Jumat, 28 Juli 2017

Balada UBER

Banyak yang kepo dengan penghasilan gua selama jadi Driver UBER. Kalau kamu baca postingan awal gua tentang gua yang jadi Driver UBER, pasti masih ingat kalau gua pernah nulis kalau penghasilan gua dari UBER setiap Minggunya itu sama seperti gua ngejual 2 kaos Clobberin Time (1 kaos harganya 150rb berarti gua dapet 300rb).

300rb itu belum dipotong bensin + makan gua dan dari hitung-hitungan gua, berarti pendapatan gua dari UBER itu berkisar di angka 120rb setiap Minggunya. Lah, kalau sedikit gitu kok masih Nguber aja sih San? Ya, jawabannya karena gua memang tidak mencari tambahan uang di UBER dan gua nguber itu pure buat bahan gua menulis di blog (berhubung banyak yang suka).

Untuk saat ini, gua ada sedikit perubahan gimmick. Kalau biasanya gua ngaku sebagai mahasiswa semester akhir yang sedang mencari tambahan uang untuk skripsi sekarang gua ganti gimmick menjadi mahasiswa baru lulus yang sedang mencari pekerjaan dan selama belum dapet kerja, gua jadi nyambi dulu jadi Driver UBER, hahahaha.

Dan kerennya asli gua bilang keren adalah gak tau akting gua emang kelewat kece atau muka gua keliatan memelas atau dia percaya dengan gua, beberapa customer gua sampai nge-WA gua setiap ada lowongan pekerjaan. Salah satunya adalah Bu Susan yang kerja di Kantor Kereta Api dan tinggal di sebuah Apartemen bilangan Ahmad Yani.

Pas gua anterin beliau ke Kantor Kereta Api di Laswi, dia bilang nanti bakalan ngehubungin gua kalau ada lowongan pekerjaan. Dan beneran dong, setiap ada lowongan kerja pasti gua di-WA dan ditambahin caption "Jangan sampai telat deadlinenya ya Dek, semoga ada yang tembus".

Jadi terharu gua walaupun gua minta maaf sebesar-besarnya karena aslinya gua memang tidak sedang dalam posisi mencari pekerjaan. Terima kasih untuk Bu Susan untuk kebaikkan hatinya, semoga makin banyak berkatnya.

Penghasilan gua dari UBER di suatu Minggu, 26rb aja :D

238rb belum dipotong bensin selama 1 Minggu

Ini juga belum dipotong bensin (penghasilan bersih sekitar 100rb aja per Minggu)

............................................................................

Selama gua nyaru jadi Driver UBER, gua sering ketemu bule (ada yang dari Korea, Filipina, Kanada) sampai yang paling sensasional dari Afghanistan bernama Robin. Pertemuan gua dengan Robin ini terjadi di sebuah Pagi. tepatnya di depan Apartemen Jardin di Cihampelas. Rating Robin ini cukup mengkhawatirkan di angka 3.27 dan bikin gua sedikit mikir, ini orang kok ratingnya bisa jeblok kayak gini. Kalau rating jeblok dari pengalaman gua biasanya orang ini bayarnya pake kartu kredit, pake promo (tanpa kasih tips) atau suka grepe-grepe di jalan.

5 menit menunggu, orang yang dimaksud keluar dari Apartemen dan gua sudah nangkring di depan pintu masuk Jardin. Gayanya oke juga, pake bandana gitu dan lumayan modis. Gua baru sadar kalau dia orang asing ketika dia terbata-bata berbahasa Indonesia dan pas gua ajak ngobrol bahasa Inggris, dia malah gak ngerti (gua masih bisa merespon bule ngomong Inggris selama dia ngomongnya pelan-pelan dan ada waktu buat gua buat mencerna maksud omongan dia).

Tetapi meskipun terbata-bata, dia lumayan lancar berbahasa Indonesia dan ngerti dengan kalimat yang gua ucapin. Robin minta diantar ke Gerbang Tol Pasir Koja karena dia mau nyegat bus buat pulang ke puncak.

Btw, gua kira orang Afghanistan itu bakalan berjanggut seperti mayoritas penduduk dari Negara Muslim tetapi Robin ini beda. Mukanya putih dan bersih dan kalau gua bilang lebih mirip orang dari Asia Timur dan gua pernah baca kalau di Afghanistan ada salah satu suku bernama Pastun yang berkulit putih jadi kemungkinan si Robin ini salah satu bagian dari Suku Pastun.

Dia cerita kalau dia sudah meninggalkan Afghanistan sejak tahun 2004 karena perang mulu. Bom meledak bisa terjadi kapan aja, bisa aja kamu lagi duduk ngopi terus ada bom meledak di keramaian. Itu sangat mungkin terjadi di Afghanistan dan dia sudah tinggal di banyak negara seperti Turki, Qatar, UEA, Malaysia hingga Indonesia.

Di tengah perjalanan, dia nepuk pundak gua dan ngomong gini "Bisa berhenti sebentar? Titit saya perih"

Sebentar, sebentar. Barusan dia ngomong kalau "Titit saya perih?" Karena gua takut salah dengar, gua konfirmasi ulang ke dia "Apa yang perih, Mr Robin?"

"Titit saya"

Ini orang frontal banget, baru kali ini orang yanng ngomong titit langsung tanpa sensor. Tapi gua masih berpikir positif, bisa aja Titit dalam bahasa Afghanistan artinya tengkuk leher atau lutut.

Jadi pas dia bilang "Titit saya perih" bisa aja artinya "Tengkuk leher saya perih", bisa jadi kan?

Gua cari tempat yang agak lowong dan berhentiin motor. Robin turun terus ambil posisi banding (jongkok - berdiri - jongkok). Gua jadi mikir ini kayaknya titit yang dimaksud tuh beneran deh PENIS bukan tengkuk leher.

"Habis kerja nih saya semalam" kata dia sambil jongkok dan berdiri lagi.

Bukannya gua mau mengeneralisir atau bilang semua imigran pekerjaannya sama, tapi sepengetahuan gua (dari buku or koran yang gua baca), banyak imigran gelap di Indonesia yang nyari duitnya jadi (maaf ini mah) jadi gigolo buat laki dan perempuan. Apa jangan-jangan si Robin ini kerja jadi gigolo terus karena terlalu bersemangat jadi titit dia perih gitu ya? Apalagi gua jemputnya di Apartemen, apakah ini berarti si Robin habis 'kerja'?

Karena waktu gua nanya, dia bilang gak punya pekerjaan dan tinggalnya di Puncak dan yang gua tau lagi, di Puncak kan emang banyak yang gini gini loh.

5 menit kemudian kita melanjutkan perjalanan kembali dan gak lama kemudian kita sampai tujuan di Gerbang Tol Pasir Koja, tempat Robin buat nyegat bus dan kembali ke Puncak.

"Ok, Mr Robin. Thank You, see you again. Allah Bless You" kata gua sambil ngasih snack ke Robin (tiap Nguber gua selalu bawa paket isi snack. permen, dan air mineral buat Customer gua),

"Sama-sama. Allah Bless You" kata Robin sambil berlalu dari hadapan gua.

.....................................................................

Apa yang membedakan UBER dengan Grab atau Gojeg? Yang paling kentara adalah kita tidak pernah tahu kemana tujuan penumpang kita. Maksudnya gini, di aplikasi Driver Grab dan Gojeg, pasti muncul kan di layar tujuan customer kemana, nah kalau di UBER gak muncul. Tujuan baru muncul setelah kita teken 'On Trip' di depan customer jadi ini kayak iseng-iseng berhadiah. Kalau lagi ok, kita bisa dapet customer yang kebetulan 1 arah pulang dengan kita atau kalau lagi jackpot, kita bisa dapet yang jauh banget (ke Jatinangor, Padalarang, atau ke Soreang).

Gua sendiri sudah cukup terbisa untuk perjalanan jauh karena dulu ketika Clobberin Time masih kecil belum seperti sekarang, gua sering banget pergi jauh cuma buat anterin pesanan buyer. Percaya gak, gua pernah ke Kota Baru Parahyangan di Padalarang, cuma buat anter pesanan seharga 25rb aja, hehehe.

Kebiasaan lama gua ternyata ini ternyata cukup berpengaruh selama gua jadi Driver Uber. Gua sih ngerasa biasa aja dan gak keberatan buat trip jarak jauh. Tetapi dari semua trip UBER gua, perjalanan gua dengan Mbak Icha mungkin akan menjadi perjalanan terjauh gua selama jadi Driver UBER.

Pertemuan gua dengan Mbak Icha terjadi di suatu hari, dia minta dijemput di stasiun kereta Kiara Condong. Jarak rumah gua ke Stasiun Kiara Condong itu sekitar 10 menit (gak terlalu jauh dari rumah gua). Karena disana termasuk zona bahaya (karena dekat dengan Ojeg Pangkalan), gua sudah wanti-wanti ke Mbak Icha agar kita akting seperti saudara pas ketemuan disana. Dia bilang dia pake jilbab merah dan bawa tas besar.

Dari kejauhan gua liat ada perempuan berjilbab merah dan bawa tas besar. Besar kemungkinan ini customer gua nih, gua sapa sebentar dan benar dia customer gua. Mbak Icha asalnya dari Malang dan tujuan dia ke Bandung adalah buat ngurus perceraian yang rumit plus ngurus surat pindah anaknya dari sekolah di Bandung.

Mbak Icha minta dianter ke sebuah sekolah dasar di Gatsu, buat minta surat keluar dari SD lama anaknya. Jadi ceritanya gini, beberapa Minggu lalu Mbak Icha baru culik anaknya dari sekolah di Bandung terus dibawa ke Malang.

"Dibanding gak ada yang ngurus di Bandung, mending saya bawa aja ke Malang sama saya. Masak sudah kelas 2 SD gak bisa baca kata gurunya juga setiap sekolah pakaiannya lusuh, seperti gak ada yang ngurus"

"Saya tiap bulan kirim uang ke suami saya buat keperluan anak tapi gak tau deh uangnya dipake buat apaan. Main lonte kali. Dibanding gak ada yang urus, langsung saya bawa aja ke Malang biar saya yang urus" lanjut Mbak Icha.

Kalau gua jadi si cowok, asli gua mah malu, dikirimin uang ama mantan istri buat biayain anak (hakikatnya suami yang nafkahin istri, jangan kebalik).

"Nanti kalau saya ada perlu lagi, saya hubungin Sani ya. Saya takut kalau ama Driver lain karena gak kenal siapa-siapa di Bandung" kata Mbak Icha. Mungkin first impression pertama gua sudah baik di depan dia jadi dia percaya ama gua. Mungkin ya.

"Iya siap Mbak"

5 hari kemudian, ada WA masuk ke HP gua. Jam sudah menunjukkan pukul 9 Malam, gua lagi nulis di ruang kerja sambil ditemani lagu dari Maliq & D'essentials (ehem).

"Sani, bisa jemput saya di depan TSM? Ini Icha yang waktu itu" isi WA gua.

Icha siapa ini karena gua punya banyak temen namanya Icha. Gua nanya ulang dan dia bilang, Icha yang waktu itu dijemput di Stasiun Kiara Condong. Begitu dia ngomong "yang waktu itu dijemput di Kiara Condong", gua langsung ingat ini Icha yang mana.

