Rabu, 21 Juli 2021

Pengakuan

Setelah lama menjalani hidup sebagai solo (baca: single), salah seorang teman gua kini sedang menjalani hubungan serius dengan seorang perempuan.

Gua belum pernah ketemu dengan pacar dari temen gua yang kita panggil saja dengan inisial 'AJ'. Sebelum menjalin hubungan baru ini, AJ menjalin hubungan dengan seorang perempuan muda yang sekantor dengan dirinya.

Kalau galah mantan pacar si AJ ini kerjannya jadi sekretaris si AJ. Gua curiga kalau si AJ mengiming-imingi mantanntya ini buat jadi pacar dia.

"Kamu mau naik jabatan gak? Atau kamu mau bonus tambahan? Kalau mau kuy jadi pacar saya"

Mungkin itu adalah iming-iming yang dijanjikan si AJ. Mungkin loh, hahahaha

Tetapi hubungan yang sudah berjalan 1 tahun ini harus kandas karena perbedaan agama dan keduanya tidak ada yang mau mengalah.

"Lu pernah ke rumahnya?" tanya gua tempo hari

"Pernah"

"Terus apa kata Ibunya?"

"Gua disuruh jadi mualaf?

"Ya kenapa lu gak jadi mualaf aja" gua merespon sambil cekikikan.

Pertanyaan yang sebenarnya gak usah ditanyakan karena rasanya gak mungkin. Biar si AJ ini orangnya gak taat-taat banget dalam hal beragama tetapi rasanya dia gak mungkin menggadaikan iman dia gegara cinta.

Kalaupun iya si AJ mau pindah agama, ada 1 lagi hambatan yaitu faktor orang tua. Mama si AJ ini orangnya keras banget. Kalau sudah bilang enggak pasti enggak Pilihannya cuma 2 buat si AJ, dia ngotot pindah agama atau diusir dari rumah.

Berhubung si AJ belum mampu beli rumah sendiri jadi mending gak usah dululah cari masalah ama Ibu sendiri, hahaha.

........................................................................

Pasca putus dari pacarnya yang beda agama itu, AJ kini berhasil menemukan tambatan hati baru. Seorang perempuan yang berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris.

Kalau gua lihat sih harus aman ya. Agama udah sama, muka juga lumayan jadi rasanya gak ada alasan penolakan dari Mama si AJ. Seiring berjalannya waktu ternyata ada penolakan dari si Mama AJ.

Lah kenapa lagi sih ini.

Ternyata gaya hidup dari pacar baru si AJ yang kita sebut saja dengan nama Mandy yang menjadi masalah. Si Mandy ini ternyata lama hidup di Australia sebelum balik ke Jakarta nah karena lama di Australia ini, gaya hidup si Mandy jadi 'kebarat-baratan' ala bule.

Itu yang menjadi masalah buat Mama AJ.

Gaya hidup bebas ala bule itu misalnya tinggal serumah dengan pacarnya meskipun belum terikat dengan pernikahan. Nah itu yang jadi masalah buat Mama si AJ. 

Mama AJ pasti pengen anaknya dapat perempuan perempuan baik-baik. Bukan berarti gua bilang kalau si Mandy gak baik-baik tetai gaya hidup si Mandy rasanya kurang cocok dengan AJ dan keluarganya.

Apa yang ditakutkan pun terjadi. Mama AJ tidak memberi restu kepada hubungan mereka berdua. AJ sudah cukup dewasa buat membangkang permintaan Mamanya dan lebih memilih untuk melanjutkan hubungan.

Meskipun tidak direstui, setiap Seminggu sekali AJ PP Jakarta - Bandung untuk menemui kekasih hatinya tersebut. Sekitar 10 tahun yang lalu, si AJ pernah menjalin kasih dengan seorang gadis berwajah oriental yang cantik dan berkulit putih,

Ibu dari AJ sudah memberi restu.karena memang mantan si AJ yang ini memang kaya dan berasal dari orang berada. Tetapi ini yang menjadi masalah.

Ok buat AJ dan keluarganya tapi gak OK buat keluarga si perempuan. Disaat orang tua AJ setuju dan memuj calon menantunya setinggi langit eh di ujung sana, Bapak dari perempuan gak memberi restu.

Alasannya mereka berdua beda ras dan si AJ ini 'cuma' karyawan biasa. Si Om nyari yang mapan dan si AJ ini masih jauh dari kata mapan karena saat itu baru mulai bekerja di tahun pertama. 

Seperti perkiraan hubungan mereka berdua harus kandas. Giliran Mama si AJ sudah setuju eh Mama si perempuan malah gak setuju.

Kalau kondisi sekarang berbeda. Mama si Mandy sudah setuju tapi Mama si AJ gak setuju. Tetapi kasusnya kali ini berbeda. Mungkin karena sudah merasa dewasa dan tidak mau diatur-atur lagi si AJ akhirnya memaksakan untuk melanjutkan hubungan mereka berdua.

.................................................................

"Gua kemarin jujur ke Mama gua kalau gua udah pernah nge-sex sama Mandy" kata si AJ sambil mengunyah potongan steak tepung yang baru saja dia potong.

"Anj*ng, seriusan lu" gua terkaget-kaget hampir keselek dengar pengakuan dari si AJ. Mungkin si AJ belum punya nyali buat ngehamilin pacarnya terus ngomong gini ke Mamanya "Ma, Mama sebentar lagi mau punya cucu baru soalnya pacarku hamil"

Tapi nyali si AJ ok juga nih, berani bener dia ngomong ke Mamanya kalau sudah pernah ML bareng pacarnya. AJ mungkin sudah kehabisa akal buat dapat restu jadi dia buat pengakuan kontroversial.

Mama AJ marah besar tapi gak bisa berbuat apa-apa. Lah mau ngapain lagi kan udah penis si AJ udah penetrasi gimana bisa ditarik lagi, hahahaha. Kalau Mama AJ marah besar, Ayah si AJ gak banyak ngomong dan pasrah.

Tetapi seiring berjalannya waktu, Mama AJ mulai luluh dan pasrah. Ya mau gimana lagi, si AJ sudah bucin banget ke pacarnya yang sekarang. Gua sendiri kalau boleh memberikan pendapat merasa kalau si AJ ini kurang cocok dengan gaya hidup si Mandy. Lah si AJ yang gua tahu hobby-nya makan pempek di pinggir jalan sekarang harus ngikutin makan di Mall Jakarta ya aneh juga.

Giliran ama gua aja kalau lagi jalan maunya makan pempek lenjer sekarang makan di Mall Kelapa Gading yang sekali habis makan goban.

Gua gak tau bagaimana kelanjutan kisah cinta AJ dan Mandy tapi sebagai seorang teman, tentu saja gua berharap temen gua yang satu ini menemukan kebahagiaanya.

