Selasa, 23 April 2013
Dear Rena,
13-11-2011, Pizza yang gak pernah sampai :)
13-05-2012, Foto pertama kamu yang dikirim :)
05-06-2012, Soto Mama Donna, lezat :)
09-06-2012. Hadiah buat kamu di ultah ke 23 :)
09-06-2012. Kamu jadiin foto PP hadiah itu :)
09-06-2012. Nonton Prometheus, first date :)
19-06-2012. Bolos kerja, bawa Keroci ke Jakarta :)
19-06-2012. Kamu inget kan itu hari apa?
05-07-2012. Dateng ke Jakarta, muter-muter nyari kost baru kamu, tanpa kamu tahu buat ngehibur kamu yang lagi sedih :(
27-07-2012. Makan ayam yang pedesnya Level 5 ampe bibir kamu kayak joker :)
04-08-2012. Kamu = Semangatku :)
17-08-2012. Dapet Voucher Sushi kesukaan kamu :)
01-11-2012. Sushi Tei @Central Park :)
11-11-2012. Mama Tina & Rena :)
02-12-2012. Abis makan Ice Cream :)
20-01-2013. Makan Mie Richa kesukaan Irene Richa :)
14-02-2013. Beli Kerobig buat nemenin kamu tidur, biar kamu gak dingin lagi :)
16 -02-2013. Dinner di Santika Hotel, 17-02-2013. Makan di Hollycow :)
20-02-2013 Sad Moment :(
And now, 24-04-2013:
- Saeng il chuk ha ham ni da
- Alles Gute zum Geburtstag
- Buon Compleanno
- Grattis p fdelsedagen
- Chuc Mung Sinh Nhat
- Selamat Ulang Tahun
- Happy Birthday
Just want to you know that I said, happy birthday to you wish you the best
I hope all you birthday dreams and wishes come true
Happy Birthday and many happy returns of the day
Hope you birthday blossoms into lots of dreams come true!
Hoping thay your day will be as special as you are
Happy Birthday and may all the wishes and dreams you dream today turn to reality
It's a nice feeling when you know that someones likes you
Someone thinks about you
Someone needs you
but it feels much better when
you know that someone
never ever forgets your birthday
Happy Birthday! I wish you have a sunny coming day, many smiles, reliable friends surrounding you, feel family warmth and always be the way you are.
And last,
13-11-2011, Pizza yang gak pernah sampai :)
13-05-2012, Foto pertama kamu yang dikirim :)
05-06-2012, Soto Mama Donna, lezat :)
09-06-2012. Hadiah buat kamu di ultah ke 23 :)
09-06-2012. Nonton Prometheus, first date :)
19-06-2012. Bolos kerja, bawa Keroci ke Jakarta :)
05-07-2012. Dateng ke Jakarta, muter-muter nyari kost baru kamu, tanpa kamu tahu buat ngehibur kamu yang lagi sedih :(
27-07-2012. Makan ayam yang pedesnya Level 5 ampe bibir kamu kayak joker :)
04-08-2012. Kamu = Semangatku :)
17-08-2012. Dapet Voucher Sushi kesukaan kamu :)
01-11-2012. Sushi Tei @Central Park :)
02-12-2012. Abis makan Ice Cream :)
20-01-2013. Makan Mie Richa kesukaan Irene Richa :)
14-02-2013. Beli Kerobig buat nemenin kamu tidur, biar kamu gak dingin lagi :)
20-02-2013 Sad Moment :(
And now, 24-04-2013:
- Saeng il chuk ha ham ni da
- Alles Gute zum Geburtstag
- Buon Compleanno
- Grattis p fdelsedagen
- Chuc Mung Sinh Nhat
- Selamat Ulang Tahun
- Happy Birthday
Just want to you know that I said, happy birthday to you wish you the best
I hope all you birthday dreams and wishes come true
Happy Birthday and many happy returns of the day
Hope you birthday blossoms into lots of dreams come true!
Hoping thay your day will be as special as you are
Happy Birthday and may all the wishes and dreams you dream today turn to reality
It's a nice feeling when you know that someones likes you
Someone thinks about you
Someone needs you
but it feels much better when
you know that someone
never ever forgets your birthday
Happy Birthday! I wish you have a sunny coming day, many smiles, reliable friends surrounding you, feel family warmth and always be the way you are.
![]() | |||
| Rena and Keroci |
![]() | ||||
| Foto pengantar tidur |
![]() | |
| Mamam terus kamu :) |
![]() |
| Tiket Travel, tiket bussway, tiket nonton bareng kamu :) |
And last,
![]() |
| Miss that moment :( |
Jumat, 19 April 2013
5 tahun itu menurut gue bukan waktu yang cukup sebentar. Coba kamu ingat 5 tahun yang lalu kamu seperti apa? Adakah kenangan yang kamu masih ingat?
Kalau gue masih banyak hal yang gue inget di tahun 2008 itu. Gue juga masih inget kejadian-kejadian yang menyenangkan dan masih ingat juga kejadian yang menyedihkan di tahun itu.
Hm, tgl 13 April kemarin adalah tepat 5 tahun, mantan gue meninggal.
Gak semua orang tau sih kalau mantan gue dulu sudah meninggal. Tiap ada yang nanya kenapa putus, biasanya gue jawab "karena sudah jauh dan gak ada komunikasi lagi" biar gak ditanya-tanya lagi, hehehe.
Tapi jangan beranggapan kalau si Sani gak bisa move on atau masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Dibanding disebut mantan pacar, gue lebih suka dianggap sebagai kakak buat dia ya. Apalagi sebelum dia meninggal, orang tuanya juga sudah dipanggil Tuhan jadi dalam 1 tahun biasanya 2 kali gue dateng ke kuburan dia buat bersih-bersih karena saudaranya tinggal di luar pulau semua.
Biasanya gue dateng di tengah tahun dan di akhir tahun. Satu hal yang paling gue gak suka kalau datang ke kuburan adalah begitu lu masuk ke dalam kuburan tiba-tiba ada rombongan orang gak jelas, entah darimana datangnya tiba-tina ngekor di belakang lu
Sumpah, mirip jelangkung. Datang gak diundang, pulang gak diantar.
Orang-orang ini biasanya bawa celurit, bawa serok, bawa sapu. Nanti kalau gue sudah sampai ke kuburan yang mau gue tuju, ini orang-orang langsung berlagak rajin. Bantu-bantu sapu, bantu-bantu nyabutin rumput, dll. Tujuannya satu biar dapet uang sih.
Buat ngedoain orang yang sudah di surga pun masih sempet-sempetnya ditarik biaya -_______-
Pertanyaanya yang abang-abang ganteng, kenapa pas gue dateng baru lu bersihin? Kenapa gak pas gue gak ada, lu cuekkin kuburannya?
Rasanya gue juga pengen bawa clurit terus gue selipin di pinggang gue. Jadi pas gue lagi jalan dan mereka ngikutin, gue bisa hardik dengan celurit gue "Ayo lu mau ngapain ikut-ikut? Homo ya lu?" kata gue sambil ngacungin celurit
Keren!
Gue sudah mempersiapkan beberapa barang buat gue bawa ke kuburan dia. Salah satunya satu ikat bunga yang sudah gue pesan jauh-jauh hari. Bunga ini mau gue letakkan di samping di batu nisan dia biar dia tau kalau masih ada orang yang care ama dia :)
Tiap gue liat batu nisan-nya apalagi pas tertulis 31-01-1989 - 13 -04-2008, gue selalu teringat kejadian 5 tahun silam. Saat dimana dia berjuang sembuh dari penyakit leukemia-nya. Dokter sudah ngomong, harapan buat bertahan hidup sangat kecil terlebih banyak komplikasi di tubuh dia.
Tetapi sekalipun kesempatan dia hidup hanya 5% sekalipun, gue lebih memilih untuk menceritakan soal 5% yang membahagiakan itu dibanding bercerita soal 95% vonis buat dia.
"Hey partner! Do you believe miracle?" sapa gue sambil pasang muka senyum walau hati gue sebenarnya sedih banget
"I want to believe" balas dia sambil senyum
"You want to see a miracle, partner? Be the miracle"
Gue duduk di sebelahnya dan mulai ngelucu biar dia tersenyum. Gue jadiin salah satu temen gue sebagai tumbal karena gue jadiin dia objek lelucon gue, hahaha. Gak lama, gue siapin kertas, bolpen dan minta dia sebutin 5 hal yang pengen dia lakuin kalau sudah sembuh. Sambil tersenyum senang, dia nyebutin 5 hal yang pengen dia lakuin kalau dia sudah sembuh.
1. Pengen makan ice cream Milan 5 scoop
2. Pengen nonton konser Maliq terus nyanyi lagu "Untitled" sekeras-kerasnya
3. Pengen datang ke wisuda Aderiana dan Diana
4. Pengen naik sepeda keliling-keliling bareng lagi
5. Pengen sembuh total
Waktu dia ngomong, pengen sembuh total, jujur ya gue pengen nangis. Gue bisa lakuin semuanya, gue bisa ajak kamu makan ice cream 5 scoop, gue bisa boncengan naik sepeda terus keliling-keliling lagi tapi aku gak bisa berbuat apa-apa buat keinginan kamu yang terakhir :(
Gue sudah lakuin semua keinginan dia yang belum kesampaian. Gue sudah makan ice cream Milan 5 scoop, gue sudah dateng ke konser Maliq dan nyanyi lagu "Untitled" sekeras-kerasnya, gue sudah dateng ke wisuda Aderiana temen baik kamu. Aku sudah lakuin semua :)
Satu hari sebelum dia koma dia sempet kirim sms dan smsnya masih gue simpen sampai sekarang. Sms ini dikirim tanggal 11 April 2008 jam 18:43, isi smsnya:
"Aku punya 2 mata yang tidak selalu melihatmu, aku punya dua tangan yang tak selalu bisa menyentuhmu, aku punya 2 kaki yang tak selamanya bisa berjalan bersamamu tapi aku punya satu hati, yang akan selalu mengingat dan menyayangimu. Kelak, jika kamu menyayangi orang, kamu harus jaga kepercayaan yang dia berikan ya Sani. Jangan sakiti hati dia karena kita cuma punya satu hati saja. Sani, mungkin aku bukanlah orang yang istimewa tetapi terima kasih sudah membuat aku selama ini menjadi begitu istimewa. Aku kemarin ngimpi bertemu dengan orang tuaku di surga. Maaf ya mungkin aku gak bisa makan ice cream bareng kamu"
Besoknya sepulang dari kerja, gue langsung ke rumah sakit. Disana ada saudara dari Almarhum bapaknya yang nungguin dia. Gue diberitahu kalau dia sekarang sudah koma dan sedang dalam kondisi kritis. Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan dia karena dia masih hidup pun karena dibantu oleh alat-alat.
Dan akhirnya di tanggal 13 dini hari, dia dipanggil Tuhan. Yang gue ingat, saat itu tidak ada tangis atau kesedihan yang berlebihan. Semuanya sudah merelakan dia pergi karena percaya ini sudah yang terbaik, termasuk gue yang sudah merelakan dia pergi.
Berat memang, sangat berat....
Sekarang gue lagi duduk sambil memandang batu nisan yang bertuliskan nama dia. Setelah berdoa dan menabur bunga, gue pengen banget bercerita banyak ke kamu... Iya, kamu yang sekarang sudah bahagia di surga sana,
"Hey partner, long time no see ya. Kamu gimana disana? Pasti bahagia kan? Aku sengaja datang di hari ini, hari dimana 5 tahun yang lalu kamu pergi. Aku kesini bawa dua bunga loh yang warna merah punya aku, yang warna kuning dari si Diana. Dia gak bisa datang karena hari ini dia harus ngurus wisuda. Akhirnya temen kita yang satu itu di-wisuda juga, hehehe. Sebelum kesini aku sudah mampir makan ice cream kesukaan kamu loh, aku campur semua rasa coklat, vanilla, strawberry, semuanya yang kamu suka. Enak-enak-enak banget rasanya, yakin kamu pasti suka."
"Kamu gimana disana? Masih suka perhatiin aku disini gak? Malu deh kalau aku lagi nakal terus kamu liatin. Kamu tau kan keadaan aku sekarang gimana? Dulu kamu pernah bilang ke aku, hati kita cuma ada satu, kalau kita sayang ama orang jadikan dia selalu di tempat yang teristimewa bukan? Jaga hati dan perasaan dia, aku masih ingat ucapan kamu saat itu. Sekarang, aku pengen nanya ke kamu, kalau hati kita yang cuma satu itu ternyata sudah terlanjur sakit, aku harus apa? Aku harus gimana? Ketika kamu sudah memberi yang terbaik yang bisa kamu beri tapi ternyata akhirnya gak seperti yang dibayangkan, aku harus gimana?
"Aku sudah sejauh ini. Banyak hal yang sudah aku lakukan, banyak juga hal yang sudah aku dapat. Tiap hari aku berjuang dan berusaha loh. Semoga apa yang aku rencanakan bisa berjalan dengan baik ya. Kamu yang bahagia ya disana, doain aku selalu disini biar aku bisa bangkit lagi, bisa menata hati lagi disini. Baik-baik di surga ya partner!"
Jam sudah menunjukkan jam 4 sore, gue letakkan 2 iket bunga ini di samping kiri-kanan batu nisan dia. Gue pandangi sekali lagi batu nisan dia untuk yang terakhir kali sambil berjalan perlahan meninggalkan pusara keabadian dia.
So long, partner! See you in another life
Kalau gue masih banyak hal yang gue inget di tahun 2008 itu. Gue juga masih inget kejadian-kejadian yang menyenangkan dan masih ingat juga kejadian yang menyedihkan di tahun itu.
Hm, tgl 13 April kemarin adalah tepat 5 tahun, mantan gue meninggal.
Gak semua orang tau sih kalau mantan gue dulu sudah meninggal. Tiap ada yang nanya kenapa putus, biasanya gue jawab "karena sudah jauh dan gak ada komunikasi lagi" biar gak ditanya-tanya lagi, hehehe.
Tapi jangan beranggapan kalau si Sani gak bisa move on atau masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Dibanding disebut mantan pacar, gue lebih suka dianggap sebagai kakak buat dia ya. Apalagi sebelum dia meninggal, orang tuanya juga sudah dipanggil Tuhan jadi dalam 1 tahun biasanya 2 kali gue dateng ke kuburan dia buat bersih-bersih karena saudaranya tinggal di luar pulau semua.
Biasanya gue dateng di tengah tahun dan di akhir tahun. Satu hal yang paling gue gak suka kalau datang ke kuburan adalah begitu lu masuk ke dalam kuburan tiba-tiba ada rombongan orang gak jelas, entah darimana datangnya tiba-tina ngekor di belakang lu
Sumpah, mirip jelangkung. Datang gak diundang, pulang gak diantar.
Orang-orang ini biasanya bawa celurit, bawa serok, bawa sapu. Nanti kalau gue sudah sampai ke kuburan yang mau gue tuju, ini orang-orang langsung berlagak rajin. Bantu-bantu sapu, bantu-bantu nyabutin rumput, dll. Tujuannya satu biar dapet uang sih.