Gua dilema, antara jemput gak jemput. Selain sudah Malam, mood menulis gua lagi bagus dan kalau gua tinggal, ada kemungkinan mood menulis gua sudah turun dan bikin pekerjaan menulis gua jadi terbengkalai.

Tetapi berhubung gua gak mau dicap sebagai orang yang suka PHP, gua okein dan otw kesana. Gua langsung bergegas ganti kostum, pake jaket UBER dan slayer penutup muka. 15 menit kemudian, gua sampai di depan TSM dan chat Mbak Icha "Mbak Icha, aku sudah sampai depan TSM, di gerbang dekat Trans Hotel"

Gak lama kemudian, ada seorang cewek ngehampirin gua. Rambut panjang, berkaca mata, dan cantik, kalau gua bilang mukanya mirip si Mia Khalif....ya si Mia itulah.

Gua awalnya ngira Mbak ini salah orang, mungkin karena dia ngeliat gua pake jaket UBER, jadi dia ngira kalau gua adalah Driver UBER yang buat jemput dia. Gua minta maaf karena lagi jemput orang lain dan dia balas "Ini Sani kan? Ini saya Icha"

Walah, asli pangling banget. Pas pertama ketemu, dia lepas kaca mata dan pake jilbab sekarang jilbabnya dicopot dan pake kaca mata + rambutnya dibiarin tergerai. Asli ini mah, mirip banget ama si Mia Khalif...... (you know what i mean).

"Aduh mbak maaf banget. Saya jadi pangling gini, haha. Mbaknya ganti gaya sih jadi kecele saya" 

Mbak Icha minta dianter ke sebuah hotel untuk dia menginap tetapi sebelum ke Hotel dia ngajak gua buat mampir ke tempat minum kopi katanya ada yang mau diomongin.

Gua bawa dia ke sebuah tempat minum kopi, dia mesen Espresso dan berhubung gua bukan peminum kopi, gua milih teh tawar dingin aja (gak enak kalau milih yang mahal).

Mbak Icha ternyata minta dianterin ke Banjar (jaraknya lumayan jauh dari Bandung), dia mau datang ke Kantor Urusan Agama buat minta surat duplikat pernikahan dia. Jadi Mbak Icha ini mau ngurus perceraian tetapi berhubung surat nikah dia dipegang oleh suaminya dan suaminya minta uang 100juta buat tebusan (setan banget ini suami) jadi Mbak Icha berinisiatif buat bikin surat duplikat pernikahan.

"Sani mau gak anterin ke Banjar? Jalannya naik ke atas gunung itu karena kantor KUA ada di atas, jujur saya gak berani kalau sama Driver lain. Kalau kamu, saya percaya kamu orang baik" kata Mbak Icha,

Ah, gua gak sebaik itu sebenarnya mah, hehehe.

Berhubung gua gak tega dan gak enak juga kalau gua tolak, gua iyain tawaran itu. Kita janjian besok jam 6 Pagi dan soal ongkos, gua bilang "gampang, gak sudah dipikirin"

Besoknya, jam 6 teng kita sudah berangkat menelusuri padatnya jalananan. Kalau gua cek WAZE jaraknya sekitar 35km (artinya bolak balik sekitar 70km). Sepanjang perjalanan Mbak Icha cerita tentang kerjaan dia sehari-hari dan cerita gimana keselnya dia ama suami dia yang gak tau diuntung dan suka main jalang.

"Jujur, saya jijik kalau harus berhubungan suami istri ama dia begitu tahu dia suka main ama lonte". Warning untuk kamu kaum adam, jangan suka 'jajan' di luar, inget ama istri dan anak di rumah.

Jam setengah 9 kita sampai di tujuan dan selagi nunggu Mbak Icha ngurus surat duplikat, gua duduk di sebuah warung ditemani 1 buah kopi Good Day dan roti keju. 30 menit kemudian Mbak Icha keluar dengan muka sumringah, hm sepertinya surat duplikat itu sudah didapat.

Agak kesel sih dengernya, karena orang disana sempat minta uang 5 juta buat ngurus ini itu bahkan maksa buat pakai pengacara buat ngurus perceraian. Kantor Urusan Agama itu seharusnya diisi oleh orang yang berakhlak tapi tetep aja kalau sudah soal duit, akhlak pun tergadaikan.

Setelah nego, Mbak Icha dipungut biaya liar sebesar 250rb buat ngurus surat duplikat itu. Yang penting surat duplikat sudah didapat jadi gampang deh buat ngurus perceraian.

Pelajarannya adalah sebelum kamu menikah, kamu harus yakin dulu ama pasangan kamu. Jangan terlihat manis di depan tapi busuk di belakang. Selain agama melarang perceraian, ongkos buat cerai itu ternyata gak sedikit dan lumayan rumit juga ngurusnya.

Hari itu juga, gua anter Mbak Icha pulang ke Stasiun Kiara Condong. Dia kasih gua uang 200rb tapi gua tolak, gua ambil 50rb aja buat bensin. Sisanya biar dibayar ama pahala buat gua suatu hari nanti.

"Terima kasih ya Sani, jangan kapok. Nanti kalau saya ke Bandung lagi, saya hubungi kamu ya"

"Sama-sama Mbak Icha. Sehat terus, tiati di perjalanan, salam buat anaknya ya Mbak"

......................................................................................................

Banyak cerita dan pengalaman keren yang gua denger selama gua jadi Driver UBER. Gua termasuk orang yang sangat talkative dan lumayan bisa mancing orang buat bercerita panjang lebar. Obrolan gua dan customer gua tentu bukan obrolan garing atau obrolan tidak berkualitas.

Pertemuan gua dengan Bu Henny beberapa hari yang lalu meninggalkan kesan mendalam buat gua. Usia Bu Henny sudah lumayan sepuh (50 tahunan) dan kerennya dia masih bekerja dong.

Job dia ada 2, pertama jadi operator telepon dan kedua jadi petugas riset di lapangan. Kalau jadi operator, Ibu Henny yang nelpon konsumen buat nanya tingkat kepuasan konsumen. 1 kali telpon dia dibayar 17.500.

Kalau sehari dapet 10 telpon artinya dia dapet 175rb tapi dia bilang susah karena gak semua orang ngangkat dan mau ngerespon. Ada yang sudah setengah jalan eh malah dimatiin telponnya, kalau dimatiin telponnya artinya Bu Henny gak dapet apa-apa. Dapet capek doang.

"Orang yang paling sabar ternyata CS ya bu, diomelin sabar. Dimatiin mendadak sabar" kata gua

"Hahahaha, iya. Ya mau gimana lagi padahal CS itu kadang gak tahu apa-apa" kata Bu Henny sambil tertawa

"Minum air putih yang banyak bu, jangan terlalu banyak makan gorengan biar suaranya gak serak"

"Iya, saya juga setiap hari selalu bawa air putih"

Bu Henny cerita selepas tugas ini selesai, dia mau kembali ke Tasik dulu (sambil nunggu panggilan kalau ada job jadi CS). Di Tasik, Bu Henny mau jaga stand baju dengan bayaran 110.000 per hari dan untung 2rb per baju.

"Selagi masih bisa, ya ambil semua kesempatan yang ada. Berdoa itu harus tapi kalau berdoa aja, gak ngapa-ngapain ya percuma. Rejeki itu dicari, bukan ditunggu"

"Sama ini bu, berusaha itu harus tapi jangan lupa berdoa juga. Kalau berusaha tanpa berdoa nanti gak berkah ya Bu" lanjut gua.

"Iya, berkat itu gak akan jatuh dari langit. Tuhan yang buka jalan, kita yang ambil kesempatan itu. Selalu ada harapan kok bagi kita yang sering berdoa dan selalu ada jalan bagi kita yang sering berusaha"

Gua tersenyum mendengar cerita dari Ibu Henny dan sesampainya di tujuan, argo menunjukkan biaya 0 (Bu Henny dapet promo jadi gak usah bayar) tetapi dia maksa kasih gua uang 10rb.

"Simpen aja bu uangnya, sehat selalu ya bu, makin lancar pekerjaannya"

"Iya sama-sama, kamu juga sehat selalu ya. Semoga banyak tripnya"

Gua dadahin Bu Henny dan kembali melanjutkan perjalanan gua di hari yang masih panjang ini.....

NB: For the lovely Kindergarten's Teacher, when will you go to Bandung? There's Private Uber that will pick you up :) :) :) 




Award from UBER






Jumat, 21 Juli 2017

Ih Serem, Ada yang ngikutin

Sejujurnya gua paling males kalau nulis cerita serem. Kenapa? Karena kalau gua nulis cerita serem itu artinya gua baru aja ngalamin kejadian serem. Gua yakin banget, gak ada satu pun dari kalian yang pengen mengalami kejadian serem bukan?

Gua pun demikian, biar gua bukan orang yang parno tapi gua selalu berdoa supaya gua dihindari dari hal-hal mistis seperti ini. Jangan sampai tidur nyenyak kamu terganggu oleh hal-hal di luar nalar manusia.

Cerita serem ini bermula ketika gua dengan teman yang lain jalan-jalan buat explore Bandung saat libur panjang kemarin. Namanya jalan-jalan pasti pengennya happy kan?

Libur panjang kemarin, gua bareng manteman yang lain berencana mau ke Dermaga Bintang, Puncak Bintang, Bukit Moko, Tebing Keraton, dll. Dermaga Bintang itu letaknya ada di Cimenyan, lumayan jauh dan nanjak sih. Tapi gak apalah yang penting bisa menikmati Bandung dari atas, biar keliatan romantis gitu, xixixi.

Jarak tempuh Dermaga Bintang dari rumah gua kesana itu sekitar 1 jam lebih. Kita pake sekitar 6 motor buat kesana. Jalanannya nanjak dan lumayan berkelok, tidak disarankan untuk kamu yang belum terlalu jago bawa kendaraan buat kesini.

Jam menunjukkan jam 5:30 dan gua baru ternyata Dermaga Bintang ini cuma dibuka sampai jam 6 sore saja. Alasannya karena penerangan yang minim dan lumayan ngeri juga sih kalau ampe Malam disini karena tempatnya yang dipenuhi oleh pohon besar.

Setelah bayar tiket (15rb), kita masuk dan menaiki tangga untuk mencapai spot paling maksimal buat foto-foto. Tapi ada yang aneh pas kita sedang menaikki tangga, salah satu temen gua dari Timor Leste si Ely Freitas malah menaikki bukit menuju tempat yang penuh dengan pepohonan.

"Itu si Kak Ely kenapa?" tanya Tanto sambil perhatiin Ely yang naik bukit. Gua nengok sekilas dan gua pikir dia mau nangkep jangkrik atau apaan gitu.

"Eh Kak Ely kok ngangkat baju, mau kencing ya?" tambah Stefanus, salah satu temen gua yang lain.

Gile ini orang keren amat, kencing di sembarang tempat, hahaha. Gua sih mikirnya gini, udara di atas kan dingin banget jadi si Ely kebelet kencing. Karena sudah gak tahan (kalau kencing di WC lumayan jauh jaraknya) jadi dia kencing di pohon.

Gak lama kemudian, Ely turun menuruni bukit dan cengar cengir kayak biasa. Tapi nyengirnya penuh arti, gua sedikit berbisik ke dia, "El ada apaan?"

