Jumat, 11 Februari 2022
Kalau misalkan saya ditanya, hal apa yang tidak ingin kamu lakukan lagi dalam hidup maka saya akan menjawab 'beli rumah'.
Serius, beli rumah itu gak gampang dan banyak dramanya. Udah naksir ama rumahnya eh harganya bikin sebel.
Gilirannya duitnya ada eh rumahnya udah kejual ama orang lain.
Udah cocok ama rumahnya eh gak cocok ama tetangganya yang julid. Pokoknya segala macam warna warni dalam hidup ada saat kita sedang berencana buat beli rumah.
Seperti yang pernah saya tulis di blog ini, tahun 2017 saya memutuskan untuk mengambil sebuah rumah di bilangan Antapani, Bandung.
Faktor utama kenapa saya mengambil rumah di perumahan itu dikarenakan harga yang kompetitif, suasana yang tenang dan yang terutama dekat rumah saya yang sekarang
Jadi kalau laper tinggal pulang buat makan masakan mama, hihihi.
...................................................
Sewaktu saya membeli rumah itu, banyak sekali ceritanya. Mulai dari soal memilih posisi rumah, cerita pengajuan KPR sampai cerita soal biaya yang tidak terduga.
Menurut perkiraan saya, mungkin saya adalah 10 orang pertama yang membeli rumah di perumahan itu. Kebetulan Kakak bekerja sebagai salah satu arsitek di perumahan itu jadi saya dapat banyak kemudahan buat beli rumah disana.
Apesnya, gegara rumah itu belum saya tempatin sampai sekarang, saya malah berasa mirip anak bawang disana gegara belum kunjung menempati rumah itu.
Harusnya bisa tuh gua mencalonkan diri jadi Ketua RW disana yang kelak akan mengayomi warganya.
Sewaktu Akad Jual Beli (AJB) rumah juga banyak cerita kejutan. Habis keluar banyak buat DP rumah, masih ada biaya notaris, pajak, dll.
Nilainya BESAR sekali. Untung aja masih ada uang simpanan karena kalau sampai gak ada duit simpanan, bisa batal AJB tuh dan harus menunggu saya jual ginjal dulu biar lunas.
Dengan semua keruwetan itu (termasuk biaya yang besar) kalau boleh memilih saya memilih untuk tidak mengulang sirklus beli rumah.
Bukannya gak mau kalau dikasih rejeki buat beli yang rumah yang lebih besar tetapi untuk saat ini, cukup sekali saja dalam hidup, saya merasakannya.
.....................................................
Tetapi memang yang namanya hidup, kita memang gak bisa memprediksi apa yang bakalan terjadi.
Lagi sibuk ngurus pernikahan tetiba calon istri dapat kabar kalau dia mendapat 'jatah' rumah dari kantor.
Maksudnya, kantor tempat dia bekerja memberikan fasilitas pinjaman tanpa bunga untuk para karyawan buat beli rumah
Fasilitas yang diberikan memang tidak mencakup keseluruhan harga rumah dan ini berarti sisanya harus dari kantong sendiri.
Kesempatan ini konon belum tentu datang 2x jadi setelah berembug disertai perdebatan, calon istri berencana untuk mengambil fasilitas itu.
Salah satu cita-cita dari calon istri adalah dia ingin membelikan rumah untuk Ibunya. Dibanding ngontrak terus tapi gak jadi rumah ya mending beli gak sih kalau ada kesempatan?
Seperti yang saya tulis di awal tadi, beli rumah itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan biaya yang besar.
Bedanya dengan saya ketika membeli rumah, proses beli kali ini bentrok dengan rencana pernikahan yang sama-sama membutuhkan biaya besar.
Setelah berbicara empat mata dengan calon istri maka rumah adalah prioritas utama. Pertimbangannya adalah kesempatan ini belum tentu datang lagi dan harga rumah akan semakin naik setiap tahunnya.
Tanggal untuk menikah sedikit digeser untuk memberi nafas kita berdua. Sesuai komitmen awal, untuk menikah kita tidak akan meminjam uang kepada siapapun dan murni dari kantong kita berdua.
...................................................
Seperti sirklus saat saya mencari rumah, calon istri pun merasakan suka duka mencari rumah.
Ada yang bagus tapi harga gak cocok
Ada yang murah tapi letaknya di pinggiran
Ada yang murah dan posisi di Kota tapi di sekeliling rumah banyak diisi oleh wanita malam. Saya sih gak masalah tapi calon yang pasti gak setuju, hahaha.
Setelah lama mencari akhirnya ketemu juga rumah yang dimau. Sebuah rumah di bilangan Jalan Sudirman, biar rumahnya masuk gang tapi dirasa cocok.
Awalnya harga yang diminta tidak sesuai dengan budget tetapi mungkin ini yang namanya jodoh tetiba yang punya rumah menelepon dan bilang kalau harganya masih bisa nego.
Nego seharian akhirnya deal di angka sekian. Puji Tuhan akhirnya rumah yang dimau bisa didapat.
Eits tapi emang tidak semudah itu karena disinilah segala titik keruwetan dimulai.
Mulai dari sertifikat rumah yang belum balik nama, soal NPWP, dll. Pokoknya banyak sekali drama yang menguras air mata dan pikiran, halah.
Tetapi mungkin karena ini jalannya Tuhan, satu per satu masalah bisa teratasi. Dibandingkan saat saya beli rumah dulu, jauh lebih banyak ini dramanya.
Mungkin inilah perbedaan beli rumah ke developer dan beli rumah second.
.................................................
Apa yang ditunggu akhirnya tiba. Uang dari kantor sudah turun, notaris sudah siap dan tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk Akad Jual Beli (AJB). Biaya pun sudah dipersiapkan dan tentu saja kita harus siap-siap dengan 'kejutan' yang tidak terduga.
Saya sempat mengobrol dengan pasangan dan bertanya, mengapa dana buat beli rumah cairnya kok sewaktu kita sedang merencanakan pernikahan.
Apakah ini berkat atau apa gitu ya. Beli rumah dan menikah tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kalau ditopang ortu yang tajir sih gak masalah tapi ini murni dari uang kita berdua. Rasanya kalau dipikir menggunakan akal manusia rasanya seperti mustahil tetapi kenyataanya ternyata BISA.
