Sengaja gue sebut nama biar si Ely ngerespon gue tapi dia masih bengong sambil natap gue dengan penuh keheranan. Please jawab dong atau minimal responlah, gue udah malu banget soalnya suasana mendadak jadi hening. Gak ada yang ngerti ama apa yang gue omongin.

Atau jangan-jangan gue salah ngapalin kalimat lagi? Gue malah belajar bahasa Nigeria jadi si Ely gak ngerti?

Dibanding keadaan makin awkawrd akhirnya gue buka suara dan ngomong pake bahasa Indonesia "Ely, itu gue ngomong selamat sore, apa kabar pake bahasa lu. Lu napa malah diem aja"

Ely langsung ketawa cekikikan sambil nutupin muka dan setelah ketawanya habis, dia baru bilang kalau gue salah ucap jadi aja dia kagak ngerti apa yang gue omongin.

Harusnya di kalimat "Boa tarde! Como vai você?" tersebut ada akhiran 'eu' saat pengucapan. Oh begicu toh, syetan itu buku yang gue baca gak ngasih tau sedetil itu.

Setelah gue disorakkin ama yang lain dan dikatain sok-sokan akhirnya atas ide yang lain diputuskan tiap Youth hari Sabtu kita belajar 4 kalimat bahasa Portugis tiap Minggunya.

Sekarang lumayan sudah jalan sekitar 3 bulanan dan untuk bahasa sehari-hari gue udah lumayan bisa. Untuk tau bisa atau gaknya gue mau ngetest ke tetangga baru gue yang juga dari Timor Leste.

Kebetulan di suatu hari pas gue mau main, tetangga gue yang Ibu lagi ngobrol ama Nyokap di depan Rumah gue. Setelah gue pamit ke Nyokap mau pergi, gue salam ke Ibu tersebut:

"Bom dia! Prazer em conhecê-lo" (Selamat Pagi, senang berjumpa denganmu")

Dia diem bentar, mungkin karena kaget disapa ama gue. Jangankan dia, Nyokap gue juga kaget dan pasti gak ngerti gue ngomong apa. Dikiranya gue abis ngelem aibon kali jadi ngomongnya awur-awuran.

"Obrigado. Qual é o seu nome?" (Terima kasih, siapa namamu?) balas si Ibu sambil tersenyum

"Meu nome é Stefanus Sani. Até logo!" (Namaku Stefanus Sani. Sampai jumpa lagi!)

Dan suenya gara-gara gue ajak ngobrol si Ibu pake bahasa Portugis, setiap ketemu seluruh anggota keluarganya, gue pasti diajak ngomong pake bahasa Portugis. Kalau gue bisa jawab ya gue jawab ya kalau gak bisa pake cara lama.

Kalau kita gak fasih ngomong bahasa Inggris biasanya kan kita cuma bisa bales yes, yes atau no, no doang kalau lagi diajak ngobrol. Gue pun pake cara yang sama kalau gak ngerti. Gue bakal jawab "sim, sim" alias iya, iya atau "não, não" alias tidak, tidak.

Cerita lain gue di Minggu ini adalah gue lagi lumayan seneng karena beberapa tulisan gue dimuat di portal berita vivanews.com yang merupakan salah satu portal berita terbesar di Indonesia (selain detikcom, kompascom).

Vivanews berada dalam 1 group dengan TV One & ANTV dan gak gampang bisa nembus portal berita ini. Beberapa tulisan gue yang dimuat di situs ini:




Respon orang yang sudah baca ternyata positif dan makin bikin gue semangat nulis lagi. Tapi tetep sih ada proses editing dari pihak VIVA sebelum akhirnya tulisan kita dimuat. Dan di proses editing itu kalau gue boleh jujur meskipun gak mempengaruhi cerita tetapi feel-nya jadi sedikit berkurang.

Contohnya di kalimat ini: "Gue terdesak dan hanya bisa menutup mata sambil berharap waktu ini cepat berlalu. Gue sudah pasrah kalau si Gay itu menyerang gue kapan saja"

Kalimat itu memang agak vulgar kalau ditampilkan dan setelah melewati proses editing menjadi "Saya terdesak dan hanya bisa berdoa semoga Tuhan mempercepat waktu ini. Saya hanya bisa pasrah jika pria penyuka sesama jenis itu menghampiri saya"

Makna kalimatnya sih sama aja tapi menurut gue jadi agak sedikit rancu aja sih. Ini kalau dianalogikan seperti kamu bisa bikin Indomie enak tetapi kali ini kamu makan Indomie yang bikinan temen kamu.