Buat ngedoain orang yang sudah di surga pun masih sempet-sempetnya ditarik biaya -_______-
Pertanyaanya yang abang-abang ganteng, kenapa pas gue dateng baru lu bersihin? Kenapa gak pas gue gak ada, lu cuekkin kuburannya?
Rasanya gue juga pengen bawa clurit terus gue selipin di pinggang gue. Jadi pas gue lagi jalan dan mereka ngikutin, gue bisa hardik dengan celurit gue "Ayo lu mau ngapain ikut-ikut? Homo ya lu?" kata gue sambil ngacungin celurit
Keren!
Gue sudah mempersiapkan beberapa barang buat gue bawa ke kuburan dia. Salah satunya satu ikat bunga yang sudah gue pesan jauh-jauh hari. Bunga ini mau gue letakkan di samping di batu nisan dia biar dia tau kalau masih ada orang yang care ama dia :)
Tiap gue liat batu nisan-nya apalagi pas tertulis 31-01-1989 - 13 -04-2008, gue selalu teringat kejadian 5 tahun silam. Saat dimana dia berjuang sembuh dari penyakit leukemia-nya. Dokter sudah ngomong, harapan buat bertahan hidup sangat kecil terlebih banyak komplikasi di tubuh dia.
Tetapi sekalipun kesempatan dia hidup hanya 5% sekalipun, gue lebih memilih untuk menceritakan soal 5% yang membahagiakan itu dibanding bercerita soal 95% vonis buat dia.
"Hey partner! Do you believe miracle?" sapa gue sambil pasang muka senyum walau hati gue sebenarnya sedih banget
"I want to believe" balas dia sambil senyum
"You want to see a miracle, partner? Be the miracle"
Gue duduk di sebelahnya dan mulai ngelucu biar dia tersenyum. Gue jadiin salah satu temen gue sebagai tumbal karena gue jadiin dia objek lelucon gue, hahaha. Gak lama, gue siapin kertas, bolpen dan minta dia sebutin 5 hal yang pengen dia lakuin kalau sudah sembuh. Sambil tersenyum senang, dia nyebutin 5 hal yang pengen dia lakuin kalau dia sudah sembuh.
1. Pengen makan ice cream Milan 5 scoop
2. Pengen nonton konser Maliq terus nyanyi lagu "Untitled" sekeras-kerasnya
3. Pengen datang ke wisuda Aderiana dan Diana
4. Pengen naik sepeda keliling-keliling bareng lagi
5. Pengen sembuh total
Waktu dia ngomong, pengen sembuh total, jujur ya gue pengen nangis. Gue bisa lakuin semuanya, gue bisa ajak kamu makan ice cream 5 scoop, gue bisa boncengan naik sepeda terus keliling-keliling lagi tapi aku gak bisa berbuat apa-apa buat keinginan kamu yang terakhir :(
Gue sudah lakuin semua keinginan dia yang belum kesampaian. Gue sudah makan ice cream Milan 5 scoop, gue sudah dateng ke konser Maliq dan nyanyi lagu "Untitled" sekeras-kerasnya, gue sudah dateng ke wisuda Aderiana temen baik kamu. Aku sudah lakuin semua :)
Satu hari sebelum dia koma dia sempet kirim sms dan smsnya masih gue simpen sampai sekarang. Sms ini dikirim tanggal 11 April 2008 jam 18:43, isi smsnya:
"Aku punya 2 mata yang tidak selalu melihatmu, aku punya dua tangan yang tak selalu bisa menyentuhmu, aku punya 2 kaki yang tak selamanya bisa berjalan bersamamu tapi aku punya satu hati, yang akan selalu mengingat dan menyayangimu. Kelak, jika kamu menyayangi orang, kamu harus jaga kepercayaan yang dia berikan ya Sani. Jangan sakiti hati dia karena kita cuma punya satu hati saja. Sani, mungkin aku bukanlah orang yang istimewa tetapi terima kasih sudah membuat aku selama ini menjadi begitu istimewa. Aku kemarin ngimpi bertemu dengan orang tuaku di surga. Maaf ya mungkin aku gak bisa makan ice cream bareng kamu"
Besoknya sepulang dari kerja, gue langsung ke rumah sakit. Disana ada saudara dari Almarhum bapaknya yang nungguin dia. Gue diberitahu kalau dia sekarang sudah koma dan sedang dalam kondisi kritis. Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan dia karena dia masih hidup pun karena dibantu oleh alat-alat.
Dan akhirnya di tanggal 13 dini hari, dia dipanggil Tuhan. Yang gue ingat, saat itu tidak ada tangis atau kesedihan yang berlebihan. Semuanya sudah merelakan dia pergi karena percaya ini sudah yang terbaik, termasuk gue yang sudah merelakan dia pergi.
Berat memang, sangat berat....
Sekarang gue lagi duduk sambil memandang batu nisan yang bertuliskan nama dia. Setelah berdoa dan menabur bunga, gue pengen banget bercerita banyak ke kamu... Iya, kamu yang sekarang sudah bahagia di surga sana,
"Hey partner, long time no see ya. Kamu gimana disana? Pasti bahagia kan? Aku sengaja datang di hari ini, hari dimana 5 tahun yang lalu kamu pergi. Aku kesini bawa dua bunga loh yang warna merah punya aku, yang warna kuning dari si Diana. Dia gak bisa datang karena hari ini dia harus ngurus wisuda. Akhirnya temen kita yang satu itu di-wisuda juga, hehehe. Sebelum kesini aku sudah mampir makan ice cream kesukaan kamu loh, aku campur semua rasa coklat, vanilla, strawberry, semuanya yang kamu suka. Enak-enak-enak banget rasanya, yakin kamu pasti suka."
"Kamu gimana disana? Masih suka perhatiin aku disini gak? Malu deh kalau aku lagi nakal terus kamu liatin. Kamu tau kan keadaan aku sekarang gimana? Dulu kamu pernah bilang ke aku, hati kita cuma ada satu, kalau kita sayang ama orang jadikan dia selalu di tempat yang teristimewa bukan? Jaga hati dan perasaan dia, aku masih ingat ucapan kamu saat itu. Sekarang, aku pengen nanya ke kamu, kalau hati kita yang cuma satu itu ternyata sudah terlanjur sakit, aku harus apa? Aku harus gimana? Ketika kamu sudah memberi yang terbaik yang bisa kamu beri tapi ternyata akhirnya gak seperti yang dibayangkan, aku harus gimana?
"Aku sudah sejauh ini. Banyak hal yang sudah aku lakukan, banyak juga hal yang sudah aku dapat. Tiap hari aku berjuang dan berusaha loh. Semoga apa yang aku rencanakan bisa berjalan dengan baik ya. Kamu yang bahagia ya disana, doain aku selalu disini biar aku bisa bangkit lagi, bisa menata hati lagi disini. Baik-baik di surga ya partner!"
Jam sudah menunjukkan jam 4 sore, gue letakkan 2 iket bunga ini di samping kiri-kanan batu nisan dia. Gue pandangi sekali lagi batu nisan dia untuk yang terakhir kali sambil berjalan perlahan meninggalkan pusara keabadian dia.
So long, partner! See you in another life
Kamis, 11 April 2013
Lu pernah gak dapet sms kayak gini gak "Kirimkan pesan ini ke 10 temanmu dan pulsa 100rb langsung masuk ke hapemu. Khusus untuk hari ini karena PT Indof**d merayakan hari jadi perusahaan yang ke 100. Sudah terbukti, jangan remehkan!"
Dulu ya waktu jaman SMP, jaman dimana pertama kali gue punya ponsel dan harga sekali sms masih 350/sms, mendapat sms kayak gini buat gue tuh seolah pintu surga sudah dibukakan buat gue.
Dengan uang jajan yang ngepas buat jajan martabak di sekolah dan ongkos pulang dapet pulsa 100rb tuh kedengerannya sangat menggiurkan buat gue.
Bisa pake PDKT, pura-pura sms ke cewek pinter "Eh, rumus phytagoras tuh gimana ya? Terus kalau x ditambah y udah gitu dikuadrat, itu rumus apa ya?"
Asyik tenan padahal gue juga gak tau nanya apaan -_-
Gue inget banget, waktu itu sisa pulsa gue tinggal 4rb. Kalau gue kirim ke 10 orang, pulsa gue tinggal 500 perak (350 x 10: 3500). Tapi entah kenapa saat itu, gue terlalu yakin bakalan dapet pulsa 100rb dengan kirim itu sms ke 10 orang.
Dengan keyakinan 1000 persen akhirnya gue kirim ke 10 temen gue. Reaksi orang yang gue sms, pasti bereaksi sama "Yakin lu? Gue mau banget kalau gitu"
Biar gue gak yakin tapi gue bales "Yakin, temen gue udah berhasil", temen-temen gue yang lain pun akhirnya ngirim sms itu.
Setelah 10 sms dikirim, hati gue jadi berdebar-debar. Taruhannya cuma 2 nih, saldo pulsa gue nambah jadi 100.500 atau gue bakalan jadi bahan olok-olok temen karena gue udah nyebar sms hoax.
Dan seperti yang lu tau, itu sms emang hoax. Gue nungguin saldo pulsa gue nambah tapi gue tungguin gak nambah-nambah. Temen-temen gue juga udah protes, entah kenapa malah gue yang jadi sosok teraniaya padahal gue juga cuma nerusin sms orang.
Dendam kesumat gue ama sms kayak gitu. Belajar dari kejadian itu, gue cukup yakin kalau lu-lu semua sudah cukup pintar buat yakin kalau sms kayak gitu tuh sms hoax. Gue bakalan ketawa gila-gilaan kalau di tahun 2013 ini masih ada orang yang kecele dan percaya kalau dapet sms kayak gitu.
Tapi ternyata gue salah, benar-benar salah. Dua minggu yang lalu tetangga depan rumah gue dengan polosnya kirim sms kayak gitu ke gue. Plus ditambah embel-embel "Mamaku sudah coba dan berhasil. Ayo buktikan"
Errrrrrggggghhhh, okey. Dia bilang berhasil..
Tau gak sih dapet sms kayak gitu seolah bikin gue ingin bales dendam kejadian yang menimpa gue 10 tahun yang lalu dimana gue dengan polosnya kirim sms model gitu. Ini nih waktunya mengolok-olok tetangga gue yang kirim itu sms.
"Woy, PT Indof**d ngebagiinnya mie bukan pulsa! Kalau mau pulsa beli di warung pulsa dong. Gue udah kirim 10 sms nih, gak dapet apa-apa. Gantiin ah!"
Hahahahaha, gue pengen ketawa sekeras-kerasnya. Rasanya dendam gue 10 tahun yang lalu ketika jadi bahan olok-olokkan terbalas juga.
Belum lama ini, orang yang sama juga minta ditemenin beli Blackberry di konter. Ketemunya juga gak sengaja, jadi sebelum pulang gue mampir dulu ke Bank, ngecek transferan. Di ATM, gue juga ketemu dia yang lagi ngecek transferan. Dia minta ditemenin beli BB karena dia gak ngerti model-model BByang terbaru.
Sebenernya gue juga gak ngerti-ngerti banget tapi dikit-dikit ya ngerti sih. Setelah lama mencari akhirnya dia beli BB baru, harganya 1,5 jt. Menurut gue sudah cukup bagus buat dia.
Tapi tau gak? Ketika dia punya BB baru yang ada dalam bayangan gue saat itu, ini orang bakalan ubah-ubah status setiap 10 menit sekali dan gonta-ganti foto tiap 30 menit sekali. Mending kalau fotonya yang normal yang nyantai tapi gue yakin dia bakalan masang foto dia pake kaca mata item, telanjang dada, megang gitar, atau megang rokok. Yakin 100% deh
Apa yang gue yakini ternyata bener kejadian. Gue cukup "beruntung" jadi orang pertama yang dia add dan cukup beruntung pula liat foto dia bertelanjang dada sambil megang rokok di tangannya ditambah status "Disuapin makan ama Mama", "Lagi makan gehu", "Kebelet kencing". -_____________-
Ngomong-ngomong soal temen, baru-baru ini gue ketemu temen yang udah 2 bulan ini gak ketemu. Kita janjian ketemu di tempat nongkrong buat ngobrol-ngobrol asyik,
Gue gak akan nulis inisial namanya, gue juga gak akan bilang dia temen gue dari mana, temen forum, temen bisnis, temen kerja, atau temen Gereja. Gue yakin banget kalau gue tulis inisial namanya, lu pasti udah tau siapa orangnya :D
Semuanya sih berjalan baik-baik. Sambil menyeruput Green Tea, gue lagi asyik menyimak pembicaraan dari temen gue ini.
Tapi ada yang aneh sewaktu dia lagi bersin. Iya bersin.
Setelah abis bersin, si kucluk ini kok keliatan yang panik banget.
Gue nanya "Kenapa lu?"
Dia mingkem.
Gue ulang pertanyaan lagi "Kenapa lu?"
Dia mingkem
Njir, sombong banget ini manusia. Setelah beberapa lama diem, dia merangkak-rangkak ke bawah kursi kayak lagi nyari sesuatu.
Gue nanya: "Cari apaan lu?"
Dia tetep mingkem. Gue mikir dia nemu duit di bawah kursi terus gak mau bagi-bagi makannya mingkem. Setelah nemu "sesuatu" yang dia cari di bawah kursi, dia beranjak menuju toilet.
Gue anggap lalu kejadian itu dan setelah dia kembali dari toilet kita melanjutkan kembali pembicaraan yang sempat tertunda.
Malamnya,
si kucluk ini ngabarin kalau besok dia mau bolos kerja. Perasaan dia gak sakit, gak apa, napa pake acara bolos segala?
Gue nanya kenapa lu? Dengan polosnya dia jawab"
"Tadi pas gue bersin gigi palsu gue copot. Besok gue mau ke dokter gigi mau lem ini gigi palsu"
Allahu Akbar! Allah memang maha besar! Gue kenal ini orang dari gue masih SD tapi SUMPAH gue baru tau kalau selama ini dia make huntu palsu!
Terkuak sudah! Kenapa tadi siang pas abis bersin, si kucluk ini mingkem. Kenapa tadi dia ngerangkak-rangkak cari 'sesuatu' di bawah meja. Ternyata dia nyari gigi palsunya yang copot -______-
Satu pesen gue buat lu ya bro, kalau lu udah nikah terus lu cium istri lu, santai aja, easy aja. Gue ngebayang gini, lu enak ciuman, eh itu gigi copot terus dikunyah ama bini lu. Rusak deh rumah tangga lu
Hahahahaha
Btw, kalau ngedenger cerita-cerita temen gue tuh kadang ngebuat gue bersyukur loh. Ada temen gue yang cerita dia baru kalah judi koin online, total dia kalah 21 juta!!!!!
Ada temen gue yang hobbynya pulang malam, dijambret di jalan karena jalanan sepi. Ada temen gue yang kabur dari rumahnya karena baru berantem dengan Ayahnya.
Kadang gue kesel kalau nyokap suka bawel tapi gue juga jadi bersyukur setidaknya hidup gue masih lurus-lurus aja (ya walau kadang masih suka nakal). Setidaknya gue gak suka pulang malam, gak pernah judi, gak suka keluyuran. Gue cukup happy menjalani hidup ini.