Setelah urusan rumah hampir rampung, kita kembali fokus menyiapkan pernikahan yang tertunda.
Karena tertundanya cukup lama sampai berganti tahun, harga tahun 2021 ternyata sudah berbeda dengan harga 2022. Tentu saja lebih mahal dan sekali lagi ada pertolongan Tuhan.
Calon istri nego langsung ke owner hotel yang kebetulan adalah teman semasa sekolah sampai kita mendapat harga bagus. Puji Tuhan!
Jika tidak ada masalah, pernikahan akan diadakan di akhir bulan Maret. Semoga kondisi aman terkendali supaya semua saudara yang diundang bisa datang.
Mohon doanya ya manteman!
Selasa, 21 September 2021
Entah ini cuma perasaan gua atau apa tapi dari pengalaman gua, gua banyak menjumpai teman yang terlihat culun dan polos dari luar tetapi libidonya luar biasa tinggi.
Type culun yang dimaksud adalah orangnya pendiam dan gak banyak omong. Sukanya menyendiri di pojokan dan kalau waktunya pulang ya pulang bukan nongki gak jelas.
Ada temen sekolah gua yang orangnya luar biasa diam. Tugas gak pernah ngerjain dan kalau di kelas sukanya tidur tapi waktu gua main ke rumahnya, gua menemukan harta karun eh salah maksudnya sesuatu yang tidak baik.
Awalnya gua heran, kok PC si E ini dalam kondisi menyala pas gua masuk ke kamarnya. Ini artinya selama si E sekolah, PC dia nyala terus dong. Gua intip sebentar, oalah ternyata si E sedang mengunduh sesuatu nih.
Tapi kok ada tulisannya AV ya. AV kan Adult Video ya, wah wah wah ada apa ini. Jiwa kepo gua bergejolak mencari tahu. Gua tanya si E dan tanpa malu-malu si E bilang kalau dia lagi donlod video dewasa alias porno.
Wanjir, nyesel gua gak bawa flash disc eh maksudnya nyesel gua udah nanya ke dia. E lantas dengan bangga menunjukkan koleksi folder XXX miliknya. Entah sudah berapa ribuan video porno tersimpan raoih di Hardisk dia.
Kemungkinan besar sampai 6 generasi setelah E wafat dan Hardisk dia diwariskan, rasanya gak bakalan habis deh ditonton.
Sungguh sebuah warisan yang sangat berharga, hahahaha.
Ada juga teman yang asli pendiam dan belum pernah pacaran seumur hidupnya. Tapi punya hobby datang ke Spa++ buat pijet.
Gua kadang suka mikir, ini si culun apa enggak kagok gitu ya berada dalam 1 kamar bareng therapist. Gua membayangkan setelah selesai dipijat, si Therapist lalu menawarkan layanan++ dan si culun dengan polosnya bertanya "Layanan ++ itu maksudnya apa ya Mbak?"
Pernah sekali gua isengin temen gua ini. Gua diceritakan oleh salah seorang teman kalau di ruko dekat Pasar Kosambi ada layanan Spa++ dengan 2 Angel alias 2 Therapist.
Jiwa iseng gua bergejolak, gua chat si D bilang gini "D, lu udah nyobain pijat di *****. Ada service baru, bisa booking sewa 2 therapist! Gua baru nyobain tadi siang!"
Padahal SUMPAH, sampai detik gua menulis post ini, gua belum pernah masuk ke tempat-tempat seperti itu. Bukan karena sok suci tetapi emang gak minat sih.
Chat gua cuma dibaca doang tanpa dibalas. Gua kira dia sudah gak tertarik dengan dunia lendir semodel itu. Eh ternyata gua salah. Bener-bener salah.
Malamnya dia baru balas chat gua "San, sorry baru bales. Thanks infonya, barusan gua udah cobain. Mantap bener"
ANJ*NG, gak banyak ini itu ternyata langsung digarap dong.
......................................................................................
"San, lu pernah datang ke Spa++ atau Saritem gitu gak sih?" tanya salah seorang teman dengan polosnya.
Kita berdua sedang duduk di lapangan sehabis bermain bola. Pertanyaan yang cukup mengejutkan gua karena tidak menyangka dia bakalan bertanya seperti itu.
"Enggak sih. Kenapa emang?" gua balik bertanya.
"Enggak apa-apa, nanya doang, hehe"
Jiwa kepo gua kembali bergejolak. Menurut gua ada yang aneh nih, kenapa tetiba dia nanya soal Saritem dan Spa++. Gua pancing dulu biar dia mulai bercerita.
"Lu kemarin baru dari Saritem ya? Berapa sekarang tarifnya" todong gua. Biar dia gak bisa berkelit langsung gua todong.
Awalnya dia seperti ragu menjawab tetapi bukan Sani namanya kalau tidak bisa mengorek cerita orang, Pancing-pancing dikit dan HAP, umpan berhasil dimakan oleh si 'ikan'.
"Bukan Saritem San tapi di Stasiun"
STASIUN? Ini gua gak salah denger apa? Si ganteng ini artinya booking PSK yang suka menjajakan diri pinggir jalan? Dan maaf ini mah, setau gua PSK yang mangkal di Stasiun kan kebanyakan sudah berusia lanjut ya, di atas 40 semua.
Kok Sani bisa tahu? Ya tahulah secara gua sering lewat Stasiun terus mata gua lirik kanan kiri lah.
"Jangan bilang lu ena-ena ama Ibu-Ibu disana"
"Enggak tau sih. Ngakunya ke gua mah umur 33 tahun tapi kayaknya lebih deh"
Temen gua yang polos ini ternyata lepas keperjakaan di tangan PSK berusia lanjut. Sungguh sebuah prestasi yang begitu membanggakan.
Satu hal yang paling buat gua penasaran adalah gimana caranya temen gua yang polos, pemalu dan pendiam ini nawar si PSK. Sepengetahuan gua ya, dia itu orangnya pemalu dan susah buat memulai obrolan dengan orang baru.
Lah ini gimana caranya dia negosiasi ama PSK Stasiun.
