Selasa, 16 Februari 2021
"Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?"
Ini adalah pertanyaan yang banyak berseliweran di beranda media sosial gua. Berhubung gua paling males meninggalkan komentar di media sosial jadi gua tidak pernah berkomentar soal ini termasuk hal yang lainnya.
Gua sendiri belum pernah berada di posisi main 2 kaki alias serong. Eits, tahan dulu kalau mau menghujat atau melabeli gua dengan label 'sok suci' atau 'sok setia'.
Gimana mau selingkuh, MODAL-nya aja GAK ADA.
"Gua mah gak usah keliatan sok setia lah Mbu. Kalau ditanya mungkin gak lu selingkuh bilang aja gak mungkin. Gak ada modalnya"
"Hahaha, he eh bener lu" kata si Ambu sambil menikmati pempek di pinggiran Jalan Purnawarman.
"Coba lu bayangin Mbu. Kalau lu mau selingkuh artinya lu harus bisa kasih treatman ke 2 orang kan. Ke pacar lu biar dia gak curiga kalau lu main 2 kaki dan ke selingkuhan lu biar dia terus nempel. Itu kan semua pake MODAL" lanjut gua sambil menggigit pempek kapal selam yang alot ini.
Kembali lagi ke pertanyan di awal "Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?", gua akan mencoba menjawab dengan pengalaman pribadi gua.
................................................................................
Gua memiliki kenalan 1 keluarga yang secara finansial bisa dibilang tajir. Mungkin level tajirnya belum di level Crazy Rich tetapi buat sekedar pergi liburan ke luar negri setiap tahun mah bisa atau gonta ganti mobil mah masih sanggup.
Si Om yang gua kenal orangnya pendiam. Type Bapack rumahan yang memiliki rutinitas berangkat Pagi buat kerja dan pulang Sore. Pulang selalu on time dan bukan type Bapack Nackal yang sebelum pulang mampir dulu ke tempat maksiat seperti pijet++ atau karaoke ++
Kalau boleh menyamakan si Om ini mirip dengan almarhum Papa dan Kakak gua yang selalu pulang on time dan gak suka aneh-aneh bahkan untuk sekedar masuk ke McDonalds seorang diri juga gua yakin gak pernah. Semua gaji langsung masuk ke rekening istri dan si Om sehari-hari cuma bawa duit buat bensin dan makan siang.
Semuanya baik-baik saja sampai si Om pensiun dari pekerjaannya, bau-bau serong mulai tercium dan menjadi konsumsi umum. Si Om dituduh serong dengan seorang janda anak 1 yang kebetulan ngontrak di rumah kosong yang dikontrakan si Om.
Pasti ada yang aneh gak sih. Orang yang biasa di rumah nonton sinetron AZAB di Indosiar mendadak jadi sering keluar rumah dengan beribu alasan dan jadi sering minta duit jajan.
Temen gua si Banu dan Dedi pernah cerita ke gua, waktu mereka masih SMA, mereka sering banget jajan tapi gak bayar, kenakalan remaja di usianya (Iye, gua juga pernah).
Duo KEPARAT ini cerita sambil cekikikan kalau yang jadi korban adalah Ibu penjual nasi kuning di kantin SMA Santa Angela. Mereka memanfaatkan momen ramainya orang yang jajan.
"Bu uangnya sudah tadi" kata si Banu
"Bu uangnya udah tapi kembaliannya belum" kata si Dedi
Awalnya aman tapi makin kesini entah si Ibu kantin sewa Intel, pas Banu ngacir sambil bawa nasi kuning tabur kacang, si Ibu Kantin teriak:
"Eh itu kamu uangnya belum bayar"
Mantap maneh Ban. KETEWAK juga, wkwkwkwkwk
Dari kisah Banu & Dedi ini kita bisa belajar, sehebat apapun kita menyembunyikan dosa pasti nanti akan terkuak juga, entah bagaimana pun caranya.
Dan inilah yang terjadi ke si Om. Setelah berhasil menyembunyikan 'bangkai' untuk beberapa saat, bau busuk itu akhirnya tercium juga gegara SMS si Om dan selingkuhan terbaca oleh anak dan istri.
Begitu terbongkar, pecahlah keributan. Si Tante janda langsung diusir Malam itu juga oleh istri dan anak si Om. Duit kontrakan semua dikembalikan dan HP butut si Om yang menjadi saksi bisu perselingkuhan dihancurkan oleh anak si Om dan nomornya dipatahkan.
"Cantik dan montok loh selingkuhan si Om ***!" kata salah seorang teman yang pernah bertemu langsung dengan si Tante janda. Dalam bayangan gua si Tante janda itu mungkin type Tante MILF yang menjadi imajinasi liar anak remaja.
Tapi begitu gua lihat fotonya, WADIDAW. Bener sih MONTOK tapi apalah arti MONTOK kalau rupa tidak mendukung. Di foto yang gua lihat, si Tante sedang berdiri bersama anaknya, dia menggunakan kaos KW Grade Super bertuliskan 'GUESS'.
Entah si Om KESIREP apa sampai bisa selingkuh dengan Tante GUESS soalnya dia gak secantik seperti dugaan gua. Type emak-emak lah yang kalau nawar sadis.
Sempat mereda sampai saat, kehebohan kembali menyeruak ke permukaan karena si Om memutuskan kabur dari rumah. Dia kabur sambil membawa pergi duit pesangon dengan nominal besar hingga 400-500jt.
Dia kabur kemana coba? Ya kemana lagi sih kalau bukan ke si Tante GUESS. Jadi entah bagaimana caranya, meskipun si Om sudah di-lockdown alias dijaga dengan ketat, dia masih bisa berhubungan dengan Tante GUESS. Sepertinya si Om memanfaatkan celah dimana istrinya setiap hari kerja dan baru pulang Sore sedangkan anaknya sudah pisah rumah.
"Tenang Ce. Si Om kan bawa duit 400jt? Palingan 2 tahun lagi balik karena duitnya habis" kata gua ketika lagi ngobrol dengan Cece, anak si Om.
Duit mau sebesar apapun kalau dipakainya buat kebutuhan konsumtif pasti bakalan habis. Beda kalau uangnya diputerin buat dagang jadi duitnya muter dan sepengetahuan gua, si Om sama sekali gak punya riwayat berdagang. Cepat atau lambat itu duit pasti bakalan HABIS.
Gua mencoba mengambil ilustrasi begini:
"Cayang, kayaknya kalau kita punya mobil kayaknya seru deh. Biar bisa jalan-jalan ke Pasar Baru beli baju merk GUESS KW karena aku suka banget" kata si Tante Guess ke si Om
"Cayang, aku pengen deh kita pindah kontrakan ke tempat yang lebih besar, yang ada kolam pancingnya jadi kalau pengen mancing tinggal mancing di rumah"
"Cayang, itu tetangga sebelah baru beli kalung penangkal penyakit yang ada batu GIOK-nya. Aku kok kayak kepengen ya"
"Cayang aku pengen beli alat pengencang payudara ih soalnya punyaku kendor"
Gua sangat yakin si Om bakalan mengabulkan semua permintaan si Tante GUESS karena si Om DAPAT apa yang dia mau apalagi kalau bukan kebutuhan biologis alias SEX.
2 tahun berjalan, sesuai prediksi gua tetiba ada berita baru. Tanpa inget dosa dan malu si Om pulang ke rumah dan ngomong kalau dia pengen semuanya seperti biasa lagi.
Lah si Om. Enak bener. Giliran megang duit dipake foya-foya sekarang duit habis pulang tanpa dosa dan seolah TIDAK terjadi apa-apa.