Rasanya emang sama kayak Indomie yang biasa kamu buat tapi tetep ada yang beda.. Gitu sih ya menurut gue tapi terlepas dari itu gue tetap acungkan jempol buat editor yang sudah sudi ngedit tulisan gue.

Jadi, kapan kamu mulai menulis?

Rabu, 13 April 2016

Overweight & Overload

Pernah ngalamin yang namanya overweight alias kelebihan berat badan?

Bagaimana rasanya? Apa lutut menjadi linu gara-gara gak kuat nahan perut yang makin membuncit? Atau telinga jadi sakit karena dikomentarin negatif ama orang-orang?

2 bulan belakangan ini, gue lagi bener-bener ngerasa overweight alias kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan ini lebih karena pola makan yang gak teratur. Biasalah kalau lagi semangat cari duit, makan siang pun jadi makan malam dan abis makan lanjut tidur. Wajar kalau perut jadi makin membuncit.

Satu hal yang bikin gue sadar kalau gue lagi kegendutan adalah ketika gue datang ke tempat setting langganan gue. Kebetulan udah sekitar 2 bulan gue gak kesini dan waktu ketemu ama operator setting yang jadi langganan gue si mbak Cindy dia kayak kaget gitu liat gue:

"Ini Sani? Kok mukanya beda ama terakhir kesini? Lebih besar dan pipinya jadi tembem banget?" kata Mbak Cindy kebingungan.

Segitu gendutnya gue kah ampe muka gue bikin pangling? Si Mbak Cindy ini operator langganan gue yang sering gue sogok pake ice cream Magnum biar kerjaan gue diduluin dan kalau dia ampe bingung liat gue artinya emang gak ada beres nih ama gue.

Bukan cuma Mbak Cindy aja, temen bokap yang kebetulan lagi datang ke rumah juga berkomentar yang sama "De, makin gendut aja nih. Calon bos nih"

Dibilang calon bos ya gue aminin tapi kalimat makin gendut itu bikin gue lesu. Puncak dari kegendutan gue adalah gue yang biasanya pake baju size L sekarang naik jadi XXL dan celana gue mulai sempit semua. Bahkan ada baju 2 tahun lalu yang gak pernah gue pake karena kegedean sekarang muat waktu gue pake.

Tidak ada jalan lain kecuali gue harus mulai diet total.

Dalam ingetan gue, gue sempat 2x mengalami masa obesitas yaitu waktu gue kelas 5 SD dan 1 SMP. Dulu, gue punya kecengan waktu kelas 1 SMP namanya Lia dan saat itu gue emang bener-bener tertarik banget ama dia. Kita sering pulang seangkot berdua karena kebetulan kita 1 arah pulang.

Dari temennya gue dapet info kalau dia gak suka cowok gendut karena suatu alasan. Ngedenger temennya ngomong kayak gitu, gue langsung mati-matian nurunin berat badan.

Gue yang tiap Pagi dianter ama bokap menolak buat dianter lagi. Gue lebih milih naik sepeda buat membakar lemak. Gue yang biasa jajan nasi kuning di sekolah tiap istirahat memutuskan buat gak pernah jajan lagi.

"De mama mau beli lele. Kamu mau gak?" kata Nyokap suatu hari

"Gak mau, aku gak makan malam". Demi kamu Lia, ampe lele crispy favorit gue pun gue lewatin,

Yakin deh Nyokap gue pasti bingung saat itu. Gue yang paling doyan makan lele, tumben-tumbenan nolak pas ditawarin lele. Biar lele gue lewatin yang penting Lia gak gue lewatkan, pikir gue saat itu.