"Gua deketin aja San. Pertama gua minta nomor HP dia tapi gak dikasih. Dia bilang, dia jualan m*m*k bukan jualan no HP"
Eh bener juga ya. Ngapain juga minta No HP si PSK, kan lu mau ena-ena bukan buat chat dia tiap hari. Setelah itu, X mulai bertanya berapa tarifnya dan dijelaskan untuk short time itu 200k.
Sepengetahuan gua, maksud dari short time itu adalah hanya untuk 1x ejakulasi saja. Jadi kalau sudah ejakulasi ya berarti permainan sudah berakhir dan kalau mau extra time ya harus bayar lagi.
Cerita semakin menarik dan gua mendengarkan cerita dari X dengan seksama. Proses pembuahan tersebut dilakukan di kamar kost-kostan. Jadi 200k itu sudah include dengan kamar.
Alasan dia memilih si PSK itu karena memiliki buah dada besar dibanding PSK lain. Ehm, okey deh.
Nah satu lagi yang bikin gua penasaran adalah bagaimana ceritanya temen gua yang polos dan pemalu ini memulai kegiatan ena-ena apalagi dia sebelumnya belum pernah having sex. Apa dia cuma bermodal nonton video porno yang dia tonton di kamar?
Dasar polos, dia malah ngaku ke Tante PSK kalau dia belum pernah having sex sebelumnya. Terlalu jujur juga salah karena bisa dimanfaatkan oleh PSK.
Duit 200k ternyata belum termasuk pengaman alias kondom. Nambah kondom harus bayar 20k terus karena si PSK tahu kalau pelanggannya adalah anak polos, dia meminta uang tambahan kalau si X mau minta nomor HP dia. Harganya adalah 20k dan DIBAYAR juga ama si X.
Dan ini dia yang detik bersejarah sudah tiba. Kondom sudah terpasang dan tingga eksekusi saja. Si X dengan polosnya minta diajari ke PSK karena dia masih awam.
Dia gak cerita sih gimana ngomongnya pas minta diajarin. Tapi yang ada di kepala gua adalah dia ngomong gini "Teteh, saya serahkan semua tubuh saya termasuk organ vital saya untuk Teteh hari ini"
"Terus gimana?" cecar gua yang begitu bersemangat mendengar pengalaman dia.
"Sakit San"
Lah kok sakit sih. Karena sakit itulah, X minta ganti posisi. Dari Woman on Top ke posisi Misionaris. Di posisi inilah si X sepertinya menemukan hasrat seksualnya yang terpedam. Eh dasar polos si X malah bertanya ke Tante PSK yang membuat Tante PSK sepertinya turn off
"Teteh boleh cium bibirnya"
"Teteh boleh remas payudaranya"
"Teteh maafin ukuran penis aku kecil" Pertanyaan yang terakhir ini bohong, haha
Pertanyaan gua kemudian adalah kenapa harus nanya aih NJING! Gua gak tau gimana perasaan Tante PSK tapi gua gak bisa kebayang sih, gimana rasanya lagi berhubungan badan tapi ditanya-tanya terus. Yang ada jengkel lah.
Dan mungkin karena faktor jengkel inilah yang membuat first sex si X berjalan singkat. Tante PSK meminta X buat cepat-cepat ejakulasi supaya cepat mengakhiri permainan ini.
"Lu ejakulasi gak?"
"Enggak San. Gak bisa"
Gegara tidak bisa ejakulasi itulah, permainan diakhiri. Kalau mau perpanjangan waktu, si Tante PSK meminta uang tambahan sebesar 500k yang tidak bisa disanggupi oleh X karena dia tidak memegang duit lagi.
...............................................................................
Gua pernah menulis di sebuah platform soal keresahan gua tentang PSK yang belum tersentuh teknologi. Maksud belum tersentuh teknologi adalah kadang gua suka miris melihat wanita berpakaian mimim berjejer di pinggir jalan untuk menjajakan diri.
Bukan berarti gua mendukung prostitusi tetapi gua terkadang merasa kasihan melihat mereka menjual diri seperti tidak ada harga dirinya. Banyak PSK yang kini menjual diri secara online lewat Twitter atau lewat MiChat. Nyalakan aplikasi ini di sekitaran Apartemen dan AHA,maka langsung akan muncul deretan foto perempuan molek yang sedang menjajakan diri lengkap dengan harganya.
Foto-fotonya waduh dijamin bikin mimisan. Gua pernah diperlihatkan foto wanita yang OPEN BO di aplikasi MiChat dan WADAW kok cantik semua ya. Harganya berkisaran 500-700k.
Ini gak salah? Kok PSK nya cantik-cantik banget. Buat wajah secantik itu rasanya gak mungkin deh harganya cuma kisaran 700k. Ini mah harusnya bisa jutaan ya.
Gua sudah bilang ke Mr. Y supaya dia berhati-hati karena untuk ukuran wanita secantik itu, rasanya gak mungkinlah jadi PSK terus jualan diri di MiChat. Mungkin karena keburu nafsu, dia menghiraukan saran gua. Dia chat si PSK MiChat tadi dan deal akhirnya tercapai.
Di bayangan dia, dia bakalan menyalurkan hasrat duniawinya ke perempuan bertubuh semok dan berwajah ala orang Korea. Mereka deal di angka 500k setelah nego alot. Gua penasaran banget nih denger cerita dia dilayani PSK berwajah rupawan.
Besoknya, gua ketemu lagi Mr. Y saat sedang bermain basket. Dia seperti kecewa dan begitu melihat gua, reaksi dia seperti orang yang malu.
Ternyata benar dugaan gua, perempuan yang di foto itu ternyata wadul alias ngibul. Foto itu bukan EDITAN tapi foto PALSU alias comot foto orang!
Entah itu foto siapa yang dicomot tapi PSK yang datang JAUH dari aslinya. Dia bercerita dengan lirih kalau yang datang adalah seorang PSK berusia 40 tahun lebih dengan kondisi tubuh sudah kendor.