Tanpa basa basi dia bilang kalau ada KUNTILANAK yang lagi merhatiin kita dan Ely ternyata bukan mau kencing tapi sengaja naikkin baju buat memperlihatkan pusarnya karena dia bilang kuntilanak itu takut dengan pusar manusia.

"Sekarang kemana Kuntinya?" tanya gua polos.

"Sudah pergi sekarang" balas Ely. Gua gak terlalu mikirin hal itu sih dan kita pun kembali ke tujuan awal buat happy dan foto-foto. Setelah puas foto-foto kita adain sharing session dan berdoa bersama sebelum pulang.

Yang penasaran ama Ely, orangnya paling belakang

Berasa jadi anak dugem
Sebelum pulang, kita mampir dulu ke sebuah warung buat jajan supermie kuah. Pas kan, udara dingin makan supermie. Lebih pas lagi kalau pergi bersama pasangan dan peluk pasangan kamu saat udara lagi dingin gini #baper

Gua ambil posisi duduk di pojokkan sambil minum segelas teh hangat. 5 menit kemudian, pesanan Supermie kita sampai. Semua pesan Supermie kecuali Ely yang mesen pisang keju. Dari ujung gua ngerasa ada yang aneh, Ely gak banyak cakap, mata dia awas sambil sesekali menggosok-gosokkan tangannya sambil meniup tangannya.

Setelah supermie gua habis, gua pindah posisi ke deket Ely dan ANEHNYA gua ngerasa dingin banget. Disini emang dingin banget tapi entah kenapa di sekitara Ely duduk, udarannya dingin luar biasa. Kalau gua menggambarkan, dinginnya tuh kayak kita lagi buka kulkas (seperti disembur udara dingin).

"Disini kok dingin banget" tanya gua ke Ely. Ely hanya tersenyum sambil terus menggosok-gosokkan tangannya.

"Iya dingin banget disini" jawab Tanto.

Setelah selesai makan, kita melanjutkan pulang. Gua dibonceng Ely dan di tengah perjalanan, Ely berbisik ke gua, tuh di deket pohon ada yang lagi merhatiin kita.

Gua tengok ke samping, kosong sih, cuma ada pohon besar aja. Mungkin 'dia' mangkal disana ya, pikir gua dalam hati. Gua bilang ke Ely supaya jangan ngomong kalau ada penampakkan atau apa, bikin ngeri soalnya.

Di tengah perjalanan, pas banget di tikungan ada kecelakaan hebat. Gak tau gimana ceritanya, ada motor yang berlawanan arah dengan gua (rombongan gua turun kebawah sedangkan dia naik ke atas) jatuh dan nyenggol motor di depannya. Hampir 4 motor jatuh beruntun dan ada 2 anak kecil yang kegencet motor, beberapa orang mengalami luka karena tikungannya emang lumayan rawan.

Gua dan Ely turun sebentar, nolongin yang kecelakaan. Anehnya, hawa dingin yang gua rasa pas di warung supermie kembali terasa disini. Setelah menolong korban kecelakaan, gua dan Ely melanjutkan pulang (temen-temen gua yang lain gak berhenti dan melanjutkan perjalanan pulang).

15 menit kemudian gua sampai di rumah dengan selamat. Di Malam itu berjalan seperti biasa, cuma 1 hal yang membuat gua sedikit aneh adalah di malam itu gua susah banget tidur. Jam 2 subuh, gua baru bisa tidur padahal biasanya gua paling gampang tidur.

.........................................................................................

Besoknya, gua janjian lagi ketemu Ely di sebuah tempat minum susu di daerah Antapani. Jadi Ely ini tinggal di rumah yang merangkap tempat minum susu di Antapani. Sebenarnya, sejak 5 bulan yang lalu gua sudah janji bakalan kesana tapi berhubung sehar-hari gua lumayan sibuk, gua baru sempet kesana (Iya tau, gua cowok PHP).

Kita ngobrol panjang lebar terutama tentang rencana dia selepas kembali ke Timor Leste. Kita ngobrol sambil ditemenin 1 buah gelas susu dingin rasa green tea. Di tengah perjalanan, tetiba Ely nyeletuk gini:

"Eh, aku mau cerita sesuatu tapi kamu jangan takut dan marah ya"

"Ya sok aja El" balas gua sambil menyeruput susu.

"Kamu inget gak pas kemaren aku naik ke atas bukit terus buka baju buat ngusir kuntilanak"

"Inget, kenapa?"

"Kuntialanaknya marah dan dia ngikutin kita" kata Ely sambil pasang mimik serius.

Pas dia cerita gitu, rasa susu Green Tea gua mendadak jadi hambar kayak air kencing. Gua lumayan kaget dan takut biar mencoba tetap cool di depan Ely.

Ely kemudian melanjutkan cerita dan gua baru ngerasa semua ada keterkaitan satu sama lain. Ely bilang kalau kuntilanak sudah ngikutin kita sejak kita lagi makan supermie di Dermaga Bintang.

Awalnya dia nungguin kita di motor yang dipakai oleh Ely dan gua. Terus pas kita lagi makan supermie itu, si kunti ternyata berdiri di samping Ely. Kenapa saat itu hawanya terasa dingin banget karena jaraknya berdiri si kunti ama gua DEKET BANGET!

"Kamu udah sadar kalau si kunti berdiri di samping kamu" tanya gua

"Sadar banget. Kalau mau liat hantu tuh jangan liat langsung tapi lirik aja pasti keliatan" jawab Ely. Tenang El, cara kamu barusan itu gak akan gua pakai kok.

"Dia tuh ngikutin kita terus dan karena dia marah ama aku (karena Ely buka pusar itu), jadinya dia ngikutin motor aku"

Tunggu, tunggu. Itu kunti kan marahnya ama Ely jadi dia ngikutin motor Ely. Terus gua kan dibonceng Ely jadi dia terbang ngikutin motor gua dan di belakang gua dong?

"Iya, jadi sepanjang perjalanan pulang, dia di belakang kamu terus"

"Kamu inget gak pas kecelakaan di tikungan itu" 

"Iya inget, kenapa?"

"Itu juga karena si kuntilanak dan seharusnya tuh kita yang celaka karena kuntilanaknya ngincer kita sebenarnya"

Keringet dingin langsung menetes di kepala gua. Gua dalam posisi percaya gak percaya tapi karena gua yang mengalami sendiri, gua jadi percaya beneran. Ely cerita sepanjang perjalanan pulang, kunti yang lagi marah terus ngeganggu si Ely lewat spion. Jadi beberapa kali, si kunti menghentak di spion motor supaya konsentrasi si Ely terbaikan. Tapi berhubung si Ely sudah biasa dengan hal-hal mistis seperti ini dia jadi kuat dan gak lalai. Pantes kenapa pas mau pulang, Ely minta dia yang ngendarai motor (bukan gua) karena dia tau, gua bisa aja diganggu lewat hentakkan di spion.

Gua jadi lumayan ngerti kenapa di jalan tol atau tanjakkan yang (katanya) berhantu sering terjadi kecelakaan. Percaya gak percaya, hal seperti ini memang ada dan terkadang hantu mengganggu kita lewat hentakkan di spion yang membuat pengemudi jadi tidak berkonsentrasi.

Karena gangguan ke Ely gak mempan, itu kunti beralih ke motor yang kebetulan ada di sebelah gua (yang gua ceritain tadi). Kata temen gua yang ngeliat kecelakaan itu, dia bilang kecelakaannya emang rada aneh. Jadi ada motor yang lagi belok di tikungan seperti kaget habis melihat sesuatu dan langsung bantir stir ke kiri. Nah di kiri itu ada 1 motor isi 4 (suami isri dan 2 anak) yang ikut jatuh kena timpa motor dilanjut dengan 2 motor lagi yang ikut jatuh.

Kalau kecelakaan rombongan gua, pasti bukan cuma gua dan Ely aja yang jatuh tapi 3 motor depan yang diisi oleh temen gua pasti bakalan kena juga.

"Untungnya kita berdoa dulu sebelum pulang kalau misal gak berdoa, kemungkinan besar kita yang bakalan kena" lanjut Ely serius.

Nyokap gua selalu berpesan ke gua sejak dulu, kapanpun dan dimanapun kamu mau berpegian jangan pernah lupa untuk berdoa, minta perlindungan dari Tuhan sepanjang jalan. Apapun agama dan iman percaya kamu, jangan pernah berdoa sebelum pergi dan jangan lupa juga minta didoakan oleh Ibu saat mau bepergian.

Doa Ibu itu kuasanya besar loh.

Ely kemudian cerita pas gua dan dia turun buat nolongin keluarga yang jatuh itu, itu si kunti masih berdiri tepat di sebelah Ely dan pantes aja, gua ngerasa hawanya dingin banget pas disana.

Kuntilanak itu kemudian ngikutin Ely sampai ke kamar Ely dan Ely cerita di malam itu, si kuntilanak hadir di mimpi Ely. Jadi di mimpi si Ely, dia kayak mengulang hari itu, hari dimana kita pergi ke Dermaga Bintang dan bener, si kuntilanak marah dengan tindakkan Ely yang buka baju dan ngusir dia. Dalam mimpi, Ely minta maaf dan meminta si Kuntilanak buat kembali ke asalnya.

"Tapi dia sekarang masih ngikutin kita gak El?" tanya gua

Ely tidak menjawab, dia hanya tersenyum penuh misteri.

NB: Beberapa hari setelah kejadian itu, salah satu temen gua yang ikut dalam rombongan, ngimpi kalau dia didatengin Kuntilanak (dia dikasih tau kalau namanya Cynthia) dan ketika ditanya ke Ely (yang sudah kembali ke Timor Leste, Ely jawab kalau bener nama kuntilanaknya Cynhtia).

Oalah................................................

Jumat, 07 Juli 2017

Celengan UBER

Belum lama ini, gua dapet sms undangan dari Gojeg buat mutasi dari UBER ke Gojeg. Gua sendiri gak tau ya, Gojeg dapat nomor gua darimana. Apa mutasi ini hanya orang tertentu saja, yang memiliki rating tinggi di UBER atau gimana, gua gak tau terlalu paham sih.

Katanya kalau gua mau, gua dapet jalur VVIP jadi gak usah ngantri panjang dan dapet atribut Gojeg gratis (gak perlu bayar cicilan setiap Minggunya) tetapi syaratnya gua harus resign dari UBER dan akun UBER gua bakalan dimatikan.

Ini sedikit dilema sih buat gua, pertama sejak lama gua agak kepo dengan Gojeg dan pengen nyobain jadi Driver Gojeg (siapa tau dapet cerita bagus yang bisa gua pake buat bahan menulis). Kedua, gua sudah cukup puas dengan UBER karena rating gua yang lumayan tinggi dan gua sudah lumayan lama gak narik lagi (karena kesibukkan gua di Clobberin Time dan menulis). Tetapi jujur, gua ngerasa sayang kalau akun UBER gua harus dimatikan karena selain rating gua yang tinggi itu, gua takut kalau suatu hari nanti gua kangen narik, gua bakalan pake itu akun UBER, hehehe.