Kalau kamu bagaimana? Apakah kamu sudah happy menjalani hidup ini? Inti dari hidup ini adalah sebenernya ketika kamu menikmatinya.
Jangan membuang waktu, emosi, perasaan, dan tenaga untuk seseorang yang tidak menghargai hidup kamu. Ingat, kamu sangat berharga. Jadilah diri sendiri, jangan karena takut kehilangan teman kamu rela diperlakukan buruk atau menjadi 'orang' lain dalam hidupmu sendiri :)
Sometimes the right path is not the easiest one
Dulu ya waktu jaman SMP, jaman dimana pertama kali gue punya ponsel dan harga sekali sms masih 350/sms, mendapat sms kayak gini buat gue tuh seolah pintu surga sudah dibukakan buat gue.
Dengan uang jajan yang ngepas buat jajan martabak di sekolah dan ongkos pulang dapet pulsa 100rb tuh kedengerannya sangat menggiurkan buat gue.
Bisa pake PDKT, pura-pura sms ke cewek pinter "Eh, rumus phytagoras tuh gimana ya? Terus kalau x ditambah y udah gitu dikuadrat, itu rumus apa ya?"
Asyik tenan padahal gue juga gak tau nanya apaan -_-
Gue inget banget, waktu itu sisa pulsa gue tinggal 4rb. Kalau gue kirim ke 10 orang, pulsa gue tinggal 500 perak (350 x 10: 3500). Tapi entah kenapa saat itu, gue terlalu yakin bakalan dapet pulsa 100rb dengan kirim itu sms ke 10 orang.
Dengan keyakinan 1000 persen akhirnya gue kirim ke 10 temen gue. Reaksi orang yang gue sms, pasti bereaksi sama "Yakin lu? Gue mau banget kalau gitu"
Biar gue gak yakin tapi gue bales "Yakin, temen gue udah berhasil", temen-temen gue yang lain pun akhirnya ngirim sms itu.
Setelah 10 sms dikirim, hati gue jadi berdebar-debar. Taruhannya cuma 2 nih, saldo pulsa gue nambah jadi 100.500 atau gue bakalan jadi bahan olok-olok temen karena gue udah nyebar sms hoax.
Dan seperti yang lu tau, itu sms emang hoax. Gue nungguin saldo pulsa gue nambah tapi gue tungguin gak nambah-nambah. Temen-temen gue juga udah protes, entah kenapa malah gue yang jadi sosok teraniaya padahal gue juga cuma nerusin sms orang.
Dendam kesumat gue ama sms kayak gitu. Belajar dari kejadian itu, gue cukup yakin kalau lu-lu semua sudah cukup pintar buat yakin kalau sms kayak gitu tuh sms hoax. Gue bakalan ketawa gila-gilaan kalau di tahun 2013 ini masih ada orang yang kecele dan percaya kalau dapet sms kayak gitu.
Tapi ternyata gue salah, benar-benar salah. Dua minggu yang lalu tetangga depan rumah gue dengan polosnya kirim sms kayak gitu ke gue. Plus ditambah embel-embel "Mamaku sudah coba dan berhasil. Ayo buktikan"
Errrrrrggggghhhh, okey. Dia bilang berhasil..
Tau gak sih dapet sms kayak gitu seolah bikin gue ingin bales dendam kejadian yang menimpa gue 10 tahun yang lalu dimana gue dengan polosnya kirim sms model gitu. Ini nih waktunya mengolok-olok tetangga gue yang kirim itu sms.
"Woy, PT Indof**d ngebagiinnya mie bukan pulsa! Kalau mau pulsa beli di warung pulsa dong. Gue udah kirim 10 sms nih, gak dapet apa-apa. Gantiin ah!"
Hahahahaha, gue pengen ketawa sekeras-kerasnya. Rasanya dendam gue 10 tahun yang lalu ketika jadi bahan olok-olokkan terbalas juga.
Belum lama ini, orang yang sama juga minta ditemenin beli Blackberry di konter. Ketemunya juga gak sengaja, jadi sebelum pulang gue mampir dulu ke Bank, ngecek transferan. Di ATM, gue juga ketemu dia yang lagi ngecek transferan. Dia minta ditemenin beli BB karena dia gak ngerti model-model BByang terbaru.
Sebenernya gue juga gak ngerti-ngerti banget tapi dikit-dikit ya ngerti sih. Setelah lama mencari akhirnya dia beli BB baru, harganya 1,5 jt. Menurut gue sudah cukup bagus buat dia.
Tapi tau gak? Ketika dia punya BB baru yang ada dalam bayangan gue saat itu, ini orang bakalan ubah-ubah status setiap 10 menit sekali dan gonta-ganti foto tiap 30 menit sekali. Mending kalau fotonya yang normal yang nyantai tapi gue yakin dia bakalan masang foto dia pake kaca mata item, telanjang dada, megang gitar, atau megang rokok. Yakin 100% deh
Apa yang gue yakini ternyata bener kejadian. Gue cukup "beruntung" jadi orang pertama yang dia add dan cukup beruntung pula liat foto dia bertelanjang dada sambil megang rokok di tangannya ditambah status "Disuapin makan ama Mama", "Lagi makan gehu", "Kebelet kencing". -_____________-
Ngomong-ngomong soal temen, baru-baru ini gue ketemu temen yang udah 2 bulan ini gak ketemu. Kita janjian ketemu di tempat nongkrong buat ngobrol-ngobrol asyik,
Gue gak akan nulis inisial namanya, gue juga gak akan bilang dia temen gue dari mana, temen forum, temen bisnis, temen kerja, atau temen Gereja. Gue yakin banget kalau gue tulis inisial namanya, lu pasti udah tau siapa orangnya :D
Semuanya sih berjalan baik-baik. Sambil menyeruput Green Tea, gue lagi asyik menyimak pembicaraan dari temen gue ini.
Tapi ada yang aneh sewaktu dia lagi bersin. Iya bersin.
Setelah abis bersin, si kucluk ini kok keliatan yang panik banget.
Gue nanya "Kenapa lu?"
Dia mingkem.
Gue ulang pertanyaan lagi "Kenapa lu?"
Dia mingkem
Njir, sombong banget ini manusia. Setelah beberapa lama diem, dia merangkak-rangkak ke bawah kursi kayak lagi nyari sesuatu.
Gue nanya: "Cari apaan lu?"
Dia tetep mingkem. Gue mikir dia nemu duit di bawah kursi terus gak mau bagi-bagi makannya mingkem. Setelah nemu "sesuatu" yang dia cari di bawah kursi, dia beranjak menuju toilet.
Gue anggap lalu kejadian itu dan setelah dia kembali dari toilet kita melanjutkan kembali pembicaraan yang sempat tertunda.
Malamnya,
si kucluk ini ngabarin kalau besok dia mau bolos kerja. Perasaan dia gak sakit, gak apa, napa pake acara bolos segala?
Gue nanya kenapa lu? Dengan polosnya dia jawab"
"Tadi pas gue bersin gigi palsu gue copot. Besok gue mau ke dokter gigi mau lem ini gigi palsu"
Allahu Akbar! Allah memang maha besar! Gue kenal ini orang dari gue masih SD tapi SUMPAH gue baru tau kalau selama ini dia make huntu palsu!
Terkuak sudah! Kenapa tadi siang pas abis bersin, si kucluk ini mingkem. Kenapa tadi dia ngerangkak-rangkak cari 'sesuatu' di bawah meja. Ternyata dia nyari gigi palsunya yang copot -______-
Satu pesen gue buat lu ya bro, kalau lu udah nikah terus lu cium istri lu, santai aja, easy aja. Gue ngebayang gini, lu enak ciuman, eh itu gigi copot terus dikunyah ama bini lu. Rusak deh rumah tangga lu
Hahahahaha
Btw, kalau ngedenger cerita-cerita temen gue tuh kadang ngebuat gue bersyukur loh. Ada temen gue yang cerita dia baru kalah judi koin online, total dia kalah 21 juta!!!!!
Ada temen gue yang hobbynya pulang malam, dijambret di jalan karena jalanan sepi. Ada temen gue yang kabur dari rumahnya karena baru berantem dengan Ayahnya.
Kadang gue kesel kalau nyokap suka bawel tapi gue juga jadi bersyukur setidaknya hidup gue masih lurus-lurus aja (ya walau kadang masih suka nakal). Setidaknya gue gak suka pulang malam, gak pernah judi, gak suka keluyuran. Gue cukup happy menjalani hidup ini.
Kalau kamu bagaimana? Apakah kamu sudah happy menjalani hidup ini? Inti dari hidup ini adalah sebenernya ketika kamu menikmatinya.
Jangan membuang waktu, emosi, perasaan, dan tenaga untuk seseorang yang tidak menghargai hidup kamu. Ingat, kamu sangat berharga. Jadilah diri sendiri, jangan karena takut kehilangan teman kamu rela diperlakukan buruk atau menjadi 'orang' lain dalam hidupmu sendiri :)
Sometimes the right path is not the easiest one
Kamis, 04 April 2013
Satu hal yang paling gue sebelin waktu lagi di bandara, selain nungguin delay yang kadang kebangetan adalah banyaknya Adegan AADC di bandara.
Iya AADC. Itu loh film Indonesia tahun 2001 yang booming banget, ceritanya tentang kisah percintaan dua insan manusia yang dibalut dengan pelbagai konflik. Satu yang pasti, pemeran si Rangga sekilas mirip gue loh. Hahaha
Pasti tau kan ending film ini? Si Cinta lari-lari ngejar Rangga dalam bandara yang diakhiri dengan adegan si Cinta meluk dan cium si Rangga. Ouchhhhh...
Dan entah terinspirasi atau gimana, selama gue menunggu pesawat yang bakal bawa gue pulang ke Bandung, udah lebih dari 5x gue liat pasangan muda-mudi yang keliatannya bakalan berpisah karena salah satu dari mereka bakalan berangkat, pelukkan dan ciuman di depan mata gue!
Uhm, bener-bener nyebelin. Nyebelinnya, pertama karena gue gak diajak terus yang lebih nyebelin karena disini gak ada yang peluk dan cium gue. Ada juga LO gue si Mbak Elsa, masak iya gue peluk dan cium dia -_-
Di saat gue lagi bengong ngeliatin pasangan muda-mudi lagi kasmaran, tiba-tiba ada yang nepuk gue. Yang nepuk gue keliatannya dari Ras China gitu. Sambil nunjukkin Iphone 4 ke arah gue dia ngomong dengan kombinasi bahasa Inggris dan Indonesia yang terbata-bata "Jual, jual. I need money, money"
Peluk, cium gak dapet, yang gue dapet malah sangkaan kalau gue itu calo tukang tadah ponsel di Bandara. Ampun deh.
Sebelum pergi Mbak Elsa ngasih gue kenang-kenangan berupa kotak yang isinya bolpoin. Sekilas harganya sih lumayan ya, gue yang biasa pake bolpoin murah buat nulis pas make bolpoin mahal rasanya gimana gitu. Semriwing-semriwing kejut deh rasanya. Rasanya ini bolpoin gak mau lepas dari tangan, hahaha.
Tapi gue sedikit aneh, kenapa ya gue dikasihnya bolpoin? Perasaan selama di Batam, gue gak pernah minjem bolpoin ke orang-orang deh. Terus gue mikir apa gara-gara bolpoin gue bentuknya Angry Birds terus gue dianggep aneh makannya dikasih bolpoin bagus?
Bolpoin Angry Birds yang biasa gue pake
Bolpoin dari Mbak Elsa
Satu hal lagi yang gue sesalin adalah gue lupa beliin mbak Elsa kenang-kenangan karena sudah baik nemenin gue disini. Bego banget si Sani, OB aja lu beliin, kenapa mbak Elsa yang manis gini bisa-bisanya lu lupa! Sambil meminta maaf, gue janji bakalan kirimin sesuatu sesampainya gue di Bandung.
Bye, mbak Elsa. See you in Bandung :)
Sekarang gue sudah duduk di dalam pesawat yang bakal membawa gue pulang ke Bandung. Perasaan gue sebenarnya campur aduk ya, ada senang, ada sedih tapi lebih banyak takutnya. Gue takut kena omel dari nyokap. Alasannya simple, gue kan beli banyak oleh-oleh, ada kali 1 dus. Karena bawaan gue banyak banget terutama buku-buku yang gue beli disini, gue berinisiatif kirim itu oleh-oleh pake jasa pos express.
Terus pas gue udah selese ngirim, gue baru mikir "kenapa gak buku-buku gue aja ya yang gue kirim? Terus oleh-olehnya yang gue bawa?" Gue bener-bener kepikiran setelah beres ngirim. Keringet dingin langsung membasahi kepala gue, gue sudah ngebayangin kalau nyokap bakalan ngomel-ngomel. Ampun, ampun Mak.
Gue hilangkan sejenak ketakutan-ketakutan itu. Yang ada di pikiran gue sekarang, gue bakal menikmati flight ini. Karena kebetulan gue duduk di sebelah jendela, gue pengen menghabiskan banyak waktu ini untuk merenung sambil nyiapin plan buat kedepannya.
30 menit berlalu, gue masih menatap di balik jendela. Di sebelah gue ada koko yang lagi sibuk dengan tabletnya. Pengen gue basa basi nyapa tapi karena gue takut diajak ngobrol pake bahasa mandarin, jadi gue urungkan niat itu.
Iseng-iseng gue neken tombol biru buat manggil pramugari. Alibinya sih mau minjem bolpoin padahal sebenernya gue mau ngeceng bentar. Butek mata gue ngeliatian awan, awan, dan awan mulu. Tadi sekilas gue perhatiin ada pramugari yang bening, hihihihi... Semoga dia yang dateng dan ngehampirin gue, amin.
Sengaja gue pasang muka cool biar keliatan keren.
"Ada yang bisa saya bantu?" kata suara di ujung kursi.
Dan YES! Yang ngehampirin gue bukan pramugari ternyata seorang pramugara alias cowok! Ya elah, dari 3 pramugari kok bisa-bisanya yang dateng kok yang cowok.
Pengen banget gue jawab gini "Iya bisa mas, tolong enyah dari hadapan gue dan panggilin mbak pramugari yang di belakang"
Sambil menahan lesu, gue minta dipinjami bolpen karena kebetulan kotak pensil gue ada di tas yang tersimpan di bagasi.
"Terima kasih" kata gue sambil tersenyum padahal hati ingin menjerit.
Satu yang pasti, harga makanan di atas kapal itu mahal-mahal ya. Aqua yang di warung-warung biasa dijual 2000 disini jadi 15rb. Good Time yang setau gue harganya 8rb, disini jadi 30rb. Gue jadi kepikiran, gimana kalau lain kali pas mau flight lagi, gue jualan?
Jadi ceritanya gue bakalan bawa banyak aqua, bawa oreo, bawa chocolatos. Aqua yang dijual ama si mbak Pramugari 15rb, gue jual 13rb. Oreo, Good Time yang dijual 30rb, gue jual 27.500. Cerdas gak sih gue?