"Anjinglah San, gua ketipu. Sudah bayar DP eh yang datang Ibu-Ibu lah. Gua batalin aja, gak apa-apalah DP angus yang penting gua gak maen ama emak-emak"
Kalau itu foto editan mungkin masih bisa dimaafkan tapi ini ini foto orang dicomot terus diaku-aku dan modus ini ternyata sudah banyak dilakukan oleh PSK MiChat. Kalau kasusnya kayak gini, ini masuk penipuan gak sih? Berharap yang datang Hermione Granger eh yang datang malah Fiona Shrek.
"Kapok gak lu?" tanya gua ke Y
"Kapok pake MiChat. Besok-besok mending gua datang langsung deh dibanding ketipu lagi"
Buat X dan Y, hasrat untuk berwisata lendir memang sudah menjadi kebutuhan untuk mereka. Rasanya jika sudah pernah tercebur ke dunia ini akan sangat sulit untuk menarik diri.Orang yang sudah menikah pun masih bisa mencari pelampiasan di dunia lendir, entah untuk melepas kepenatan, tidak puas dengan istri atau entah karena alasan apa.
Gua sendiri sudah lama berusaha untuk tidak mengurusi masalah orang. Kalau si X dan Y senang bermain di dunia lendir ya itu urusan masing-masing. Mereka sudah cukup dewasa jadi pasti sudah paham soal baik buruknya.
Tetapi yang menjadi ganjalan buat gua adalah KENAPA si X milih ***** AMA IBU IBU!!!!
Rabu, 21 Juli 2021
Setelah lama menjalani hidup sebagai solo (baca: single), salah seorang teman gua kini sedang menjalani hubungan serius dengan seorang perempuan.
Gua belum pernah ketemu dengan pacar dari temen gua yang kita panggil saja dengan inisial 'AJ'. Sebelum menjalin hubungan baru ini, AJ menjalin hubungan dengan seorang perempuan muda yang sekantor dengan dirinya.
Kalau galah mantan pacar si AJ ini kerjannya jadi sekretaris si AJ. Gua curiga kalau si AJ mengiming-imingi mantanntya ini buat jadi pacar dia.
"Kamu mau naik jabatan gak? Atau kamu mau bonus tambahan? Kalau mau kuy jadi pacar saya"
Mungkin itu adalah iming-iming yang dijanjikan si AJ. Mungkin loh, hahahaha
Tetapi hubungan yang sudah berjalan 1 tahun ini harus kandas karena perbedaan agama dan keduanya tidak ada yang mau mengalah.
"Lu pernah ke rumahnya?" tanya gua tempo hari
"Pernah"
"Terus apa kata Ibunya?"
"Gua disuruh jadi mualaf?
"Ya kenapa lu gak jadi mualaf aja" gua merespon sambil cekikikan.
Pertanyaan yang sebenarnya gak usah ditanyakan karena rasanya gak mungkin. Biar si AJ ini orangnya gak taat-taat banget dalam hal beragama tetapi rasanya dia gak mungkin menggadaikan iman dia gegara cinta.
Kalaupun iya si AJ mau pindah agama, ada 1 lagi hambatan yaitu faktor orang tua. Mama si AJ ini orangnya keras banget. Kalau sudah bilang enggak pasti enggak Pilihannya cuma 2 buat si AJ, dia ngotot pindah agama atau diusir dari rumah.
Berhubung si AJ belum mampu beli rumah sendiri jadi mending gak usah dululah cari masalah ama Ibu sendiri, hahaha.
........................................................................
Pasca putus dari pacarnya yang beda agama itu, AJ kini berhasil menemukan tambatan hati baru. Seorang perempuan yang berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris.
Kalau gua lihat sih harus aman ya. Agama udah sama, muka juga lumayan jadi rasanya gak ada alasan penolakan dari Mama si AJ. Seiring berjalannya waktu ternyata ada penolakan dari si Mama AJ.
Lah kenapa lagi sih ini.
Ternyata gaya hidup dari pacar baru si AJ yang kita sebut saja dengan nama Mandy yang menjadi masalah. Si Mandy ini ternyata lama hidup di Australia sebelum balik ke Jakarta nah karena lama di Australia ini, gaya hidup si Mandy jadi 'kebarat-baratan' ala bule.
Itu yang menjadi masalah buat Mama AJ.
Gaya hidup bebas ala bule itu misalnya tinggal serumah dengan pacarnya meskipun belum terikat dengan pernikahan. Nah itu yang jadi masalah buat Mama si AJ.
Mama AJ pasti pengen anaknya dapat perempuan perempuan baik-baik. Bukan berarti gua bilang kalau si Mandy gak baik-baik tetai gaya hidup si Mandy rasanya kurang cocok dengan AJ dan keluarganya.
Apa yang ditakutkan pun terjadi. Mama AJ tidak memberi restu kepada hubungan mereka berdua. AJ sudah cukup dewasa buat membangkang permintaan Mamanya dan lebih memilih untuk melanjutkan hubungan.
Meskipun tidak direstui, setiap Seminggu sekali AJ PP Jakarta - Bandung untuk menemui kekasih hatinya tersebut. Sekitar 10 tahun yang lalu, si AJ pernah menjalin kasih dengan seorang gadis berwajah oriental yang cantik dan berkulit putih,
Ibu dari AJ sudah memberi restu.karena memang mantan si AJ yang ini memang kaya dan berasal dari orang berada. Tetapi ini yang menjadi masalah.
Ok buat AJ dan keluarganya tapi gak OK buat keluarga si perempuan. Disaat orang tua AJ setuju dan memuj calon menantunya setinggi langit eh di ujung sana, Bapak dari perempuan gak memberi restu.
Alasannya mereka berdua beda ras dan si AJ ini 'cuma' karyawan biasa. Si Om nyari yang mapan dan si AJ ini masih jauh dari kata mapan karena saat itu baru mulai bekerja di tahun pertama.
Seperti perkiraan hubungan mereka berdua harus kandas. Giliran Mama si AJ sudah setuju eh Mama si perempuan malah gak setuju.
Kalau kondisi sekarang berbeda. Mama si Mandy sudah setuju tapi Mama si AJ gak setuju. Tetapi kasusnya kali ini berbeda. Mungkin karena sudah merasa dewasa dan tidak mau diatur-atur lagi si AJ akhirnya memaksakan untuk melanjutkan hubungan mereka berdua.