Setelah 1 bulan gak narik lagi, di awal bulan ini gua kembali narik lagi. Yang membedakan dulu dan sekarang adalah gak tau kenapa, tiap orderan yang masuk dapetnya jauh-jauh (kadang gak masuk akal). Gua stay di antapani, masa harus jemput di Jatinangor (jarak jemput aja hampir 1 jam) dan setelah gua baca di forum-forum banyak Driver UBER yang jadi Driver Grab dan Gojeg jadi Driver Uber di lapangan semakin sedikit. Oh, begitu toh ternyata.

.........................................................................

Jam sudah menunjukkan jam 8 Malam. Gua lagi stay di Warung Darurat sambil makan dan alarm UBER gua bunyi. Muncul nama 'Aleycia' dan aha ini dari nama sudah terlihat keren dan modis. Gak lama kemudian, hp gua berdering dan di ujung telpon, Aleycia minta dijemput di Jalan Cigadung (jarak tempuh sekitar 20 menit) dan dari suaranya Aleycia kayak yang rusuh gitu.

"Cepetan ya Pak, ngebut kalau bisa" kata Aleycia di telpon

"Iya, iya saya kesana sekarang" balas gua sambil ngunyah Ayam geprek, menu makan malam gua. Di ujung telpon terdengar seperti orang yang sedang berkonflik, sebelum akhirnya dimatikan.

Ini ada apa ya dan dibanding banyak mikir, gua langsung cus kesana padahal ayam geprek gua belum habis. Gua sempet mikir, apa ini ada konflik rumah tangga gitu ya dan keliatan keren gak sih, kalau gua datang ketika misalnya si laki bertindak kasar dan gua langsung menghalau si lelaki yang mau bertindak kasar itu. Mirip di FTV gitu, yang ganteng datang belakangan, halah.

Gua ngikutin peta dan di ujung jalan sudah ada perempuan berdiri sambil megangin tas besar dan matanya tidak bisa lepas dari handphone. Meskipun yakin dia orangnya tapi mau gua konfirmasi dulu,

"Ini Mbak Aleycia?" tanya gua

"Iya, iya bener. Ini tas-nya bisa disimpen di depan gak?" kata dia sambil panik.

"Iya bisa Mbak" jawab gua (padahal aslinya susah karena motor gua bukan motor matic jadi gua harus simpen di atas tangki bensin). Sambil terburu-buru, Mbak Aleycia naik dan nepuk pundak gua supaya cepet berangkat.

Btw, yang nanya Aleycia gimana orangnya, gua bilang orangnya cantik, manis dan modis. Belum juga gua maju tetiba ada cowok lari dari dalam rumah dan langsung berhenti di depan motor gua sambil menegadahkan tangan, ngalangin motor gua buat maju.

Mbak Aleycia makin panik, dia tepuk-tepuk punggung gua suruh gua maju. Masalahnya gini Mbak Aleycia, gimana gua bisa maju. Di depan gua ada orang, masak gua lindes dia kayak lindes anak kucing.

Suasana semakin mencekam, gua kira bakalan kayak gimana dan lu percaya gak si cowok berlutut di depan motor gua. Sambil nangis, iya nangis, dia berlutut sambil ngomong gini "Maafin aku, maaf aku yang salah. Kamu jangan pergi ninggalin aku"

Daerah Cigadung bisa dibilang daerah yang lumayan sepi dan lumayan gelap karena penerangan yang minim. Gua merasa moment ini kayak moment di FTV berjudul 'Balada Cinta Driver Ojek Online' yang bercerita tentang seorang cewek yang lebih naksir ama Driver Ojeg ketimbang pacarnya yang sekarang.

Tetapi berhubung ini bukan FTV dan gua ama Mbak Aleycia baru ketemu sekarang yang ada gua ngerasa ngeri karena cowok dengan type kayak gini bisa bersikap nekad. Gimana coba kalau dia tiduran di depan motor dan ngomong "Lindas aja aku, dibanding kamu tinggalin aku mending kamu lindas aku aja"

Iya gua juga gak keberatan buat lindes kamu kok :D

"Mbak gimana ini" tanya gua sambil berbisik ke Mbak Aleysia. Si cowok masih depan motor gua sambil menengadahkan tangannya.

Tanpa banyak cakap, Mbak Aleycia langsung turun dari motor, minta tas dia kembali, dan berjalan pelan ke arah tempat dia nungguin gua. Si cowok nekad alay ini langsung lari dan ngejar dia sambil manggil nama dia "Cia, Cia"

Gua nengok bentar kebelakang, Mbak Cia dan si cowok kembali masuk ke sebuah rumah (sepertinya kost karena banyak kamar). Masih bingung dengan apa yang terjadi, Mbak Cia keluar lagi dari rumah dan bilang "Maaf ya saya cancel, gak jadi naik" sambil kasih uang 100rb ke tangan gua.

Gua jawab "Mbak Cia gak usah, kalau gak jadi gak usah bayar, saya minta dicancel aja dari aplikasi ", Mbak Cia cuma tersenyum sambil berjalan masuk ke kost dia.

Di tangan gua sekarang megang 1 lembar uang 100rb, gua masih bingung "Ini sebenarnya ada apaan sih?"

.....................................................................

Di kalangan Driver Uber adalah satu customer yang sering jadi bahan omongan di Group Uber. Nama Customernya Ade dan katanya si Ade ini gemulai, sering berdandan ala wanita dan ini nih yang paling membahayakan, tangan si Ade ini katanya aktif. Sering ngegrayangin Driver dan kalau kamu beruntung, kemaluan kamu bakalan dipegang-pegang oleh si Ade Laknat ini.

Ok sip, jangan sampai gua ketemu ama yang namanya Ade ini. Jangan sampai keperjakaan gua hilang di tangan waria laknat ini. Kalau ama yang cantik sih ya gak apa-apa sih, hahahah. Ups :D

Di suatu Pagi, alarm UBER gua berbunyi. Pas gua klik, muncul nama 'Ade' dengan titik jemput di Gardujati. Begonya atau asli gua bego banget, saat itu gua gak sadar kalau 'Ade' adalah orang terlarang yang disarankan untuk dicancel setiap dapet orang ini.

Gua chat dia "Selamat Pagi Pak/Kak Ade, Stefanus Sani dari UBER. Dijemput dimana ya Pak", dia jawab "Aku minta dijemput di depan Toko xxx (disamarkan)"

Rada geli juga sih pas baca "Aku minta dijemput" dan sampai disitu, gua belum juga sadar kalau ini si Ade yang fenomenal itu. 5 menit kemudian, gua sampai di tujuan dan gua sms dia "Aku udah sampai di depan Restoran" dan dibales "Iya aku turun ya, kamu tunggu sebentar ya"

INI APAAN SIH KOK JADI AKU KAMU GINI.

Gak lama kemudian, Ade turun dan pas gua liat muka dia, gua kok kayak pernah liat dimana gitu ya. Gua langsung inget, ini kan si Ade yang hobbynya ngegrayangin tubuh Driver Njing! Bedanya di foto yang gua liat di forum Driver, si Ade lagi dandan. Dia pake make up tebel dan pake gincu kalau yang sekarang gak lagi dandan tapi biar gak dandan, mukanya beneran kayak banci.

Gimana ini caranya, pokoknya gua harus cepet pergi. Gua belum siap kehilangan keperjakaan gua di tangan waria agresive. Tapi untung seribu untung, ternyata bukan si Ade yang naik tapi seorang perempuan montok dengan rambut pirang yang naik.

Bukannya suudzon tapi dari pengalaman gua jadi Driver Ojol, gua yakin seyakin-yakinnya kalau cewek ini pasti pekerja malam dan Ade ini (maaf) germonya. Perkiraan gua gak salah karena gua diminta buat nganter si cewek berpakaian seronok ini ke sebuah rumah elite di daerah Dago.

Eh, menurut kalian gua berdosa gak sih, nganterin PSK ke rumah cowok mesum yang mau make dia?

"Nanti kalau ditanyain ama satpam, bilang aja mau ke rumah Pak Johan ya, mereka udah tau kok" kata si Ade sambil ngeliatin gua dari atas ke bawan. Mukanya kayak mau ngomong "Ini type Mamih banget, lain kali main ama Mamih ya"

Si cewek kemudian naik dan seperti biasa di tengah perjalanan gua mulai membuka pembicaraan. "Kuliah apa sudah kerja Mbak?", dia jawab "Kerja di Paskal"

Seperti yang pernah gua tulis, di Paskal itu banyak sekali tempat hiburan Malam dan gua makin yakin, (maaf banget) kalau Ade itu Mamih dan cewek yang namanya belum gua tau ini PSK.

Dia jawab dengan nada suara pelan (seperti gak nyaman kalau gua tanya). Gak berapa lama kemudian, HP dia berbunyi dan dia angkat telpon itu. Dengan jelas, gua bisa denger kalau dia ngomong gini

"Iya Mah, ini saya lagi berangkat kerja. Saya dapet Shift Pagi Mah nanti pulangnya sore" kata si cewek.

Setelah matiin telpon, gua ngedenger suara orang terisak. Karena gua gak berani noleh langsung, gua lirik dia dari pantulan kaca di mobil sebelah gua. Ternyata benar, dia lagi terisak sambil mengusap mata.

Gua ngerasa dia menangis karena dia ngerasa berdosa karena sudah berbohong ke Ibunya. Mungkin si cewek ini bilang kalau dia kerja di toko apa restoran tapi gak taunya jadi PSK. Gua gak berani ngomong apa-apa, gua cuma ngomong 1 kalimat buat menenangkan hati dia.

"Sabar ya Mbak, semoga cepat dapet pekerjaan yang lebih baik"

Dia jawab "Iya, makasih". Perjalanan ini berlanjut tanpa ada perbincangan di antara kita, mungkin si Mbak X ini (sampai sekarang gua gak tau namanya) jadi PSK karena memang butuh uang dan dia terpaksa ngebohong ke Ibunya tentang pekerjaannya.

Ada saatnya orang yang sudah berbohong tidak kuat untuk menahan rasa penyesalan karena sudah berbohong. Mungkin si Mbak X ini sedang berada di fase itu karena dari pertama kali gua ketemu dengan Mbak X ini, mukanya memang seperti orang tertekan.

30 menit kemudian kita sampai ke tujuan, gua klik layar HP gua dan muncul harga 4.500 (harusnya 19.500 tapi dia dapet diskon 15.000 jadi bayarnya 4.500 aja). Dia kasih gua uang 20rb dan bilang gak usah kembalian tapi gua tolak, gua bilang "Udah Mbak tenang aja, nanti saya diganti ama UBER kok" sambil kasih kembalian 15.500 ke dia.

Dia tersenyum sambil masuk ke sebuah rumah besar untuk mulai 'bekerja'.

.............................................................................

Bagaimana sih caranya jadi Driver dengan rating tinggi? Selain sopan dan ramah, jangan pernah meminta uang tips atau protes ketika customer mendapat promo diskon. UBER di Bandung, banyak sekali ngasih diskon dan gak heran kalau sering banget customer cuma bayar 2.000, 3.500 sampai pernah cuma bayar 500 perak (iya asli 500 perak). Temen gua yang jadi Driver UBER si Christian sampai kaget pas dia dibayar cuma 3.000 perak padahal jarak antar dia jauh banget dan baru 2x nganter orang, dia sekarang sudah pensiun karena gak tahan.