Si Om kurang memahami psikologi wanita nih. Mungkin si Tante dan si Cece memaafkan tapi mereka pasti TIDAK akan bisa melupakan. Intinya, sangat tidak mungkin semua akan kembali seperti sedia kala lagi karena sakit hati mereka sudah terlalu besar. Ya bayangin ajalah, lu ditinggal selingkuh terus gak ada kabar tetiba balik dan ingin semuanya seperti sedia kala.
Seperti dugaan gua, si Om DITOLAK buat pulang. Dia tidak diperbolehkan masuk dan setelah lama tertahan, dia menyerah dan meminta harta dia yang masih tersisa.
Ternyata si Om meminta perhiasan dia yang masih dipegang si Tante berupa kalung dan cincin kalau dijual bisalah menghasilkan 10jt. Semua perhiasan lantas diserahkan sambil diultimatum kalau semua harta dia sudah dia ambil.
.................................................................................
1 bulan kemudian, si Om kembali datang dengan muka memelas sambil membawa tas besar berisi pakaian dia. Dia memohon supaya bisa kembali lagi dan ketika ditanya kemana duit hasil jual kalung dan cincin, si Om bilang uangnya dipakai untuk membantu biaya pengobatan Ibunya.
Ketika ditanyakan ke saudaranya ternyata si Om ketahuan berbohong karena dia tidak pernah membantu sepeser pun! Lantas kemana uangnya? Ya jelaslah, duitnya pasti dipakai buat si Tante GUESS!
Gila gak sih, disaat duit udah kritis dan udah habis-habisan, si Om masih bisa-bisanya merendahkan diri hanya untuk memuaskan selingkuhannya. Si Cece meyakini si Om pulang sebenarnya hanya cara untuk 'morotin' duit si Cece termasuk mengejar sertifikat rumah yang dikontrakan supaya bisa dia jual.
Jadi kalau ada yang bertanya ke gua "Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?", gua bisa jawab 'sangat mungkin' kalau melihat kisah si Om dan selingkuhannya. Entah sudah berapa rupiah yang dia habiskan termasuk kebahagiaan istri dan anaknya hanya untuk selingkuhannya.
Kalau si Om gak aneh-aneh ya, dia harusnya sudah menikmati masa pensiunnya dengan enak di rumah. Makan bakso urat jumbo sambil nonton sinetron AZAB di Indosiar dan pergi liburan ke Eropa or Jepang TAPI karena si Om sudah terjatuh dalam perselingkuhan ya pasti dia bakalan susah buat lepas.
Si Om kini hidup terlunta-lunta dengan menumpang hidup di rumah salah satu saudaranya. Meskipun masih kecewa dan marah besar, si Cece yang gua tahu masih rutin mengirim makanan dan uang buat si Om lewat saudaranya.
.....................................................................
"Sayang, kamu mungkin selingkuh gak?" tanya pasangan beberapa waktu yang lalu
"Enggak cayang, gak ada modalnya juga"
"Jadi kalau ada modalnya, selingkuh dong"
Ehm...Ehm.....
Minggu, 07 Februari 2021
Salah satu kegiatan rutin yang biasa gua lakukan di awal tahun adalah tuker kado di Gereja. Untuk harga kado biasanya minimal 25rb dan diusahakan bukan makanan agar bisa disimpan dan dipakai.
Jangan membayangkan kadonya mirip artis sosialitas seperti Tas Hermes atau dompet Louis Vuitton. Untuk sekedar membayangkan pun mendingan jangan deh. Berat, kamu gak bakalan kuat biar aku saja.
Beberapa tahun lalu gua pernah dapat jackpot dapat hadiah KESET KAKI merk Alfamart. Ini keji bener yang ngasih, kenapa dari banyak barang di Alfamart harus KESET KAKI sih?
Sumpah deh, gua lebih ikhlas dapat KWACI merk Cap Gajah ketimbang KESET KAKI. Tahun depannya lebih miris. Diumumkan kalau minimal harga barang adalah 25rb dan gua dapat kado isinya duit 25rb pas.
SERIUS. Gua dapat amplop dalam dus isinya duit 25rb. Iya emang kita disuruh kasih barang minimal 25rb tapi gak duit NO BAN GO juga yang dikasih cuy!
Gua pernah mengusulkan kalau kita ganti konsep tuker kado. Jadi konsep yang gua usulkan adalah konsep kocok nama. Jadi masing-masing dari kita ambil secarik nama secara random. Kalau misalkan gua dapat nama 'Ben' artinya gua beliin hadiah buat si Ben. Menurut gua ini lebih efektif karena kita bisa lebih tepat sasaran.
Misalnya si Ben suka ngopi, gua jadi bisa beliin Nestcafe serenceng. Tetapi gak tau kenapa, cara ini lagi-lagi kurang efektif. Ada salah satu teman yang dapat nama gua dan sedikit banyak dia pasti tahu-lah kesukaan gua.
Eh gua malah dikasih BONEKA MARIO BROSS. Yang bener aja lah, masak iya gua dikasih BONEKA MARIO BROSS sih? Kalau gua dikasih TAMIYA gua masih terima, kenapa harus BONEKA sih?
.........................................................................
Belajar dari pengalaman gua itu, setiap tahunnya gua gak mau terlalu berekspektasi soal hadiah yang gua terima. Gua pun gak mau ngoyo cari kado, biasanya gua cari barang yang ada di rumah gua yang masih baru dan layak.
Nemu tumbler ya gua kasih tumbler. Nemu buku rohani ya gua kasih buku rohani biar yang baca makin dapat siraman rohani, hahaha
Di tahun 2021 ini, gua bungkus buku dan kaset rohani masih segel. Terberkatilah siapapun yang mendapatkan ini buku dan kaset rohani dari gua.
Tuker kado pun dimulai. Kado mulai diputar sambil diiringi sebuah lagu. Gua memilih untuk kalem, santai aja. Kalau dapat yang gak sesuai keinginan ya santai aja terus kalau dapat kado yang bagus ya anggap rejeki.
Setelah berulang beberapa kali, gua dapat sebuah kado yang bentuknya menyerupai kaos. Ya mayanlah dapat kaos buat kaos tidur
Gua buka dengan santai, bentuknya lipatan berwarna ungu. Ini apaan ya, gua tilik tilik kok bentuknya kayak handuk bukan kaos.
Kalau isi hadiahnya handuk, gua masih bersyukur banget deh. Mayanlah handuk buat 'itu' di WC maksudnya buat lap badan setelah mandi.
Tapi kok kayak bukan handuk ya soalnya ada pegangannya. Benda menyerupai kain itu dibungkus kertas plastik bening.
Gua buka dengan perlahan dan benda itu mulai menampakkan rupanya. Warnanya pink terang genjreng dan isinya adalah TAS BELANJAAN dengan tulisan 'SELAMATKAN BUMI, KURANGI PENGGUNAAN TAS KRESEX' eh KRESEK maksudnya.
Di saat yang lain dapat tumbler, alat bikin kopi, sampai yang gua liat paling bagus dapat power bank eh gua malah dapat TAS BELANJA KE PASAR buat selamatkan lingkungan lah.
Tas pink dengan logo Eco Friendly itu gua genggam. Gua menunjukkan wajah senang padahal hati ingin menjerit.
"Gimana puas dengan hadiah yang diterima?"
"Puas banget!" gua menjawab paling lantang dan keras.
Minggu, 31 Januari 2021
Waktu gua masih remaja dulu, tiap Malam Minggu hobby gua adalah berkeliling Bandung bareng temen gua di GS Squad (Geng Sani Squad). Geng yang ditakuti se-Bandung karena kebengisan membernya, wkwkwkw.