.................................................................
"Gua kemarin jujur ke Mama gua kalau gua udah pernah nge-sex sama Mandy" kata si AJ sambil mengunyah potongan steak tepung yang baru saja dia potong.
"Anj*ng, seriusan lu" gua terkaget-kaget hampir keselek dengar pengakuan dari si AJ. Mungkin si AJ belum punya nyali buat ngehamilin pacarnya terus ngomong gini ke Mamanya "Ma, Mama sebentar lagi mau punya cucu baru soalnya pacarku hamil"
Tapi nyali si AJ ok juga nih, berani bener dia ngomong ke Mamanya kalau sudah pernah ML bareng pacarnya. AJ mungkin sudah kehabisa akal buat dapat restu jadi dia buat pengakuan kontroversial.
Mama AJ marah besar tapi gak bisa berbuat apa-apa. Lah mau ngapain lagi kan udah penis si AJ udah penetrasi gimana bisa ditarik lagi, hahahaha. Kalau Mama AJ marah besar, Ayah si AJ gak banyak ngomong dan pasrah.
Tetapi seiring berjalannya waktu, Mama AJ mulai luluh dan pasrah. Ya mau gimana lagi, si AJ sudah bucin banget ke pacarnya yang sekarang. Gua sendiri kalau boleh memberikan pendapat merasa kalau si AJ ini kurang cocok dengan gaya hidup si Mandy. Lah si AJ yang gua tahu hobby-nya makan pempek di pinggir jalan sekarang harus ngikutin makan di Mall Jakarta ya aneh juga.
Giliran ama gua aja kalau lagi jalan maunya makan pempek lenjer sekarang makan di Mall Kelapa Gading yang sekali habis makan goban.
Gua gak tau bagaimana kelanjutan kisah cinta AJ dan Mandy tapi sebagai seorang teman, tentu saja gua berharap temen gua yang satu ini menemukan kebahagiaanya.
Selasa, 13 Juli 2021
Gegara Pandemi ini, gua merasa jadi makin banyak orang parno termasuk orang terdekat gua.
Mama dan Kakak wanti-wanti gua buat di rumah aja biar aman. Pasangan juga kasih warning supaya gua lebih aware dan lebih baik di rumah saja.
Berhubung gua orang yang patuh (baca: takut dimarahin) jadilah gua dalam beberapa Minggu terakhir ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Keluar seperlunya aja, misal pas lagi kirim paket pesanan buyer atau kalau lagi pengen jajan tahu walik di sekitaran Antapani, haha.
Sisanya ya di rumah. Gua banyak menghabiskan waktu buat nonton serial TV misal The X-Files, Breaking Bad sampai Money Heist.
Mau pergi ke bioskop juga percuma, bioskopnya juga gak buka. Toko buku juga tidak boleh buka jadilah gua harus mengurungkan niat buat beli komik dan buku.
...........................................................
Beberapa hari yang lalu, gua berkunjung ke salah satu Mall di daerah Kepatihan. Mall memang ditutup tetapi beberapa tennant F&B masih diperbolehkan buka.
Alasan gua maksain pergi kesana adalah karena voucher pizza yang gua dapat hangus hari itu. Mayan sih nominalnya jadi dibanding hangus, cus deh.
Tennant pizza itu letaknya ada di lantai 3 Mall. Suasana Mall gelap bener mirip suasana Mall di The Walking Dead. Beberapa Tennant masih buka, mereka mengandalkan orderan dari Ojek Online. Yang laku ya laku, yang sepi ya sepi.
Paling laku itu Tennant Dear Butter yang baru buka. Gua iseng mau beli eh ditolak soalnya cuma bisa dibeli via Ojek Online.
Sekilas gua liat bentuknya kayak wafel yang dulu dijual di Yogya Express tapi bedanya di Yogya Express harganya 6.500 dapat 4 pcs lah kok ini 29rb cuma dapat 2 pcs.
Seenak apa itu? Karena gak bisa beli ya lain kali aja deh. Dari baunya, gua sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya, wkwkwk.
Akses ke Tennat Pizza yang gua tuju cuma bisa lewat lift. Suasana masih siang tetapi berasa mencekam karena lampu dalam Mall yang dimatikan.
Di lantai 3 yang luas itu, ternyata cuma ada 2 Tennant yang buka yaitu Pizza dan CFC. Dibanding dipake buat jualan, area seluas ini lebih cocok dipake buat Uji Nyali. Salut buat pegawai tennant yang masih berani jualan.
Gua pesan menu pizza dan bayar pake voucher yang gua dapat. Mungkin yang ada di pikiran si Mbak pizza adalah "jualan lagi sepi, sekalinya ada yang beli malah bayar pake voucher. Nasib nasib"
Si Mbak kemudian cerita kalau di lantai 3 ini cuma 2 tennant yang beroperasi. Buka jam 11 siang dan tutup jam 7 Malam.
Kalau sepi, bosen juga gak sih nunggu selama 8 jam di area seluas itu. Gabut pasti tapi ya mau gimana lagi, namanya juga kerja.
........................................................
Gegara Pandemi ini juga, status resepsi pernikahan gua pun jadi terombang ambingkan, hahahaha.
Resepsi rencananya di akhir bulan September nanti menjadi tidak pasti padahal pembayaran sudah masuk sebagian dan gift untuk tamu sudah beres dibuat.
"Nanti gak perlu dikasih tanggal ya di gift biar aman" kata gua ke pasangan.
Ini mencegah hal yang tidak diinginkan seperti harus mundur karena kondisi yang tidak memungkinkan. Kan malu ya, sudah ditulis tanggal 25 September eh jadinya tahun depan.
Sedikit banyak hal seperti ini membuat gua dan pasangan kepikiran terutama pasangan yang memang type pemikir.
Gua mencoba untuk membawa santai tetapi tetap saja sih kepikiran padahal jarang-jarang gua mikirin masalah.
Untuk undangan, gua hanya menyebar 200 undangan saja. Tidak perlu ramai yang penting berkesan dan bisa dihadiri oleh keluarga besar.
Whatever happened, happened. Kita berdua memilih untuk mengikuti alur saja.