Setelah 2 jam melayang-layang di udara akhirnya gue sampai di tujuan. Gue sudah janjian ama bokap buat jemput gue dan begitu gue keluar dari pintu pemeriksaan, ternyata bukan cuma bokap. Ada kakak dan nyokap juga. Ramai sekali kayak jemput gue dari medan perang.
Coba kalau bokap bawa tiker, nyokap bawa rantang makanan, kakak bawa kocokan arisan rasanya tinggal ngadain arisan keluarga sambil gelar tiker di hanggar kapal ngeliatin pesawat landing dan take off.
Tapi karena bokap gak bawa tiker, nyokap gak bawa rantang, kakak gak bawa kocokkan arisan dan keluarga gue GAK PERNAH ada arisan keluarga, gue berinisiatif buat traktir mereka makan enak. Lebih tepatnya biar nyokap gak ngomel karena gue ninggalin titipan dia, ssstttttt
Plan awal gue sesampainya di Bandung adalah gue bakal ngabisin waktu buat beristirahat sejenak, fun selama 1 minggu penuh sebelum memikirkan rencana kedepan.
Gue pengen ngulang nonton serial LOST, Prison Break di DVD. Gue mau belikomik yang sudah lama kelewat, gue mau donlod WWE SmackDown yang belum didonlod selama gue tinggal di Batam.
Dan ternyata gue cuma punya waktu 3 hari buat leha-leha karena masih banyak job yang harus diselesaikan. Kalau boleh jujur, belakangan hari juga gue lagi pusing. Pusing karena gue dihadapkan banyak pilihan.
Sesuatu yang telah lama gue doakan baru dijawab. Tetapi gue malah ngerasa, moment-nya kok gak pas ya. Kenapa gak dari dulu tapi baru sekarang dijawab ketika semuanya sudah berakhir?
*Hela nafas panjang*
Tapi apapun itu, gue percaya semuanya sudah diatur. Kita kerjakkan bagian kita dan biar Tuhan mengerjakkan bagian-Nya.
Keep your chin up. Someday there'll be happiness again... you'll see!"
Iya AADC. Itu loh film Indonesia tahun 2001 yang booming banget, ceritanya tentang kisah percintaan dua insan manusia yang dibalut dengan pelbagai konflik. Satu yang pasti, pemeran si Rangga sekilas mirip gue loh. Hahaha
Pasti tau kan ending film ini? Si Cinta lari-lari ngejar Rangga dalam bandara yang diakhiri dengan adegan si Cinta meluk dan cium si Rangga. Ouchhhhh...
Dan entah terinspirasi atau gimana, selama gue menunggu pesawat yang bakal bawa gue pulang ke Bandung, udah lebih dari 5x gue liat pasangan muda-mudi yang keliatannya bakalan berpisah karena salah satu dari mereka bakalan berangkat, pelukkan dan ciuman di depan mata gue!
Uhm, bener-bener nyebelin. Nyebelinnya, pertama karena gue gak diajak terus yang lebih nyebelin karena disini gak ada yang peluk dan cium gue. Ada juga LO gue si Mbak Elsa, masak iya gue peluk dan cium dia -_-
Di saat gue lagi bengong ngeliatin pasangan muda-mudi lagi kasmaran, tiba-tiba ada yang nepuk gue. Yang nepuk gue keliatannya dari Ras China gitu. Sambil nunjukkin Iphone 4 ke arah gue dia ngomong dengan kombinasi bahasa Inggris dan Indonesia yang terbata-bata "Jual, jual. I need money, money"
Peluk, cium gak dapet, yang gue dapet malah sangkaan kalau gue itu calo tukang tadah ponsel di Bandara. Ampun deh.
Sebelum pergi Mbak Elsa ngasih gue kenang-kenangan berupa kotak yang isinya bolpoin. Sekilas harganya sih lumayan ya, gue yang biasa pake bolpoin murah buat nulis pas make bolpoin mahal rasanya gimana gitu. Semriwing-semriwing kejut deh rasanya. Rasanya ini bolpoin gak mau lepas dari tangan, hahaha.
Tapi gue sedikit aneh, kenapa ya gue dikasihnya bolpoin? Perasaan selama di Batam, gue gak pernah minjem bolpoin ke orang-orang deh. Terus gue mikir apa gara-gara bolpoin gue bentuknya Angry Birds terus gue dianggep aneh makannya dikasih bolpoin bagus?
Bolpoin Angry Birds yang biasa gue pake
Bolpoin dari Mbak Elsa
Satu hal lagi yang gue sesalin adalah gue lupa beliin mbak Elsa kenang-kenangan karena sudah baik nemenin gue disini. Bego banget si Sani, OB aja lu beliin, kenapa mbak Elsa yang manis gini bisa-bisanya lu lupa! Sambil meminta maaf, gue janji bakalan kirimin sesuatu sesampainya gue di Bandung.
Bye, mbak Elsa. See you in Bandung :)
Sekarang gue sudah duduk di dalam pesawat yang bakal membawa gue pulang ke Bandung. Perasaan gue sebenarnya campur aduk ya, ada senang, ada sedih tapi lebih banyak takutnya. Gue takut kena omel dari nyokap. Alasannya simple, gue kan beli banyak oleh-oleh, ada kali 1 dus. Karena bawaan gue banyak banget terutama buku-buku yang gue beli disini, gue berinisiatif kirim itu oleh-oleh pake jasa pos express.
Terus pas gue udah selese ngirim, gue baru mikir "kenapa gak buku-buku gue aja ya yang gue kirim? Terus oleh-olehnya yang gue bawa?" Gue bener-bener kepikiran setelah beres ngirim. Keringet dingin langsung membasahi kepala gue, gue sudah ngebayangin kalau nyokap bakalan ngomel-ngomel. Ampun, ampun Mak.
Gue hilangkan sejenak ketakutan-ketakutan itu. Yang ada di pikiran gue sekarang, gue bakal menikmati flight ini. Karena kebetulan gue duduk di sebelah jendela, gue pengen menghabiskan banyak waktu ini untuk merenung sambil nyiapin plan buat kedepannya.
30 menit berlalu, gue masih menatap di balik jendela. Di sebelah gue ada koko yang lagi sibuk dengan tabletnya. Pengen gue basa basi nyapa tapi karena gue takut diajak ngobrol pake bahasa mandarin, jadi gue urungkan niat itu.
Iseng-iseng gue neken tombol biru buat manggil pramugari. Alibinya sih mau minjem bolpoin padahal sebenernya gue mau ngeceng bentar. Butek mata gue ngeliatian awan, awan, dan awan mulu. Tadi sekilas gue perhatiin ada pramugari yang bening, hihihihi... Semoga dia yang dateng dan ngehampirin gue, amin.
Sengaja gue pasang muka cool biar keliatan keren.
"Ada yang bisa saya bantu?" kata suara di ujung kursi.
Dan YES! Yang ngehampirin gue bukan pramugari ternyata seorang pramugara alias cowok! Ya elah, dari 3 pramugari kok bisa-bisanya yang dateng kok yang cowok.
Pengen banget gue jawab gini "Iya bisa mas, tolong enyah dari hadapan gue dan panggilin mbak pramugari yang di belakang"
Sambil menahan lesu, gue minta dipinjami bolpen karena kebetulan kotak pensil gue ada di tas yang tersimpan di bagasi.
"Terima kasih" kata gue sambil tersenyum padahal hati ingin menjerit.
Satu yang pasti, harga makanan di atas kapal itu mahal-mahal ya. Aqua yang di warung-warung biasa dijual 2000 disini jadi 15rb. Good Time yang setau gue harganya 8rb, disini jadi 30rb. Gue jadi kepikiran, gimana kalau lain kali pas mau flight lagi, gue jualan?
Jadi ceritanya gue bakalan bawa banyak aqua, bawa oreo, bawa chocolatos. Aqua yang dijual ama si mbak Pramugari 15rb, gue jual 13rb. Oreo, Good Time yang dijual 30rb, gue jual 27.500. Cerdas gak sih gue?
Setelah 2 jam melayang-layang di udara akhirnya gue sampai di tujuan. Gue sudah janjian ama bokap buat jemput gue dan begitu gue keluar dari pintu pemeriksaan, ternyata bukan cuma bokap. Ada kakak dan nyokap juga. Ramai sekali kayak jemput gue dari medan perang.
Coba kalau bokap bawa tiker, nyokap bawa rantang makanan, kakak bawa kocokan arisan rasanya tinggal ngadain arisan keluarga sambil gelar tiker di hanggar kapal ngeliatin pesawat landing dan take off.
Tapi karena bokap gak bawa tiker, nyokap gak bawa rantang, kakak gak bawa kocokkan arisan dan keluarga gue GAK PERNAH ada arisan keluarga, gue berinisiatif buat traktir mereka makan enak. Lebih tepatnya biar nyokap gak ngomel karena gue ninggalin titipan dia, ssstttttt
Plan awal gue sesampainya di Bandung adalah gue bakal ngabisin waktu buat beristirahat sejenak, fun selama 1 minggu penuh sebelum memikirkan rencana kedepan.
Gue pengen ngulang nonton serial LOST, Prison Break di DVD. Gue mau belikomik yang sudah lama kelewat, gue mau donlod WWE SmackDown yang belum didonlod selama gue tinggal di Batam.
Dan ternyata gue cuma punya waktu 3 hari buat leha-leha karena masih banyak job yang harus diselesaikan. Kalau boleh jujur, belakangan hari juga gue lagi pusing. Pusing karena gue dihadapkan banyak pilihan.
Sesuatu yang telah lama gue doakan baru dijawab. Tetapi gue malah ngerasa, moment-nya kok gak pas ya. Kenapa gak dari dulu tapi baru sekarang dijawab ketika semuanya sudah berakhir?
*Hela nafas panjang*
Tapi apapun itu, gue percaya semuanya sudah diatur. Kita kerjakkan bagian kita dan biar Tuhan mengerjakkan bagian-Nya.
Keep your chin up. Someday there'll be happiness again... you'll see!"
Minggu, 31 Maret 2013
Belum lama ini, kakak gue yang baru gajian, traktir kita sekeluarga makan enak. Biasanya kalau gak dia yang traktir, ya gue yang traktir. Ganti-gantian aja.
Bukan di Cafe atau resto mahal sih. Jangan bayangin kalau kita sekeluarga makannya di Restoran Western, Restoran France, atau Restoran Korea yang bahkan buat nyebut menunya aja ribet banget.
Selain belum tentu cocok ama lidah, kakak dan bokap gue tuh paling gak demen makan di tempat-tempat kayak gitu. Apalagi kakak gue, setiap diajak bos-nya meeting di Restoran mahal pasti mesennya cuma Jus Jeruk dan Nasi goreng.
Please dong bro, kalau lu milihnya nasi goreng, gue masih mampu beliin lu deh.
Biasanya kita sekeluarga mampir di kedai Mie di sekitaran Naripan. Selain cocok di lidah, kedai ini adalah langganan nyokap dan bokap waktu masih pacaran dulu, hihihi.
Tapi tau gak, setiap kakak gue ngajak sekeluarga makan, biasanya sehabis dia gajian atau baru dapat bonus, gue selalu teringat kejadian 8 tahun lalu. Sekitar tahun 2005.
Tiap kakak gue bilang "Nanti malam kita makan enak yuk" atau "Aku baru dapet rejeki hari ini, kita makan di luar yuk", ingatan gue PASTI langsung tertuju kejadian 8 tahun silam. Entah kakak atau ortu masih ingat atau sudah lupa tapi kalau gue pasti selalu ingat.
Tahun 2005 adalah tahun dimana kakak baru lulus dari bangku SMA. Nyokap tentu cari kampus yang terbaik buat dia dan dari 3 kampus yang kakak daftar, Puji Tuhan semuanya diterima.
Setelah berdoa dan berpuasa, akhirnya kakak memilih salah satu kampus di daerah Ciumbeuluit, jurusan arsitektur. Kampus swasta yang cukup terpandang dan yang pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk kuliah disana.
Sebelum bokap pensiun dari kerjanya, bokap sudah mengalokasikan dana buat pendidikan gue dan kakak. Semuanya terasa akan berjalan lancar dan baik-baik saja hingga di suatu hari menjelang pembayaran uang pendaftaran, salah satu saudara tiba-tiba harus mengalami musibah dan harus segera menjalani operasi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Karena ini adalah urusan hidup dan mati seseorang maka tanpa pikir panjang, biaya untuk kuliah itu dipake dulu untuk membantu biaya operasi. Itu pun masih jauh dari kata cukup walaupun akhirnya operasi tetap dijalankan dengan pertimbangan sudah ada uang muka.
Permasalahan muncul adalah ketika pihak kampus sudah menetapkan tanggal deadline untuk melakukan pembayaran uang pembangunan. Jika tidak bisa bayar, maka nama kakak akan dicoret sebagai salah satu calon mahasiswa disana.
Mustahil rasanya dalam 1 minggu bisa mengumpulkan uang belasan juta rupiah untuk melakukan pembayaran uang muka kuliah. Meminjam ke orang pun rasanya bukan langkah bijak karena keluarga gue bukan orang yang suka berhutang dan tidak suka merepotkan orang lain.
Di suatu malam, gue yang kebetulan lagi melintas di depan kamar nyokap mendengar pembicaraan kecil antara nyokap, bokap, dan kakak. Intinya kakak bersyukur karena saudara bisa dioperasi dan berdoa agar yang bersangkutan bisa cepat sembuh. Dia sama sekali tidak mempersoalkan soal uang kuliah yang dipake untuk biaya operasi dan jika di tahun ini dia memang belum diberi jalan untuk kuliah, dia akan mengisi tahun ini dengan bekerja dan tahun depan akan mencoba untuk mendaftar kuliah lagi,
"Sabar ya kak, pasti ada jalan. Besok mama coba tanya-tanya ke Ibu-Ibu di Gereja mungkin mereka ada lowongan untuk kamu bekerja" kata nyokap dengan suara bergetar menahan tangis.
"Iya ma, gak apa-apa. Aku juga bakal cari kerja. Nanti aku nabung agar tahun depan bisa melanjutkan kuliah" jawab kakak.
Gue sih pengen banget bantuin kakak dan ortu. Tapi saat itu gue juga masih bersekolah dan nominal saldo gue di Bank masih di kisaran ratusan ribu hasil dari honor gue menulis cerpen. Masih sangat jauh dari cukup bahkan buat beli perlengkapan arsitektur kakak juga masih kurang jauh,
Setelah bertanya kesana kemari, ada salah seorang saudara jauh membutuhkan seorang karyawan untuk kantornya. Karena kakak tergolong pintar, dia ditawari untuk menjadi admin yang bertanggung jawab dalam pembukuan. Di telpon disepakati gaji kakak untuk pekerjaan itu adalah 1,5 juta.
Saat itu ya bro, nyokap dan kakak gue bener-bener bahagia banget. Puji syukur rasanya gak ada habis-habisnya di hari itu. Gue, kakak dipeluk nyokap sambil berurai air mata. Gue langsung disuruh beli abon di toko depan rumah.
Gue yang biasanya kalau disuruh suka "iya ntar-ntar" khusus buat hari itu gue langsung berangkat. Nyokap ternyata mau bikin nasi kuning. Dalam pikiran gue, nyokap bakalan bikin tumpeng dan gue sudah membayangkan gue bakal jadi orang pertama yang motong itu ujung tumpeng.