Salah satu tempat makan yang paling gua suka adalah steak tepung di Waroeng Steak di Jalan Lombok. Entah kenapa, buat gua steak tepung WS adalah makanan terenak saat itu. Harganya ampun murah banget. 6.500 + 500 perak Aqua jadi totalnya 7.000 sudah kenyang. Kalau mau yang Double Steak, nambah 3.000 jadi 9.000 sudah dapat steak tepung 2 pcs.
Bertahun-tahun lamanya gua demen banget makan di WS sampai ada suatu kejadian kalau steak WS tidak seenak seperti yang gua bayangkan. Jadi ceritanya waktu gua masih kelas 2 SMA, gua lagi pergi bareng gebetan gua waktu itu. Habis nonton, gua nanya
"Mau makan dimana nih?"
"Hm, bingung. Kamu biasa makan dimana bareng teman kamu?"
Wah dilema nih. Kalau gua bilang suka makan di Waroeng Steak nanti gua dikira 'cowok pas-pasan' doyannya makan steak KW alias steak tepung tapi aslinya gua emang pas-pasin sih, wkwkwkwk. Gua lantas berkelit gini:
"Kata temen aku si Dedi, itu loh yang gemuk itu,katanya Steak di WS (Waroeng Steak) enak ya? tanya gua menumbalkan si Dedi,
"Gua sih belum pernah makan disana tapi kata temen-temen aku enak tuh" lanjut gua.
"WS tuh steak yang tepung itu? Ah gak suka aku. Pernah 1x makan kesana gak kemakan, banyakan tepung dibanding dagingnya"
"Oh ya? Baru tahu aku. Ternyata GAK ENAK ya? Itu temen saya lidahnya gak beres ya?" lanjut gua sok polos padahal gua adalah Ketua komunitas pecinta Steak Tepung ala Waroeng Steak.
.................................................................................
Tetapi seiring berjalannya waktu, gua malah sudah gak pernah makan di WS lagi. Seinget gua, gua terakhir kali makan di tahun 2011! Artinya sudah hampir 10 tahun yang lalu gua gak pernah makan WS lagi. Kenapa gua gak pernah makan WS lagi? Jawabannya adalah karena gua menemukan banyak tempat makan enak dan harganya sangat bersahabat. Karena banyak tempat makan enak favorit gua, maka gua akan membagi tulisan gua jadi 2 bagian yes!
1. Road Cafe
Punya uang pas 28rb terus pengen makan steak daging asli bukan tepung? Maka Road Cafe adalah jawabannya. Letaknya ada di depan Taman Robot Jalan Cibeunying persis dan baru buka jam 4 Sore. Jangan kaget kalau pertama kali datang dan lihat nama menunya aneh-aneh tapi gua jamin enak semua. Makan disini dapat pula teh manis jadi dengan duit pas 28rb kalian sudah bisa menyantap steak daging di Road Cafe.
2. Ayam Goreng SPG
Duit tinggal 15rb dan pengen makan yang bisa menjamin perut kenyang dan rasa lumayan enak. Mampir ke Warung Ayam Goreng SPG yang banyak bertebaran di daerah Bandung. Pusatnya di Balong Gede tetapi gua merekomendasikan buat makan di Ayam SPG cabang kampus karena harganya lebih murah ketimbang di pusat. Dengan uang 15rb, kalian sudah bisa dapat nasi sepuasnya, lalapan sepuasnya, teh sepuasnya dan ayam serundeng berukuran besar. Serundengnya juga bebas ambil loh. Pokoknya 15rb dijamin kenyang!
3. Warung Nasi Bu Eha
Ini adalah warung nasi legendaris yang sudah ada sejak tahun 1949. Bu Eha pemilik warung nasi ini konon sudah memasak sejak tahun 1949 dan warung nasi ini menjadi favorit keluarga Presiden Soekarno. Letaknya ada di dalam Pasar Cihapit dan kalau kalian ingin makan disini, kalian harus masuk kedalam Pasar Cihapit dan cari di pojokan kanan. Rasanya enak semua, gua rekomendasikan untuk mencicipi perkedel, ayam goreng dan pepes jamur. Enak!
4. Seafood Kanayakan
Di list gua ada 3 tempat makan Seafood murah dan enak yaitu Seafood Mas Gondrong di Jalan Klenteng, Seafood Lautan Merah di Cikapayang dan Seafood Kanayakan di Jalan Kanayakan Dago. Dari 3 tempat itu, gua paling merekomendasikan Seafood Kanayakan. Disini harganya murah semua, dibawah 20rb dan porsinya banyak! Gua agak kesulitan untuk merekomendasikan mana menu yang enak karena semuanya enak. Tempat ini adalah satu tempat favorit calon istri.
5. Toko Kue Sidodadi
Lupakan sejenak Bread Talk atau Bread Point karena ada Toko Kue legendaris yang letaknya di Jalan Otista. Nama Toko Kuenya adalah Toko Kue Sidodi. Toko Kue ini sudah lama ada dan hebatnya masih terjaga cita rasanya termasuk bungkus kuenya yang masih sama seperti dahulu. Gua merekomendasikan buat mencoba kue isi bakso dan coklat. Harganya di kisaran 4-15rb dan belum juga buka, antrian sudah mengular di depan toko.
6. Nasi Goreng Mawut Solo
Ada 1 tempat maka nasi goreng mawut yang menurut gua enak. Namanya 'Nasi Goreng Mawut Solo' di Jalan Tamasari. Porsinya luar biasa banyak dan toping melimpah, pokoknya gak akan GAK kenyang kalau makan disini. Yang jadi andalan Nasi Mawut Seafood dengan toping udang & cumi melimpah. Untuk harga aman banget, 20rb kenyang buat makan disini
7. Bakso Cuanki Serayu
Bakso Cuanki paling legend di Bandung, letaknya ada di Jalan Serayu dan punya cabang di Jalan Mangga. Kalau datang di hari libur atau pas jam makan siang wah dijamin deh bakalan susah buat dapat tempat duduk. Sediakan uang 17rb untuk mendapatkan 1 mangkok bakso cuanki yang berisi pangsit rebus, pangsit goreng, tahu aci, bakso goreng dan bakso utuh. Oh ya Bakso Cuanki tidak menggunakan mie dan itu yang membedakan dengan Bakso Malang selain rasa kuahnya yang berbeda. Ini adalah tempat makan favorit temen gua si Banu dan gua sendiri tahu tempat ini dari dia. Kalau belum kenyang, kalian juga bisa mencicipi batagor dengan bumbu kacang, itu juga enak!
8. Nasi Kuning Sumur
Dari banyak tempat nasi kuning enak di Bandung, gua memilih nasi kuning Sumur sebagai pilihan utama. Toping yang wajib dicoba adalah telur daging cincang yang rasanya jarang ditemukan di gerobak nasi kuning lain. Ini adalah tempat makanan favorit gua setiap gua beres berenang dari Sabuga bareng temen gua yang lain. Bukanya dari jam 6 sampai 10 Pagi dan letaknya persis depan Tune Hotel. Untuk harga gak perlu panik karena kisaran 15-20rb.
9. Iga Bakar Si Jangkung
Pengen makan Ribs tapi duit mepet? Maka Iga Bakar si Jangkung adalah jawabannya. Letaknya bersebelahan dengan Masjid Cipaganti di Jalan Cipaganti. Ribs disini disajikan tidak dengan tulang dan rasanya manis begitu gurih diatas hot plate. Teksturnya lembut dan mudah digigit jadi orang tua pun aman buat makan disini. Harganya tidak terlalu mahal, sediakan uang 35rb maka kalian sudah bisa mendapatkan iga bakar legendaris ini.