Selasa, 13 Juli 2021

Mari melambat

Gegara Pandemi ini, gua merasa jadi makin banyak orang parno termasuk orang terdekat gua.

Mama dan Kakak wanti-wanti gua buat di rumah aja biar aman. Pasangan juga kasih warning supaya gua lebih aware dan lebih baik di rumah saja.

Berhubung gua orang yang patuh (baca: takut dimarahin) jadilah gua dalam beberapa Minggu terakhir ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Keluar seperlunya aja, misal pas lagi kirim paket pesanan buyer atau kalau lagi pengen jajan tahu walik di sekitaran Antapani, haha.

Sisanya ya di rumah. Gua banyak menghabiskan waktu buat nonton serial TV misal The X-Files, Breaking Bad sampai Money Heist.

Mau pergi ke bioskop juga percuma, bioskopnya juga gak buka. Toko buku juga tidak boleh buka jadilah gua harus mengurungkan niat buat beli komik dan buku.

...........................................................

Beberapa hari yang lalu, gua berkunjung ke salah satu Mall di daerah Kepatihan. Mall memang ditutup tetapi beberapa tennant F&B masih diperbolehkan buka.

Alasan gua maksain pergi kesana adalah karena voucher pizza yang gua dapat hangus hari itu. Mayan sih nominalnya jadi dibanding hangus, cus deh.

Tennant pizza itu letaknya ada di lantai 3 Mall. Suasana Mall gelap bener mirip suasana Mall di The Walking Dead. Beberapa Tennant masih buka, mereka mengandalkan orderan dari Ojek Online. Yang laku ya laku, yang sepi ya sepi.

Paling laku itu Tennant Dear Butter yang baru buka. Gua iseng mau beli eh ditolak soalnya cuma bisa dibeli via Ojek Online.

Sekilas gua liat bentuknya kayak wafel yang dulu dijual di Yogya Express tapi bedanya di Yogya Express harganya 6.500 dapat 4 pcs lah kok ini 29rb cuma dapat 2 pcs.

Seenak apa itu? Karena gak bisa beli ya lain kali aja deh. Dari baunya, gua sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya, wkwkwk.

Akses ke Tennat Pizza yang gua tuju cuma bisa lewat lift. Suasana masih siang tetapi berasa mencekam karena lampu dalam Mall yang dimatikan. 

Di lantai 3 yang luas itu, ternyata cuma ada 2 Tennant yang buka yaitu Pizza dan CFC. Dibanding dipake buat jualan, area seluas ini lebih cocok dipake buat Uji Nyali. Salut buat pegawai tennant yang masih berani jualan.

Gua pesan menu pizza dan bayar pake voucher yang gua dapat. Mungkin yang ada di pikiran si Mbak pizza adalah "jualan lagi sepi, sekalinya ada yang beli malah bayar pake voucher. Nasib nasib"

Si Mbak kemudian cerita kalau di lantai 3 ini cuma 2 tennant yang beroperasi. Buka jam 11 siang dan tutup jam 7 Malam.

Kalau sepi, bosen juga gak sih nunggu selama 8 jam di area seluas itu. Gabut pasti tapi ya mau gimana lagi, namanya juga kerja.

........................................................

Gegara Pandemi ini juga, status resepsi pernikahan gua pun jadi terombang ambingkan, hahahaha.

Resepsi rencananya di akhir bulan September nanti menjadi tidak pasti padahal pembayaran sudah masuk sebagian dan gift untuk tamu sudah beres dibuat.

"Nanti gak perlu dikasih tanggal ya di gift biar aman" kata gua ke pasangan.

Ini mencegah hal yang tidak diinginkan seperti harus mundur karena kondisi yang tidak memungkinkan. Kan malu ya, sudah ditulis tanggal 25 September eh jadinya tahun depan.

Sedikit banyak hal seperti ini membuat gua dan pasangan kepikiran terutama pasangan yang memang type pemikir.

Gua mencoba untuk membawa santai tetapi tetap saja sih kepikiran padahal jarang-jarang gua mikirin masalah.

Untuk undangan, gua hanya menyebar 200 undangan saja. Tidak perlu ramai yang penting berkesan dan bisa dihadiri oleh keluarga besar.

Whatever happened, happened. Kita berdua memilih untuk mengikuti alur saja.

Jika harus diundur, gua jadi lebih punya banyak waktu buat mempersiapkan pernikahan. Ya ada nilai plus minusnya sih.

Mohon doanya ya!

Selasa, 01 Juni 2021

Apartemen

Sekitar 6 tahun lalu, gua punya keinginan memiliki 1 unit apartemen. Gegaranya adalah gua dulu sering ikut nebeng renang di Apartemen yang letaknya gak jauh dari rumah. Kebetulan, salah seorang teman gua punya unit disana. Dibanding bayar gocap ke kolam renang, kenapa gak nebeng aja, gratis?

Gua ngerasa kok kayak yang enak banget ya tinggal di Apartemen. Mau renang tinggal turun terus nyebur. Mau makan tinggal turun ka area food court banyak yang jualan makanan. Mau main basket tinggal ke lapangan. Mau nonton film ya tinggal turun eh salah tinggal ke bioskop maksudnya.

Unit yang dimiliki teman gua itu berisi 2 kamar. Lumayan luas, mirip kamar hotel. Ah rasanya kok betah banget ya. Pengen deh punya 1 unit aja.

Tahun 2017 silam ketika gua memutuskan untuk mengambil rumah di sebuah Cluster yang letaknya di daearah Antapani, gua sempat merasa bimbang antara ambil rumah atau unit apartemen. Pengennya sih ambil dua-duanya tapi sayang duitnya gak ada, hahaha. Pada akhirnya gua memutuskan buat mengambil rumah karena berbagai macam pertimbangan.

Meskipun begitu, keinginan gua buat memiliki unit apartemen belum tertutup. Semoga saja di suatu hari nanti, gua dapat rejeki lagi biar bisa beli unit.

................................................................................

Beberapa Minggu lalu, gua dimintai tolong oleh Kakak buat bantu dia pindahan unit. Dia dan istrinya memang bekerja di Jakarta dan selama tinggal disana, mereka menyewa 1 unit di sebuah Apartemen yang letaknya di daerah Sunter. Kakak berencana pindah dari lantai 17 ke lantai 34 dan berhubung barang yang dipindah banyak maka dia minta tolong ke gua buat bantu pindahan.

Sebagai adik yang baik hati aan gemar menolong tanpa pamrih (halah), gua langsung saja mengiyakan permintaan tersebut. Ditambah juga gua sudah tidak pernah menginjakan kaki di Jakarta semenjak tahun 2016 silam, penasaran juga gimana bentuk Jakarta sekarang.