Sambil goreng kerupuk, nyokap juga iris-iris telur buat ditaburin di atas nasi kuning. Ternyata nyokap gak lagi buat nasi tumpeng, nyokap lagi buat nasi kuning buat dibagi-bagiin ke tukang becak dan tukang sampah di sekitaran rumah.
Setiap ditanya sama tukang becak yang dikasih dalam rangka apa bagi-bagi nasi kuning, apa si dede (baca: gue) habis disunat jadi bagi-bagi nasi? Nyokap pasti jawabnya "Anak saya yang sulung diterima kerja, besok mulai kerja. Gajinya 1,5 jt, ini ada sedikit berkat"
Mungkin saking senengnya, nyokap gue sampai gak sadar kalau nominal gaji kakak juga sampai disebutin, hehehe.
Malamnya, nyokap sudah setrika banyak baju untuk hari pertama kakak kerja. Bokap gue yang sudah pengalaman kerja kasih banyak wejangan ke kakak agar pekerjaannya lancar. Malamnya, sebelum tidur kakak ngehampirin gue dan bilang "Nanti kalau kakak sudah gajian di bulan kedua, kakak beliin buku yang kamu suka"
*Tosh* gua dan kakak saling bertepuk tangan :)
Besoknya, sebelum berangkat kerja, kita berdoa bersama agar di hari pertama kakak bekerja, semuanya berjalan dengan lancar. Sebuah kecupan di kening dari nyokap, mengantar keberangkatan kakak ke kantor barunya.
Semuanya terasa akan berjalan baik-baik saja, hingga pukul 11 siang kakak sudah pulang ke rumah. Ini aneh. Aneh karena sebelumnya sudah diberitahukan kalau kakak akan bekerja mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore.
"Kamu kenapa" tanya nyokap dengan suara bergetar
"Aku disuruh pulang ma ama tante yang disana" jawab kakak sambil menahan kesedihan.
Nyokap pun mikir, apa kakak ada salah ngomong yang menyinggung orang disana? Tapi rasanya gak mungkin kalau kakak sampai salah ngomong karena gue juga tahu banget kakak gue itu selain pendiam, sangat terjaga dalam hal berucap. Belum lagi pemilihan katanya yang baik sehingga rasanya agak mustahil kalau kata-kata dia menyinggung orang.
Kakak cerita, saat itu dia hanya ditanya "Kenapa kamu mau kerja disini?" yang dijawab oleh kakak "Untuk mengumpulkan biaya masuk kuliah". Setelah itu ditanya "Apa cita-citamu dan kenapa kamu pengen jadi itu", kakak jawab "Ingin menjadi seorang arsitek karena sejak dulu ingin membangun sebuah Gereja dan ingin membangunkan sebuah rumah untuk adik"
Rasanya tidak ada yang salah dari jawaban-jawaban kakak. Apa jangan-jangan dia disuruh pulang karena gue ya? Jangan-jangan itu Tante nanya "Siapa nama adik kamu" dan setelah tau nama adiknya si Sani, si Tante langsung mikir "Oh jangan-jangan ini kakakknya si Sani yang nakal dan suka jailin anak gue di sekolah?"
Kapok deh gue jadi anak nakal kalau sampai kejadian kayak gitu.
Saat itu gue bisa melihat kesedihan yang sangat mendalam dari nyokap, gue tau banget dia lagi nahan kesedihan yang begitu dalam. Bukan, bukan karena nyokap gue sedih karena bakalan malu sudah bagi-bagi nasi kuning tapi gak taunya kakak batal masuk kerja. Tapi nyokap gue sedih karena gak kuat liat anaknya sedih. Namanya Ibu tentu beda dengan Ayah ya, perasaannya lebih sensitif apalagi kalau menyangkut anak laki-laki.
Gak lama nyokap masuk kamar dan gue yakin banget saat itu nyokap pasti nangis. Gue liat kakak gue juga menangis. Gue yang biasanya gak gampang nangis jadi ikut sedih juga. Gue pengen banget bantu tapi apa yang bisa gue lakuin? Kalau duit simpenan gue bisa ngebantu, gue rela banget kalau itu uang diambil semua buat kakak.
Tetapi salah satu ajaran nyokap gue dari kecil adalah, jangan pernah menyalahkan orang lain, jangan pernah menyalahkan Tuhan ketika sesuatu hal yang buruk menimpa kamu. Tentu semuanya sudah diatur olah Yang Di Atas bukan?
Malamnya, dengan mata yang merah karena habis nangis, nyokap ngomong ke kakak agar dia sabar. Nyokap juga ngomong besok bakalan ke Gereja lagi, nanya-nanya mungkin ada lowongan kerja untuk kakak. Dia minta kakak tetap berdoa dan tetap bersyukur dengan apapun yang terjadi.
Besoknya sekitar jam 8 pagi, tante yang kemarin nyuruh kakak pulang menelpon dan menyuruh kakak untuk datang kembali. Tentu seisi rumah kaget, ada apa ya ini? Apa mungkin kakak bakal diterima kerja lagi? Atau ada apa ini?
Nyokap langsung setrika baju terbaik untuk kakak dan sambil diantar bokap, kakak kembali datang ke kantor yang sama. Nyokap di rumah menunggu sambil harap-harap cemas. Sesekali dia masuk ke kamar yang gue yakini masuk untuk berdoa.
2 jam kemudian kakak pulang, sambil menangis dia cerita "Ma, tadi aku ketemu ama Tante lagi disana. Selain Tante ada Om juga, tante bilang kalau mulai besok aku gak usah kerja disana lagi. Tante bilang semua biaya kuliah aku dan uang masuk aku ditanggung oleh mereka. Semua biaya untuk keperluan di kampus juga bakalan ditanggung mereka, syaratnta aku cukup rajin belajar"
Wow, luar biasa. Nyokap, kakak larut dalam tangis. Bukan tangis kesedihan seperti malam sebelumnya tapi tangis kebahagiaan. Gue juga pengen ikut nangis tapi gue tahan-tahan takut ketauan sisi melankolis gue, hehehe. Pertolongan Tuhan itu selalu tepat waktu, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. Semuanya selalu tepat waktu :)
Gue selalu berpikir, coba kalau waktu itu kakak marah-marah ke bokap dan nyokap karena uang kuliah dia dipake buat bayar operasi saudara? Coba kalau waktu itu kakak gak mau bekerja karena malu? Coba kalau waktu itu nyokap nelpon tante dan marah-marah karena menyuruh kakak pulang di hari pertama dia kerja? Tentu akhirnya tidak akan seperti ini.
Terkadang kita memikirkan sesuatu masalah dengan pemikiran kita sendiri, kita mencari jalan dengan pemikiran yang kita anggap baik. Tetapi kita sering lupa bahwa apa yang baik buat kita belum tentu baik buat orang lain.
Nyokap gue selalu ngomong, sejahat apapun perlakuan orang ke kamu, serendah apapun kamu di mata orang tetapi ketika dia datang dan meminta pertolongan ketika sedang mengalami kesusahan, kamu harus tetap menolong. Kalau perlu sebelum dia minta tolong, kita yang menawarkan pertolongan.
Berat memang. Menurut kamu susah gak sih, ketika hati kamu sudah terlalu sakit tetapi ketika ada kesusahan kita datang dan menawarkan bantuan? Menurut gue ya bakalan sangat-sangat-sangat berat ya tetapi belajar dari cerita kakak gue yang ditolong hingga bisa seperti sekarang, sesuatu yang berat itu menjadi terasa ringan.
Jiwa yang miskin adalah jiwa yg selalu merasa kekurangan. Jangan pernah bandingkan hidup kamu dengan orang yang berada di atas kita. Bandingkanlah hidup kita dengan orang yang berada di bawah, belajarlah untuk selalu bersyukur. Belajarlah kasih dari orang yang membenci kamu, belajar tulus dari orang yang memperalat kamu. Belajar setia dari orang yang mengkhianati kamu, belajar berkata jujur dari orang yang membohongi kamu, dan belajarlah bertahan dari orang yang memberi kamu ketidakpastian..
Don't matter what you look like. Don't matter what you wear. How many rings you got on your finger, I don't care. Don't matter where you come from. Don't even matter what you are. Find out who you are. You got to dig a little deeper. It really ain't that far. When you find out who you are, you'll find out what you need. Blue skies and sunshine guaranteed
Gue tersenyum kalau ingat cerita 8 tahun silam itu. Sambil menikmati mie yamien, gue lagi asyik dengerin kakak cerita. Kakak gue lagi bawel jelasin project hotel yang sedang dia bangun ke nyokap dan bokap. Sesekali nyokap ngelap mulut kakak yang belepotan karena terlalu antusias bercerita.
Oh, GOD. Thanks for everything :)
Bukan di Cafe atau resto mahal sih. Jangan bayangin kalau kita sekeluarga makannya di Restoran Western, Restoran France, atau Restoran Korea yang bahkan buat nyebut menunya aja ribet banget.
Selain belum tentu cocok ama lidah, kakak dan bokap gue tuh paling gak demen makan di tempat-tempat kayak gitu. Apalagi kakak gue, setiap diajak bos-nya meeting di Restoran mahal pasti mesennya cuma Jus Jeruk dan Nasi goreng.
Please dong bro, kalau lu milihnya nasi goreng, gue masih mampu beliin lu deh.
Biasanya kita sekeluarga mampir di kedai Mie di sekitaran Naripan. Selain cocok di lidah, kedai ini adalah langganan nyokap dan bokap waktu masih pacaran dulu, hihihi.
Tapi tau gak, setiap kakak gue ngajak sekeluarga makan, biasanya sehabis dia gajian atau baru dapat bonus, gue selalu teringat kejadian 8 tahun lalu. Sekitar tahun 2005.
Tiap kakak gue bilang "Nanti malam kita makan enak yuk" atau "Aku baru dapet rejeki hari ini, kita makan di luar yuk", ingatan gue PASTI langsung tertuju kejadian 8 tahun silam. Entah kakak atau ortu masih ingat atau sudah lupa tapi kalau gue pasti selalu ingat.
Tahun 2005 adalah tahun dimana kakak baru lulus dari bangku SMA. Nyokap tentu cari kampus yang terbaik buat dia dan dari 3 kampus yang kakak daftar, Puji Tuhan semuanya diterima.
Setelah berdoa dan berpuasa, akhirnya kakak memilih salah satu kampus di daerah Ciumbeuluit, jurusan arsitektur. Kampus swasta yang cukup terpandang dan yang pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk kuliah disana.
Sebelum bokap pensiun dari kerjanya, bokap sudah mengalokasikan dana buat pendidikan gue dan kakak. Semuanya terasa akan berjalan lancar dan baik-baik saja hingga di suatu hari menjelang pembayaran uang pendaftaran, salah satu saudara tiba-tiba harus mengalami musibah dan harus segera menjalani operasi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Karena ini adalah urusan hidup dan mati seseorang maka tanpa pikir panjang, biaya untuk kuliah itu dipake dulu untuk membantu biaya operasi. Itu pun masih jauh dari kata cukup walaupun akhirnya operasi tetap dijalankan dengan pertimbangan sudah ada uang muka.
Permasalahan muncul adalah ketika pihak kampus sudah menetapkan tanggal deadline untuk melakukan pembayaran uang pembangunan. Jika tidak bisa bayar, maka nama kakak akan dicoret sebagai salah satu calon mahasiswa disana.
Mustahil rasanya dalam 1 minggu bisa mengumpulkan uang belasan juta rupiah untuk melakukan pembayaran uang muka kuliah. Meminjam ke orang pun rasanya bukan langkah bijak karena keluarga gue bukan orang yang suka berhutang dan tidak suka merepotkan orang lain.
Di suatu malam, gue yang kebetulan lagi melintas di depan kamar nyokap mendengar pembicaraan kecil antara nyokap, bokap, dan kakak. Intinya kakak bersyukur karena saudara bisa dioperasi dan berdoa agar yang bersangkutan bisa cepat sembuh. Dia sama sekali tidak mempersoalkan soal uang kuliah yang dipake untuk biaya operasi dan jika di tahun ini dia memang belum diberi jalan untuk kuliah, dia akan mengisi tahun ini dengan bekerja dan tahun depan akan mencoba untuk mendaftar kuliah lagi,
"Sabar ya kak, pasti ada jalan. Besok mama coba tanya-tanya ke Ibu-Ibu di Gereja mungkin mereka ada lowongan untuk kamu bekerja" kata nyokap dengan suara bergetar menahan tangis.
"Iya ma, gak apa-apa. Aku juga bakal cari kerja. Nanti aku nabung agar tahun depan bisa melanjutkan kuliah" jawab kakak.
Gue sih pengen banget bantuin kakak dan ortu. Tapi saat itu gue juga masih bersekolah dan nominal saldo gue di Bank masih di kisaran ratusan ribu hasil dari honor gue menulis cerpen. Masih sangat jauh dari cukup bahkan buat beli perlengkapan arsitektur kakak juga masih kurang jauh,
Setelah bertanya kesana kemari, ada salah seorang saudara jauh membutuhkan seorang karyawan untuk kantornya. Karena kakak tergolong pintar, dia ditawari untuk menjadi admin yang bertanggung jawab dalam pembukuan. Di telpon disepakati gaji kakak untuk pekerjaan itu adalah 1,5 juta.
Saat itu ya bro, nyokap dan kakak gue bener-bener bahagia banget. Puji syukur rasanya gak ada habis-habisnya di hari itu. Gue, kakak dipeluk nyokap sambil berurai air mata. Gue langsung disuruh beli abon di toko depan rumah.
Gue yang biasanya kalau disuruh suka "iya ntar-ntar" khusus buat hari itu gue langsung berangkat. Nyokap ternyata mau bikin nasi kuning. Dalam pikiran gue, nyokap bakalan bikin tumpeng dan gue sudah membayangkan gue bakal jadi orang pertama yang motong itu ujung tumpeng.
Sambil goreng kerupuk, nyokap juga iris-iris telur buat ditaburin di atas nasi kuning. Ternyata nyokap gak lagi buat nasi tumpeng, nyokap lagi buat nasi kuning buat dibagi-bagiin ke tukang becak dan tukang sampah di sekitaran rumah.
Setiap ditanya sama tukang becak yang dikasih dalam rangka apa bagi-bagi nasi kuning, apa si dede (baca: gue) habis disunat jadi bagi-bagi nasi? Nyokap pasti jawabnya "Anak saya yang sulung diterima kerja, besok mulai kerja. Gajinya 1,5 jt, ini ada sedikit berkat"
Mungkin saking senengnya, nyokap gue sampai gak sadar kalau nominal gaji kakak juga sampai disebutin, hehehe.
Malamnya, nyokap sudah setrika banyak baju untuk hari pertama kakak kerja. Bokap gue yang sudah pengalaman kerja kasih banyak wejangan ke kakak agar pekerjaannya lancar. Malamnya, sebelum tidur kakak ngehampirin gue dan bilang "Nanti kalau kakak sudah gajian di bulan kedua, kakak beliin buku yang kamu suka"
*Tosh* gua dan kakak saling bertepuk tangan :)
Besoknya, sebelum berangkat kerja, kita berdoa bersama agar di hari pertama kakak bekerja, semuanya berjalan dengan lancar. Sebuah kecupan di kening dari nyokap, mengantar keberangkatan kakak ke kantor barunya.