Salah satu kebiasaan gua adalah ketika sudah end trip dan menurunkan penumpang, gua selalu kasih sedikit wish ke dia, misalnya "Terima kasih, semoga pekerjannya semakin lancar" (buat yang sudah bekerja) atau "Terima kasih, semoga kuliahnya cepet lulus dan cepat dapet pekerjaan" (buat yang masih kuliah), dan "Terima kasih, semoga usahannya makin maju dan banyak rejekinya" (buat yang punya usaha).

Kamu harus percaya dan yakin kalau perkataan adalah doa. Kalau yang keluar dari mulut kita adalah hal postif tentu saja hal postif pun akan terjadi di hidup kamu. Tapi kalau kamu selalu mikirnya negatif terus biasanya hal negatif itu yang beneran terjadi di hidup kamu.

Gua baru saja mengantar seorang customer di Perumahan Pharmindo Cimahi. Ketika gua masuk ke Komplek rumah dia, gua sempet ngelihat ada penjual celengan di pinggir jalan. Gua sekilas ngeliat ada celengan ayam yang dia jejerin di pinggir jalan, dan dia duduk sambil memperhatikan kendaraaan lalu lalang di depan dia. Ada perasaan iba karena gua liat celengannya masih banyak dan gua sedikit ngebayang, pasti berat banget ngangkut itu celengan.

Setelah gua nurunin customer (namanya Ce Chyntia, Halo Ce kapan aku ditraktir makan Sate DJ lagi, hihihi), gua melewati kembali si penjual celengan itu. Gua sempet dilema, berhenti gak ya tapi kalau beli nanti gua susah bawanya (karena motor gua bukan motor matic, jadi space-nya sedikit terbatas). Sempat lewatin dia beberapa meter akhirnya gua puter balik karena asli gua gak tega liat si penjual.

Gua tanya harganya berapa, dia jawab 25rb, ya udah gua beli 2 celengan ayam dan celengan singa. Waktu gua kasih uang dia bilang gini "Untuk anaknya ya Pak, semoga anaknya bisa jadi orang berhasil dan banyak rejekinya" kata si penjual sambil terus mendoakan gua.

Hihihi, gua tersenyum dalam hati karena nikah pun belum tapi sudah disangka punya dua anak dan entah kenapa gua ngerasa seneng banget ketika gua yang biasanya ngasih wish ke orang kini giliran gua yang dapet wish dari orang yang gak gua kenal.

Sepanjang perjalanan gua senyum-senyum sendiri mikirin omongan si penjual celengan tadi. Ternyata bener kata orang kalau bahagia itu sederhana, dapet wish dari orang yang gak kamu kenal saja sudah bikin gua bahagia dan sedikit bisa melupakan masalah yang ada :)






Selasa, 27 Juni 2017

Angan, Harapan, dan Kenyataan

Kalau kamu baca postingan gua di kurun waktu tahun 2009-2012, hampir semua postingan itu gua tulis di food court salah satu Mall yang letaknya gak terlalu jauh dari rumah gua.

Dibilang Mall juga rasanya kurang pas karena dalamnya sepi dan kosong banget. Banyak toko yang sudah tutup, banyak pula toko kecil yang nyaris gak pernah buka (barangnya ditinggalin gitu aja di toko).

Alasan utama gua nulis disana adalah saat itu gua belum cukup mampu buat pasang internet di rumah jadi saat itu gua harus sering kesana itu buat ngejar Wi-fi buat sekedar browsing cari bahan sampai kirim-kirim tulisan.

Gua menulis di food court yang sangat sepi dan hanya ditemani oleh penjaga stand yang sedang menunggu pembeli datang. Biasanya mulai agak ramai kalau lagi ada event misal lomba nyanyi, lomba dance, lomba tari. Dan itu pun yang nonton biasanya cuma juri, tukang kabel & sound system, dan keluarga peserta + gua yang lagi duduk di pojokkan.

Salah satu hal yang gua kejar adalah gua pengen banget bisa nembus di Tabloid Bola. Tabloid Bola adalah Tabloid olah raga nomor satu di Indonesia dan Tabloid Olah raga paling tua (sudah terbit sejak tahun 1986). Saat itu, gua baru bisa tembus menulis untuk versi Majalah belum versi Tabloidnya dan akan menjadi sebuah kebanggaan buat gua pribadi kalau bisa nulis di Tabloid Bola.

Gua denger sih memang susah buat menulis di Tabloid Bola karena mereka memang nyarinya Mahasiswa dengan jurusan tertentu. Mungkin salah satu alasan tulisan yang gua kirim tidak tembus dikarenakan gua belum memenuhi kriteria yang mereka cari.

Iya gak apa-apa kok, gua paham.

Buat gua, hal ini berarti hanya akan seperti angan-angan belaka yang mungkin tidak akan pernah gua capai. Tapi hal itu tidak membuat gua patah semangat, gua tetap menulis dan mengirim seperti biasa walaupun gak pernah dimuat, huehue.

...................................................................................

Tetapi gua percaya, angan-angan itu bisa kita ubah jadi kenyataan kalau kamu mau kerja keras dan tetap mencoba. Di tahun 2017 (hampir 7 tahun), gua sekarang rutin menulis di rubrik 'Sportainment' di Tabloid Bola#uhuk

Banyak orang yang nanya ke gua kok bisa gua nulis disana sampai berapa gua digaji disana. Ok, lewat postingan ini gua bakalan ceritain semuanya biar gak ditanya-tanya lagi.

Di tahun 2017, Tabloid Bola meluncurkan rubrik baru yang diberi nama 'Sportainment'. Rubrik ini menampilkan olah raga yang menggabungkan olah raga dengan hiburan (semisal WWE, UFC, Nascar, dll).

Sebelum ini gua memang sudah rutin menulis soal WWE di Fanpage WWE Indonesia di Facebook dan  di akun Clobberin Time. Menjadi klop karena Tabloid Bola lagi nyari penulis yang tau tentang WWE secara detail dan kebetulan gua yang dipilih, hehe.

Gua kirim contoh tulisan gua dan ternyata pihak Bola suka sampai yang paling membanggakan buat gua adalah tulisan yang gua kirim nyaris gak ada yang diedit oleh Tim Redaksi (hal ini berarti tulisan yang gua kirim sudah sesuai dengan standar dan kualifikasi mereka). Setelah artikel pertama dimuat, gua diminta untuk rutin menulis di Tabloid Bola (selang seling dengan tim redaksi Bola).


Terlihat ganteng di foto?
Banyak yang nanya ke gua, "Eh lu dibayar berapa buat nulis di Bola?". Soal bayaran sebenarnya gua terlalu berpikir ke arah sana karena bisa dimuat juga sudah membahagiakan buat gua karena itu adalah angan-angan gua sejak lama (sejak tahun 2010). Kalau ditanya soal bayaran, gua mau balik nanya. Kalau kamu dikasih pilihan mending dibayar (misalkan) 1 juta per artikel atau kamu bisa ngiklan disana, kamu pilih mana?

Dapet bayaran 1 juta itu emang lumayan tapi biasanya suka gak kerasa kan, tiba-tiba uangnya sudah habis entah kemana. Kalau gua lebih milih bisa ngiklan di Tabloid Bola karena sebagai Tabloid nomor satu di Indonesia, pembaca Bola banyak banget. Ambil contoh aja, kalau misalkan pembaca Tabloid Bola ada 100rb orang per edisi terus 1% nya aja baca iklan Clobberin Time dan beli pasti lumayan banget kan?

Iya, gua menulis di Bola sama sekali gak dibayar tetapi gua mendapat kompensasi buat mempromosikan komunitas WWE Indonesia. Jadi di setiap penulisan gua, gua bakalan mengajak para pembaca buat bergabung ke akun fanpage WWE Indonesia dan Official Account LINE Clobberin Time. Dan karena hampir setiap hari gua beriklan di Fanpage WWE Indonesia jadi otomatis pembaca Bola yang gabung ke Fanpage WWE Indonesia pasti liat iklan gua kan?

Dan terbukti karena sejak gua menulis di Tabloid Bola, orderan Clobberin Time makin melimpah. Terima kasih, terima kasih.

....................................................................................................

Selain bisa nulis di Tabloid BOLA, dulu gua punya angan-angan buat beli rumah sendiri. Bukan soal investasi atau apa tapi gua emang mikir gua harus punya rumah sendiri buat gua tinggal bareng istri gua kelak (uhuk).

Gua sering denger cerita dari temen gua yang sudah nikah dan kebetulan mereka masih tinggal 1 satu rumah dengan orang tua. Mereka curhat pasti ada aja masalah, hal sepele pun bisa jadi besar. Ya maklum sih, 2 pemikiran aja sulit buat disatukan gimana kalau ditambah jadi 3 atau 4 pemikiran.

Sejak tahun 2011, gua selalu menyisihkan sedikit dari penghasilan gua dari menulis dan dari Clobberin Time (saat itu namanya belum Clobberin Time).

Akhir tahun 2016, gua sudah sempet DP sebuah rumah di kawasan Arcamanik Bandung (Cingised) tetapi akhirnya gua batalkan karena mengingatkan gua akan sesuatu yang buruk. Ya gak apa-apa deh rugi ketimbang kamu hidup dalam rasa sakit hati mendalam akan kenangan di rumah itu. Meskipun sebenarnya lumayan sayang juga :(

Salah satu temen gua si Mella banyak gaya pernah cerita ke gua kalau dia bareng mantan pacarnya baru beli rumah di daerah Banjaran. Harga rumah disana bisa dibilang masih lumayan (kisaran 300-400 jutaan) tapi biar lumayan murah, gua mikir NGAPAIN beli rumah di Banjar. Jarak Banjar ke Bandung juga mayan jauh belum lagi kalau hujan, akses utama ke Bandung pasti macet total kalau lagi libur.

Awalnya gua sempet niat cari rumah yang lokasinya di pinggiran kayak si Mella tadi tapi setelah gua pikir gak akan efektif dengan pekerjaan gua yang super mobile sampai akhirnya gua batalkan niatan tersebut. Setelah lama nyari dan nyari, akhirnya nemu juga sebuah Cluster di sekitaran Antapani. Menjadi special karena Cluster ini didesign oleh kakak gua sendiri (yang lagi cari rumah bisa calling ke kakak ya siapa tau dapet harga special, hihi).

Buat ukuran kantong gua, harganya sebenarnya lumayan tinggi tetapi lokasinya sangat strategis dan ada banyak akses terutama jaraknya yang gak terlalu jauh ke rumah gua yang sekarang (sekitar 10 menit). Rumahnya memang gak terlalu besar tapi pas buat keluarga kecil dan ada garasi buat nyimpen mobil.

Apa gua terlihat di foto?
Tahun 2010, mungkin gua gak akan pernah ngebayang bisa beli rumah sendiri. Jangankan ngebayang buat mikir aja gua gak berani tapi ternyata dengan sedikit kerja keras dan kemauan (plus pertolongan Tuhan) bisa kebeli juga rumah. Saran terbaik gua buat para kaum adam adalah dibanding uang kamu habis mubazir, mendingan uang kamu dipakai buat hal yang berguna misalnya buat beli polis asuransi kesehatan, buat reksa dana atau disimpen dikit-dikit buat DP rumah kayak gua.

Eh, ada yang mau jadi pendamping buat mengisi rumah itu?

.......................................................................................