Kita bepergian menggunakan mobil menelusuri jalan tol. Gua baru tau kalau sekarang ada jalan layang di Tol untuk kendaraan pribadi. Wah berarti kita gak akan melewati Rest Area KM 34 dong.

Dulu tiap gua naik Travel murah ke Jakarta, travel gua itu selalu berhenti di Rest Area KM 34 dan biasanya gua jajan tahu goreng disana. Kalau kita naik ke jalan layang, kita gak bisa lagi dong berhenti di KM 34.

Jalanan sangat lancar dan kurang dari 3 jam kita sudah sampai. Rencana pertama adalah kita makan dan istirahat terlebih dahulu sebelum mulai mengemasi barang buat pindah.

Awalnya, kakak gua berencana buat meminta tolong kepada pekerja di Apartemen buat pindah-pindah. Dibayar 100rb aja katanya udah cukup. Terus gua mikir, kan ada gua ngapain bayar? Kenapa kita gak pake strategi 10-30 aja buat pindahan? Toh kita gak berdua gak dikejar-kejar waktu kan?

Strategi 10-30 adalah strategi kerja 10 menit dan dilanjut dengan istirahat selama 30 menit. Jadi kita cicil barang yang mau dipindah dan setelah itu istirahat selama 30 menit. Ok gak tuh strateginya? Barang yang dipindah ternyata banyak sekali belum termasuk perintilan-perintilan kecil yang banyak. 

Perkiraan gua, dibutuhkan 10x bolak balik sampai semua barang bisa dipindah semua.

Berhubung kita sampai di Sore hari maka kita beristirahat dulu. Makan bekel yang sudah disiapkan oleh Mama di rumah dan leyeh-leyeh sambil nonton Breaking Bad via layanan streaming. Di hari pertama gua tiba di Jakarta, gua berencana buat ketemuan ama temen gua si Banu.

Udah lama gua gak ketemu bareng temen gua yang sekarang jadi Bos Indomaret ini, hahaha. Jadi rencananya adalah gua ketemu Banu dan Kakak gua packing-packing barang sebelum kita berdua pindahkan.

Gua janjian dengan si Banu di parkiran Apartemen. Dasar si Ganteng, sudah janjian di Tower 2 eh si Ganteng malah parkirnya di Tower 1. Jadilah gua harus berputar ke belakang ke Tower 1 yang jaraknya mayan jauh. Capek jir memutari Tower cuma buat ketemu si Ganteng banyak gaya ini.

Setelah ketemu si Banu, kita cus buat makan bareng di sebuah Mall dan Mall yang kita tuju adalah Sunter Mall. Kenapa pilih Sunter Mall? Ya karena terdekatnya itu dan kita berdua gak tau apa-apa soal jalan di Jakarta Utara, hahaha.

Di Sunter kita memilih kita memilih Solaria buat makan dan ngobrol. Pas udah mesen, gua kok malah jadi mikir gini, kok makan di Solaria? Itu mah di Bandung juga banyak lah, harusnya cobain yang gak ada di Bandung kayak Bakso Afung atau Steak 21 ya?

Hampir 1 jam kita mengobrol dari ngalor ngidul sampai hal pribadi. Si Ganteng banyak gaya ini ternyata mau lamaran dengan kekasih hatinya. Akhirnya setelah mengalami kegagalan percintaan, si Banu nemu juga tambatan hati seorang selebgram daerah.

Entah pelet perindu apa yang dia pakai buat memikat hati pacarnya.

.....................................................................

Kerja pun dimulai. Hari kedua di Jakarta diawali dengan bekerja. Taktik 10-30 dijalankan dan hasilnya okey. Sedikit demi sedikit semua barang di unit yang lama sudah dipindah. Dari printilan yang kecil sampai barang besar seperti tabung gas & TV sudah berhasil dipindah semua.

Setelah semua barang berhasil dipindah, Malamnya kita berencana mengunjungi Mall Of Indonesia buat cari makan. Dulu gua tiap hari sering melewati Mall ini tapi belum pernah sekalipun masuk.

Satu hal yang ada pikiran gua ketika masuk ke MOI pertama kali adalah bingung. Bingung karena pintu masuknya banyak bener, gua gak bisa ngebayang kalau kita lupa parkir mobil dimana, bisa lama deh ketemunya.

Kita memutari Mall buat makan dan hasilnya adalah kita berdua makan di restoran Fast Food sejuta umat, apalagi kalau bukan KFC. Lah kenapa makan di KFC? Jawabannya adalah karena bingung mau makan dimana saking banyaknya.

Kakak padahal sudah membebaskan gua buat milih restoran tapi ya akhirnya itu, gua menjatuhkan pilihan ke KFC. Alasan utamanya biar gak boros dan Kakak bisa save money buat hal lain dan alasan kedua adalah gua emang gak terlalu suka makan di resto-rest dalam Mall gitu.

Sambil mengunyah ayam, gua jadi berpikir ternyata tinggal di Apartemen tidak seindah yang dibayangkan. Buat cari parkir aja harus rebutan dengan penghuni lain dan kalau gak kebagian parkir, mau gak mau harus parkir di luar. Buat turun lift aja harus antri dan unit Kakak gua ini letaknya di lantai 37. Itu ya, buat turun aja ya luar biasa antri kalau jam sibuk. Ngebayang kalau mau berangkat kerja atau misal kebelet pipis, buat masuk lift aja harus antri lama. Keburu ngompol lah.

Belum lagi suasana di unit yang panas kalau AC gak nyala. Kalau mau nyalain AC, biaya listrik bakalan membekak. Salah seorang teman pernah bercerita biaya listrik untuk 1 unit sangat mahal. Ditambah biaya keamanan, air, maintenance mungkin bisa tembus di atas 1jt.

Coba bayangkan dengan iuran uang sampah di rumah gua sekarang yang 'hanya' 25rb dan air PDAM yang hanya kisaran 150-200rb tiap bulan.

Belum lagi soal makan. Kalau laper harus turun dulu dan makanan dibawa itu-itu doang. Harganya juga lumayan tinggi, untuk sekali makan bisa 35rb. Lupakanlah batagor, cuanki, tahu bulat atau mamang lumpiah basah yang saban hari lewat depan rumah.

Itu gak ada semua bosque!

Belum lagi soal sosialisasi. Rasanya susah deh buat bersosialisasi di apartemen karena semuanya sibuk dengan urusan masing-masing.

.......................................................................................

3 hari kemudian gua kembali ke Bandung. Gua langsung masuk kamar dan merebahkan diri ke atas kasur, rasanya luar biasa enak. Sedikit melamun, tetiba terdengar bunyi "tok-tok-tok" bunyi cuanki langganan lewat.