10. Ayam Goreng Pak Nanang
Di Lembang, banyak tempat yang menjual ayam goreng dan ayam bakar. Di tengah banyaknya warung ayam goreng di Lembang, ada 1 yang enak yaitu Ayam Goreng Pak Nanang. Letaknya depan Kantor Pos Lembang, persis di belokan. Tempatnya kecil tapi selalu ramai, gua merekomendasikan ayam goreng dan usus gorengnya. Saking enaknya Chelsea Olivia & Glen Alinskie pernah menjual keripik 'Rasa Lokal' dengan rasa Ayam Goreng Pak Nanang.
Rabu, 13 Januari 2021
Minggu, 03 Januari 2021
Di libur Natal dan tahun baru ini, gua sudah memiliki beberapa plan. Rencana awal gua adalah gua mau menyusun lego yang baru gua beli, membaca buku dan komik yang sudah lama menumpuk dan melanjutkan menonton serial Better Call Saul yang lama tertunda.
Kebetulan saat itu, pasangan (baca: calon istri) sudah janjian bareng Maria Vania buat liburan bareng di Dusun Bambu. Si Maria dapat endorse buat menginap 3 hari 2 malam dan dia ngajak Deb buat liburan bareng.
Gua juga awalnya diajak tapi gua tolak halus karena ini kan liburan keluarga jadi rasanya awkward kalau gua ikutan join.
Dusun Bambu ternyata sudah berganti konsep. Dari yang harga tiket masuknya sebesar 30rb kini melonjak menjadi 150rb. Kalau dulu belum ada Villa sekarang sudah dibangun sekitar 6 Villa dengan konsep menyatu dengan alam.
....................................................................
Tetapi rencana gua terpaksa berubah sedikit karena Debi ternyata ada urusan di Pagi hari jadi dia tidak bisa ikut dalam rombongan mobil Maria. Jadinya gua yang antar dia ke Dusun Bambu.
Jarak Dusun Bambu memang cukup jauh karena letaknya di ujung kota Cimahi, patokannya dekat Curug Cimahi yang terkenal itu.
Jam 2 Siang di tengah cuaca yang mendung kita berangkat menuju Dusun Bambu. Kalau biasanya kita lewat arah Terminal Ledeng, untuk kali ini kita menjajal jalan lewat Kolonel Masturi. Ternyata itu bukan merupakan keputusan yang tepat karena jalan jadi terasa lebih jauh dari sebelumnya.
Hampir 1 jam di jalan akhirnya kita sampai juga ke Dusun Bambu. Masuk gratis dengan kata kunci "Temannya Maria Vania" dan kita langsung diantar menggunakan boogie car menuju saung tempat Maria dan keluarga sedang bersantap siang.
Untuk pelayanan gua acungin jempol. Service-nya sangat memuaskan, pokoknya betah deh.
Sesampainya di saung tempat Maria sedang bersantap, gua memperkenalkan diri ke orang tua dan kakak ipar Maria yang kebetulan ikut.
Makanan yang tersedia di atas meja luar biasa banyak dan enak-enak. Harganya mayan banget, di atas 100k untuk 1 porsi, mantap. Gua dan Debi dipersilahkan makan sambil melihat danau buatan yang keren. Suasananya cozy banget, nyaris deh gua ketiduran saking enaknya.
Setelah beres makan, Maria kemudian diajak untuk mengambil gambar di atas danau buatan naik sampan. Untuk promosi Dusun Bambu di media sosial milik Maria yang sudah memiliki 3jt followers itu.
Kita mendapat 2 sampan. 1 sampan diisi oleh Maria sekeluarga dan 1 sampan lagi diisi oleh gua dan Debi. Ada ketakutan sampan akan terbalik mengingat ini sampan bawa muatan besar dalam diri gua, wkwkwk.
Sampan Maria didayunh oleh crew dari Dusun Bambu sedangkan sampan yang ditempati gua dan Debi dikayuh oleh gua si pengayuh profesional.
Gua yang belum pernah berpengalaman sebelumnya mendayung sampan mengalami kesulitan luar biasa. Kalau gua nonton di Discovery Channel kok berasa gampang ya. Dayung dikit langsung melaju. Ada buaya depan sampan langsung diketok pake dayung dan buayanya kabur.
Lah gua, sudah didayung setengah mampus sampai otot tangan kram tapi gak maju-maju ini sampan. Giliran maju kok arahnya gak beraturan, mau belok kanan malah lurus. Giliran diarahin ke kiri malah lurus ke kanan.
Susah Nying
Setelah 10 menit mendayung, gua pun menepi. Pelajaran dari 10 menit mendayung ini adalah gua sepertinya tidak memiliki bakat menjadi pendayung yang handal.
Maria sendiri masih di atas sampan karena dia harus buat konten promosi Dusun Bambu. Kalau kalian liat di IG Maria ada foto sensual Maria sedang berada di atas sampan, foto itu diambil di danau buatan yang gua tulis tadi.
Satu hal yang gua rasakan ketika sedang berlibur bersama artis terkenal adalah banyak orang yang memandang. Dari yang memandang mutlak, melirik sampai mengajak buat berfoto bareng. Apalagi Maria ini punya image sexy dengan busana yang sedikit terbuka jadi tiap ada lelaki yang lewat pasti aja matanya, ehem, NACKAL, hihi.
Gegara ini juga gua banyak dapat DM nakal dari temen-temen gua yang haus akan kasih sayang dan belaian kasih sayang dari lawan jenis.
"F*CK" DM si Ambu begitu liat story gua bareng Maria
"Anjing, gak ngajak-ngajak" DM si Panji Respati
"Besar dan Padat" DM si Banu cabul
"Ngaceng ya lu"
Kalau boleh jujur, gua malah ngerasanya malah biasa aja secara gua kenal Maria sudah lama, sejak masih duduk di bangku SMA, dimana dia sering nebeng gua balik. Pernah gua ceritain, rumah dia di daerah Maleber sedangkan gua di Cicadas, ujung ke ujung tapi berhubung Maria cantik jadi gak apa-apa deh anter jauh juga.
Beda kasus kalau itu si Banu yang minta diantar. Iya gua anter kok tapi gak akan anter sampai ke rumah tapi anter ke pintu angkot terdekat.
Nah karena faktor kenal sudah lama itu, gua jadi merasa biasa aja dekat dengan perempuan yang dibilang sebagai 'wanita pemersatu bangsa' dengan followers Instagram hampir 3jt itu.
....................................................................
Selama Maria membuat konten, gua lebih banyak ngobrol dengan orang tua Maria. Mereka bercerita banyak soal pengalaman mereka berlibur di luar negri sampai soal karir Maria yang memang sedang terang bersinar.
Selain mempromosikan Dusun Bambu, Maria juga harus melakukan sesi foto untuk barang endorsment. Wah, pokoknya capek deh. Gua aja yang ngelihatnya capek banget. Biar dapat endorse full tetapi tetap saja Maria harus bekerja untuk mempromosikan Dusun Bambu.
Gua sempat liat ada produk kecantikan dari Felycia Angelista yang endorse si Maria dan beberapa produk kecantikan lagi. Setelah buat konten, konten tersebut harus diedit lagi supaya maksimal belum lagi selain endorse, Maria juga harus bikin konten TikTok.
Treatment dari Dusun Bambu kepada Maria sekeluarga termasuk gua, mantap bener. Semua fasilitas nomor satu dikasih agar kita semua puas. Makannya juga enak semua terutama Wagyu Steak seharga 175rb yang empuk bener.
Gua yang biasa mentok makan steak tepung ala Waroeng Steak sedikit terintimidasi gegara makan Wagyu Steak ini.
Besoknya, kita diantar ke tennant kopi dan teh yang ada di Dusun Bambu. Maria mengambil gambar untuk proses pembuatan kopi dan teh yang dilayani langsung oleh owner sedangkan gua, Deb dan orang tua Maria duduk sambil meunggu syuting.