Jika harus diundur, gua jadi lebih punya banyak waktu buat mempersiapkan pernikahan. Ya ada nilai plus minusnya sih.
Mohon doanya ya!
Selasa, 01 Juni 2021
Setelah semua barang berhasil dipindah, Malamnya kita berencana mengunjungi Mall Of Indonesia buat cari makan. Dulu gua tiap hari sering melewati Mall ini tapi belum pernah sekalipun masuk.
Rabu, 31 Maret 2021
Salah satu syarat untuk menikah secara Gereja adalah kita harus mengikuti bimbingan pra nikah yang dipimpin oleh seorang Pendeta.
Karena syarat ini, salah satu kegiatan rutin gua setiap Jumat adalah pergi ke rumah Ibu Pendeta di Cimahi untuk mengkuti bimbingan pra nikah. Bimbingannya lumayan lama karena buku panduan yang dipakai lumayan tebal.
"Suami itu harus paham kalau istrinya capek baru pulang bekerja. Gak usah ribut kalau belum ada makanan yang tersedia. Kalau belum ada makanan di atas meja bisa kan beli dibanding repot-repot"
Gua mengangguk paham. Ini adalah satu contoh yang ditekankan saat pra nikah nanti. Untungnya soal makan gua gak ribet dan pemilih. Apa yang gua makan tiap hari itulah yang Mama masak di rumah.
Soal makan ini gua punya sedikit cerita deh. Dulu waktu gua masih SD sampai SMP, gua sedikit picky dalam hal makanan.
Kalau makanannya gua gak suka, gua minta dibeliin makanan lain. Semua berubah ketika Ayah kena PHK sehingga gua gak bisa lagi sembarangan request makan ini itu. Kasarnya gini, lu bisa makan juga udah puji syukur, gak usah banyak mau ini itu.
Kebiasaan itu yang terbawa sampai sekarang. Apapun yang Mama masak di rumah itulah menu gua makan di hari itu. Kalau Mama lagi gak masak? Ya tungguin aja tukang cuanki lewat beli goceng pake nasi, kenyang deh.
.........................................................................................
Selain mengikuti bimbingan pra nikah, gua dan partner juga sedang disibukan mencari veneu untuk pesta pernikahan. Kalau boleh memilih sih sebenarnya gua lebih memiih untuk pemberkatan nikah di Gereja saja. Lebih sakral dan gak perlu mengundang banyak orang.
Tetapi sayangnya Gereja sedang tidak bisa dipakai karena pandemi seperti sekarang ini. Keputusan pun akhirnya dibuat, untuk pemberkatan dan resepsi kita pakai hotel saja.
Mencari veneu ternyata bukan perkara mudah, banyak ini itu yang harus diperhatikan. Ada yang bagus tapi harganya gak pas. Ada yang OK tapi jaraknya kejauhan.
Gua pernah 1x ke undangan teman di Parongpong. Jarak dari rumah gua ke Parongpong aja udah nyaris 1 jam. Dari yang laper pengen makan di kondangan sampai gak laper lagi saking lamanya perjalanan. Rambut yang klimis karena pomade sampai berantakan gegara kelamaan di jalan. Dari yang sudah membayangkan siomay dan mie kocok mendadak gairah itu lenyap jadi pengen tidur.
Setelah beberapa kali survey dan belum juga menemukan veneu yang cocok akhirnya ketemu juga 1 tempat yang Ok.
Sebuah hotel di Jalan Sukajadi yang letaknya persis di depan Mall Paris Van Java (PVJ). Hotel bintang 4 yang letaknya strategis banget.
Kebetulan pemilik Hotel ini adalah teman SMA gua dan partner. Kita lantas membuat janji bertemu dengan J buat cek veneu. J juga memperkenalkan kita berdua dengan Wedding Specialist dari Hotel.
Sebelum J berekspektasi tinggi, gua jujur kondisinya seperti apa. Gua cerita kalau sebelum menikah, kita berdua sudah ambil rumah dan kendaraan pribadi untuk persiapan 'kehidupan setelah menikah' dan untuk menikah ini, murni dari uang kita berdua.
"Budget gua sekitar Rp **.***.***, apakah bisa dibantu J" tanya gua ke J.
"Wah bisa banget San. Nanti gua yang atur sebagus mungkin"
Mendengar respon dari J, jujur gua merasa sangat lega. Salah satu komitmen gua dan partner sebelum menikah adalah kita TIDAK akan berhutang untuk menikah. Kita alokasikan budget sesuai kemampuan kantong kita berdua. J sempat menawarkan promo dari Hotel dia yaitu cicilan 0% dari kartu kredit yang bekerja sama dengan hotel miliknya.
Sebuah tawaran yang langsung kita tolak karena ya itu tadi, komitmen kita berdua untuk tidak berhutang ke siapapun termasuk kartu kredit.
...........................................................................................
Paket yang disediakan oleh pihak hotel menurut gua sangat kompetitif karena sudah include dengan MUA, gaun hingga WO. Untuk WO, partner sempat beberapa kali menghubungi WO dan menanyakan paket yang tersedia. Harga yang ditawarkan mahal-mahal ternyata, hahaha.
Kalau ingin menggunakan jasa WO untuk resepsi saja, beberapa WO yang gua hubungi meminta bayaran 8-10jt. Ajip bener, cuma modal walkie talkie dan earphone di telinga buat "Hallo, Hallo" mintanya 10jt.
"Mbu, lu mau dapat duit cepet gak? Sewa walkie talkie kuy, bikin WO dadakan" canda gua ke si Ambu waktu kita berdua lagi janjian ketemu buat makan pempek di dekat BEC.
Gua pun berencana untuk 'memberdayakan' beberapa teman untuk kelangsungan acara, misal untuk musik dan MC. Khusus untuk MC, gua sudah request agar menggunakan orang yang gua kenal karena kalau gak kenal, gua malah merasa kagok dan canggung.
Untuk musik pun gua sudah meminta kepada beberapa kenalan untuk sumbang suara. Gua juga sudah meminta spot agar gua bisa dikasih kesempatan buat bernyanyi. Lagu yang akan gua nyanyikan adalah 'Especially for you' by Kylie Minogue. Gua sudah latihan yang cukup buat bernyanyi di hari pernikahan nanti.