Ini adalah hal yang mungkin gak akan pernah kalian rasakan kalau kalian tinggal di Apartemen.

Rabu, 31 Maret 2021

Pra Nikah

Salah satu syarat untuk menikah secara Gereja adalah kita harus mengikuti bimbingan pra nikah yang dipimpin oleh seorang Pendeta. 

Karena syarat ini, salah satu kegiatan rutin gua setiap Jumat adalah pergi ke rumah Ibu Pendeta di Cimahi untuk mengkuti bimbingan pra nikah. Bimbingannya lumayan lama karena buku panduan yang dipakai lumayan tebal.

"Suami itu harus paham kalau istrinya capek baru pulang bekerja. Gak usah ribut kalau belum ada makanan yang tersedia. Kalau belum ada makanan di atas meja bisa kan beli dibanding repot-repot"

Gua mengangguk paham. Ini adalah satu contoh yang ditekankan saat pra nikah nanti. Untungnya soal makan gua gak ribet dan pemilih. Apa yang gua makan tiap hari itulah yang Mama masak di rumah.

Soal makan ini gua punya sedikit cerita deh. Dulu waktu gua masih SD sampai SMP, gua sedikit picky dalam hal makanan. 

Kalau makanannya gua gak suka, gua minta dibeliin makanan lain. Semua berubah ketika Ayah kena PHK sehingga gua gak bisa lagi sembarangan request makan ini itu. Kasarnya gini, lu bisa makan juga udah puji syukur, gak usah banyak mau ini itu.

Kebiasaan itu yang terbawa sampai sekarang. Apapun yang Mama masak di rumah itulah menu gua makan di hari itu. Kalau Mama lagi gak masak? Ya tungguin aja tukang cuanki lewat beli goceng pake nasi, kenyang deh.

.........................................................................................

Selain mengikuti bimbingan pra nikah, gua dan partner juga sedang disibukan mencari veneu untuk pesta pernikahan. Kalau boleh memilih sih sebenarnya gua lebih memiih untuk pemberkatan nikah di Gereja saja. Lebih sakral dan gak perlu mengundang banyak orang.

Tetapi sayangnya Gereja sedang tidak bisa dipakai karena pandemi seperti sekarang ini. Keputusan pun akhirnya dibuat, untuk pemberkatan dan resepsi kita pakai hotel saja.

Mencari veneu ternyata bukan perkara mudah, banyak ini itu yang harus diperhatikan. Ada yang bagus tapi harganya gak pas. Ada yang OK tapi jaraknya kejauhan.

Gua pernah 1x ke undangan teman di Parongpong. Jarak dari rumah gua ke Parongpong aja udah nyaris 1 jam. Dari yang laper pengen makan di kondangan sampai gak laper lagi saking lamanya perjalanan. Rambut yang klimis karena pomade sampai berantakan gegara kelamaan di jalan. Dari yang sudah membayangkan siomay dan mie kocok mendadak gairah itu lenyap jadi pengen tidur.

Setelah beberapa kali survey dan belum juga menemukan veneu yang cocok akhirnya ketemu juga 1 tempat yang Ok.

Sebuah hotel di Jalan Sukajadi yang letaknya persis di depan Mall Paris Van Java (PVJ). Hotel bintang 4 yang letaknya strategis banget.

Kebetulan pemilik Hotel ini adalah teman SMA gua dan partner. Kita lantas membuat janji bertemu dengan J buat cek veneu. J juga memperkenalkan kita berdua dengan Wedding Specialist dari Hotel.

Sebelum J berekspektasi tinggi, gua jujur kondisinya seperti apa. Gua cerita kalau sebelum menikah, kita berdua sudah ambil rumah dan kendaraan pribadi untuk persiapan 'kehidupan setelah menikah' dan untuk menikah ini, murni dari uang kita berdua.

"Budget gua sekitar Rp **.***.***, apakah bisa dibantu J" tanya gua ke J.

"Wah bisa banget San. Nanti gua yang atur sebagus mungkin"

Mendengar respon dari J, jujur gua merasa sangat lega. Salah satu komitmen gua dan partner sebelum menikah adalah kita TIDAK akan berhutang untuk menikah. Kita alokasikan budget sesuai kemampuan kantong kita berdua. J sempat menawarkan promo dari Hotel dia yaitu cicilan 0% dari kartu kredit yang bekerja sama dengan hotel miliknya. 

Sebuah tawaran yang langsung kita tolak karena ya itu tadi, komitmen kita berdua untuk tidak berhutang ke siapapun termasuk kartu kredit.

...........................................................................................

Paket yang disediakan oleh pihak hotel menurut gua sangat kompetitif karena sudah include dengan MUA, gaun hingga WO. Untuk WO, partner sempat beberapa kali menghubungi WO dan menanyakan paket yang tersedia. Harga yang ditawarkan mahal-mahal ternyata, hahaha.

Kalau ingin menggunakan jasa WO untuk resepsi saja, beberapa WO yang gua hubungi meminta bayaran 8-10jt. Ajip bener, cuma modal walkie talkie dan earphone di telinga buat "Hallo, Hallo" mintanya 10jt.

"Mbu, lu mau dapat duit cepet gak? Sewa walkie talkie kuy, bikin WO dadakan" canda gua ke si Ambu waktu kita berdua lagi janjian ketemu buat makan pempek di dekat BEC.

Gua pun berencana untuk 'memberdayakan' beberapa teman untuk kelangsungan acara, misal untuk musik dan MC. Khusus untuk MC, gua sudah request agar menggunakan orang yang gua kenal karena kalau gak kenal, gua malah merasa kagok dan canggung.

Untuk musik pun gua sudah meminta kepada beberapa kenalan untuk sumbang suara. Gua juga sudah meminta spot agar gua bisa dikasih kesempatan buat bernyanyi. Lagu yang akan gua nyanyikan adalah 'Especially for you' by Kylie Minogue. Gua sudah latihan yang cukup buat bernyanyi di hari pernikahan nanti.

Eits, 1 paragraf sebelum ini isinya adalah OMONG KOSONG belaka karena ada kemungkinan resepsi akan bubar kalau gua memaksakan diri bernyanyi, hahahaha

Berhubung Hotel yang bakalan gua pakai letaknya di depan PVJ persis, gua kepikiran buat mengisi waktu di PVJ sebelum menunggu resepsi di sore hari.