Semuanya terasa akan berjalan baik-baik saja, hingga pukul 11 siang kakak sudah pulang ke rumah. Ini aneh. Aneh karena sebelumnya sudah diberitahukan kalau kakak akan bekerja mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore.
"Kamu kenapa" tanya nyokap dengan suara bergetar
"Aku disuruh pulang ma ama tante yang disana" jawab kakak sambil menahan kesedihan.
Nyokap pun mikir, apa kakak ada salah ngomong yang menyinggung orang disana? Tapi rasanya gak mungkin kalau kakak sampai salah ngomong karena gue juga tahu banget kakak gue itu selain pendiam, sangat terjaga dalam hal berucap. Belum lagi pemilihan katanya yang baik sehingga rasanya agak mustahil kalau kata-kata dia menyinggung orang.
Kakak cerita, saat itu dia hanya ditanya "Kenapa kamu mau kerja disini?" yang dijawab oleh kakak "Untuk mengumpulkan biaya masuk kuliah". Setelah itu ditanya "Apa cita-citamu dan kenapa kamu pengen jadi itu", kakak jawab "Ingin menjadi seorang arsitek karena sejak dulu ingin membangun sebuah Gereja dan ingin membangunkan sebuah rumah untuk adik"
Rasanya tidak ada yang salah dari jawaban-jawaban kakak. Apa jangan-jangan dia disuruh pulang karena gue ya? Jangan-jangan itu Tante nanya "Siapa nama adik kamu" dan setelah tau nama adiknya si Sani, si Tante langsung mikir "Oh jangan-jangan ini kakakknya si Sani yang nakal dan suka jailin anak gue di sekolah?"
Kapok deh gue jadi anak nakal kalau sampai kejadian kayak gitu.
Saat itu gue bisa melihat kesedihan yang sangat mendalam dari nyokap, gue tau banget dia lagi nahan kesedihan yang begitu dalam. Bukan, bukan karena nyokap gue sedih karena bakalan malu sudah bagi-bagi nasi kuning tapi gak taunya kakak batal masuk kerja. Tapi nyokap gue sedih karena gak kuat liat anaknya sedih. Namanya Ibu tentu beda dengan Ayah ya, perasaannya lebih sensitif apalagi kalau menyangkut anak laki-laki.
Gak lama nyokap masuk kamar dan gue yakin banget saat itu nyokap pasti nangis. Gue liat kakak gue juga menangis. Gue yang biasanya gak gampang nangis jadi ikut sedih juga. Gue pengen banget bantu tapi apa yang bisa gue lakuin? Kalau duit simpenan gue bisa ngebantu, gue rela banget kalau itu uang diambil semua buat kakak.
Tetapi salah satu ajaran nyokap gue dari kecil adalah, jangan pernah menyalahkan orang lain, jangan pernah menyalahkan Tuhan ketika sesuatu hal yang buruk menimpa kamu. Tentu semuanya sudah diatur olah Yang Di Atas bukan?
Malamnya, dengan mata yang merah karena habis nangis, nyokap ngomong ke kakak agar dia sabar. Nyokap juga ngomong besok bakalan ke Gereja lagi, nanya-nanya mungkin ada lowongan kerja untuk kakak. Dia minta kakak tetap berdoa dan tetap bersyukur dengan apapun yang terjadi.
Besoknya sekitar jam 8 pagi, tante yang kemarin nyuruh kakak pulang menelpon dan menyuruh kakak untuk datang kembali. Tentu seisi rumah kaget, ada apa ya ini? Apa mungkin kakak bakal diterima kerja lagi? Atau ada apa ini?
Nyokap langsung setrika baju terbaik untuk kakak dan sambil diantar bokap, kakak kembali datang ke kantor yang sama. Nyokap di rumah menunggu sambil harap-harap cemas. Sesekali dia masuk ke kamar yang gue yakini masuk untuk berdoa.
2 jam kemudian kakak pulang, sambil menangis dia cerita "Ma, tadi aku ketemu ama Tante lagi disana. Selain Tante ada Om juga, tante bilang kalau mulai besok aku gak usah kerja disana lagi. Tante bilang semua biaya kuliah aku dan uang masuk aku ditanggung oleh mereka. Semua biaya untuk keperluan di kampus juga bakalan ditanggung mereka, syaratnta aku cukup rajin belajar"
Wow, luar biasa. Nyokap, kakak larut dalam tangis. Bukan tangis kesedihan seperti malam sebelumnya tapi tangis kebahagiaan. Gue juga pengen ikut nangis tapi gue tahan-tahan takut ketauan sisi melankolis gue, hehehe. Pertolongan Tuhan itu selalu tepat waktu, tidak pernah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. Semuanya selalu tepat waktu :)
Gue selalu berpikir, coba kalau waktu itu kakak marah-marah ke bokap dan nyokap karena uang kuliah dia dipake buat bayar operasi saudara? Coba kalau waktu itu kakak gak mau bekerja karena malu? Coba kalau waktu itu nyokap nelpon tante dan marah-marah karena menyuruh kakak pulang di hari pertama dia kerja? Tentu akhirnya tidak akan seperti ini.
Terkadang kita memikirkan sesuatu masalah dengan pemikiran kita sendiri, kita mencari jalan dengan pemikiran yang kita anggap baik. Tetapi kita sering lupa bahwa apa yang baik buat kita belum tentu baik buat orang lain.
Nyokap gue selalu ngomong, sejahat apapun perlakuan orang ke kamu, serendah apapun kamu di mata orang tetapi ketika dia datang dan meminta pertolongan ketika sedang mengalami kesusahan, kamu harus tetap menolong. Kalau perlu sebelum dia minta tolong, kita yang menawarkan pertolongan.
Berat memang. Menurut kamu susah gak sih, ketika hati kamu sudah terlalu sakit tetapi ketika ada kesusahan kita datang dan menawarkan bantuan? Menurut gue ya bakalan sangat-sangat-sangat berat ya tetapi belajar dari cerita kakak gue yang ditolong hingga bisa seperti sekarang, sesuatu yang berat itu menjadi terasa ringan.
Jiwa yang miskin adalah jiwa yg selalu merasa kekurangan. Jangan pernah bandingkan hidup kamu dengan orang yang berada di atas kita. Bandingkanlah hidup kita dengan orang yang berada di bawah, belajarlah untuk selalu bersyukur. Belajarlah kasih dari orang yang membenci kamu, belajar tulus dari orang yang memperalat kamu. Belajar setia dari orang yang mengkhianati kamu, belajar berkata jujur dari orang yang membohongi kamu, dan belajarlah bertahan dari orang yang memberi kamu ketidakpastian..
Don't matter what you look like. Don't matter what you wear. How many rings you got on your finger, I don't care. Don't matter where you come from. Don't even matter what you are. Find out who you are. You got to dig a little deeper. It really ain't that far. When you find out who you are, you'll find out what you need. Blue skies and sunshine guaranteed
Gue tersenyum kalau ingat cerita 8 tahun silam itu. Sambil menikmati mie yamien, gue lagi asyik dengerin kakak cerita. Kakak gue lagi bawel jelasin project hotel yang sedang dia bangun ke nyokap dan bokap. Sesekali nyokap ngelap mulut kakak yang belepotan karena terlalu antusias bercerita.
Oh, GOD. Thanks for everything :)
Senin, 25 Maret 2013
Menjelang hari kepulangan gue ke Bandung, salah satu hal yang gak boleh luput adalah beli buah tangan a.k.a oleh-oleh.
Temen-temen gue udah bawel, nitip ini itu, nitip itu ini. Mending kalau nitipnya yang gampang, gara-gara tau gue lagi di Batam, kebanyakkan dari mereka nitip barang-barang elektronik karena disini terkenal murah.
Kalau nitipnya cuma keripik batam, coklat, kue Villa, pisang Batam dengan senang hati gue beliin. Tapi kalau nitipnya TV, kulkas, AC, maaf-maaf aja ya bro -_-
Dalam soal beli oleh-oleh, boleh lah gue diadu ama kakak. Kakak gue itu hampir sebulan sekali pergi keluar daerah dan perasaan gak pernah lulus kalau beliin oleh-oleh.
Waktu dia ada project 1 bulan di Bali, gue udah ribut nitip ini itu. Gue nitip oleh-oleh khas Bali, pia legong atau kue susu yang emang terkenal disana.
Pas dia nyampe ke rumah, dia bawa dus yang isinya oleh-oleh dari Bali. Dengan kalap gue langsung buka paksa kardus, udah gak sabar icip-icip oleh-oleh dari Bali.
Dan taraaaaaa, gue bengong sejenak setelah tau isi oleh-oleh yang kakak bawa. Tau gak isinya apaan? Isinya keripik tempe, brem, kulit ayam goreng, usus goreng, dll
Lah, yang ginian kan banyak disini? Di Pasar Kosambi juga banyak woy. Jauh-jauh ke Bali bawanya keripik tempe dong -_-
Belajar dari kejadian itu, sebelum beli gue sudah banyak nanya oleh-oleh yang khas disini. Di hari Senin ini, gue menyempatkan diri buat beli banyak oleh-oleh buat teman dan orang rumah. Plus gue juga mau beli sembako buat OB disini. Beli karena nyokap gue udah sms terus tiap hari "Jangan lupa beli sembako buat OB disana yang sudah banyak bantu kamu disana"
Duh, sebenernya gue lebih milih ngasih amplop aja ya biar praktis tapi nyokap gue nyuruhnya ngasih paket sembako dengan harapan bisa lebih berguna dan tepat sasaran.
Carrefour Batam
Ngomong-ngomong soal OB disini, ada OB yang namanya Usman. Orangnya ceking dan dia sangat-sangat membantu gue disini. Dari beliin gue makan, nganterin paket, sampai tugas foto copy dia lakuin dengan baik. Interaksi gue dengan dia tergolong jarang karena khusus selama gue disini gue sengaja gak terlalu banyak ngomong
Hingga di suatu kesempatan ketika jam makan siang dia datang menghampiri gue. Karena gue emang gak makan siang jadi gue lebih banyak menghabiskan waktu duduk sambil coret-coret, nulis, gambar di memo.
Memo yang selalu gue bawa
"Pak Stefanus maaf saya mau nanya, apa Bapak sudah punya istri" tanya dia polos.
Benar-benar pertanyaan yang menohok. Istri dari mana woy! Gua cuma tersenyum simpul sambil nunjukkin 10 jari gue ke dia maksudnya biar dia liat kalau belum ada cincin pernikahan yang melingkar di jari manis gue
Dari pertanyaan itu, arah pembicaraan kita semakin melebar kemana-mana hingga akhirnya dia curhat kalau minggu depan dia mau nge-date ama gebetannya. Ehemmmmmm
Sebelumnya dia sudah pernah nge-date bersama gebetannya dan dengan polosnya dia cerita kalau pas nge-date pertama itu dia makai masker di mulut. Alasannya: dia kurang pede ama mukanya -_-
Oh, please. Ciyusanlah nge-date pake masker?
Bentar, bentar, gue coba memposisikan diri gue jadi cewek. Gue cewek dan janjian jalan berdua ama cowok yang lagi PDKT ke gue. Apalagi kalau sudah lama gak ketemu, gue bakalan mikir, si doi gimana ya mukanya? Tambah ganteng gak ya? Lesung pipitnya yang dulu masih menggoda gak ya?
Terus pas akhirnya ketemu, gue malah nemuin cowok pake topi terus pake masker di mulutnya. Gue nanya kenapa pake masker, dia jawab "karena aku gak pede ama muka aku sendiri"
Kalau lu aja yang punya muka gak pede ama muka lu sendiri, gimana gue bisa pede jalan ama lu coba? Orang-orang juga bakalan aneh kali liat cewek masuk mall terus jalan ama cowok yang pake masker. Sekilas kayak anggota yakuza lagi mau transaksi ganja
Gue ajarin ke si Usman tips nge-date yang bener. Yang paling penting, JANGAN PERNAH LU PAKE MASKER lagi kalau mau nge-date. Harus bangga dengan diri sendiri, harus pede dengan diri sendiri biar orang juga bangga jalan ama lu
Dia lalu cerita, kalau dia pengen ngasih boneka ke kecengannya itu tapi dia bingung gimana cara ngasihinnya. Sini, sini gue ajarin cara buat ngasihinnnya, rahasia antar lelaki, ssssttttt
"Jadi gini mas Usman, kamu ajak kecengan kamu ke tempat boneka. Kamu bilang ke dia kalau kamu mau beliin boneka buat saudara perempuan kamu. Kamu bilang kamu bingung milihnya terus minta tolong dia pilihin. Bilang aja pilih yang paling kamu suka, yakin deh apa yang kamu pilihin pasti saudara aku juga suka. Terus ceritanya sebagai ucapan terima kasih, kamu traktir dia makan enak, bilang karena sudah mau bantuin kamu milih boneka. Pas pulang, baru kasih itu boneka dan bilang itu buat kamu. Dijamin si doi bakal kaget campur seneng. Yakin deh. Intinya ya mas, kamu harus bangga dengan diri kamu sendiri dulu"
"Wah makasih banget Pak, saya bakal coba" kata si Usman sumringah
Dan sebuah tosh dari gue menyudahi pembicaraan di siang yang cerah ini
Next,
Sekarang gue lagi di Carrefour Batam buat beli sembako buat OB yang di kantor. Nyokap udah smsin daftar sembako yang buat dibeli, lengkap dari beras, gula, minyak, telur, dll. SMS-nya gampang, gue yang ribet belinya, mom. Gue juga beliin si Usman kemeja lengan panjang biar dia tambah ganteng. Siapa tau bisa dia pake buat nge-date nanti :)
Setelah beli sembako beres, giliran gue beli oleh-oleh buat orang rumah dan temen-temen. Gue beli kue khas disini, beli keripik khas disini (dan bukan kripik tempe), beli coklat, dan khusus buat ortu gue beliin kopi luwak.
Belanja asyik, dompet jebol
Iya kopi luwak. Dulu gue pernah janji bakalan beliin bokap kopi luwak gara-gara bokap dulu penasaran pengen nyoba kopi luwak gara-gara beritanya heboh di TV. Gak etis kalau ditulis harganya tapi buat ukuran gue ya bro, sangat-sangat-sangat mencekik leher gue. Tetapi karena buat gue janji adalah janji, gue bakalan selalu berusaha buat nepatin janji itu.