Setelah beberapa Minggu kemudian, berat badan gue turun dratis, Gue jadi mengecil, pipi mulai kempes dan perut gue nyaris rata. Setelah liburan kenaikkan kelas dan gue ketemu Lia lagi setelah 1 bulan libur, reaksi dia adalah "Sani kok kurus gini? Kamu jadi jelek loh kalau kurus gini"

Anj*********************************

Dan cara yang sama ketika gue SMP itu akhirnya gue pakai kembali agar berat badan gue kembali normal. Beberapa temen gue pake cara extreme supaya kurus, misalnya gak makan seharian atau yang pernah gue liat ada yang nanem sejenis paku di deket telinga tujuannya untuk menghilangkan nafsu makan. Ngeri!

Gak perlu sih menurut gue pake cara-cara yang menyiksa tubuh. Tips dari gue, setiap pagi saat bangun minum air putih minimal 2 gelas. Abis minum olah raga ringan (kalau gue biasanya fitness santai).

Jam 10 Pagi makan buah-buahan dianjurkan pisang karena mengenyangkan. Siang hari saat makan siang baru makan berat. Tapi nasinya gak usah banyak-banyak, lauknya boleh banyak (dianjurkan sayur-sayuran).

Terus sejak mulai makan siang ampe Malam jangan makan lagi. Kalau laper ya makan pisang secukupnya dan gue tambahin dengan olah raga Malam seperti sepeda, renang (biar gue gak jago amat), futsal atau kadang basket.

Lakukan secara teratur dan yep setelah 3 Minggu berat badan gue turun 7 Kg. Masih belum normal sih butuh turun beberapa Kg lagi dan buat ngetest apakah diet gue berhasil atau tidak adalah dengan gue dateng ke Mbak Cindy lagi.

"Wah Sani, udah kurus lagi ya sekarang" kata Mbak Cindy ketika ngeliat gue.

"Jadi ganteng lagi kayak dulu gak?" goda gue

"Gak juga sih"

--__--

Over gue yang lain di Minggu ini adalah gue mengalami yang namanya Overload. Minggu ini pengiriman barang dari Clobberin Store bener-bener Overload. Jujur gue bener-bener keteteran karena gue kerjain sendiri semua dan wow luar biasa capek.

Rekor gue terjadi di hari Rabu kemarin, total ongkos kirim yang harus gue bayar mencapai 1,4 juta di hari itu.Biar ongkir ditanggung pembeli tapi tetep nyesek juga sih ngeliat angka 1,4 juta cuma buat ongkir doang.

"Lagi banyak orderan nih Kak Sani" kata Mbak Rani, operator JNE yang jadi langganan gue ngirim.

"Iya nih Mbak Rani. Itu mintain diskon dong ke bos, lumayan kan kalau dikasih potongan 10%" bujuk rayu gue.

"Bentar aku ke atas dulu. Tanyain ke bos, siapa tau dikasih"

Setelah menunggu 10 menit dan karena gue juga langganan di agen ini, gue dapet diskon 10% dari total biaya pengiriman. Buat ucapan terima kasih gue traktir Mbak Rani paket KFC buat doi makan malam.

Jam sudah menunjukkan jam 10 Malam, jalanan sudah mulai sepi. Gue angkat tangan gue tinggi-tinggi, ada rasa capek yang sangat, ada kelelahan yang mendera tapi ada juga rasa bersyukur yang besar untuk semua berkat ini.

Rabu, 09 Maret 2016

Hati Hati Penipuan Buku Voucher

Pernah gak kamu lagi diem di jalan atau di Mall terus tiba-tiba dideketin cewek cakep yang ngomong "Kak, maaf. Boleh minta waktunya? 1 Menit aja"

Kalau kamu bilang boleh, bisa jadi 1 menit itu akan menjadi waktu yang panjang buat kamu.

Kalau gue gak salah hitung, sudah hampir 10x gue dideketin cewek cakep sambil nanya pertanyaan yang sama. Saat pertama kali gue dihampirin, yang ada di pikiran gue ada 3 kemungkinan. Kenapa ini cewek cakep ngedeketin gue.

Kemungkinan pertama, dia lagi cari artis baru buat diorbitin terus dia lihat kalau gue punya tampang yang lumayan oke buat diorbitin buat main di Anak Jalanan atau Ganteng Ganteng Serigala Reborn. Uhuk

Kemungkinan kedua, dia emang mau kenal lebih deket ama gue. Aih

Dan kemungkinan terakhir, dia adalah sales yang mau nawarin gue produk. Untuk kemungkinan pertama dan kemungkinan kedua sih udah gue coret secara gue gak ganteng dan gak mungkin juga gue ditawarin casting.