"Lu rencana Paginya mau ngapain buat nunggu resepsi?" tanya si Ambu

"Ke PVJ nonton GODZILLA biar gak tegang nunggu waktu resepsi" 

Buat gua pribadi, ada yang lebih penting ketimbang resepsi pernikahan. Hal itu adalah 'kehidupan setelah menikah'. Gua gak mau kita berdua jor-joran untuk resepsi 1 Malam dan kelimpungan sesudahnya. Banyak pengalaman orang yang memaksakan diri buat jor-joran dengan hutang sana sini atau jual barang untuk mengadakan resepsi pernikahan.

Di hari itu mungkin mereka merasa bahagia tetapi sesudahnya kelimpungan buat bayar hutang. Pernah juga gua mendengar cerita salah seorang teman yang mengadakan pesta besar-besaran tetapi sesudahnya mereka tinggal di rumah kontrakan yang harus berpindah setiap tahunnya atau ada juga yang menikah besar-besaran tapi menggunakan kartu kredit yang berujung macet karena gak sanggup bayar.

Intinya adalah gaya hidup memang harus menyesuaikan dengan penghasilan. Kalau penghasilan kamu misalkan 1 juta ya bergayalah dibawah itu, jangan malah lebih.

Mohon doanya ya semoga acara pemberkatan dan resepsi nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Selasa, 09 Maret 2021

Alone

Gua yakin dalam satu titik di kehidupan, kalian pasti pernah merasakan yang namanya kesepian. Di tengah hingar bingarnya pergaulan kalian atau disaat kalian tertawa bahagia sambil menenggak Es Kopi Susu bersama teman kalian, mungkin saja begitu kalian pulang ke rumah, kalian akan mengalami yang namanya kesepian.

Beberapa tahun yang lalu, gua pernah berada di fase ini. Fase ini terjadi karena beberapa teman gua sudah mulai bekerja dan kita jadi jarang buat keluar bareng. Kalau dibilang kesepian sih sepertinya kurang tepat tetapi mungkin lebih cocok dibilang 'lebih banyak menghabiska waktu untuk sendiri'.

Ketika gua berada di fase 'sendiri'ini, gua jadi senang mengerjakan semuanya seorang diri. Gua pergi ke toko buku sendiri, pergi ke toko action figure sendiri, nonton bioskop sendiri dan jujur gua menikmati itu semua.

Buruknya adalah sampai sekarang gua terkadang suka mengerjakan sendiri dan melakukan apa-apa sendirian padahal gua sudah memiliki pasangan, hihihi. Ya, pasti aja ada kelebihan dan kekurangannya.

............................................................................

Menjadi hal yang wajar ketika salah satu teman SMP gua bersikap 'aneh' entah itu di Group WA sekolah atau di Media Sosial pribadi miliknya. Gua yang berteman dengan dia di Medsos cuma bisa mengernyitkan dahi melihat postingannya yang 'segala diposting'.

Maksud segala diposting adalah foto atau hal gak penting selalu diposting. Lagi makan roti bakar coklat meses, roti bakar coklat mesesnya diposting. Lagi minum es teh manis, es teh manisnya difoto dan diposting. Lagi makan combro, combronya ikut difoto dan diposting. Lagi minum sirup Marjan, sirupnya ikut difoto dan diposting.

Okelah itu masih bisa ditolerir tetapi hal yang paling bikin gua 'tepok jidat' adalah dia suka memposting screeshoot chat dia dengan kecengan dia atau temen dia yang kita juga gak tau kan konteksnya apa.

Dan lebih anehnya lagi, dia pernah melampirkan screenshoot WA dia sedang dimarahin oleh seseorang (kemungkinan besar kecengannya). Isinya kurang lebih gini:

"Kak, jangan chat aku lagi ya. Jujur aku terganggu ama chat dari Kakak"

Kalau misalnya itu gua ya sampai di-chat kayak gitu ya, jangankan gua share di Medsos pribadi gua, buat bacanya aja udah MALU.

Tapi Mr P ini beda, dia malah share dengan perasaan bangga. Awalnya gua merasa heran tapi belakangan gua tau kenapa dia melakukan itu.

Dia kesepian. Dia butuh perhatian dan dia sedang cari perhatian. Asumsi gua ini bertambah dengan fakta kalau si Mr. P ini memang belum bekerja.

Saat kita sedang merasa kesepian, kita akan melakukan hal yang kita suka agar kita tidak merasa kesepian lagi. Yang gua lakukan biasanya menulis, membaca buku atau pergi seorang diri 'memanjakan' diri, misalnya makan Mie Ayam atau Pempek kesukaan.

Si Ambu pernah cerita ke gua kalau dia sedang merasa bosan dan kesepian yang dia lakukan adalah pergi ke seorang di BEC atau Kings di alun-alun Bandung, memutari Mall sampai bosan dan cari makan enak dan murah.

Semua orang pasti punya caranya masing-masing buat mengusir rasa kesepian yang mungkin datang.

Balik lagi ke Mr. P, beberapa bulan yang lalu tetiba Mr P menghubungi gua. Dia berjualan frozen food menawarkan batagor & siomay beku seharga 30.000 isi 10.

Kalau dihitung kasar harganya lumayan juga ya, artinya 1 pcs harganya 3rb ya. Lah gua aja biasa jajan batagor 5rb dapat sepiring penuh, wkwkwk. Tapi berhubung bantu teman, gua pesen deh batagor frozen food dan siomay frozen food punya Mr. P.

Kebetulan si Mr P ini sering banget ngeposting video dirinya lagi main basket sendirian di lapangan deket rumahnya dan kebetulan juga gua lagi program penurunan berat badan buat persiapan pernikahan yang tinggal hitungan bulan saja.

"Eh gua ikutan dong main basket sekalian ambil batagor ama siomay"

"Wah seriusan nih? Okey boleh banget San"

Mr. P tampak sangat senang sekali karena gua ajak main basket bareng. 

...........................................................................................

"Lu cuan berapa kalau habis semua frozen food" tanya gua sambil melakukan shoot bola basket ke keranjang

"Modal 500rb, kalau habis ya dapat cuan 80rb"

Ok cuan kan 80rb. Nah si P ini yang gua perhatikan di IG dia, dia sering promosi batagor ama siomay dagangan dia. Lah kalau digoreng dan dimakan sendiri, cuan dia habis dong?

"Hello Guys, ini gua lagi jualan frozen food. Gua goreng ya batagornya biar rasanya krenyez-krenyez dan crunchy. Bumbu kacangnya dipanasin ya Guys, kasih air dikit ya Guys"

Dari ngobrolin soal cuan batagor dan siomay, kita ngobrol ke hal yang lebih pribadi lagi. P cerita ke gua kalau dia memang kesepian dan sedang cari perhatian. Dia cerita, beberapa hari yang lalu dia baru dikeluarin dari Group WA Youth. Kok bisa sampai dikeluarin?