Pengen nangis tiap inget harganya
Titipan BB batangan murah dari temen-temen juga udah gue beliin semua (dengan resiko ditanggung pembeli ya). Kalau gue bengis harusnya gue manipulasi harganya ya. Si Bung DB yang mau nitip iPhone harusnya gue katrol setinggi mungkin sebagai balasan dia suka ngejek gue. Disini kisaran harganya 2jt, harusnya gue kasih harga 4jt buat dia sebagai kompensasi buat hobby dia yang suka menghina. Tapi ternyata gue belum setega itu
2 hari ke depan, gue bakalan ninggalin Kota ini. Banyak hal menarik yang gue dapet disini, selain gue tambah item pastinya -_-
Yang pasti gue ingin meninggalkan 'jejak' yang baik disini kelak biar bisa dipercaya lagi. Gue janji bakalan datang kesini lagi, entah sendirian, entah dengan temen, entah dengan 'kamu', entah dengan pacar, entah dengan siapa aja yang pasti gue bakalan datang kesini lagi. Gue bakal mengeksplor kota ini, mengunjungi semua tempat-tempat yang menarik.
Ke depannya, gue belum tau bakal kemana lagi tetapi bener gak sih menurut kamu, kalau aku bilang, hidup kita ini seperti kita sedang menunggu bus di halte. Ada saatnya kita stay dan saat bus itu datang kita mulai melanjutkan perjalanan kita ke halte lain. Semoga 'perjalanan' kamu juga selalu lancar dan menyenangkan :)
And when life gets you down, you know what you gotta do? Just keep 'running' :)
Temen-temen gue udah bawel, nitip ini itu, nitip itu ini. Mending kalau nitipnya yang gampang, gara-gara tau gue lagi di Batam, kebanyakkan dari mereka nitip barang-barang elektronik karena disini terkenal murah.
Kalau nitipnya cuma keripik batam, coklat, kue Villa, pisang Batam dengan senang hati gue beliin. Tapi kalau nitipnya TV, kulkas, AC, maaf-maaf aja ya bro -_-
Dalam soal beli oleh-oleh, boleh lah gue diadu ama kakak. Kakak gue itu hampir sebulan sekali pergi keluar daerah dan perasaan gak pernah lulus kalau beliin oleh-oleh.
Waktu dia ada project 1 bulan di Bali, gue udah ribut nitip ini itu. Gue nitip oleh-oleh khas Bali, pia legong atau kue susu yang emang terkenal disana.
Pas dia nyampe ke rumah, dia bawa dus yang isinya oleh-oleh dari Bali. Dengan kalap gue langsung buka paksa kardus, udah gak sabar icip-icip oleh-oleh dari Bali.
Dan taraaaaaa, gue bengong sejenak setelah tau isi oleh-oleh yang kakak bawa. Tau gak isinya apaan? Isinya keripik tempe, brem, kulit ayam goreng, usus goreng, dll
Lah, yang ginian kan banyak disini? Di Pasar Kosambi juga banyak woy. Jauh-jauh ke Bali bawanya keripik tempe dong -_-
Belajar dari kejadian itu, sebelum beli gue sudah banyak nanya oleh-oleh yang khas disini. Di hari Senin ini, gue menyempatkan diri buat beli banyak oleh-oleh buat teman dan orang rumah. Plus gue juga mau beli sembako buat OB disini. Beli karena nyokap gue udah sms terus tiap hari "Jangan lupa beli sembako buat OB disana yang sudah banyak bantu kamu disana"
Duh, sebenernya gue lebih milih ngasih amplop aja ya biar praktis tapi nyokap gue nyuruhnya ngasih paket sembako dengan harapan bisa lebih berguna dan tepat sasaran.
Carrefour Batam
Ngomong-ngomong soal OB disini, ada OB yang namanya Usman. Orangnya ceking dan dia sangat-sangat membantu gue disini. Dari beliin gue makan, nganterin paket, sampai tugas foto copy dia lakuin dengan baik. Interaksi gue dengan dia tergolong jarang karena khusus selama gue disini gue sengaja gak terlalu banyak ngomong
Hingga di suatu kesempatan ketika jam makan siang dia datang menghampiri gue. Karena gue emang gak makan siang jadi gue lebih banyak menghabiskan waktu duduk sambil coret-coret, nulis, gambar di memo.
Memo yang selalu gue bawa
"Pak Stefanus maaf saya mau nanya, apa Bapak sudah punya istri" tanya dia polos.
Benar-benar pertanyaan yang menohok. Istri dari mana woy! Gua cuma tersenyum simpul sambil nunjukkin 10 jari gue ke dia maksudnya biar dia liat kalau belum ada cincin pernikahan yang melingkar di jari manis gue
Dari pertanyaan itu, arah pembicaraan kita semakin melebar kemana-mana hingga akhirnya dia curhat kalau minggu depan dia mau nge-date ama gebetannya. Ehemmmmmm
Sebelumnya dia sudah pernah nge-date bersama gebetannya dan dengan polosnya dia cerita kalau pas nge-date pertama itu dia makai masker di mulut. Alasannya: dia kurang pede ama mukanya -_-
Oh, please. Ciyusanlah nge-date pake masker?
Bentar, bentar, gue coba memposisikan diri gue jadi cewek. Gue cewek dan janjian jalan berdua ama cowok yang lagi PDKT ke gue. Apalagi kalau sudah lama gak ketemu, gue bakalan mikir, si doi gimana ya mukanya? Tambah ganteng gak ya? Lesung pipitnya yang dulu masih menggoda gak ya?
Terus pas akhirnya ketemu, gue malah nemuin cowok pake topi terus pake masker di mulutnya. Gue nanya kenapa pake masker, dia jawab "karena aku gak pede ama muka aku sendiri"
Kalau lu aja yang punya muka gak pede ama muka lu sendiri, gimana gue bisa pede jalan ama lu coba? Orang-orang juga bakalan aneh kali liat cewek masuk mall terus jalan ama cowok yang pake masker. Sekilas kayak anggota yakuza lagi mau transaksi ganja
Gue ajarin ke si Usman tips nge-date yang bener. Yang paling penting, JANGAN PERNAH LU PAKE MASKER lagi kalau mau nge-date. Harus bangga dengan diri sendiri, harus pede dengan diri sendiri biar orang juga bangga jalan ama lu
Dia lalu cerita, kalau dia pengen ngasih boneka ke kecengannya itu tapi dia bingung gimana cara ngasihinnya. Sini, sini gue ajarin cara buat ngasihinnnya, rahasia antar lelaki, ssssttttt
"Jadi gini mas Usman, kamu ajak kecengan kamu ke tempat boneka. Kamu bilang ke dia kalau kamu mau beliin boneka buat saudara perempuan kamu. Kamu bilang kamu bingung milihnya terus minta tolong dia pilihin. Bilang aja pilih yang paling kamu suka, yakin deh apa yang kamu pilihin pasti saudara aku juga suka. Terus ceritanya sebagai ucapan terima kasih, kamu traktir dia makan enak, bilang karena sudah mau bantuin kamu milih boneka. Pas pulang, baru kasih itu boneka dan bilang itu buat kamu. Dijamin si doi bakal kaget campur seneng. Yakin deh. Intinya ya mas, kamu harus bangga dengan diri kamu sendiri dulu"
"Wah makasih banget Pak, saya bakal coba" kata si Usman sumringah
Dan sebuah tosh dari gue menyudahi pembicaraan di siang yang cerah ini
Next,
Sekarang gue lagi di Carrefour Batam buat beli sembako buat OB yang di kantor. Nyokap udah smsin daftar sembako yang buat dibeli, lengkap dari beras, gula, minyak, telur, dll. SMS-nya gampang, gue yang ribet belinya, mom. Gue juga beliin si Usman kemeja lengan panjang biar dia tambah ganteng. Siapa tau bisa dia pake buat nge-date nanti :)
Setelah beli sembako beres, giliran gue beli oleh-oleh buat orang rumah dan temen-temen. Gue beli kue khas disini, beli keripik khas disini (dan bukan kripik tempe), beli coklat, dan khusus buat ortu gue beliin kopi luwak.
Belanja asyik, dompet jebol
Iya kopi luwak. Dulu gue pernah janji bakalan beliin bokap kopi luwak gara-gara bokap dulu penasaran pengen nyoba kopi luwak gara-gara beritanya heboh di TV. Gak etis kalau ditulis harganya tapi buat ukuran gue ya bro, sangat-sangat-sangat mencekik leher gue. Tetapi karena buat gue janji adalah janji, gue bakalan selalu berusaha buat nepatin janji itu.
Pengen nangis tiap inget harganya
Titipan BB batangan murah dari temen-temen juga udah gue beliin semua (dengan resiko ditanggung pembeli ya). Kalau gue bengis harusnya gue manipulasi harganya ya. Si Bung DB yang mau nitip iPhone harusnya gue katrol setinggi mungkin sebagai balasan dia suka ngejek gue. Disini kisaran harganya 2jt, harusnya gue kasih harga 4jt buat dia sebagai kompensasi buat hobby dia yang suka menghina. Tapi ternyata gue belum setega itu
2 hari ke depan, gue bakalan ninggalin Kota ini. Banyak hal menarik yang gue dapet disini, selain gue tambah item pastinya -_-
Yang pasti gue ingin meninggalkan 'jejak' yang baik disini kelak biar bisa dipercaya lagi. Gue janji bakalan datang kesini lagi, entah sendirian, entah dengan temen, entah dengan 'kamu', entah dengan pacar, entah dengan siapa aja yang pasti gue bakalan datang kesini lagi. Gue bakal mengeksplor kota ini, mengunjungi semua tempat-tempat yang menarik.
Ke depannya, gue belum tau bakal kemana lagi tetapi bener gak sih menurut kamu, kalau aku bilang, hidup kita ini seperti kita sedang menunggu bus di halte. Ada saatnya kita stay dan saat bus itu datang kita mulai melanjutkan perjalanan kita ke halte lain. Semoga 'perjalanan' kamu juga selalu lancar dan menyenangkan :)
And when life gets you down, you know what you gotta do? Just keep 'running' :)
Jumat, 22 Maret 2013
Kadang gue heran sekaligus takjub kalau ngeliat orang-orang lagi sibuk ngetik di iPad atau iPhone. Kalau gue pribadi yang ngeliat sih kayak yang enak, lancar banget dan (sangat) membantu pekerjaan mereka.
Bukannya sombong, sudah 3 minggu gue pake iPhone dan selama gue kerja disini, gue juga diberi fasilitas iPad. Alasannya simpel untuk memudahkan pekerjaan. Tapi bukannya memudahkan yang ada gue sangat-sangat-sangat kesulitan makenya apalagi buat ngetik.
Tiap ngetik "Aku tau" pasti jatuhnya jadi "Aku t*i". Tiap ngetik "Bapak tau gak sih?", jatuhnya "Bapak t*i gak sih?" Ngebayang kalau gue gak awas orangnya, dengan polosnya gue kirim itu chatt dan gak lama kemudian gue bakalan di-kick dari sini karena dianggap menghina orang -_-
Btw, sudah hampir 2 minggu gue berada di Kota ini. Lama-lama gue mulai terbiasa menjalani rutinitas sehari-hari. Salah satu rutinitas yang gue lakuin adalah beli yakult 1 pack (isi 6) ke Ibu penjual Yakult. Sebenernya kalau boleh jujur, gue gak terlalu doyan minum yakult, soalnya asem banget di lidah gue.
Tapi gara-gara kasihan dan gak tega ngeliat Ibu si penjual Yakult, akhirnya gue beli 1 pack isi Yakult ke si Ibu dan hampir tiap sore juga si Ibu nungguin gue di depan pintu gerbang buat bawain gue yakult.
Dekat dengan yakult berarti dekat dengan jamban di toilet. Duh, efeknya bener-bener kebangetan deh. Kalau gak gue abisin, pasti bakalan numpuk, gak keminum. Kalau gue bawa pulang buat dijadiin oleh-oleh menurut lu bakalan aneh gak sih?
"San, mana oleh-oleh lu?"
"Nih, ambil aja yakult sepuas lu" kata gue sambil ngasihin yakult. Aneh gak sih?
Hingga 2 minggu disini, jujur gue belum kemana-mana. Gue belum mengeksplor kota ini. Di hari biasa, jam bebas gue dimulai di atas jam 6 sore dan karena dasarnya gue gak suka keluar malam, rasanya males banget kalau mau keluar-keluar. Apalagi nyokap gue udah wanti-wanti pas gue mau pergi
"Mama, gak mau kamu keluyuran malam-malam. Kalau ada yang ajak kamu keluyuran jangan mau. Gak boleh dateng ke tempat yang aneh-aneh, jangan ngerokok, jangan minum beer"
Duh mom, tanpa gue diwanti-wanti juga gue yakin 99% gak akan kayak gitu tapi wejangan dari nyokap ini setidaknya benar-benar 'membunuh' secuil rasa penasaran gue itu
Di hari Jumat sore dan Sabtu gue sengaja ambil kursus dan waktu kosong gue cuma di hari Minggu dan akhirnya ada 1 tempat yang bisa gue datengin. Gue dateng tempat Penangkaran Buaya. Iya ciyus, penangkaran buaya
Yang ngajakkin gue kesini namanya Mbak Elsa. Mbak Elsa itu LO gue selama disini. Orangnya baik banget, seumuran ama gue, manis, dan yang terpenting (ehem) masih single. Tahun ini rencananya dia mau dipindah ke Biro Bandung
Awalnya gue canggung banget ada dia tapi lama kelamaan jadi terbiasa apalagi Mbak Elsa punya hobby yang sama kayak gue, nonton film dan baca buku. Jadi setidaknya pas di awal ada bahan pembicaraan biar gak kaku-kaku banget.
Sepulang dari kursus, gue diajakkin mbak Elsa datang ke tempat penangkaran buaya. Kita bertiga dengan satu temen dia dateng mengendarai mobil kesini.
Tempatnya luas, harga tiketnya gak terlalu mahal. Dan tiap lu bayar tiket masuk, lu bakal dikasih pancingan yang diujungnya sudah dikaitin daging. Jadi lu bisa ngasih makan daging ke buaya-buaya maruk yang kelaparan.
Tapi gue heran, bener-bener heran. Gue yang ngasih makan buaya, kenapa gue yang bayar? Harusnya si buaya yang bayar dong. Ya gak? Tempat disini dibikin mirip hutan. Terus kalo lu berdiri di salah satu jembatan, lu bakalan bisa liat buaya - buaya bergumul dengan sangat jelas.
Gue perhatiin ini muka buaya bener-bener soalah gambaran muka temen-temen gue. Ada buaya yang kurus banget kayak pemake yang hobby-nya ngisep lem aibon, mirip temen gue si Bung DB. Ada buaya yang gendut banget dan keliatannya rakus banget, mirip temen gue si Bung DS. Benar-benar cerminan temen gue dari muka dan kelakuan si buaya
Dengan kail dan daging di tangan, gue pengen ngajarin ke para buaya-buaya ini bahwa tidak ada yang bisa didapatkan dengan mudah, Semuanya butuh usaha bro!
Jadi gini, rencananya gue bakal ngajarin ke para buaya ini sebuah proses menuju kenikmatan. Caranya, gue bakal turunin itu daging terus pas si buaya mau mangap, gue naikkin. Pas dia mingkem, gue turunin lagi, pas dia mangap gue tarik lagi. Begitu terus, sampe gue bosen. Gak apa-apa deh si buaya jadi bete.