Gua datang ke tennant Teh Walini dan dihadapkan banyak pilihan Gua yang biasa nyeduh teh Sariwangi agar keder juga liat teh dengan berbagai macam rupa.
Cara paling gampang pun terlintas di kepala yaitu nanya "Paling best seller apa ya Teh?"
"Teh warna biru...bla...bla..." si Teteh langsung menjelaskan panjang lebar soal Teh berwarna biru. Gua yang mentok di Teh Sariwangi cuma sok iye sambil bergunam "Oh ya" atau "Wah, kayak gitu ya"
Setelah mendapat penjelasan yang tidak gua mengerti akhirnya gua memilih teh berwarna biru tersebut. Gua icip bersama orang tua Maria dan Debi. Rasanya gimana San?
ANJIR, PAHIT BENER kayak air kencing onta. Gua yang tidak terbiasa minum minuman pahit sekali teguk teh biru juga sudah nyerah.
Setelah teh biru, kita dihidangkan kopi dari Dusun Bambu. Mereka punya spesialis kopi campur wine yang menghasilkan rasa yang tidak biasa untuk pecinta kopi. Gua yang mentok di kopi sachetan Torabika mencoba untuk icip sedikit kopi campur wine itu.
Rasanya? Ehm....Ehm...
Setelah icip kopi dan teh kita berencana buat breakfast tetapi sebelum breakfast, Maria mau balik ke kamar dulu. Dia mau bikin konten buat akun YouTube miliknya.
Wah asyik nih, konten Maria di YouTube kan kebanyakkan konten senam yang memamerkan kemolekan tubuh kan? Gua inget ada konten "Senam untuk Mengencangkan Miss V" yang ditonton hampir 10jtx. Gua menunggu ajakan seperti ini:
"San, bantuin gua bikin konten dong. Lu yang megang kamera ya"
"Siyap bosque dengan senang hati"
Tetapi sayang sekali hal itu hanya menjadi angan-angan saja karena permintannya adalah "San, temenin Mama ama Papa ya. Gua ama Debi bikin konten dulu"
Hmmmm...
Jadilah gua bertiga breakfast duluan. Menunya enak-enak terutama Main Course dengan dory tepungnya. Kalau gua gak jaga image, rasanya gua bakalan kalap ambil semua deh.
Di meja makan kita ngobrol sembari menunggu Maria datang. Cerita banyak hal mulai dari awal karir Maria sampai bisa seperti sekarang. Tapi ada yang menarik yang gua tangkap adalah orang tua Maria tidak diperbolehkan memiliki akun IG oleh Maria.
Sepertinya gua tahu alasannya kenapa. Belum tentu Mama dan Papa Maria kuat baca komentar-komentar negatif dan cabul di IG Maria. Lah jangankan Maria, Mama gua aja baca komentar becanda aja suka ditanggapin serius.
Hampir 1 jam menunggu akhirnya Maria beres juga bikin konten. Breakfast harusnya udahan jam 10 Pagi tapi karena Maria belum datang, diundur jadi jam 11 Siang.
Enak bener ya jadi public figure bisa ngantur jadwal sendiri, wkwkwkwk
Satu hal yang gua perhatikan adalah ada service lebih untuk Maria. Gua inget ketika kita lagi makan malam dan suasana Lembang memang dingin banget kan, Maria minta ke waiters:
"Mas, ini dingin banget. Bisa dinyalakan penghangat gak Mas?
Dengan gercap Waiters langsung menyiapkan penghangat. Gak cuma 1 tapi 2 langsung dinyalakan. Pas Pagi hari, air di Dusun Bambu mati mendadak karena Malamnya hujan lebat yang menyebabkan tersendatnya aliran air ke Dusun Bambu. Maria protes dan gak lama kemudian langsung dibawakan air galon Aqua.
Mantap berasa Raissa mandi pake air galon Aqua.
Coba kalau itu misalnya gua yang minta. "Mas,ini saya mau mandi tapi air-nya gak ngocor", mungkin bakalan dijawabnya gini "Kakaknya keluar Dusun Bambu nah ada SPBU di sebelah kiri kan. Numpang mandi aja disana, sabun kamu sediakan".
......................................................................
Liburan bareng artis femes berarti harus siap mendapat pertanyaan tidak terduga. Semisal "Kakak tuh Kakaknya Mbak Vania ya?" atau yang lebih extreme "Kakak tuh Managernya Mbak Vania ya?"
Yang jadi pertanyaan gua kok gak ada ya yang nanya "Kakak tuh pacarnya Maria ya? Kok hebat sih menyembunyikan hubungan kalian sampai tidak terendus infotainment?
Berhubung gua dikira Manager Maria, beberapa orang datang menghampiri gua dan bilang pengen difoto bareng Maria. Permintaan yang langsung gua sampaikan ke Maria dan langsung disanggupi oleh Maria.
Jadilah gua dan Debi yang jadi fotografer dadakan. Untungnya sifat Maria baik dan gak keberatan tiap ada yang ajak foto. Gua pernah lihat dengan mata kepala sendiri, ada orang yang dimarahin gegara minta foto bareng oleh seorang artis terkenal.
"Kamu gak tau ya saya lagi makan? Bisa nanti aja gak sih?"
Mungkin fans itu salah karena minta foto karena si artis lagi diajak makan tapi reaksinya kurang bagus menurut gua. Padahal gak ada ruginya sih foto bareng buat fans senang. Malah si artis dapat publikasi positif dari fans kan? Bener gak?
Sebelum pulang, Maria mau bikin konten lagi. Konten bersepeda mengelilingi Dusun Bambu sekaligus bikin video TikTok. Di siang hari yang panas, kita bersepeda memutari Dusun Bambu demi sebuah konten, hahaha.
Oh ya, gegara gua ikut nampang di IG Story yang diupload Maria, gua dapat banyak DM (lagi) yang nanya-nanya soal Maria dong. Kalau gua jahat rasanya gua tinggal bilang gini "Lu mau handuk bekas Maria pakai? Sini beli ke gua lah"
Tapi karena gua menjaga privacy Maria, gua gak balesin DM-DM yang nanya-nanya soal Maria dari orang yang gak gua kenal secara pribadi.
Bersamaan dengan berakhirnya konten bersepeda berakhir juga liburan gua selama 3 hari di Dusun Bambu. Gua dan Debi diantar sampai ke parkiran oleh orang tua dan mobil Maria. Parkiran untuk tamu hotel dan pengunjung memang dibedakan.
"Thanks ya. Sampai ketemu lagi" kata gua sambil mengepalkan jari dan menepuk kepalan jari Maria
"Terima kasih Om dan Tante" lanjut gua
Tidak lama kemudian mobil Maria berangsur pergi meninggalkan gua berdua di area parkiran umum.
"Selamat datang di kehidupan sebenarnya" kata gua ke Debi sembari berjalan kecil.
Debi hanya tersenyum kecil membalas celetukan gua tersebut.
Rabu, 02 Desember 2020
Kalau kalian bosen ditanya "Kapan nih nikahnya?"., gua sudah menemukan jawaban baru buat menjawab pertanyaan menjengkelkan itu.
Sebelum ini, gua biasa ngejawab "Iya Om/Tante, saya buat dulu baru nikah". Maksudnya apa nih? Buat anak dulu gitu? Maksudnya adalah buat rumah dulu atau buat kamar bayi dulu gitu.
Biasanya setelah gua jawab gitu, orang yang nanya bakalan diam kehabisan kata-kata sambil mikir "Anying, nyesel gua udah nanya"
Cara ini lumayan efektif karena selama hampir 2 tahun gua pakai cara ini, gua udah jarang ditanya-tanya lagi soal "Kapan Nikahnya?".