Si ganteng ini ternyata baru aja 'nembak' salah satu anggota Group WA. Nembaknya pun pake cara anak baru puber. Dia kirim voice note dengan lagu yang dimodifikasi

"Ku ingin Verren menjadi milikku

Entah bagaimana caranya

Lihatlah mataku untuk memintamu

Ku ingin jalani bersamamu....."

Bukannya seneng yang ada PASTI si Verren takut. Kenal dekat aja gak pernah, jalan aja gak pernah, chat aja gak pernah LAH ini nembak pake lagu yang sudah dimodifikasi pula.

Sesuai dugaan si Verren merasa gak nyaman. Dia mengultimatum, dia atau si P yang di-kick dari Group WA dan akhirnya si P yang di-kick. Kasus ini sampai dibawa ke meeting Youth dan banyak orang yang komplain dengan sikap si P.

Mulai dari kebiasaan si P yang ngebahas hal gak penting di Group, chat jam 4 subuh sampai yang paling extreme, si P pernah nuntitn si Verren!

Sebelum kasus nembak via lagu itu si P sebenarnya sudah pernah ada masalah ama si Verren. Si P pernah nguntit si P cuma buat minta maaf. Perkaranya si P ini suka kirim-kirim sticker WA pakai foto dia buat kasih kode kalau dia ada rasa sama si P. Si P jelas gak nyaman dan ini gua gak tau gimana, si P malah ngikutin si Verren pulang buat minta maaf.

Bukannya dimaafin yang ada malah SEMAKIN TAKUT lah.

"Iya dia kayak takut gitu, langsung pergi gitu aja. Gak mau jabat tangan gua"

Jangankan si Verren, kalau itu gua ya gua juga takutlah jir.

"Gua kesepian San. Gua cuma cari perhatian aja karena gua merasa sepi"

Kembali lagi ke omongan gua diatas tadi. Si P ini sedang kesepian dan dia melakukan hal-hal absurd buat cari perhatian. Bahkan gua yakin dia 'menikmati' moment dimana dia 'disidang' gegara ulah absurd dia kirim chat aneh dan kirim-kirim sticker dengan rupa dia.

Gua gak bisa menghakimi atau apa. Gua hanya menyarankan supaya dia cari pekerjaan yang pakem atau melakukan kegiatan yang dia suka supaya dia bisa fokus

Upgrade diri sendiri, buat diri sendiri bahagia baru mulai mencari dambaan hati. Lah kerjaan aja gak punya, ya susah dong dilirik oleh lawan jenis.

P kemudian melanjutkan ceritanya soal wanita yang pernah dia dekati dan hasilnya mengenaskan. Semua block si P dan seolah-olah jijik ke P tetapi ada beberapa juga yang berusaha memanfaatkan si P.

"Kak, bisa beliin aku makan siang gak? Nanti aku ganti uangnya soalnya lagi gak ada yang bisa disuruh"

Dasar si Yes Man, di siang yang terik dengan duit terbatas si P langsung pergi jarak jauh ke Gedebage cuma buat nganter Hokben. Dia merasa dengan disuruh beli Hokben si perempuan ada rasa ke dia.

Sebenarnya enggak. Dia cuma memanfaatkan celah karena tahu si P ada rasa ke dia. Ya mayanlah memanfaatkan Yes Man buat makan siang gratis.

Setelah makan selesai diantar, tidak lupa P update status "Beres nganter makan siang ke gebetan terindah. Selamat makan ya"

Dalam pikiran si P, "Wah, dia ada rasa ke gua nih. Buktinya dia minta tolong ke gua buat beli makan siang. Kalau dia gak ada rasa, dia gak bakalan nyuruh gua"

Dalam pikiran si perempuan, "Mayan makan siang gratis. Untung gua inget ada 'OB' yang bisa disuruh-suruh"

................................................................................

"Gua juga pernah ada di posisi lu, merasa sendiri tapi bedanya gua gak segala posting. Toh kalau orang tahu kita lagi kesepian, emang mereka mau ngapain?" 

"Mending lu berhenti buat kebiasaan 'segala posting' itu P. Lakuin aja yang lu suka, lu suka main basket kan? Ke lapangan aja buat main kalau misalnya ngerasa kesepian" lanjut gua

Intinya adalah tidak usah menunjukkan ke 'dunia' kalau kamu lagi kesepian atau menujukkan apa yang sedang kamu lakukan kalau cuma buat pengakuan online doang.

"Iya San, gua coba"

Hampir 2 Minggu berjalan, gua cek si P sudah jarang posting lagi. Dalam hati, gua berpikir mungkin dia mendengarkan omongan gua nih. Mungkin dia sekarang sedang mengerjakan sesuatu yang berguna atau memulai sebuah usaha baru.

Tapi perkiraan gua salah karena tidak lama kemudian, Mr. P memposting foto bon makan yang diikuti dengan foto-foto makanan yang dia pesan, mulai dari pisang goreng sampai teh hangat ditambah sebuah buku berjudul "Mengejar Cinta" dan ditambah dengan caption 'sedang menunggu upline tercinta yang tidak kunjung datang'.

Aduh

Selasa, 16 Februari 2021

Serong

"Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?"

Ini adalah pertanyaan yang banyak berseliweran di beranda media sosial gua. Berhubung gua paling males meninggalkan komentar di media sosial jadi gua tidak pernah berkomentar soal ini termasuk hal yang lainnya.

Gua sendiri belum pernah berada di posisi main 2 kaki alias serong. Eits, tahan dulu kalau mau menghujat atau melabeli gua dengan label 'sok suci' atau 'sok setia'.

Gimana mau selingkuh, MODAL-nya aja GAK ADA.

"Gua mah gak usah keliatan sok setia lah Mbu. Kalau ditanya mungkin gak lu selingkuh bilang aja gak mungkin. Gak ada modalnya"

"Hahaha, he eh bener lu" kata si Ambu sambil menikmati pempek di pinggiran Jalan Purnawarman.

"Coba lu bayangin Mbu. Kalau lu mau selingkuh artinya lu harus bisa kasih treatman ke 2 orang kan. Ke pacar lu biar dia gak curiga kalau lu main 2 kaki dan ke selingkuhan lu biar dia terus nempel. Itu kan semua pake MODAL" lanjut gua sambil menggigit pempek kapal selam yang alot ini.

Kembali lagi ke pertanyan di awal "Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?", gua akan mencoba menjawab dengan pengalaman pribadi gua.

................................................................................

Gua memiliki kenalan 1 keluarga yang secara finansial bisa dibilang tajir. Mungkin level tajirnya belum di level Crazy Rich tetapi buat sekedar pergi liburan ke luar negri setiap tahun mah bisa atau gonta ganti mobil mah masih sanggup.