Eits, 1 paragraf sebelum ini isinya adalah OMONG KOSONG belaka karena ada kemungkinan resepsi akan bubar kalau gua memaksakan diri bernyanyi, hahahaha
Berhubung Hotel yang bakalan gua pakai letaknya di depan PVJ persis, gua kepikiran buat mengisi waktu di PVJ sebelum menunggu resepsi di sore hari.
"Lu rencana Paginya mau ngapain buat nunggu resepsi?" tanya si Ambu
"Ke PVJ nonton GODZILLA biar gak tegang nunggu waktu resepsi"
Buat gua pribadi, ada yang lebih penting ketimbang resepsi pernikahan. Hal itu adalah 'kehidupan setelah menikah'. Gua gak mau kita berdua jor-joran untuk resepsi 1 Malam dan kelimpungan sesudahnya. Banyak pengalaman orang yang memaksakan diri buat jor-joran dengan hutang sana sini atau jual barang untuk mengadakan resepsi pernikahan.
Di hari itu mungkin mereka merasa bahagia tetapi sesudahnya kelimpungan buat bayar hutang. Pernah juga gua mendengar cerita salah seorang teman yang mengadakan pesta besar-besaran tetapi sesudahnya mereka tinggal di rumah kontrakan yang harus berpindah setiap tahunnya atau ada juga yang menikah besar-besaran tapi menggunakan kartu kredit yang berujung macet karena gak sanggup bayar.
Intinya adalah gaya hidup memang harus menyesuaikan dengan penghasilan. Kalau penghasilan kamu misalkan 1 juta ya bergayalah dibawah itu, jangan malah lebih.
Mohon doanya ya semoga acara pemberkatan dan resepsi nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Selasa, 09 Maret 2021
Gua yakin dalam satu titik di kehidupan, kalian pasti pernah merasakan yang namanya kesepian. Di tengah hingar bingarnya pergaulan kalian atau disaat kalian tertawa bahagia sambil menenggak Es Kopi Susu bersama teman kalian, mungkin saja begitu kalian pulang ke rumah, kalian akan mengalami yang namanya kesepian.
Beberapa tahun yang lalu, gua pernah berada di fase ini. Fase ini terjadi karena beberapa teman gua sudah mulai bekerja dan kita jadi jarang buat keluar bareng. Kalau dibilang kesepian sih sepertinya kurang tepat tetapi mungkin lebih cocok dibilang 'lebih banyak menghabiska waktu untuk sendiri'.
Ketika gua berada di fase 'sendiri'ini, gua jadi senang mengerjakan semuanya seorang diri. Gua pergi ke toko buku sendiri, pergi ke toko action figure sendiri, nonton bioskop sendiri dan jujur gua menikmati itu semua.
Buruknya adalah sampai sekarang gua terkadang suka mengerjakan sendiri dan melakukan apa-apa sendirian padahal gua sudah memiliki pasangan, hihihi. Ya, pasti aja ada kelebihan dan kekurangannya.
............................................................................
Menjadi hal yang wajar ketika salah satu teman SMP gua bersikap 'aneh' entah itu di Group WA sekolah atau di Media Sosial pribadi miliknya. Gua yang berteman dengan dia di Medsos cuma bisa mengernyitkan dahi melihat postingannya yang 'segala diposting'.
Maksud segala diposting adalah foto atau hal gak penting selalu diposting. Lagi makan roti bakar coklat meses, roti bakar coklat mesesnya diposting. Lagi minum es teh manis, es teh manisnya difoto dan diposting. Lagi makan combro, combronya ikut difoto dan diposting. Lagi minum sirup Marjan, sirupnya ikut difoto dan diposting.
Okelah itu masih bisa ditolerir tetapi hal yang paling bikin gua 'tepok jidat' adalah dia suka memposting screeshoot chat dia dengan kecengan dia atau temen dia yang kita juga gak tau kan konteksnya apa.
Dan lebih anehnya lagi, dia pernah melampirkan screenshoot WA dia sedang dimarahin oleh seseorang (kemungkinan besar kecengannya). Isinya kurang lebih gini:
"Kak, jangan chat aku lagi ya. Jujur aku terganggu ama chat dari Kakak"
Kalau misalnya itu gua ya sampai di-chat kayak gitu ya, jangankan gua share di Medsos pribadi gua, buat bacanya aja udah MALU.
Tapi Mr P ini beda, dia malah share dengan perasaan bangga. Awalnya gua merasa heran tapi belakangan gua tau kenapa dia melakukan itu.
Dia kesepian. Dia butuh perhatian dan dia sedang cari perhatian. Asumsi gua ini bertambah dengan fakta kalau si Mr. P ini memang belum bekerja.
Saat kita sedang merasa kesepian, kita akan melakukan hal yang kita suka agar kita tidak merasa kesepian lagi. Yang gua lakukan biasanya menulis, membaca buku atau pergi seorang diri 'memanjakan' diri, misalnya makan Mie Ayam atau Pempek kesukaan.
Si Ambu pernah cerita ke gua kalau dia sedang merasa bosan dan kesepian yang dia lakukan adalah pergi ke seorang di BEC atau Kings di alun-alun Bandung, memutari Mall sampai bosan dan cari makan enak dan murah.
Semua orang pasti punya caranya masing-masing buat mengusir rasa kesepian yang mungkin datang.
Balik lagi ke Mr. P, beberapa bulan yang lalu tetiba Mr P menghubungi gua. Dia berjualan frozen food menawarkan batagor & siomay beku seharga 30.000 isi 10.
Kalau dihitung kasar harganya lumayan juga ya, artinya 1 pcs harganya 3rb ya. Lah gua aja biasa jajan batagor 5rb dapat sepiring penuh, wkwkwk. Tapi berhubung bantu teman, gua pesen deh batagor frozen food dan siomay frozen food punya Mr. P.
Kebetulan si Mr P ini sering banget ngeposting video dirinya lagi main basket sendirian di lapangan deket rumahnya dan kebetulan juga gua lagi program penurunan berat badan buat persiapan pernikahan yang tinggal hitungan bulan saja.