Jadi gue udah sangat yakin ini cewek cakep pasti mau nawarin sesuatu produk dan ujungnya sih gue bakalan ngeles "Aduh Mbak maaf, gak bawa uang" atau "Aduh Mbak, uangnya buat bayar kost"

Perkiraan gue gak sepenuhnya salah sih. Mereka bukan nawarin produk tapi nawarin buku potongan voucher diskon. Dan luar biasanya mereka selalu bawa-bawa nama Yayasan Sosial seperti Yayasan Anak Indonesia, Yayasan Anyo Indonesia, Yayasan Lupus Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia, Sahabat Veteran, Kick Andy Foundation, dll.

Mulia banget menurut gue. Jarang banget ada cewek (yang ngakunya mahasiswi) muterin Mall tanpa dibayar sambil nawarin buku voucher. Buku voucher tersebut dibandrol 100rb dan mereka yang mengatas namakan Yayasan pasti ngomong "UANG 100rb INI SELURUHNYA AKAN KAMI SUMBANGKAN KE YAYASAN xxx. TERIMA KASIH BANYAK KAK SUDAH MEMBANTU"

Dijamin pahala lu besar di surga, gak ada yang salah sih tapi kalau dilihat-lihat lagi ternyata emang gak ada beres dan kalau ditilik lebih jauh lagi ternyata banyak orang yang ngeluh karena hal ini.

Ternyata uang 100rb yang kita sumbangkan itu gak semuanya buat Yayasan yang dimaksud. Sumbangan yang diberikan ternyata hanya 10rb saja dan kalau kamu jeli tulisan 10rb itu ditulis seminimalis mungkin di buku voucher (nyaris gak terlihat).

Jadi secara gak langsung, 90rb kita pake buat beli voucher-voucher itu. WTF!

Sudah banyak yang tertipu dan emang rasanya nyesek banget gak sih. Niat nyumbang 100rb malah cuma disumbang 10rb.

Pernah 1 kejadian gue lagi ama temen lagi makan siang di Mall PVJ. Lagi asyik-asyiknya menyantap steak (dapet voucher dari KG) gue didatengin 2 cewek cakep yang langsung nyerocos soal Yayasan Kanker dan mereka ngakunya dari Yayasan yang sedang cari dana.

"Ayo dong Kak, bantu untuk amal. Masak kakak bisa makan di Mall tapi buat nyumbang aja gak bisa?"

WOY, GUE JUGA MAKAN DISINI GARA-GARA DAPET VOUCHER KALAU GAK DAPET VOUCHER JUGA GUE BIASA MAKAN DI WARUNG PECEL LELE!" jerit gue dalam hati.

"Aduh saya tertarik sih tapi maaf nih lagi gak bawa uang. Lain kali aja" kata temen gue

"Kalau kakak gak bawa uang cash, bisa kok transfer. Saya anterin kakak ke ATM di bawah atau kalau gak pake E-banking aja gimana?"

Gilak bener. Maksanya gak nahan. Ini kalau dalam relationship, cewek ini masuk kategori tukang morotin cowoknya.

"Kalau transfer, transfernya ke rekening Yayasan atau ke rekening pribadi?" gue mancing

"Ke rekening saya kak setelah itu akan saya teruskan dananya ke yayasan"

MANA GUE PERCAYA TONG! Namanya nyumbang via transfer ya ke rekening yayasan agar bisa diaudit. Kalau gue transfer ke lu terus dibawa kabur, gimana?

"Saya gak mau kalau transfernya ke rekening pribadi. Kalau transfernya ke rekening Yayasan, saya mau sekarang transfer pake E-banking"

"Tapi saya gak dikasih rekening yayasan ama senior saya kak"

"Ya udah saya tungguin. Kamu sekarang sms atau chat senior kamu"

"Oh ya udah deh kak kalau gitu. Mungkin lain kali, maaf mengganggu" dia langsung ngeloyor pergi.