Si Om yang gua kenal orangnya pendiam. Type Bapack rumahan yang memiliki rutinitas berangkat Pagi buat kerja dan pulang Sore. Pulang selalu on time dan bukan type Bapack Nackal yang sebelum pulang mampir dulu ke tempat maksiat seperti pijet++ atau karaoke ++

Kalau boleh menyamakan si Om ini mirip dengan almarhum Papa dan Kakak gua yang selalu pulang on time dan gak suka aneh-aneh bahkan untuk sekedar masuk ke McDonalds seorang diri juga gua yakin gak pernah. Semua gaji langsung masuk ke rekening istri dan si Om sehari-hari cuma bawa duit buat bensin dan makan siang.

Semuanya baik-baik saja sampai si Om pensiun dari pekerjaannya, bau-bau serong mulai tercium dan menjadi konsumsi umum. Si Om dituduh serong dengan seorang janda anak 1 yang kebetulan ngontrak di rumah kosong yang dikontrakan si Om.

Pasti ada yang aneh gak sih. Orang yang biasa di rumah nonton sinetron AZAB di Indosiar mendadak jadi sering keluar rumah dengan beribu alasan dan jadi sering minta duit jajan.

Temen gua si Banu dan Dedi pernah cerita ke gua, waktu mereka masih SMA, mereka sering banget jajan tapi gak bayar, kenakalan remaja di usianya (Iye, gua juga pernah).

Duo KEPARAT ini cerita sambil cekikikan kalau yang jadi korban adalah Ibu penjual nasi kuning di kantin SMA Santa Angela. Mereka memanfaatkan momen ramainya orang yang jajan.

"Bu uangnya sudah tadi" kata si Banu

"Bu uangnya udah tapi kembaliannya belum" kata si Dedi

Awalnya aman tapi makin kesini entah si Ibu kantin sewa Intel, pas Banu ngacir sambil bawa nasi kuning tabur kacang, si Ibu Kantin teriak:

"Eh itu kamu uangnya belum bayar"

Mantap maneh Ban. KETEWAK juga, wkwkwkwkwk

Dari kisah Banu & Dedi ini kita bisa belajar, sehebat apapun kita menyembunyikan dosa pasti nanti akan terkuak juga, entah bagaimana pun caranya.

Dan inilah yang terjadi ke si Om. Setelah berhasil menyembunyikan 'bangkai' untuk beberapa saat, bau busuk itu akhirnya tercium juga gegara SMS si Om dan selingkuhan terbaca oleh anak dan istri.

Begitu terbongkar, pecahlah keributan. Si Tante janda langsung diusir Malam itu juga oleh istri dan anak si Om. Duit kontrakan semua dikembalikan dan HP butut si Om yang menjadi saksi bisu perselingkuhan dihancurkan oleh anak si Om dan nomornya dipatahkan.

"Cantik dan montok loh selingkuhan si Om ***!" kata salah seorang teman yang pernah bertemu langsung dengan si Tante janda. Dalam bayangan gua si Tante janda itu mungkin type Tante MILF yang menjadi imajinasi liar anak remaja.

Tapi begitu gua lihat fotonya, WADIDAW. Bener sih MONTOK tapi apalah arti MONTOK kalau rupa tidak mendukung. Di foto yang gua lihat, si Tante sedang berdiri bersama anaknya, dia menggunakan kaos KW Grade Super bertuliskan 'GUESS'.

Entah si Om KESIREP apa sampai bisa selingkuh dengan Tante GUESS soalnya dia gak secantik seperti dugaan gua. Type emak-emak lah yang kalau nawar sadis.

Sempat mereda sampai saat, kehebohan kembali menyeruak ke permukaan karena si Om memutuskan kabur dari rumah. Dia kabur sambil membawa pergi duit pesangon dengan nominal besar hingga 400-500jt.

Dia kabur kemana coba? Ya kemana lagi sih kalau bukan ke si Tante GUESS. Jadi entah bagaimana caranya, meskipun si Om sudah di-lockdown alias dijaga dengan ketat, dia masih bisa berhubungan dengan Tante GUESS. Sepertinya si Om memanfaatkan celah dimana istrinya setiap hari kerja dan baru pulang Sore sedangkan anaknya sudah pisah rumah.

"Tenang Ce. Si Om kan bawa duit 400jt? Palingan 2 tahun lagi balik karena duitnya habis" kata gua ketika lagi ngobrol dengan Cece, anak si Om.

Duit mau sebesar apapun kalau dipakainya buat kebutuhan konsumtif pasti bakalan habis. Beda kalau uangnya diputerin buat dagang jadi duitnya muter dan sepengetahuan gua, si Om sama sekali gak punya riwayat berdagang. Cepat atau lambat itu duit pasti bakalan HABIS.

Gua mencoba mengambil ilustrasi begini:

"Cayang, kayaknya kalau kita punya mobil kayaknya seru deh. Biar bisa jalan-jalan ke Pasar Baru beli baju merk GUESS KW karena aku suka banget" kata si Tante Guess ke si Om

"Cayang, aku pengen deh kita pindah kontrakan ke tempat yang lebih besar, yang ada kolam pancingnya jadi kalau pengen mancing tinggal mancing di rumah"

"Cayang, itu tetangga sebelah baru beli kalung penangkal penyakit yang ada batu GIOK-nya. Aku kok kayak kepengen ya"

"Cayang aku pengen beli alat pengencang payudara ih soalnya punyaku kendor"

Gua sangat yakin si Om bakalan mengabulkan semua permintaan si Tante GUESS karena si Om DAPAT apa yang dia mau apalagi kalau bukan kebutuhan biologis alias SEX.

2 tahun berjalan, sesuai prediksi gua tetiba ada berita baru. Tanpa inget dosa dan malu si Om pulang ke rumah dan ngomong kalau dia pengen semuanya seperti biasa lagi.

Lah si Om. Enak bener. Giliran megang duit dipake foya-foya sekarang duit habis pulang tanpa dosa dan seolah TIDAK terjadi apa-apa.

Si Om kurang memahami psikologi wanita nih. Mungkin si Tante dan si Cece memaafkan tapi mereka pasti TIDAK akan  bisa melupakan. Intinya, sangat tidak mungkin semua akan kembali seperti sedia kala lagi karena sakit hati mereka sudah terlalu besar. Ya bayangin ajalah, lu ditinggal selingkuh terus gak ada kabar tetiba balik dan ingin semuanya seperti sedia kala.

Seperti dugaan gua, si Om DITOLAK buat pulang. Dia tidak diperbolehkan masuk dan setelah lama tertahan, dia menyerah dan meminta harta dia yang masih tersisa.

Ternyata si Om meminta perhiasan dia yang masih dipegang si Tante berupa kalung dan cincin kalau dijual bisalah menghasilkan 10jt. Semua perhiasan lantas diserahkan sambil diultimatum kalau semua harta dia sudah dia ambil.