Di hari libur panjang gini, setelah sekian lama gak mampir ke Mall yang gua ceritain di awal tadi, kemarin gua mampir kesana lagi. Gua sebenarnya sama sekali gak pengen libur tetapi gua 'dipaksa' libur karena semua Vendor dan penjahit untuk Clobberin Time lagi libur dan gua sudah cukup menabung banyak tulisan di Tabloid Bola untuk beberapa edisi kedepan.

Gua bawa laptop gua, mau menyelesaikan postingan ini (iya postingan yang kamu baca sekarang ini). Gua duduk di posisi yang biasa gua tempatin, kursi paling deket kaca jendela. Di deket kursi gua ada stand yang dijaga oleh Oma tua, dia jualan minuman kayak Lemon Tea, Ice Tea, dll. Gua mesen Lemon Tea dan kerennya si Oma masih inget gua dong.

Tempat menulis favorite gua ada di pojok kiri dan stand si Oma penjual minum ada di sebelah gua
"Sani, kemana aja? Dulu biasanya Sani yang nemenin Oma disini tapi sekarang sudah gak pernah lagi" kata si Oma sambil menjabat keras tangan gua. Matanya tampak berkaca-kaca dan hebat banget si Oma masih bertahan disini padahal stand lain sudah hampir tutup semua.

"Iya Oma, maaf sekarang sibuk tapi nanti bakalan sesekali kesini lagi. Pesen Lemon Tea kayak biasa ya" kata gua.

Gua duduk sambil menatap sekitar, suasana masih seperti biasa. Di ruangan yang seluas ini, mungkin cuma diisi kurang dari 10 orang saja.

Ada hari dimana kita harus berhenti sejenak untuk menengok ke belakang lalu bersyukur :)

NB: Terima kasih untuk pemilik blog http://farllanlasimpala.blogspot.co.id/2017/04/sebuah-perkenalan-yang-dipaksakan.html yang sudah menulis tentang gua :)

Sabtu, 17 Juni 2017

Good Night & Good Bye

Cerita ini sebenarnya terjadi sekitar 3 bulan yang lalu (tepatnya bulan Maret) dan gua sama sekali tidak ada niatan buat mengangkat cerita ini menjadi sebuah postingan di blog (karena beberapa faktor). Tetapi berhubung, beberapa hari yang lalu gua mendapat sebuah kiriman yang ada korelasinya dengan cerita ini, gua putuskan buat mulai menulis dan mengangkat cerita ini. Ini cerita tentang 'cinta', dikasih komentar yes.

......................................................

Beberapa bulan yang lalu, gua lagi deket dengan seorang perempuan. Sebelumnya sih kita berdua sempat dekat lalu merenggang dan kemarin kita sempet deket lagi, uhuk. Saat itu kita berdua sedang dalam fase yang sama, sama-sama sedang menjalani fase move on. Orang yang sedang menjalani fase ini tentu butuh banyak temen ngobrol agar bisa mengeluarkan semua beban hati - pikiran dan diyakinkan kalau semua akan baik-baik saja seperti semula.

Jujur, dulu gua sempet naksir ama dia dan ketika kita ketemu lagi setelah sekian lama gak ketemu, sedikit demi sedikit perasaan lama gua itu muncul lagi. Dulu dia udah cantik sekarang jadi semakin cantik dan bikin gua jadi lumayan tertarik padahal gua ini adalah orang yang sangat susah buat suka/naksir ama orang walaupun gua punya banyak temen perempuan.

Selain kita intens berkomunikasi kita juga sering pergi bareng, ya ke Gereja bareng, makan bareng. Kebetulan, gak lama lagi dia bakalan ulang tahun dan gua pengen ngasih kejutan kecil yang berkesan. Jangan ngira kalau gua bakalan kasih kejutan yang berlebihan seperti ngajak dia dinner terus gua akan merangkai bunga mawar di atas kolam renang membentuk huruf 'Happy Birtday'.

Itu bukan gua banget.

Kejutannya simple aja, jadi gua bakalan bikinin dia sebuah Video ucapan. Nah di Video itu akan ada gua bersama temen-temen yang lain ngeband sambil nyanyi lagu Happy Birthday dalam bahasa Korea (karena kakak kita yang satu ini emang ngefans dengan Korea, berbeda dengan gua yang cuma mentok tau Kimchi doang).

Setelah lagu selesai, video akan menampilkan foto-foto dia, ada yang dia sendiri dan ada yang bareng ama gua, ehem. Dan di slide terakhir akan menampilkan foto hadiah dia yang sudah gua siapkan. Gua gak bisa bilang isinya apa tapi gua yakin dia bakalan suka dengan isi hadiah itu :)

Nah, pas Video berakhir, gua bakalan nelpon dan bilang "Kamu mau gak hadiahnya, kalau mau keluar rumah dong nanti ada Driver Uber yang nganterin hadiahnya'" (Driver Uber = gua). Itu rencana awal dan gua yakin semuanya akan berjalan dengan baik jika mengikuti alur cerita yang sudah disiapkan.

Tetapi gua salah, ternyata banyak sekali hambatannya. Saat pembuatan Video yang paling stress, gua kira dalam 1-2x take akan beres tapi Ya Alloh diulang mulu. Kesalahannya bukan di temen-temen yang lain tapi di gua sendiri. Jadi dalam skenario, setelah temen gua si Elsa selesai nyanyi dia bakalan ngasih Mic ke gua dan gua bakalan ngucapin selamat ulang tahun buat dia plus kasih harapan.

Terdengar simple kan? Tapi gak buat gua karena setiap gua yang di-take pasti aja salah mulu padahal gua yang nyiapin scriptnya dong. Ada kalanya gua kecepetan ngomongnya, ada kalanya gua terlalu grogi sampai gua lupa nyalain mic. Goblok bener. FYI, yang deket ama gua pasti tau banget kalau gua bukan orang yang suka ngomong di depan umum, tampil di kamera, atau jadi pusat perhatian.

"Kak Stef, sakit tangan aku ini. Diulang mulu" kata Rio yang megang gitar. Hahaha, iya ampun Rio. Gua kasian juga ama dia karena kayaknya sudah hampir 10x dia harus metik gitar dengan lagu yang sama.

Setelah lebih dari 10x take akhirnya dapet juga angle yang bagus. 1 hari diedit, video tersebut akhirnya kelar dan gua ngerasa puas banget. Gua pake score 'Marry Me' dari Michael Giacchino (lagu pengiring di film Up) buat lagu narasi di video itu.

Bukan, bukan berarti gua ngarep nikah ama dia tapi gua pake score 'Marry Me' karena gua emang ngefans berat dengan Michael Giacchino. Sempet mau pake score 'Moving On' tapi pas gua dengerin kok kedengerannya malah bikin sedih. Orang lagi ulang tahun kok malah dibikin sedih.

Beberapa temen gua yang gua liatin video itu bilang video nya bagus, simple tapi bermakna. Tapi mereka bilang video itu bakalan lebih bagus kalau gua gak nampak di video itu.

Ok sip, terima kasih untuk pujiannya.

..........................................................................................

Setelah video beres, hari yang ditunggu akhirnya tiba. Dia ngabarin kalau dia mau pergi bareng temen-temennya dan baru pulang jam 7. Gua bikin dia bete dulu jadi rencana awalnya dia kan bakalan bete seharian dan nanti pas dia pulang kasih sedikit surprise biar lebih bermakna.

Rencana berhasil, karena gua berhasil bikin dia bete dan gak nyaman (gua gitu loh). Gua bilang gini "Ada yang mau aku omongin tapi nanti aja deh ya, habis kamu pulang. Bukan kabar baik sih tapi ya gimana"

Aslinya berat banget buat gua bikin orang yang kamu suka jadi bete tapi demi rencana ini, itu harus dilakukan. Setelah berhasil bikin dia bete, gua sekarang harus nyari 1 orang pengangguran buat nemenin gua ke rumah dia nanti malam (buat jagain kendaraan, dll). Dari banyak opsi, Arya Putra jadi orang yang gak nolak ketika dimintai tolong. Arya ini penulis dengan spesialis bikin review film, gua kenal dengan dia ketika kita sama-sama lolos dari Kompetisi Nulis Lupus Bareng tahun lalu.

Hari itu, waktu terasa sangat lama buat gua. Padahal kalau hari biasa, gua sering ngerasa kalau waktu sangat cepat berjalan. Keluar pagi eh pulang sudah malam lagi, begitu cepat tapi buat gua hari itu terasa sangat lama. Hari itu gua kosongin semua kegiatan gua (No COD, No kirim barang, No ketemu orang, No cek produksi, No menulis dan No-No yang lain).

Jam 5 Sore gua sudah jemput si Arya dan kita berdua berkendara menuju rumah dia. Hati gua berdegup kencang, perasaan gua campur-campur. Takut dia malah marah atau takut dia gak pulang malah nginep semuanya bercampur jadi satu. Jam 6 kita sudah sampai deket komplek rumah dia dan kita menepi di pinggir jalan.

Dia janji bakalan kasih kabar kalau dia sudah pulang tapi sampai jam 8 Malam dia sama sekali gak kasih kabar apa-apa. Gua sudah semakin galau, karena kalau semakin Malam maka gua semakin gak enak ke keluarganya. Batas tolerasinya adalah jam 9 Malam karena kalau sudah lebih dari jam 9, gua malah takut ngeganggu keluarganya yang lagi istirahat (belum lagi di rumahnya ada anjing yang gak tau kenapa tiap gua kesana pasti gonggong mulu). Dasar Anjing lu Njing!

Jam 9 kurang 15 belum ada kabar, gua telpon dan chat juga gak dibalas. Apa jangan-jangan dia ngambek gitu ya ama gua karena tadi Pagi gua bikin dia bete. Gua sekarang sedang sendirian karena si Arya ijin ke gua buat ke McD buat minjem WC. Tangan kiri gua megang bunga dan tangan kanan gua bawa kado buat dia. Dibanding orang yang mau kasih kejutan buat orang yang spesial, gua lebih mirip penjual bunga di acara wisudaan kampus -_-

Plan terpaksa dirubah, jadi gua bakalan nitip hadiah dan bunga ini ke adiknya karena gua lumayan tahu (biar gak terlalu kenal). Jadi pas dia pulang dan nerima hadiah itu, baru gua kirimin video yang gua ceritain tadi. Agak kecewa sih karena menurut gua efek kejutnya bakalan beda kalau rencana awal gua berjalan.

Storyline 'Driver Uber pengantar hadiah' terpaksa diubah karena waktu sudah tidak memungkinkan.

Gua jalan menuju rumah dia, rumah dia aslinya lumayan ngeri karena dikelilingi sawah dan jarak satu rumah dengan rumah lain lumayan jauh belum lagi jalanannya berlubang dan becek. Rada ngeri juga ya jalan tengah malam lewatin sawah yang luas. Gimana coba kalau ada penunggu sawah yang muncul di hadapan gua karena ngira itu bunganya buat dia -_-

Belum lama gua melangkah, dia belakang gua terdengar bunyi tabrakan parah, bunyinya mirip di film Transformers pas Autobots Vs Decepticon. Gua tengok bentar, ada kecelakaan parah. Ada sekitar 3 orang jatuh tergeletak di jalanan dengan bersimbah darah, banyak part dari motor yang sudah lepas dan berhamburan di jalan. Karena suasana sudah mulai sepi jadi sedikit orang yang kasih pertolongan.. Gua simpen bunga dan hadiah gua di saung kecil yang gak tau punya siapa dan nyebrang jalan buat kasih pertolongan.