Tetapi ada benarnya kalau dikatakan suatu hal itu ada masanya karena jawaban tersebut sudah gak efektif lagi. Tiap gua jawab itu, responnya adalah "Perasaan bikin mulu, kapan jadinya?". Iya ya, kapan jadinya.
Gua tidak kehabisan akal, gua mulai mencari jawaban baru. Setelah lama berpikir, gua nemu juga jawaban baru. Jawabannya adalah "Ya kalau Tante/Om mau bantuin mah, bulan depan juga bisa" sambil pasang muka serius.
Jawaban yang menurut gua sangat efektif karena biasanya setelah gua bilang gitu, suasana jadi hening dan orang yang bertanya sampai susah mau balas jawab apa.
Silahkan dicoba jawaban ini, khusus untuk kamu yang tebal muka.
.................................................................................
Setelah lama tertuda akhirnya tanggal 15 November kemarin, gua mengadakan proses pertunangan dengan calon istri. Kalau ditanya kenapa milih tanggal 15 November sebenarnya gak ada pertimbangan khusus sih. Kebetulan aja tanggal 15 November bertepatan dengan hari Minggu dan sudah lewat dari 1 tahun kepergian Papa di tanggal 22 Oktober kemarin.
Acara diadakan di sebuah Restoran di Jalan Sudirman. Rencana awal sih gak akan undang banyak orang karena kondisi tidak memungkinkan tetapi ternyata yang datang di luar dugaan.
Jadi, khusus untuk acara lamaran ini, gua dan calon istri sengaja datang ke semua saudara yang tinggal di Bandung untuk meminta kesediaan mereka datang. Oh ya, gua datang sambil membawa siomay buatan Mama Debora untuk 'buah tangan'.
Kalau ada yang nanya kenapa mau repot-repot datang ke rumah saudara yang tersebar di Bandung, jawabannya adalah untuk ADAB. Gua punya pengalaman, pernah ada saudara datang ke rumah buat mengantarkan undangan pernikahan dan itu menjadi sebuah pertanyaan. Kapan tunangannya, calon istrinya yang mana kok gak dikenalin, dll.
Buat gua pribadi sih gak masalah tetapi bakalan jadi masalah buat orang tua yang jadi merasa gak dihargai. Biasalah orang sudah tua, pola pikirnya berbeda dengan kita.
Respon yang didapat bagus, semua yang gua datangi mengiyakan datang dan sambil sekalian gua minta tolong ke 6 keponakan buat bawa seserahan yang akan gua berikan buat Keluarga Deb.
Untuk saudara dari Papa yang kebanyakkan tinggal di Jakarta, gua hubungi by phone dan responnya juga bagus. Mereka semua bisa datang dan kalau gua total semua, perkiraan jumlah tamu yang bakalan datang di kisaran 45-50 orang.
Tergolong banyak dan ini membuat sedikit kelimpungan karena awalnya kita hanya booking untuk 30 orang saja. Apalagi di tengah kondisi Pandemi seperti ini, gua mikirnya banyak yang gak akan bisa datang tapi ternyata perkiraan gua meleset.
Semua bisa datang yang membuat gua harus menambah kursi lagi. Jujur, gua senang sekali karena semua saudara bisa datang untuk hari besar gua dan ini sama sekali diluar ekspektasi gua.
Terima untuk Tante. Om dan semua keponakan yang sudah datang dan membantu proses lamaran ini sehingga semua berjalan dengan baik.
..........................................................................
Salah satu kekhawatiran gua ketika memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan calon istri adalah pertanyaan sekelabat yang sering datang ketika gua sedang sendiri.
"Bisa gak ya gua jadi suami yang baik?" atau lebih jauh lagi "Bisa gak ya gua jadi Ayah yang baik dengan segala kekurangan gua ini"
Belum lagi soal uang, haha. Ini soal sensitif sih tetapi tetap saja ini jadi salah satu hal yang sering gua pikirkan. Untuk persiapan menikah nanti, konsentrasi gua sebenarnya sedang terpecah karena gua pun sedang melakukan renovasi rumah yang kelak akan ditempatin gua dan calon istri.
Renovasi ini meliputi kitchen set hingga halaman rumah dan ini tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit. Rumah ini gua ambil secara kredit tentu saja gua harus membagi lagi pengeluaran tiap bulan agar semua bisa terbayar. Puji Tuhan sudah jalan hampir 2 tahun, semuanya masih bisa terbayar tanpa pernah telat dan mendapat denda.
Buat sebagian orang, gua dibilang nekad karena berani ambil resiko tapi buat gua itu titik serunya. Hal yang ngebuat kita semakin bersemangat dan bekerja semakin keras karena gua tau, ada yang harus dibayar dan ada calon istri yang harus dibahagiakan.
Untungnya gua ketemu dengan calon istri yang luar biasa pengertian. Calon istri yang tidak pernah menuntut, minta apa-apa dan mau berusaha bareng. Contoh kecilnya kalau kita sedang pergi main, sudah sama-sama paham, gua yang bayarin nonton, dia yang bayarin makan atau sebaliknya.
Seringnya malah bayar sendiri-sendiri loh. Kadang kalau gua dapat rejeki lebih, gua ajak dia makan enak di Restoran bagus. Kalau dia dapat bonus lebih dari Kampus, gantian yang dia ajak gua makan enak.
Dia paham sekali kalau kondisinya kita memang harus berhemat dan gak bisa hambur karena banyak pengeluaran di depan mata.
Yang terpenting adalah kita tetap berusaha, berdoa, berharap dan sisanya biarlah Tuhan yang mengatur semuanya.
Next,
Namanya niat baik tentu saja ada jalan. Hal itu pula yang gua rasakan ketika mendekati proses pertunangan. Tante tersayang yang berdomisili di Bekasi memberi kabar via WA kalau dia bisa tidak datang karena sedang melakukan renovasi rumahnya di Bekasi.
Ya kecewa padahal gua pribadi sangat mengharapkan kedatangannya. Eh karena gak bisa datang, Tante lantas mentransfer uang dengan nominal yang cukup besar.
Di waktu yang bersamaan, gua mendapat tawaran dari sebuah media untuk menulis disana. Kebetulan editor media tersebut sering baca tulisan gua di sebuah platform (Quora) yang karena gua saking seringnya nulis disana, gua jadi malah jarang nulis di blog pribadi, hahaha.
Commitmen fee kemudian ditransfer sebagai tanda jadi gua menulis disana. Sungguh sebuah rejeki yang tidak terduga. Disini gua semakin yakin untuk tidak perlu khawatir tentang apapun. Kerjakan bagian kita dan sisanya biarlah Tuhan yang mengatur.
.....................................................................................
Acara akhirnya terlaksana dengan baik. Menurut perhitungan gua, sekitar 45 orang yang datang. Acara kita diadakan di lantai 2 dan Puji Tuhan lagi, saat acara berlangsung kondisi Restoran sedang sepi.
Jadi gua berasa booking 1 lantai buat acara pribadi gua, hahahaha.
Kalau ditanya gua tegang apa enggak, jawabannya sangat tegang. Untuk mengusir ketegangan itu, gua jadi sok sibuk. Jalan kesana kemari, datang ke masing-masih meja untuk menyapa para saudara yang datang.
Jalan ke belakang buat cek menu di dapur sampai kasih petunjuk ke temen gua yang jadi fotografer pas acara. Orang mungkin mikirnya gini "Si Stefanus telaten banget ya. Cek satu per satu biar acara lancar"
Padahal aslinya gua sedang menghilangkan grogi. Jalan kesana kemari terasa membuat grogi hilang ketimbang duduk manis, mendengarkan orang ngobrol sambil menyantap hidangan.
Proses pengalungan kalung sebagai tanda jadi berjalan dengan baik. Kalung itu gua beli bareng Mama 2 hari sebelum acara. Mama yang milih dan mama pula yang bayarin eh maksudnya mama yang milih, gua yang bayar.