Aslinya gue itu orangnya gak enakkan apalagi ke cewek tapi gara-gara kadung kesel juga sering digangguin ya gue debat aja si cewek.

Karena sudah berpengalaman, indra Spider-Man gue udah mulai bertambah buat mengantisipasi hal-hal kayak gini. Kalau gue lagi jalan sendiri terus ada yang seolah ngehampirin gue, gue langsung percepat langkah kaki.

Kalau lagi di Mall terus ada yang cegat gue sambil minta waktu, gue bakalan akting nunjuk jam sambil bilang sorry, buru-buru.

Kalau gue lagi duduk di Mall balesin chat orang terus ada orang yang tiba-tiba duduk di sebelah gue dan mulai cerita aneh-aneh gue langsung pura-pura angkat telpon sambil berlalu ninggalin orang itu.

Hal-hal seperti itu juga harus diwaspadai sih, gue sering banget nemu Ibu-Ibu curcol bilang gak punya uang terus mau pulang hari ini. Pokoknya kalau ada Ibu-Ibu gak dikenal terus mulai deketin kamu dan kalimat pertama yang keluar dari mulut dia adalah "Ibu mau pulang tapi....." langsung aja tinggalin, jangan iba karena itu biasanya nipu. Ngakunya mau pulang kok tiap hari ada terus malakkin orang

Kembali lagi ke soal buku voucher itu. Hari Minggu kemarin gue dapet jackpot lagi. Lagi duduk di McD nunggu pesenan McBurger buat Nyokap gue, tiba-tiba ada cewek sipit yang ngehampirin sambil ngomong kalimat sakti "Kak, boleh minta waktunya 1 menit atau 30 detik aja?"

Gak mungkin sih 30 detik, gue kencing aja lebih lama dari itu -_-

Gue sudah mencoba untuk menolak dan bilang kalau gue buru-buru tapi si cewek sipit itu (gak rasis ya karena gue juga sipit) maksa buat ngomong ama gue. Gue sih udah tau ini pasti mau nawarin buku voucher lagi.

Dan seperti dugaan gue, dia langsung ngaku Mahasiswi dari Jakarta (gayanya emang stylish kayak mahasiswi) mewakili yayasan x sedang dalam pencarian dana. Duh, kalau posisinya gue sendiri gini jujur sedikit susah buat gue nolaknya. Gak tega nolak cewek cakep :(

Coba kalau di samping ada Nyokap gue, yakin deh itu si cewek sipit pasti langsung diceramahin ama Nyokap gue "Mbak ini gimana kok maksa sih. Kalau saya gak megang uang masak disuruh beli. Mbak mau maksa saya kayak gimana juga, saya gak ada uang!"

Mungkin inilah yang dibilang kekuatan seorang Ibu. Hahaha

Dalam waktu 1 menit ini otak gue langsung muter, gimana caranya gue supaya bisa menghindari dari Mbak Sipit ini. Sialnya gue itu sedang dalam posisi nunggu pesanan datang jadi agak susah kalau mau kabur.

Di saat genting itu gue jadi keinget tentang isi buku voucher itu dari temen gue yang pernah kejebak beli. Gue inget ada voucher Restoran Sushi dan Restoran Braga Punya Cerita.

"Wah kamu nawarinnya telat. Hari Minggu kemarin, saya beli 4 buku di Jalan Braga (temen gue belinya emang di Braga). Itu yang isinya ada voucher Braga Punya Cerita kan?" kata gue sok iye

"Ya iya Kak. Wah sayang sekali ya. Mungkin kakak mau beli lagi untuk nambah amalnya?" 