"Eh gua ikutan dong main basket sekalian ambil batagor ama siomay"
"Wah seriusan nih? Okey boleh banget San"
Mr. P tampak sangat senang sekali karena gua ajak main basket bareng.
...........................................................................................
"Lu cuan berapa kalau habis semua frozen food" tanya gua sambil melakukan shoot bola basket ke keranjang
"Modal 500rb, kalau habis ya dapat cuan 80rb"
Ok cuan kan 80rb. Nah si P ini yang gua perhatikan di IG dia, dia sering promosi batagor ama siomay dagangan dia. Lah kalau digoreng dan dimakan sendiri, cuan dia habis dong?
"Hello Guys, ini gua lagi jualan frozen food. Gua goreng ya batagornya biar rasanya krenyez-krenyez dan crunchy. Bumbu kacangnya dipanasin ya Guys, kasih air dikit ya Guys"
Dari ngobrolin soal cuan batagor dan siomay, kita ngobrol ke hal yang lebih pribadi lagi. P cerita ke gua kalau dia memang kesepian dan sedang cari perhatian. Dia cerita, beberapa hari yang lalu dia baru dikeluarin dari Group WA Youth. Kok bisa sampai dikeluarin?
Si ganteng ini ternyata baru aja 'nembak' salah satu anggota Group WA. Nembaknya pun pake cara anak baru puber. Dia kirim voice note dengan lagu yang dimodifikasi
"Ku ingin Verren menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu....."
Bukannya seneng yang ada PASTI si Verren takut. Kenal dekat aja gak pernah, jalan aja gak pernah, chat aja gak pernah LAH ini nembak pake lagu yang sudah dimodifikasi pula.
Sesuai dugaan si Verren merasa gak nyaman. Dia mengultimatum, dia atau si P yang di-kick dari Group WA dan akhirnya si P yang di-kick. Kasus ini sampai dibawa ke meeting Youth dan banyak orang yang komplain dengan sikap si P.
Mulai dari kebiasaan si P yang ngebahas hal gak penting di Group, chat jam 4 subuh sampai yang paling extreme, si P pernah nuntitn si Verren!
Sebelum kasus nembak via lagu itu si P sebenarnya sudah pernah ada masalah ama si Verren. Si P pernah nguntit si P cuma buat minta maaf. Perkaranya si P ini suka kirim-kirim sticker WA pakai foto dia buat kasih kode kalau dia ada rasa sama si P. Si P jelas gak nyaman dan ini gua gak tau gimana, si P malah ngikutin si Verren pulang buat minta maaf.
Bukannya dimaafin yang ada malah SEMAKIN TAKUT lah.
"Iya dia kayak takut gitu, langsung pergi gitu aja. Gak mau jabat tangan gua"
Jangankan si Verren, kalau itu gua ya gua juga takutlah jir.
"Gua kesepian San. Gua cuma cari perhatian aja karena gua merasa sepi"
Kembali lagi ke omongan gua diatas tadi. Si P ini sedang kesepian dan dia melakukan hal-hal absurd buat cari perhatian. Bahkan gua yakin dia 'menikmati' moment dimana dia 'disidang' gegara ulah absurd dia kirim chat aneh dan kirim-kirim sticker dengan rupa dia.
Gua gak bisa menghakimi atau apa. Gua hanya menyarankan supaya dia cari pekerjaan yang pakem atau melakukan kegiatan yang dia suka supaya dia bisa fokus
Upgrade diri sendiri, buat diri sendiri bahagia baru mulai mencari dambaan hati. Lah kerjaan aja gak punya, ya susah dong dilirik oleh lawan jenis.
P kemudian melanjutkan ceritanya soal wanita yang pernah dia dekati dan hasilnya mengenaskan. Semua block si P dan seolah-olah jijik ke P tetapi ada beberapa juga yang berusaha memanfaatkan si P.
"Kak, bisa beliin aku makan siang gak? Nanti aku ganti uangnya soalnya lagi gak ada yang bisa disuruh"
Dasar si Yes Man, di siang yang terik dengan duit terbatas si P langsung pergi jarak jauh ke Gedebage cuma buat nganter Hokben. Dia merasa dengan disuruh beli Hokben si perempuan ada rasa ke dia.
Sebenarnya enggak. Dia cuma memanfaatkan celah karena tahu si P ada rasa ke dia. Ya mayanlah memanfaatkan Yes Man buat makan siang gratis.
Setelah makan selesai diantar, tidak lupa P update status "Beres nganter makan siang ke gebetan terindah. Selamat makan ya"
Dalam pikiran si P, "Wah, dia ada rasa ke gua nih. Buktinya dia minta tolong ke gua buat beli makan siang. Kalau dia gak ada rasa, dia gak bakalan nyuruh gua"
Dalam pikiran si perempuan, "Mayan makan siang gratis. Untung gua inget ada 'OB' yang bisa disuruh-suruh"
................................................................................
"Gua juga pernah ada di posisi lu, merasa sendiri tapi bedanya gua gak segala posting. Toh kalau orang tahu kita lagi kesepian, emang mereka mau ngapain?"
"Mending lu berhenti buat kebiasaan 'segala posting' itu P. Lakuin aja yang lu suka, lu suka main basket kan? Ke lapangan aja buat main kalau misalnya ngerasa kesepian" lanjut gua
Intinya adalah tidak usah menunjukkan ke 'dunia' kalau kamu lagi kesepian atau menujukkan apa yang sedang kamu lakukan kalau cuma buat pengakuan online doang.
"Iya San, gua coba"
Hampir 2 Minggu berjalan, gua cek si P sudah jarang posting lagi. Dalam hati, gua berpikir mungkin dia mendengarkan omongan gua nih. Mungkin dia sekarang sedang mengerjakan sesuatu yang berguna atau memulai sebuah usaha baru.
Tapi perkiraan gua salah karena tidak lama kemudian, Mr. P memposting foto bon makan yang diikuti dengan foto-foto makanan yang dia pesan, mulai dari pisang goreng sampai teh hangat ditambah sebuah buku berjudul "Mengejar Cinta" dan ditambah dengan caption 'sedang menunggu upline tercinta yang tidak kunjung datang'.
Aduh