Tapi disini kan ada mbak Elsa ama temennya, kenapa gak show off kekuatan aja + memacu adrenaline? Jadi gue bakal biarin itu daging digigit si buaya rakus dan dengan kemampuan gue yang sudah terlatih (terlatih angkat gas 12kg, angkat galon aqua tiap di rumah maksudnya) gue bakalan ikut narik si daging.
Pilihannya cuma dua, gue bakal kecebur masuk ke kolam dan dijadiin santapan malam para buaya tamak atau dengan kemampuan layaknya Samson gue bakalan narik si buaya keluar dari kolam. Keren gak sih?
Kalau beneran gue bisa kayak gitu, mungkin yang ada di pikiran mbak Elsa dan temennya "Sani emang idola! Ngelindungin kita dari buaya ganas aja bisa, apalagi ngelindungin kita dari laki-laki buaya!"
Cakep bener, hihihihih....
Tapi karena gue yakin, gue yang bakal jadi santapan si buaya rakus, akhirnya gue urungkan niatan gue itu -_-. Jadi rencananya, gue bakalan isengin si buaya aja, naik turunin daging
Dan begonya, gara-gara gue fokus dengerin mbak Elsa ngomong, gue gak sadar kalau pancingan isi daging gue ngarahnya ke kolam. Pandangan gue lagi ke arah mbak Elsa tapi pancingan gue ngarahnya ke kolam
Itu ya bro, yang namanya buaya. Gak nyampe 2 detik, secepet kilat, daging gue langsung dicomot. Persis kayak si Bung DS kalau lagi rakus ngabisin makan siang dia
Kecepatan buaya nyomot daging 75rb gue, persis kayak kecepetan copet lagi beraksi di pasar baru! Cepat dan tidak meninggalkan jejak.
Gue mau protes, iya protes. Soalnya gue belum ngerasain sensasi apa-apa. Hey, niat gue kan mau ngisengin si buaya tapi cuma ini yang gue dapet? Gak apa-apa deh gue batalin isengin buaya asal gue bisa ngeliat si buaya gigit daging gue juga udah seneng tapi boro-boro liat, itu daging langsung ditelen tanpa dikunyah.
Mbak Elsa ama temennya langsung cekikikan dan gue cuma bisa bengong plus nahan muka biar tetep cool. Lain kali kalau gue dikasih kesempatan dateng kesini, gue bakalan lumurin itu daging ama racun tikus terbaik, biar itu daging rasanya jadi gak karuan. Tiati lu buaya
Dan,
1 minggu lagi, gue dijadwalkan buat pulang. Entah kenapa sekarang malah ada perasaan gak pengen pulang. Ada perasaan ingin lebih lama tinggal disini buat nyelesein semua project disini.
Banyak tempat menarik disini yang belum gue datengin. Gue pengen banget bisa dateng ke Studio Infinity, itu tuh studio tempat syuting film terbesar di Asia. Salah satu film yang judulnya Dead Mine, syutingnya disini loh.
Disini juga makannya enak-enak, apalagi sup ikannya bener-bener bikin nagih. Ada juga kedai Vegetarian yang enak banget. Biar gue cuma makan kulit jamur, rasanya kayak makan kulit ayam. Jagoan banget deh yang masak, kalau gue gak dibilangin itu kulit jamur, gue pasti bakal ngiranya makan kulit ayam dong
Sup Ikan favorit gue
Kedai Vegetarian yang enak banget
Nyokap masih seperti biasa, nelponin tiap malam. Ingetin ini itu ini itu, wanti-wanti supaya gue gak aneh-aneh disini. Lucu memang, ngebayang umur gue yang udah 25 tahun tapi masih dianggap kayak anak SD yang lagi camping di sekolah. Tapi ya namanya Ibu, itu adalah bentuk perhatian dia. Malah bakalan aneh buat gue kalau tiba-tiba nyokap gak bawel dan ribet pas gue lagi pergi jauh.
Hampir tiap hari gue belanja buku dan majalah disini buat nemenin waktu malam. Biar disini disedian console X-Box nyaris gak pernah gue maenin sama sekali. Mungkin karena dasar gue emang gak suka game, jadi gue lebih milih baca buku, menulis, belajar saat malam dateng.
Gue cuma berharap semua yang gue kerjain disini bisa berjalan dengam lancar dan baik. Semoga juga gue bisa dipercaya untuk mengerjakan project yang lebih besar lagi.
Terakhir,
kalahkan harimu, kalahkan dirimu sendiri, dan jangan pernah larut dalam kesedihan. Semua kesulitan hidup yang datang adalah ujian buat kamu meningkatkan level kualitas diri kamu.
Bila kamu meraihnya dengan perjuangan dan menghargai yang namanya proses, kita justru akan lebih mensyukuri kebahagiaan yang datang. Semuanya dibuat seimbang, baik kebahagiaan maupun kesedihan, ada saatnya kita senang dan ada saatnya kita merasa sedih :)
Jadi tunggu apa lagi? Syukuri hari-harimu, jangan iri dengan orang lain. Maka semuanya akan berjalan dengan baik dan menyenangkan. Have a nice day....
Bukannya sombong, sudah 3 minggu gue pake iPhone dan selama gue kerja disini, gue juga diberi fasilitas iPad. Alasannya simpel untuk memudahkan pekerjaan. Tapi bukannya memudahkan yang ada gue sangat-sangat-sangat kesulitan makenya apalagi buat ngetik.
Tiap ngetik "Aku tau" pasti jatuhnya jadi "Aku t*i". Tiap ngetik "Bapak tau gak sih?", jatuhnya "Bapak t*i gak sih?" Ngebayang kalau gue gak awas orangnya, dengan polosnya gue kirim itu chatt dan gak lama kemudian gue bakalan di-kick dari sini karena dianggap menghina orang -_-
Btw, sudah hampir 2 minggu gue berada di Kota ini. Lama-lama gue mulai terbiasa menjalani rutinitas sehari-hari. Salah satu rutinitas yang gue lakuin adalah beli yakult 1 pack (isi 6) ke Ibu penjual Yakult. Sebenernya kalau boleh jujur, gue gak terlalu doyan minum yakult, soalnya asem banget di lidah gue.
Tapi gara-gara kasihan dan gak tega ngeliat Ibu si penjual Yakult, akhirnya gue beli 1 pack isi Yakult ke si Ibu dan hampir tiap sore juga si Ibu nungguin gue di depan pintu gerbang buat bawain gue yakult.
Dekat dengan yakult berarti dekat dengan jamban di toilet. Duh, efeknya bener-bener kebangetan deh. Kalau gak gue abisin, pasti bakalan numpuk, gak keminum. Kalau gue bawa pulang buat dijadiin oleh-oleh menurut lu bakalan aneh gak sih?
"San, mana oleh-oleh lu?"
"Nih, ambil aja yakult sepuas lu" kata gue sambil ngasihin yakult. Aneh gak sih?
Hingga 2 minggu disini, jujur gue belum kemana-mana. Gue belum mengeksplor kota ini. Di hari biasa, jam bebas gue dimulai di atas jam 6 sore dan karena dasarnya gue gak suka keluar malam, rasanya males banget kalau mau keluar-keluar. Apalagi nyokap gue udah wanti-wanti pas gue mau pergi
"Mama, gak mau kamu keluyuran malam-malam. Kalau ada yang ajak kamu keluyuran jangan mau. Gak boleh dateng ke tempat yang aneh-aneh, jangan ngerokok, jangan minum beer"
Duh mom, tanpa gue diwanti-wanti juga gue yakin 99% gak akan kayak gitu tapi wejangan dari nyokap ini setidaknya benar-benar 'membunuh' secuil rasa penasaran gue itu
Di hari Jumat sore dan Sabtu gue sengaja ambil kursus dan waktu kosong gue cuma di hari Minggu dan akhirnya ada 1 tempat yang bisa gue datengin. Gue dateng tempat Penangkaran Buaya. Iya ciyus, penangkaran buaya
Yang ngajakkin gue kesini namanya Mbak Elsa. Mbak Elsa itu LO gue selama disini. Orangnya baik banget, seumuran ama gue, manis, dan yang terpenting (ehem) masih single. Tahun ini rencananya dia mau dipindah ke Biro Bandung
Awalnya gue canggung banget ada dia tapi lama kelamaan jadi terbiasa apalagi Mbak Elsa punya hobby yang sama kayak gue, nonton film dan baca buku. Jadi setidaknya pas di awal ada bahan pembicaraan biar gak kaku-kaku banget.
Sepulang dari kursus, gue diajakkin mbak Elsa datang ke tempat penangkaran buaya. Kita bertiga dengan satu temen dia dateng mengendarai mobil kesini.
Tempatnya luas, harga tiketnya gak terlalu mahal. Dan tiap lu bayar tiket masuk, lu bakal dikasih pancingan yang diujungnya sudah dikaitin daging. Jadi lu bisa ngasih makan daging ke buaya-buaya maruk yang kelaparan.
Tapi gue heran, bener-bener heran. Gue yang ngasih makan buaya, kenapa gue yang bayar? Harusnya si buaya yang bayar dong. Ya gak? Tempat disini dibikin mirip hutan. Terus kalo lu berdiri di salah satu jembatan, lu bakalan bisa liat buaya - buaya bergumul dengan sangat jelas.
Gue perhatiin ini muka buaya bener-bener soalah gambaran muka temen-temen gue. Ada buaya yang kurus banget kayak pemake yang hobby-nya ngisep lem aibon, mirip temen gue si Bung DB. Ada buaya yang gendut banget dan keliatannya rakus banget, mirip temen gue si Bung DS. Benar-benar cerminan temen gue dari muka dan kelakuan si buaya
Dengan kail dan daging di tangan, gue pengen ngajarin ke para buaya-buaya ini bahwa tidak ada yang bisa didapatkan dengan mudah, Semuanya butuh usaha bro!
Jadi gini, rencananya gue bakal ngajarin ke para buaya ini sebuah proses menuju kenikmatan. Caranya, gue bakal turunin itu daging terus pas si buaya mau mangap, gue naikkin. Pas dia mingkem, gue turunin lagi, pas dia mangap gue tarik lagi. Begitu terus, sampe gue bosen. Gak apa-apa deh si buaya jadi bete.
Tapi disini kan ada mbak Elsa ama temennya, kenapa gak show off kekuatan aja + memacu adrenaline? Jadi gue bakal biarin itu daging digigit si buaya rakus dan dengan kemampuan gue yang sudah terlatih (terlatih angkat gas 12kg, angkat galon aqua tiap di rumah maksudnya) gue bakalan ikut narik si daging.
Pilihannya cuma dua, gue bakal kecebur masuk ke kolam dan dijadiin santapan malam para buaya tamak atau dengan kemampuan layaknya Samson gue bakalan narik si buaya keluar dari kolam. Keren gak sih?
Kalau beneran gue bisa kayak gitu, mungkin yang ada di pikiran mbak Elsa dan temennya "Sani emang idola! Ngelindungin kita dari buaya ganas aja bisa, apalagi ngelindungin kita dari laki-laki buaya!"
Cakep bener, hihihihih....
Tapi karena gue yakin, gue yang bakal jadi santapan si buaya rakus, akhirnya gue urungkan niatan gue itu -_-. Jadi rencananya, gue bakalan isengin si buaya aja, naik turunin daging
Dan begonya, gara-gara gue fokus dengerin mbak Elsa ngomong, gue gak sadar kalau pancingan isi daging gue ngarahnya ke kolam. Pandangan gue lagi ke arah mbak Elsa tapi pancingan gue ngarahnya ke kolam
Itu ya bro, yang namanya buaya. Gak nyampe 2 detik, secepet kilat, daging gue langsung dicomot. Persis kayak si Bung DS kalau lagi rakus ngabisin makan siang dia
Kecepatan buaya nyomot daging 75rb gue, persis kayak kecepetan copet lagi beraksi di pasar baru! Cepat dan tidak meninggalkan jejak.
Gue mau protes, iya protes. Soalnya gue belum ngerasain sensasi apa-apa. Hey, niat gue kan mau ngisengin si buaya tapi cuma ini yang gue dapet? Gak apa-apa deh gue batalin isengin buaya asal gue bisa ngeliat si buaya gigit daging gue juga udah seneng tapi boro-boro liat, itu daging langsung ditelen tanpa dikunyah.
Mbak Elsa ama temennya langsung cekikikan dan gue cuma bisa bengong plus nahan muka biar tetep cool. Lain kali kalau gue dikasih kesempatan dateng kesini, gue bakalan lumurin itu daging ama racun tikus terbaik, biar itu daging rasanya jadi gak karuan. Tiati lu buaya
Dan,
1 minggu lagi, gue dijadwalkan buat pulang. Entah kenapa sekarang malah ada perasaan gak pengen pulang. Ada perasaan ingin lebih lama tinggal disini buat nyelesein semua project disini.
Banyak tempat menarik disini yang belum gue datengin. Gue pengen banget bisa dateng ke Studio Infinity, itu tuh studio tempat syuting film terbesar di Asia. Salah satu film yang judulnya Dead Mine, syutingnya disini loh.
Disini juga makannya enak-enak, apalagi sup ikannya bener-bener bikin nagih. Ada juga kedai Vegetarian yang enak banget. Biar gue cuma makan kulit jamur, rasanya kayak makan kulit ayam. Jagoan banget deh yang masak, kalau gue gak dibilangin itu kulit jamur, gue pasti bakal ngiranya makan kulit ayam dong
Sup Ikan favorit gue
Kedai Vegetarian yang enak banget
Nyokap masih seperti biasa, nelponin tiap malam. Ingetin ini itu ini itu, wanti-wanti supaya gue gak aneh-aneh disini. Lucu memang, ngebayang umur gue yang udah 25 tahun tapi masih dianggap kayak anak SD yang lagi camping di sekolah. Tapi ya namanya Ibu, itu adalah bentuk perhatian dia. Malah bakalan aneh buat gue kalau tiba-tiba nyokap gak bawel dan ribet pas gue lagi pergi jauh.
Hampir tiap hari gue belanja buku dan majalah disini buat nemenin waktu malam. Biar disini disedian console X-Box nyaris gak pernah gue maenin sama sekali. Mungkin karena dasar gue emang gak suka game, jadi gue lebih milih baca buku, menulis, belajar saat malam dateng.
Gue cuma berharap semua yang gue kerjain disini bisa berjalan dengam lancar dan baik. Semoga juga gue bisa dipercaya untuk mengerjakan project yang lebih besar lagi.
Terakhir,
kalahkan harimu, kalahkan dirimu sendiri, dan jangan pernah larut dalam kesedihan. Semua kesulitan hidup yang datang adalah ujian buat kamu meningkatkan level kualitas diri kamu.
Bila kamu meraihnya dengan perjuangan dan menghargai yang namanya proses, kita justru akan lebih mensyukuri kebahagiaan yang datang. Semuanya dibuat seimbang, baik kebahagiaan maupun kesedihan, ada saatnya kita senang dan ada saatnya kita merasa sedih :)
Jadi tunggu apa lagi? Syukuri hari-harimu, jangan iri dengan orang lain. Maka semuanya akan berjalan dengan baik dan menyenangkan. Have a nice day....
Langganan:
Postingan (Atom)
