"Saya belinya baru kemaren banget, belum saya pake malah. Next time ya"

Dia seperti yang kecewa dan masih maksa supaya gue beli buku itu. Gue yang dulu dijuluki Raja Voucher (baca postingan blog gue di kurun waktu 20009-2011) kok sekarang disuruh beli voucher. Hancur reputasi gue :) :) :)

Karena gue penasaran akhirnya gue kulik-kulik ke temen gue dan ada beberapa hal yang perlu gue infokan ke kalian supaya kalian gak kejebak:

*) Mereka bukan berasal dari Yayasan apalah itu namanya. Mereka hanya volunteer yang mendapat komisi 25rb per buku. Jadi kalau 1 hari mereka bisa jual 10 buku, dapet deh 250rb. Lumayan
*) Adalah ngarang banget kalau 100rb itu seluruh disumbangkan ke Yayasan karena hanya 10rb saja yang disumbangkan (90rb untuk kamu beli buku voucher yang saya yakin gak bakalan kamu pakai juga).
*) Gak semua voucher bisa dipakai, ini terjadi ke salah satu temen gue yang beli terus mau nukerin di Restoran Braga Punya Cerita dan ditolak dengan alasan yang kalau pihak mereka sudah tidak menjalin kerja sama dengan yang mengeluarkan buku tersebut.
*) Perusahaan yang mengeluarkan buku voucher tersebut adalah PT. G****** Marketing dan kalau disearch di google perusahaan ini ternyata banyak mendapat reaksi negatif. Banyak pula job seeker yang protes karena merasa dibohongi (daftar untuk lowongan kerja apa tapi malah disuruh jualin buku voucher).
*) Selain dapet komisi, makin banyak penjualan buku voucher maka makin banyak pula reward yang bisa didapat (mirip MLM & Sistem Piramida).

Untuk meluruskan gue sih gak bilang kalau perusahaan itu nipu tapi alangkah baiknya kalau para volunteer dibekali pemahaman dan SOP yang bagus dan gak boong. Jangan ngomong kamu dari yayasan si anu terus bilang seluruhnya disumbangkan untuk anak penderita kanker padahal cuma ceban doang yang disumbang.

Coba kalau itu dibalik, kamu punya anak kena kanker terus sumbangan dari orang dipotong buat dipake jajan. Nyesek gak hayo? 

Gue pernah jadi Volunteer buat koran Media Indonesia (2011) dan yang namanya Volunteer emang sama sekali gak dapet komisi, namanya juga suka rela. Kalau ngarepin komisi namanya bukan Volunteer tapi sales atau bahasa kerennya tenaga marketing.

Jujur gue sedikit terganggu kalau lagi diem terus dideketin, diajak ngobrol terus dipaksa beli. Mending kalau dibilang gak terus pergi tapi yang gue alamin maksa mulu sambil neken "Buat amal nih kak", "Masa kk makan di Mall, nyumbang gak bisa?" "Kak, bukunya tinggal 3 lagi, kalau mau dibeli semua juga boleh. Untuk bayi Rizki yang sedang tergolek lemah di rumah sakit Kak"

Makan di Mall bukan berarti gue orang kaya woy. Kalau gue ordernya paket hemat KFC yang isinya sayap ama Nasi doang masih dibilang kaya? Kualat juga bawa-bawa penyakit orang karena itu kesannya malah 'menjual' musibah ya.

Kalau ada masalah publik gini sih gue biasanya nulis surat terbuka (di Kompas atau Pikiran Rakyat). Gue pernah nulis hampir 8x yang isinya komplain gue tentang pelayanan publik (dari pelayanan parkir, tarif parkir yang gak sesuai, voucher gue yang ditolak, gue nyaris baku hantam ama petugas parkir Gramedia, ampe pelayanan kasir McDonalds) dan semuanya merespon dengan sangat baik sampai rumah gue didatangi Managemen dari mereka.

Tapi untuk kali ini gue sengaja tulis di blog biar kalau ada orang yang search bisa langsung baca dan lebih waspada soal buku voucher ini. Mumpung viewers blog gue lumayan banyak.

Saran gue buat kalian yang mau beramal, gak usah jauh-jauh. Lihat aja di sekitar kamu:




Carilah alasan terbaik buat kamu beli barang yang mereka jual. Dibanding kita ngeluarin 100rb untuk hal yang gak pasti mending kita beli barang yang mereka jual meskipun kita gak butuh. Kalau emang mau nyumbang buat Yayasan, cari tau dulu legalitas yayasan tersebut dan jangan pake perantara kalau mau transfer (transfer langsung ke no rekening resmi).

Jika ada pihak-pihak yang berkeberatan dengan tulisan saya ini, silahkan Email saya di Ssani38@yahoo.co.id atau di lotek_enak@yahoo.co.id.

Ciao! Bonjour