Ada bapak yang kening dan hidungnya mengeluarkan darah, tangannya seperti patah karena gak bisa digerakkan. Kulitnya sudah memar biru dan di hadapan si Bapak ada 2 santri yang keliatannya baru pulang ngaji yang terkapar. Jadi ceritanya, si 2 santri ini ngelawan arah dan si Bapak yang kaget gak siap buat menghindar sehingga tabrakan tidak terelakkan.

Beberapa orang ngebantuin buat meminggirkan mereka bertiga. Gua paling gak tega liat si Bapak yang begitu kesakitan karena tangannya sudah letoy dan gak bisa digerakkan.

Gobloknya, di saat begini bukannya nolongin orang-orang malah cuma nontonin dan setelah nonton langsung pergi aja. Dari awalnya ada 10an sekarang tinggal 3 orang termasuk gua yang lagi di samping korban.

Jujur, gua juga jadi galau karena kalau gua tetep disini maka plan gua bakalan hancur. Karena semakin malam gua ke rumah dia buat nitip hadiah ini maka akan semakin besar pula kans gua buat ganggu tidur keluarga Ruth.

Tapi disaat begini, gak mungkin juga gua pergi ninggalin si Bapak dan 2 santri. Si Bapak sambil susah payah minta gua buat ambil ponsel di tas kecil dia dan nyuruh gua buat nelpon istrinya, kasih kabar kalau dia baru kecelakaan. Gua ini bukan orang yang punya cukup nyali buat kasih tau kabar buruk ke perempuan tapi karena si Bapak minta gua buat nelpon istrinya, gua bantu dia buat nelpon.

Pas gua telpon, di ujung telpon terdengar suara gini "Ayah, sudah sampai? Ibu jalan bentar ya keluar"

"Bu, Maaf bu. Ini Bapak baru kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta dekat bundaran Cibiru tadi habis tabrakan ama motor lagi. Ibu bisa dipanggilkan Ambulance gak?" kata gua di ujung telpon karena kebetulan istri dari si Bapak ini kerja di rumah sakit (Gua sudah mencoba menghubungi beberapa Rumah Sakit dan Kantor Polisi tapi tidak ada jawaban).

Suara tangis langsung pecah di ujung telpon. Yang awalnya senang jadi histeris bercampur shock, dia nanya kondisi Bapak gimana. Gua bohong, gua bilang bapak gak gimana-gimana cuma butuh ambulance aja supaya bisa diperiksa di RS.

Terkadang berbohong untuk hal seperti ini memang diperlukan.

Dia kemudian nanya, disana ada siapa aja yang bersama Bapak, gua bilang cuma ada 3 orang disini dan kita lagi di pinggir jalan. Sambil nangis, dia bilang "Pak, jangan pergi sampai saya datang ya Pak. Bapak jangan ditinggalin sendirian, janji ya Pak"

"Iya Bu saya janji". Disaat begini gua sudah gak terlalu mikirin lagi tentang hadiah yang penting si Bapak selamat dan bisa dibawa ke rumah sakit.

Satu orang kemudian pergi dan sekarang tinggal kita berdua di jalanan yang sepi, jam sudah menunjukkan jam 10 Malam. Gua telponin si Arya, eh gak diangkat padaha pertolongan dari dia sangat diperlukan karena kita berdua bawa kendaraan. Ini orangnya kayaknya lagi keenakkan donlod file porno deh McD karena WiFi di McD lumayan kenceng.

Setelah si Arya gak bisa diharapkan, akhirnya kita berdua bagi tugas. Satu orang yang gua gak tau namanya ini, gua tugasi buat cari polisi terdekat. Karena kemungkinan nemu polisi di jalan sangat kecil, gua nyuruh dia ke Kantor Polisi di Soekarno Hatta. Gak banyak speak, dia langsung berangkat.

Gua menenangkan 3 orang ini bilang kalau pertolongan sebentar lagi akan datang. 2 santri ini kalau dari luar memang terlihat gak kenapa-napa tapi dia bilang badannya sakit banget kalau digerakkan (luka dalam kayaknya). Gua kasih minum buat 3 orang ini sambil nunggu Polisi datang. Semoga ini orang gak bohong ya, beneran nyariin polisi.

30 Menit menunggu, polisi belum kunjung tiba. 3 orang ini sudah terlihat kepayahan semua, gua paling ngilu ngeliat tangan si Bapak yang muter gak karuan. Karena sudah gak tahan si Bapak ngomong gini ke gua "Pak, bawa saja aja ke pesantren, tempat tingga mereka" sambil nunjuk 2 santri yang lagi tergeletak.

"Jangan Pak, kita tunggu Polisi ama Ambulance datang. Kalau dipaksa kesana nanti lukanya makin jadi"

Si Bapak terus maksa dan ngomong kalau dia udah gak tahan, dia sempet nanya ada orang yang bisa ngurut gak di Pesantren si 2 santri dan dijawab ada ama si santri. Si Bapak minta tolong ke gua buat bonceng dia pake motor dia ke pesantren, ngikutin si 2 santri. Salah satu dari mereka walaupun terlihat kepayahan, bilang masih kuat buat nyetir motor kesana.

Dibanding kita nunggu gak ada kepastian gini dan si Bapak sudah mengerang terus akhirnya gua setuju dengan rencana tadi. Gua yang nyetir pake motor bapak sambil bonceng dan ngikutin santri ke pondok pesantren, darisana gua minta dianter lagi ke tempat semula. Gua nengok sebentar ke hadiah ama bunga gua yang gua tinggalin ke saung, gua asli dilema banget ini. Satu sisi gua pengen kasih kejutan kecil ke orang yang kamu sukai tapi satu sisi gua juga gak tega buat ninggalin mereka gini aja.

Motor si bapak sebenarnya sudah lumayan hancur tapi masih bisa dipake, gua naik motor dia dan dengan susah payah si Bapak naik juga. Langkah gua diikuti oleh 2 santri yang naik juga ke motor sambil megangin perut dan dada.

Belum juga berangkat, mobil polisi akhirnya tiba. Ternyata orang yang tadi beneran cari polisi, maaf banget sudah suudzon tadi ya :)

Polisi datang dan langsung nelpon Ambulance, gua nelpon lagi ke si Ibu dan bilang kalau Polisi datang dan lagi nunggu Ambulance. Sambil nangis, Ibu bilang makasih berulang-ulang ke gua padahal gua ngerasa gak melakukan apa-apa, hehe

Bapak yang habis kecelakaan juga ngomong terima kasih ke gua dan bilang, gak apa-apa kalau gua mau pergi. Gua yakin dia sebenarnya tau kalau gua itu sedang diburu-buru waktu meskipun gua akting seolah biasa aja.
........................................................................................

Jam sudah menunjukkan jam 11 lebih (nyaris setengah 12). Apa gua pulang aja gitu ya tapi kalau pulang, rencana yang telah gua susun bakalan buyar terus bukannya akan lebih bermakna kalau kamu jadi orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun ke orang yang kamu suka bukan?

Tapi pikiran gua masih berkecamuk soal keluarganya karena gak sopan juga kalau datang malam-malam. Setelah berpikir keras akhirnya gua nekad aja, perkiraan gua 10 menit cukup buat semuanya jadi gak usah banyak ngomong, kasih hadiah dan kasih ucapan terus langsung pamit pulang.

Gua cek HP, dia sudah kasih kabar kalau dia sudah pulang dan kalau gua mau nelpon, boleh sekarang. Gua kirimin dulu Video yang tadi dan minta dia tonton, durasinya sekitar 2 menit aja.

Mungkin ya, 2 menit itu menjadi 2 menit terlama dalam hidup gua. Gak lama kemudian, dia bilang makasih dan terharu habis liat video itu dan ini dia yang gua tunggu.

Gua chat dia, "Eh, tapi aku rasanya nyuruh Driver Uber buat nganterin hadiah ulang tahun kamu yang di foto deh. Kamu keluar bentar ya, bentar aja, kasian Drivernya nunggu dari tadi"

Dia bales dengan emoticon kaget dan gua langsung lari menuju rumah dia, melewati jalak lubang dan sawah. Asli ini NGERI banget, gua berasa liat ada bayangan hitam di sawah yang gak taunya cuma orang-orangan sawah. Rasa takut gua ama Tuyul di sawah terkalahkan dengan rasa kalut gua yang bakalan kasih dia hadiah.

Gak lama, dia keluar rumah dan berpapasan dengan gua yang lagi nyengir sambil bawa bunga dan kado buat dia. Dia tampak speechless sampai gak tau mau ngomong apa.

When I looked deep into her eyes, I smile. Time seems so slow and then she hugs me. Maybe this moment will be the greatest part of my life.

Gua ngerasa bahagia karena setidaknya bisa membuat dia tampak senang dan melupakan kejadian buruk yang belum lama ini terjadi di kehidupan dia. Jika 1 jam dibilang lama, gua sudah cukup bahagia bisa liat dia melupakan sejenak hal yang buruk tersebut meskipun hanya 10 menit saja. Iya 10 menit.

Anjing peliharaan dia mulai menggonggong, tanda gua supaya pulang walaupun menurut gua rasanya kurang adil, gua nungguin dia dari jam 6 sore tapi cuma ketemu kurang dari 10 menit.

"Good Night Good Bye" kata gua sambil berjalan pulang menelusuri sawah dan jalan rusak lagi.

FYI, buat yang nanya Arya kemana ternyata kakak kita yang ganteng ini ketiduran di dalam di parkiran McDonalds. Ganteng bener.

......................................................................................

3 hari yang lalu, gua mendapat kiriman kue dari orang yang gak dikenal. Gua lagi asyik nulis di depan laptop dan dipanggil ama Nyokap, Nyokap bilang ada kiriman kue buat gua yang bikin gua lumayan bingung. Gua biasanya kalau dapet kiriman itu pasti barang (entah hadiah gua nulis atau paket action figure yang gua beli). Gua turun dan di kue itu ada tulisan 'Dari Fauzan Januar' dengan nomor hp yang bersangkutan. Siapa ya Fauzan Januar, apa buyer gua gitu tapi seinget gua mah gak ada yang namanya Fauzan Januar.

Gua telpon ke nomor dia dan ternyata Fauzan Januar adalah Bapak si korban kecelakaan 3 bulan lalu itu. Dia tau alamat gua dari Pak Polisi yang kebetulan waktu itu minta data diri gua kalau keterangan gua diperlukan. Keadaan Bapak Fauzan sekarang sudah lumayan membaik meskipun belum pulih benar.

"Makasih ya Pa, buat pertolongannya waktu itu, sekali lagi terima kasih" kata suara di ujung telpon.

"Iya pak sama-sama. Cepat sembuh ya Pak, salam buat Ibu juga" balas gua.

....................................................................................

"Kue dari siapa Dek?" tanya Nyokap gua sambil motong kue dan membaginya jadi banyak. Jangan kira kue mahal kayak The Harvest gitu ya, ini 'cuma' kue pandan wangi aja.

"Dari fans mah" jawab gua ngasal

"Punya fans tapi kok belum punya pacar lagi" goda Nyokap

"Soalnya belum ada lagi yang bisa meluluhkan hati aku sih Mah" jawab gua sambil tersenyum.