"Teh, ini nanti kalau dijual lagi, harganya gak akan jatuh kan? Aman kan?" tanya gua ke Teteh penjaga toko emas.
"Aman. Cuma motong 10rb per gramnya. Lah emang mau dijual lagi kalungnya?"
Eh iya ya. Sungguh sebuah pertanyaan GOBLOK. Ya gak mungkinlah dijual lagi kalau bisa mah nanti malah nambah bukan malah dijual.
Makanan yang dihidangkan pun enak dan tidak kurang. Semua tampak puas dan bahagia yang tidak bahagia tampaknya hanya isi dompet gua, haha. Kidding
Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat calon istri bahagia. Orang yang sudah bersama gua selama 2 tahun dan kini sebentar lagi akan menjadi pendamping hidup sampai akhir hayat nanti.
Riak-riak konflik memang kadang terjadi, terutama karena sikap gua yang terkadang selfish dan memandang semua hal menggunakan sudut pandang gua sendiri tetapi seiring berjalannya waktu, gua semakin belajar bagaimana cara memberikan treat yang bagus kepada calon istri.
Kalau kita sudah ditempatkan sejauh ini, di posisi ini, artinya kamu memang yang terbaik buat aku.
........................................................................................
"Jadi kapan nih nikahnya?" tanya seorang Tante dari Jakarta selepas acara lamaran
"Ya kalau Tante mau bantuin, bulan depan juga bisa" jawab gua dengan ekspresi datar dan lurus
Tante dari Jakarta tidak merespon dan dia langsung pamit pulang ke Jakarta.
Kamis, 08 Oktober 2020
Beberapa hari yang lalu, seorang temen lama tetiba mengirimkan chat via WA, isinya gini "San, lagi sibuk gak?"
Gua sudah lama banget gak ketemu dengan si Gatot. Semenjak dia lulus dari kampusnya di Jatinangor dan pulang kampung ke Bekasi, gua lumayan lama juga gak ketemu dengan dia.
Saat gua dapat pesan WA itu, posisi gua lagi di TSM, lagi beli Bakmie buat Mama. Si Gatot ternyata habis test akhir CPNS di SOR Jabar Arcamanik. Dia baru beres Test dan sebelum balik ke Bekasi, dia ngajak gua ketemuan.
"30 menitan ya Coeg. Gua beli lauk dulu buat Mama, beres dari sini gua langsung kesana"
Kurang dari 30 menit, gua sudah sampai di SOR Arcamanik. Di depan gerbang, ada pria dengan rambut cepak sedang duduk sambil memandangi HP.
"Hey, lagi nonton video bokep ya lu" gua kagetin si Gatot.
"Kagak jir. Apa kabar San" tanya Gatot sambil tersenyum sumringah
"Puji Tuhan sehat. Yuk makan dulu. Lu pasti lapar kan habis Test. Lagi mau makan apa lu?
"Bebas sih. Di daerah sini apa yang enak?"
"Makan pecel telur mau gak lu? Ada di Antapani, gak jauh dari sini"
"Kalau bakso ada gak? Lagi pengen makan bakso"
Bakso? Tumben nih lelaki pengen makan bakso. Gua langsung mikir, Bakso apa ya yang enak di sekitaran Antapani. Berhubung gua jarang makan bakso kecuali Bakso Cuanki yang lewat depan rumah, gua jadi sedikit kebingungan ketika si Gatot ngajakin makan Yamin Bakso.
Oh ya, gua ingat. Di sekitaran Antapani ada Bakso namanya Bakso Spiderman. Gua gak tau rasanya kayak apa tapi entah kenapa Mama gua doyan banget ama ini Bakso.
Bakso Spiderman ternyata ada singkatannya, singkatannya bikin sebel. Bakso Spiderman: Bakso Sapi Dengan Racikan Mandiri. Pas pertama kali gua baca, jujur gua ngerasa sebel banget. Berasa jokes waktu SD, Sapi apa yang bisa manjat? Sapidermen.
Ah, bangsat.
...........................................................................
2 Mangkok Mie Yamin Manis dengan bakso ditambah Es Teh Tawar sudah tersedia di atas meja. Rasanya ternyata lumayan biar singkatannya nyebelin tapi rasanya ternyata lumayan enak.
Lagi asyik bercerita tetiba Gatot bercerita bahwa dia sedang mengalami 'Patah hati terhebat' dalam hidupnya. Wah, gimana, gimana ini ceritanya?
Ternyata 3 hari yang lalu, si Gatot baru putus dengan pacarnya. Hubungan mereka sudah berjalan hampir 1 tahun dan akhirnya harus kandas di ujung jalan. Kandasnya pun tragis, kalau diurutkan seperti ini.
Kamis si Gatot datang untuk melamar sambil membawa cincin sebaga bukti keseriusan dan cincin tersebut diterima.
Jumat si perempuan dan Ibunya datang ke rumah si Gatot buat mengembalikkan cincin ke si Gatot.
Sabtu si Gatot datang kembali ke rumah si perempuan untuk membahas hubungan mereka.
Minggu si perempuan akhirnya dijodohkan dengan pria lain dan si Gatot ditinggal.
4 hari yang benar-benar panjang untuk si Gatot. Sambil menikmati Bakso Sapi Dengan Racikan Mandiri ini, Gatot mulai bercerita tentang retaknya hubungan mereka dan perbedaan sifat yang sangat kentara antara keduanya.
"Gua sudah mencoba sebisa gua San buat memperbaiki hubungan kita tapi dianya yang menjauh. Tadi aja gua ngerjain Test CPNS gak fokus, masih terus kepikiran dia"
"Gua sampai di titik dimana gua gak tau lagi harus gimana. Gua juga gak bisa ngebayangin diri kedepannya gimana tanpa dia" lanjut Gatot.
Dan yang paling nyesek adalah Gatot cerita, dia sampai bersimpuh ke kaki Ibu dan Ayahnya sambil menangis karena merasa sudah tidak kuat menahan beban ini.
Gua pun pernah dalam posisi si Gatot. Kalau dia bersimpuh di Kaki, gua memeluk almarhum Ayah sambil menangis karena memang sekuat-kuatnya kita tetapi pasti ada satu titik dimana kita merasa rapuh dan kalau laki-laki sudah menangis sejadi-jadinya tandanya dia memang sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"Udah jangan balik dulu, ke rumah gua dulu. Ketemu ama Mama gua, udah lama kan gak ketemu"
........................................................................
"Wah Gatot apa kabar? Sudah lama gak kesini ya" kata Mama
"Si Gatot baru naik Haji mah. Aku nitip Ayam Labaik gak dibawain coba. Manggilnya jangan Gatot tapi Pak Haji Gatot sekarang mah"
Si Gatot emang baru naik haji tahun lalu. Keren juga nih orang, usia 29 sudah bisa naik Haji. Semenjak dulu, si Gatot yang gua tahu emang taat beibadah dan gak pernah meninggalkan kewajiban buat Shalat.
Gua inget dulu pernah nonton bioskop bareng si Gatot, nonton Reboot Fantastic Four dan di tengah film diputar, si Gatot izin keluar. Ternyata dia mau ke Masjid dulu buat Shalat, gak apa-apa dia kelewatan nontonnya yang penting dia tidak melewatkan kewajibannya.
Dibilang Pak Haji, si Gatot malah ngamuk sambil cengegesan, wkwkwkwk, Setelah ngobrol sebentar dengan Mama, kita izin buat naik ke lantai 2, ke ruangan kerja dan kamar gua.
Sambil lihat-lihat koleksi Action Figure, Gatot pun mulai melanjutkan kisahnya. Dia merasa terkena karma karena ternyata sebelum resmi berpacaran dengan yang terakhir, dia meninggalkan pacar lamanya!