.................................................................................

1 bulan kemudian, si Om kembali datang dengan muka memelas sambil membawa tas besar berisi pakaian dia. Dia memohon supaya bisa kembali lagi dan ketika ditanya kemana duit hasil jual kalung dan cincin, si Om bilang uangnya dipakai untuk membantu biaya pengobatan Ibunya.

Ketika ditanyakan ke saudaranya ternyata si Om ketahuan berbohong karena dia tidak pernah membantu sepeser pun! Lantas kemana uangnya? Ya jelaslah, duitnya pasti dipakai buat si Tante GUESS!

Gila gak sih, disaat duit udah kritis dan udah habis-habisan, si Om masih bisa-bisanya merendahkan diri hanya untuk memuaskan selingkuhannya. Si Cece meyakini si Om pulang sebenarnya hanya cara untuk 'morotin' duit si Cece termasuk mengejar sertifikat rumah yang dikontrakan supaya bisa dia jual.

Jadi kalau ada yang bertanya ke gua "Apakah orang yang pernah berselingkuh PASTI nanti akan berselingkuh lagi?", gua bisa jawab 'sangat mungkin' kalau melihat kisah si Om dan selingkuhannya. Entah sudah berapa rupiah yang dia habiskan termasuk kebahagiaan istri dan anaknya hanya untuk selingkuhannya.

Kalau si Om gak aneh-aneh ya, dia harusnya sudah menikmati masa pensiunnya dengan enak di rumah. Makan bakso urat jumbo sambil nonton sinetron AZAB di Indosiar dan pergi liburan ke Eropa or Jepang TAPI karena si Om sudah terjatuh dalam perselingkuhan ya pasti dia bakalan susah buat lepas.

Si Om kini hidup terlunta-lunta dengan menumpang hidup di rumah salah satu saudaranya. Meskipun masih kecewa dan marah besar, si Cece yang gua tahu masih rutin mengirim makanan dan uang buat si Om lewat saudaranya.

.....................................................................

"Sayang, kamu mungkin selingkuh gak?" tanya pasangan beberapa waktu yang lalu

"Enggak cayang, gak ada modalnya juga"

"Jadi kalau ada modalnya, selingkuh dong"

Ehm...Ehm.....

Minggu, 07 Februari 2021

Tuker Kado

Salah satu kegiatan rutin yang biasa gua lakukan di awal tahun adalah tuker kado di Gereja. Untuk harga kado biasanya minimal 25rb dan diusahakan bukan makanan agar bisa disimpan dan dipakai.

Jangan membayangkan kadonya mirip artis sosialitas seperti Tas Hermes atau dompet Louis Vuitton. Untuk sekedar membayangkan pun mendingan jangan deh. Berat, kamu gak bakalan kuat biar aku saja.

Beberapa tahun lalu gua pernah dapat jackpot dapat hadiah KESET KAKI merk Alfamart. Ini keji bener yang ngasih, kenapa dari banyak barang di Alfamart harus KESET KAKI sih?

Sumpah deh, gua lebih ikhlas dapat KWACI merk Cap Gajah ketimbang KESET KAKI. Tahun depannya lebih miris. Diumumkan kalau minimal harga barang adalah 25rb dan gua dapat kado isinya duit 25rb pas.

SERIUS. Gua dapat amplop dalam dus isinya duit 25rb. Iya emang kita disuruh kasih barang minimal 25rb tapi gak duit NO BAN GO juga yang dikasih cuy

Gua pernah mengusulkan kalau kita ganti konsep tuker kado. Jadi konsep yang gua usulkan adalah konsep kocok nama. Jadi masing-masing dari kita ambil secarik nama secara random. Kalau misalkan gua dapat nama 'Ben' artinya gua beliin hadiah buat si Ben. Menurut gua ini lebih efektif karena kita bisa lebih tepat sasaran.

Misalnya si Ben suka ngopi, gua jadi bisa beliin Nestcafe serenceng. Tetapi gak tau kenapa, cara ini lagi-lagi kurang efektif. Ada salah satu teman yang dapat nama gua dan sedikit banyak dia pasti tahu-lah kesukaan gua.

Eh gua malah dikasih BONEKA MARIO BROSS. Yang bener aja lah, masak iya gua dikasih BONEKA MARIO BROSS sih? Kalau gua dikasih TAMIYA gua masih terima, kenapa harus BONEKA sih?

.........................................................................

Belajar dari pengalaman gua itu, setiap tahunnya gua gak mau terlalu berekspektasi soal hadiah yang gua terima. Gua pun gak mau ngoyo cari kado, biasanya gua cari barang yang ada di rumah gua yang masih baru dan layak.

Nemu tumbler ya gua kasih tumbler. Nemu buku rohani ya gua kasih buku rohani biar yang baca makin dapat siraman rohani, hahaha

Di tahun 2021 ini, gua bungkus buku dan kaset rohani masih segel. Terberkatilah siapapun yang mendapatkan ini buku dan kaset rohani dari gua.

Tuker kado pun dimulai. Kado mulai diputar sambil diiringi sebuah lagu. Gua memilih untuk kalem, santai aja. Kalau dapat yang gak sesuai keinginan ya santai aja terus kalau dapat kado yang bagus ya anggap rejeki.

Setelah berulang beberapa kali, gua dapat sebuah kado yang bentuknya menyerupai kaos. Ya mayanlah dapat kaos buat kaos tidur

Gua buka dengan santai, bentuknya lipatan berwarna ungu. Ini apaan ya, gua tilik tilik kok bentuknya kayak handuk bukan kaos.

Kalau isi hadiahnya handuk, gua masih bersyukur banget deh. Mayanlah handuk buat 'itu' di WC maksudnya buat lap badan setelah mandi.

Tapi kok kayak bukan handuk ya soalnya ada pegangannya. Benda menyerupai kain itu dibungkus kertas plastik bening.

Gua buka dengan perlahan dan benda itu mulai menampakkan rupanya. Warnanya pink terang genjreng dan isinya adalah TAS BELANJAAN dengan tulisan 'SELAMATKAN BUMI, KURANGI PENGGUNAAN TAS KRESEX' eh KRESEK maksudnya.

Di saat yang lain dapat tumbler, alat bikin kopi, sampai yang gua liat paling bagus dapat power bank eh gua malah dapat TAS BELANJA KE PASAR buat selamatkan lingkungan lah.

Tas pink dengan logo Eco Friendly itu gua genggam. Gua menunjukkan wajah senang padahal hati ingin menjerit.

"Gimana puas dengan hadiah yang diterima?"

"Puas banget!" gua menjawab paling lantang dan keras.