Nyokap gua cuma tersenyum simpul sambil memandang gua, menatap gua yang sedang menikmati kue sambil pasang muka nakal.

Minggu, 04 Juni 2017

Jadi Badut Sepatu

Dulu waktu gua masih SMP, gua suka banget ama video clip Ada Band yang judulnya 'Manusia Bodoh'. Gua anggap keren karena di video itu ada cowok yang nyamar jadi badut buat menghibur orang yang dia suka. Si cewek yang awalnya sedih jadi tersenyum lagi habis liat tingkah polah si badut. Endingnya nyesek karena si cewek malah jadian ama yang lain dan si badut tetaplah jadi badut yang harus terlihat bahagia meskipun hatinya sedang bersedih.

Ini melankolis habis dan cukup membuat gua yang waktu itu masih SMP sedikit menitikkan air mata.

Meskipun gua sekarang tidak sedang berada di posisi si badut tetapi gua jadi sedikit kepo, gimana sih rasanya jadi badut atau kalau gak jadi badut, gimana sih rasanya jadi boneka besar di jalanan?

Kalau kalian lagi main ke Bandung dan jalan-jalan ke daerah pusat kota pasti bakalan sering lihat boneka besar di jalan yang ngajak foto. Bayar seikhlasnya dan kalian sudah bisa berfoto dengan si badut. Ada badut Doraemon, Elsa Frozen, Pikachu sampai Hulk jadi-jadian. Semuanya ada.

Gua kepikiran gimana sih rasanya jadi badut di jalanan? Apa bisa rangkul-rangkul mahasiswi cakep yang ngajak foto gitu? Atau bisa nepok kepala anak kecil gendut yang nakal?

Menjadi klop karena salah satu kenalan gua yang bekerja di sebuah Toko Sepatu di Cihampelas membutuhkan orang buat mengisi peran jadi sebuah boneka sepatu buat mempromosikan toko sepatu tempat dia kerja. Tugasnya adalah bagiin flyer dan welcome setiap ada yang ngajak foto.

"Tapi dari pihak toko, kita gak ada alokasi dana buat bayar kamu jadi boneka sepatu" kata temen gua waktu gua mengutarakan niat gua jadi boneka sepatu.

"Gak usah kok gua cuma murni buat bahan menulis aja" balas gua. Iya seperti gua yang jadi Driver Ojek Online menjadi boneka sepatu pun murni untuk bahan menulis gua bukan buat cari tambahan uang.

Setelah ngatur waktu, akhirnya ketemu juga waktu yang pas dimana gua bisa jadi seorang badut sepatu yang selalu tersenyum dan ramah terhadap anak-anak.

...................................................................

Di hadapan gua sekarang, ada seperangkat kostum badut. Bentuknya lonjong menyerupai sepatu dengan senyum yang mengembang di bibir. Yang menjadi masalah adalah ternyata make ini kostum SUSAH banget. Setelah gua dipakaikan kostum itu, gua harus mencari celah buat ngeluarin tangan gua dan itu susah banget. Butuh waktu yang lama supaya tangan gua bisa keluar dari itu kostum dan yang menjadi masalah kedua adalah ini kostum ternyata lumayan berat + daya pandang yang sangat terbatas. Gua masih bisa menatap kedepan tapi untuk melirik kanan-kiri gua agak kesulitan karena pandangan begitu kabur. Jadi kapanpun gua diserang oleh boneka lain (misal diserang oleh boneka Pikachu atau boneka Golgom yang gak rela karena lahannya gua tempatin) gua hanya bisa pasrah karena tidak memiliki pertahanan apapun.

Ok sip.

Setelah semuanya oke, gua dituntun buat jalan ke Trotoar di daerah Cihampelas (di bawah Teras Cihampelas). Seperti yang gua bilang tadi, job gua adalah membagikan flyer sepatu yang lagi diskon 50% dan menujuk arah toko supaya orang tertarik datang. Terdengar mudah kan? Tapi ternyata gak semudah seperti yang dibayangkan karena selain berat, rasanya panas banget di dalam kostum ini. Gua berasa di sauna dengan tingkat uap tinggi. Gua bisa merasakan semua daleman gua sudah basah karena keringat padahal baru juga mulai. Di saat begini gua jadi teringat dosa. Baru segini doang, gua udah kepayahan. Gimana kalau kita terkena azab api neraka? Ouch

Lagi asyik berdiri saambil sedikit goyang-goyang, ada Ibu gemuk lagi neteng kresek datang menghampiri gua. Dengan polosnya dia nanya gini ke gua "Mas, stand Sozzisnya dimana? Saya mau beli buat anak saya"

KOK SOZZIS SIH? GUA BONEKA SEPATU WOY BUKAN BONEKA SOZZIS. Tapi setelah gua pikir, iya ya gua mirip banget ama Boneka Sozzis karena bentuknya lonjong ke atas dan warnanya coklat. Gua pernah sekali ke Pabrik Sozzis dan boneka Sozzis yang disana MIRIP BANGET ama boneka sepatu yang gua pakai sekarang.

Terlihat ganteng di depan kamera?
Gua sekarang bingung mau jawab apa, mau ngomong juga percuma karena gak akan kedengeran ama si Emak gemuk. Satu-satunya yang bisa gua lakuin adalah kasih kode tangan kalau gua bukan Boneka Sozzis tapi boneka sepatu. Entah dia ngerti apa gak tapi setelah gua kasih kode tangan dia beranjak pergi sambil pasang muka bingung.

Ternyata gak cuma si Ibu yang ngira gua jadi boneka Sozzis karena gak lama setelah si Emak Gemuk beranjak, datang segerombolan anak sekolah (sepertinya lagi Study Tour ke Bandung) menghampiri gua. Salah satu dari mereka bawa kamera di tangan dan sedang bikin VLOG tentang kegiatannya di Bandung.

"Kris, ojo lali videoin karo boneka Sozzis" kata salah seorang anak dengan logat Jawa yang kental.

5 orang sekarang mengelilingi gua, gua kira mau diapain, gak taunya mereka goyang sambil nyanyi lagu legenda "SMS Semua Makan So Nice, SMS  Semua Makan So Nice"

BANGSAT, gua sekarang jadi model video clip lagu "SMS Semua Makan So Nice". Mereka nyanyi sambil angkat tangan ke atas ke bawah dan dengan polosnya gua ikutin gaya mereka biar mereka seneng.

"Suwun Mas So Nice" kata si anak yang megang kamera sambil cekikan. Suwun, suwun jidat koe woy!

20 Menit berada di dalam kostum ini bener-bener bikin gua menderita. Panasnya itu yang gak ketulungan, belum lagi kalau ketemu anak nakal yang nepuk pantat lu terus habis nepuk langsung lari.

Dulu waktu gua kecil, gua hobby banget nepuk pantat si badut terus langsung ngumpet dan rasanya ternyata ini nyebelin banget. Ada yang nepuk pantat lu terus pas lu balik eh yang nepuk udah ngacir kemana. Awas aja itu kalau sampai ketangkep bakalan gua Smack deh.

Beruntungnya gua adalah ketika ada anak gendut yang di tangan kirinya lagi megang es serut nepuk pantat gua. Pas gua tengok dia langsung ngacir tapi kata Mamanya gini "Sini foto dulu ama Om Sepatu"

Aha ini waktunya gua balas dendam. Dia berdiri di depan gua sambil megang es serut karena sudah terlanjur sebel, lutut gua sengaja diarahin ke pantat dia. Agak keras sih gua ngarahinnya.

Dia langsung noleh ke arah gua sambil megang pantatnya, di balik kostum ini gua ketawa ngakak, kikikik.

Selain jailin bocah, gua juga jailin mahasiswi cantik yang kebetulan lagi lewat. Pas mereka lewat melengos di depan gua, gua pura-pura lari ke arah mereka sambil buka tangan lebar-lebar minta dipeluk.

"Kyaaaa...." jerit mereka sambil lari cekikikan menghindari gua. Tapi ini khsus buat yang cantik aja karena kalau yang biasa aja, gua mendadak jadi boneka pendiem lagi *rasis*

............................................................

Hampir satu setengah jam gua jadi badut sepatu dan rasanya luar biasa kliyengan. Gua ngerasa kepala gua sudah nyaris mendidih saking panasnya. Gua menyerah, Give Up sudah gak bisa melanjutkan lagi. Gak apa-apa deh gua dikatain cowok lemah syahwat karena asli gua emang udah gak kuat.

Gua cari tempat sepi buka sebentar ini kostum sepatu dan duduk selonjoran. Semilir angin serasa tiupan angin dari surga. Gak jauh dari gua beristirahat, ada boneka Doraemon yang sama-sama lagi istirahat kayak gua. Dan pas dia buka kepalanya, lu percaya gak ternyata yang ngisi Dorameon itu seorang Kakek tua. Gua kaget banget karena awalnya gua pikir yang ngisi peran jadi boneka Doramemon adalah muda mudi yang lagi cari tambahan uang jajan.

Si Kakek duduk sambil minum dari botol air mineral yang dia selipkan di pinggang. Persis seperti gua, dia juga tampak seperti kecapean. Bedanya adalah kalau gua cuma cowok lemah syahwat yang cuma bisa bertahan selama 1 jam, si Kakek ini sepertinya sudah stay dari tadi Pagi. Gua ngebayang gimana rasanya jadi si Kakek karena ASLI panas banget di dalam kostum. Kalau kaos dalam gua diperes, rasanya udah cukuplah buat ngisi 1 gelas air mineral.

Ok Kek, yang semangat ya. Semoga hari ini dan seterusnya banyak yang ngajak minta foto bareng biar Kakek bisa cepet pulang dan dapat uang banyak.

............................................................................................

Beberapa hari setelah gua jadi nyaru jadi Boneka Sozzis eh boneka sepatu maksudnya, gua bareng temen-temen yang lain lagi jalan-jalan ke Cihampelas. Gua sedikit kepo, si Kakek Doraemon ada gak ya. Gua ajak mereka naik ke atas dan Aha ternyata ada si Doraemon yang sedang manggil-manggil pengunjung supaya mau foto bareng ama dia. Gua gak tau siapa itu yang ngisi karena gua gak bisa lihat dengan jelas siapa yang ngisi ini kostum. Apa si Kakek apa orang lain. Ah, gak apa-apalah yang penting foto ama Doraemon


Aku sayang sekali, Doraemon
Gua kemudian foto bareng Doraemon dan kasih uang secukupnya. Well, gua kadang jadi mikir gini. Menurut gua menjadi badut adalah sebuah pekerjaan yang mulia.

Kok mulia?

Iya gini, itu badut kan kalau diperhatikan pasti mukanya selalu tersenyum dan selalu tampak bahagia tapi kita gak pernah tau gimana perasaan sebenarnya si pemeran badut itu. Apa dia memang bahagia atau malah aslinya bersedih karena banyak masalah? Ya kita gak pernah tahu sih tapi satu hal yang bisa gua dapat ketika menjadi seorang badut adalah tentang bersyukur..

"Bahagia secukupnya, sedih seperlunya, mencintai sewajarnya, tapi bersyukurlah sebanyak-banyaknya"

Gua melambaikan tangan ke Doraemon dan berlalu meninggalkan Doraemon yang masih bersemangat mengajak anak-anak supaya mau berfoto bareng.