Anjer si Gatot. Ganteng kagak, trendy kagak tapi sekarang sok jadi fakboy lah. Sok-sokan ninggalin pacar lama demi orang baru,
Setelah memberi penjelasan, ternyata si Gatot bukan sembarang main tinggal. Jadi sebelumnya, dia meminta kepastin kepada mantannya, mau bagaimana hubungan ini dan karena si mantan tidak bisa memberi kepastian maka Gatot memilih untuk melanjutkan kiprah cintanya ke yang lain.
Jadi bukan sembarang main tinggal gitu loh.
"Gua ngerasa lagi kena karmanya sekarang. Dulu gua ngerasa akan biasa saja ketika karma datang tetapi ternyata sesakit ini rasanya" jelas Gatot
"Ah itu mah bukan karma sih menurut gua, lu terlalu mengerdilkan diri sendiri kalau gitu. Wajar sih kalau lu minta kepastian dan ketika kepastian gak lu dapat, ya lu mundur"
....................................................................................
Obrolan gua dan Gatot ini, mau tidak mau mengingatkan gua akan kejadian sekitar 5 tahun yang lalu. Bedanya gua saat itu yang sedang patah hati dan Gatot adalah pendengarnya.
Setelah hati remuk dan dipenuhi rasa sakit hati & kecewa yang mendalam, gua memutuskan untuk pergi ke Kost si Gatot di Jatinangor, Sumedang. Gua berpikiran dengan 1 hari disana, keadaan gua akan membaik. Disaat seperti down seperti ini, bertemu teman yang mau mendengar adalah langkah yang paling tepat.
Gua berangkat dari rumah ke arah Jatinangor sembari melihat orang di sekeliling yang terlihat BIASA saja. Ada yang tertawa, ada yang sedang menikmati kudapan, ada yang sedang bersenda gurau, semua terlihat BIASA saja padahal di ujung sini, ada seorang pria yang sedang hancur dan terpuruk.
Forrest Gump di film Forrest Gump (1994) memilih untuk berlari mengitari Amerika setelah ditinggal oleh kekasihnya yang bernama Jenny. Dia berlari tanpa tujuan dan yang ada di pikiran dia adalah pertanyaan mengapa dia ditinggalkan dan bagaimana dia harus melanjutkan hidup setelah ditinggal oleh Jenny.
Semua orang mungkin memiliki caranya masing-masing dan cara yang gua pilih adalah mampir ke Kost Gatot untuk sekedar bercerita.
Dari rencana 1 hari eh gua malah nginep sampai 5 hari di Kost si Gatot padahal gua tidak membawa baju ganti dan hanya memakai baju yang melekat di badan saja. 1 hari rasanya tidak cukup unuk melapangkan dada dan meredam semua rasa sakit hati dan kekecewaan yang mendalam.
Kerjaan gua di Kost Gatot pun cuma baca komik, nonton WWE, jalan keluar cari makan di warteg deket Kost si Gatot, tidur. Selama 5 hari itu, gua malah gak banyak ngobrol dan gua rasa si Gatot tau gua butuh ruang sendiri.
Ruang supaya gua bisa berpikir dengan jernih, mencari jawaban sendiri dari semua pertanyaan dan ruang baru supaya gua bisa memulai kehidupan yang baru.
Sampai di satu titik, gua teringat Conversation terakhir antara gua dengan dia:
"Setelah semua yang gua lakuin kok kamu kayak gini"
"Maaf tapi gua sudah siap ketika Karma itu datang suatu hari nanti." jawab dia.
Akhirnya di hari kelima, gua memutuskan untuk pulang karena Mama di rumah sudah khawatir dengan kondisi gua. Satu kalimat yang gua inget dari si Gatot waktu gua pamit pulang adalah "Dunia boleh runtuh buat lu tetapi kehidupan harus tetap berjalan"
Buat gua, dunia memang sudah runtuh tetapi benar apa kata Gatot, kehidupan harus terus berjalan dengan atau tanpa dia.
.........................................................................................
"Udah kalau lu mau, lu nginep aja. Tuh kamar gua kosong di atas kalau mau shalat pakai aja kamar gua" bujuk gua,
"Makasih banget San. Besok gua harus kerja lagi kalau besok libur mah, gua nginep deh"
Contoh orang bertanggung jawab dengan pekerjaan padahal si Gatot kerja di Perusahaan Kontraktor milik Bapaknya sendiri loh. Secara materi dia sebenarnya kaya raya tetapi Gatot selalu menyanggah dan bilang kalau yang tajir itu Bapaknya bukan dia.
Jam 6 Sore kita mulai berkeliling mencari oleh-oleh. Si Gatot dititipin oleh-oleh kayak Belah Doeren, Bolu Susu Lembang sampai Bolu Bakar Tunggal.
Itu yang nitip mau nitip apa ngerampok jir. Bawanya gimana juga, susah pasti kalau banyak mah. Waktu gua tanya ternyata Belah Doeren adala kue kesukaan mantan si Gatot,
"Kok lu beliin?" tanya gua
"Silaturahmi gak boleh putus kan San biar sekarang statusnya sudah mantan"
Itu mah ngarep ah. Silaturahmi memang tidak boleh terputus tetapi kalau lu sudah bisa menganggap dia masa lalu dan lu sudah bisa melihat dia layaknya 'hanya orang biasa yang pernah singgah di kehidupan gua'. Kalau masih ngarep mah mending kata gua gak usah
"Mending gak usah lah Tot. Lu baru putus belum 1 Minggu. Kasih waktu buat diri lu sendiri buang segala sesuatu tentang dia yang menempel di kehidupan lu"
Gatot mendengarkan saran dari gua dan dia akhirnya memutuskan untuk tidak membelikan kue isi durian kesukaan mantannya. Setelah beres beli oleh-oleh kita melanjutkan perjalanan ke Travel buat nganter si Gatot balik ke Bekasi.
Sambil menunggu mobil Travel datang kita asyik melanjutkan pembicaraan sampai di satu titik kita ngobrol soal komik Dragon Ball.
"Tot lu tau kan. Bangsa Saiya di komik Dragon Ball tuh dikenal sebagai bangsa petarung? Daya tempur mereka tiap bertarung bakalan naik pesat ketika mereka selamat dari kematian? Semakin mereka mendekati ajal dan berhasil selamat, daya tempur mereka juga bakalan naik"
"Gua pun ngerasa gitu. Setiap kita bisa lolos dari patah hati sampai patah hati terhebat sekalipun bakalan buat kita lebih kuat dari sebelumnya. Mungkin setiap orang harus merasakan yang namanya patih terhebat satu kali dalam hidupnya Tot."
Gatot hanya diam saja, dia tidak menjawab apapun tetapi dari raut mukanya, gua rasa dia paham dengan apa yang gua bilang.
..................................................................................
"San, makasih banget ya. Nanti kalau gua ke Bandung lagi gua kabarin lu" kata si Gatot sambil menjabat tangan gua. Mobil travel sudah datang dan Gatot memasukkan barangnya satu per satu ke bagasi mobil.
Tasnya sih cuma 1 tapi oleh-olehnya itu loh yang gak nahan.
"Gua minta maaf ya kalau gua ada salah ama lu. Maafin gua ya" kata Gatot
"Lu kayak mau mati aja Tot pakai minta maaf segala" jawab gua keheranan.
"Btw, dunia boleh runtuh buat lu tetapi kehidupan harus tetap berjalan" lanjut gua.
Gua gak tau apa si Gatot ingat kalimat yang diucapkan ke gua 5 tahun lalu itu tetapi gua yakin meskipun berat dia bakalan bisa melewati semua ini sama seperti gua.










